
Mohon ma'af sebelumnya kalau novel Si Oyen Pacarku Bukan Manusia telah selesai dan saat ini akan ada kelanjutannya season 2 yang Author beri Judul Si Caty My Secret Girl.
...Si Caty...
Kucing perempuan berbulu tiga warna putri dari Apollo keturunan Dewa Kucing Baasty dan Adelia seorang manusia.
...Caterina...
Adalah gadis perubahan wujud manusia dari Si Caty. Caterina akan berubah wujud menjadi Si Caty saat jam enam sore sampai jam enam pagi.
Karena Caterina adalah keturunan manusia setengah dewa kucing.
...Adelia...
Ibunda dari Caterina yang diculik Apollo dan terpaksa menikah dengan Apollo karena dia telah meminum ramuan yang menjadikannya manusia setengah kucing.
...Apollo...
Ayah Caterina putera kedua dari Dewa Kucing Baasty.
...Baasty...
Dewa Kucing yang merupakan kakek dari Caterina. Baasty mempunyai tiga orang anak laki-laki yaitu Boots, Apollo dan Archie.
Archie memilih menetap di Istana Langit, sedangkan Boots dan Apollo mereka selalu berseteru dalam segala hal. Sampai akhirnya perebutan tahta.
...Kiaro...
Putra dari Aaron (Si Oyen) dan Kirana, yang nantinya akan berseteru memperebutkan Caty dengan teman dari kecilnya Dicky.
...Aaron...
...Ayah dari Kiaro...
Selain panglima Utusan dari langit, Bersama istrinya mendirikan Kiaro the Seatlh Hunter (Pemburu siluman ) dan Kirana RESIDENCE.
...Kirana...
Ibunda dari Kiaro, yang mempunyai usaha Kirana Recidence dan Kiaro the Sealth Hunter.
__ADS_1
...Dicky...
Putera dari Tony dan Maggie, yang menjadi teman sepermainan dengan Kiaro
...๐๐๐Happy Reading๐๐๐...
Dua puluh tahun setelah pernikahan Aaron dan Kirana.
Kiaro adalah putra semata wayang Aaron dan Kirana. Saat ini dia menginjak usia delapan belas tahun. Parasnya yang tampan membuat banyak gadis terpesona akan ketampanannya.
Tony dan Maggie juga mempunyai seorang putera yang bernama Dicky.
Dicky juga tak kalah tampannya dengan Kiaro.Banyak para gadis yang menginginkan menjadi kekasihnya.
Kiaro dan Dicky bersahabat sejak kecil dan mereka selalu bersama-sama.
Seperti saat ini mereka telah kuliah di kampus yang ternama di kota mereka.
Pagi hari pada saat keluarga kecil itu sedang sarapan di rumah kediaman Andy dan Bocan yang kini diambil alih oleh Aaron dan Kirana.
"Beruntunglah kalian bisa kuliah, apalagi kuliah di kampus ternama di kota ini dengan bea siswa prestasi kalian." ucap Kirana seraya mengambilkan nasi di piring suaminya Aaron.
"Nah ini berarti kalian adalah putera-putera berprestasi!" ucap Aaron saat menerima piring yang sudah diberi nasi oleh Kirana.
"Iya siapa dulu dong kedua orang tua kita! iya nggak Ky!" seru Kiaro yang sudah mengambil sarapannya dengan komplit sayuran dan lauknya.
"Betul itu, Ayah dan ibu kita kan hebat-hebat semua!" sahut Dicky.
Semuanya pun tertawa dan mereka segera menghabiskan sarapan yang ada dihadapan mereka.
Aaron, Kirana, Kiaro dan Dicky tinggal di rumah kediaman Andy.
Sementara Tony dan Maggie berada di Kios Bunga Rose, karena Maggie lah yang sekarang menangani urusan di Kios Bunga Rose.
Foto bersama Kiaro saat masih Kecil.
"Ngomong-ngomong dimana Om Jimmy, Tante Kelly dan Vivian ya?"tanya Kiaro disela-sela makannya.
"Iya, tumben Vivian belum kesini. Biasanya kalau urusan makan dia nomor satu!" sahut Dicky.
"Ada yang kangen Vivian ya?" tanya seorang gadis cilik yang cantik jelita, berusia sepuluh tahun.
"Eh, keponakanku. Cantik sekali sih, mau kemana?" tanya Kirana yang menoleh kearah gadis cilik itu yang bernama Vivian.
Karena merasa anggota keluarga yang paling kecil, jadi dia selalu bersikap manja pada semua keluarganya tanpa terkecuali.
"Bibi, Vivian kan mau sekolah. Di sekolah ada pentas seninya, dan mau nyanyi. Papa dan mama mau lihat Vivian nyanyi. Bibi dan paman ikut ya?" cerocos Vivian dengan polosnya.
"Aduh, Vivian mau nyanyi ya? Paman dan bibi sebetulnya mau ikut, tapi gimana ya? Ma'af sayang, nggak bisa sayang!' ucap Kirana yang meluangkan waktu menatap Vivian disela-sela makannya.
"Yah, paman dan Bibi nggak ikut!" ucap Vivian dengan nada kecewa.
"Tapi kami janji kok kalau kami akan datang saat pentas Vivian yang selanjutnya! Iyakan Paman" ucap Kirana seraya melirik ke arah Aaron yang sudah menghabiskan sarapannya.
__ADS_1
"Janji ya paman, bibi!" ucap Vivian yang memohon.
"Janji!" ucap Kirana dan Aaron bersamaan.
"Janji apa ya!" seru Jimmy yang datang bersama Kelly dengan pakaian yang rapi.
"Paman dan Bibi janji mau datang ke pentas Vivian selanjutnya!" ucap vivian seraya mengambil posisi duduknya untuk makan.
Demikian pula Jimmy dan Kelly yang ikut sarapan bersama.
"Ohw, itu! Vivian juga nanti harus tampil yang bagus. Biar paman dan bibi serta yang lainnya bangga sama kamu!" ucap Kelly seraya mengusap rambut putrinya.
Tak berapa lama muncul Tony dan juga Maggie yang datang dari Kios bunga rose.
"Ramai sekali, sampai terdengar sampai di luar lho!" ucap Maggie yang menghampiri keponakannya Vivian dan mengecup kening Vivian.
"Vivian mau pentas Bibi Maggie, dan paman Aaron dan bibi Kirana tak bisa hadir. Apa paman Tony dan bibi Maggie juga tak bisa hadir?" tanya Vivian dengan manjanya.
Maggie dan Tony saling pandang dan tersenyum. Kemudian Maggie menjawab pertanyaan gadis cilik itu.
"Iya sayang, ini paman dan bibi kan pakai pakaian bagus. Paman dan bibi mau datang kok ke acara pentas Vivian" ucap Maggie yang kemudian mengambil posisi duduk yang bersebelahan dengan Tony.
"Kalau di pikir-pikir, kita seperti dikendalikan sama Vivian ya!" seru Kiaro dan semua mengangguk membenarkan ucapan Kiaro itu.
"Benar, itu karena Vivian paling imut disini!" ucap Kirana yang membela Vivian.
"Iya deh yang Imut, ayo lekas sarapan!" seru Kiaro.
"Oke deh kakak!" balas Vivian seraya mengacungkan dua jempolnya.
Dan semuanya pun melanjutkan acara sarapan mereka.
Dan beberapa menit kemudian mereka telah selesai sarapan.
Kiaro dan Dicky naik sepeda motor sport mereka masing dan menuju ke kampus mereka.
Sementara itu Tony, Maggie, Jimmy,Kelly dan Vivian juga meninggalkan rumah kediaman Andy dan Bocan.
Dan kini tinggal Aaron dan Kirana saja yang ada di rumah Andi.
"Wah, nampaknya kita menjadi yang terakhir meninggalkan rumah ya Sayang!":ucap Aaron yang membantu istrinya membereskan piring-piring kotor diatas meja.
"Bi..! tolong bereskan sebagian piring ini ya!" seru Kirana yang memanggil pembantu yang bekerja di rumah itu.
"Baik nyonya!" ucap pembantu itu dengan semangat membereskan semua pirin
Sementara Kirana dan Aaron berangkat ke ruko, dimana sekarang menjadi kantor Kiaro the Sealth Hunter dan Kirana RESIDENCE.
Aaron mengantarkan Kirana dengan menggunakan mobil mewah milik mereka.
...~ยฅ~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasihh...
...BERSAMBUNG...