Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Ovinnix dan Yibo ll)


__ADS_3

"Ah, lebih baik aku bawa ke kantor polisi saja, bisa biar diurus sama para polisi!" gumam dalam hati pemuda itu.


Mobil itu terus melaju menyusuri jalan raya dan telah melewati beberapa lampu lalu lintas.


"Nek, kita makan dulu sebentar ya!" ucap Pemuda itu yang kemudian menepikan kendaraannya dan kemudian memarkirkannya di depan sebuah restoran.


"Tapi aku tak punya uang Cu?" kata Ovinnix yang betul-betul tak bawa mata uang manusia.


"Biar saya yang bayarkan Nek, anggap saja hadiah dari cucu nenek" ucap Pemuda itu yang kemudian keluar dari mobil dan membukakan pintu buat Ovinnix yang menyamar menjadi seorang wanita tua itu.


"Terima kasih ya Cu, kamu memang cucu yang baik hati" ucap kata Ovinnix yang melihat pemuda itu selain tampan juga baik hati.


"Oiya nek, nama aku Yibo. Nama nenek siapa?" tanya pemuda yang memperkenalkan dirinya bernama Yibo itu.


"Oh, nama nenek Ovi" jawab Ovinnix saat mereka sudah berada di depan restoran yang di tuju.


"Oh, kita duduk di bangku yang kosong itu ya nek!":seru Yibo seraya menunjuk kursi yang masih kosong.


"Iya, ayo kita kesana!" balas Ovinnix yang kemudian keduanya melangkahkan kaki menuju ke kursi dengan bangku kosong itu.


Setelah sampai di bangku tersebut, keduanya duduk saling berhadapan.


Datanglah seorang pelayan restoran yang membawa daftar menu makanan yang mereka sediakan.


Keduanya memesan makanan dan minuman sesuai selera mereka.


"Nak Yibo ini kerja atau masih sekolah?" tanya Ovinnix yang penasaran.


"Saya mahasiswa kedokteran, mau magang di rumah sakit dimana saudara Yibo dirawat." jelas Yibo.


Tak berapa lama pelayan restoran datang dan membawakan pesanan mereka.


"Terima kasih!" ucap Yibo saat menerima makanan dan minuman dari pelayan restoran itu dan juga demikian dengan Ovinnix yang menerima minuman dan makanan itu.


"Mari nek dimakan, mumpung masih panas. Kalau sudah dingin akan lain rasanya." ucap Yibo sembari tersenyum.


"Degh..!" ada perasaan nyaman di hati Ovinnix saat melihat senyum manis dari pemuda yang ada dihadapannya itu.


"I-iya, ayo kita makan. Selamat makan!" balas Ovinnix dan mereka berdua makan dan menikmati hidangan yang sudah disajikan oleh pelayan restoran itu.


"Ternyata enak sekali masakan manusia! kalau begini aku betah tinggal di dunia manusia!" gumam dalam hati Ovinnix.

__ADS_1


Tak berapa lama mereka telah menghabiskan makanan dan minuman yang ada dihadapan mereka itu.


"Lumayan juga masakan restoran" ucap Yibo yang kemudian memanggil pelayan restoran.


Pelayan itu telah datang dan memberikan nota berapa banyak uang yang Yibo bayarkan.


Setelah memberikan uang sesuai yang tertera di nota yang diberikan oleh si pelayan itu, Yibo dan Ovinnix berjalan keluar dari restoran dan melangkahkan kaki mereka menuju ke tempat parkir mobil Yibo yang tadi


terparkir di tempat parkir yang tersedia untuk para pelanggan restoran itu.


Setelah sampai ditempat parkir dan mereka menemukan mobil Yibo, keduanya masuk ke mobil mewah itu.


Kemudian Yibo mengemudikan mobil itu perlahan keluar dari restoran dan menyusuri jalan raya yang menuju ke kota Ghuanzhou.


Perjalanan mereka telah melewati perbatasan kota.


"Nah kita sudah sampai di kota Ghuangzhou, Nenek bisa lihat-lihat jalan atau gedung-gedung yang mungkin nenek masih ingat saat berkunjung ke rumah saudara nenek!" ucap Yibo yang sesekali melihat ke arah Ovinnix.


"Iya, tapi sejauh ini nenek belum melihat tanda-tanda menuju ke rumah saudara nenek itu!" ucap Ovinnix yang terus melihat keluar jendela mobil.


"Bagaimana aku bisa mengetahui jalan ke tempat Caty, kalau aku baru sekali ini menginjakkan kaki di kota Ghuangzhou ini." ucap dalam hati Ovinnix.


"Nenek ikut saja Cu" ucap Ovinnix.


Yibo perlahan-lahan menepikan mobilnya tepat di depan Kios Bunga Rose, kios dimana Caterina sedang membantu Maggie dan Kelly dalam menjaga dan melayani pembeli.


"Kita sudah sampai di kios bunga langganan keluarga Yibo nek!" seru Yibo saat sudah memberhentikan mobilnya.


"Oiya, bunganya cantik-cantik dan segar serta wangi baunya, mengingatkanku taman di Istana Kucing" gumam Ovinnix pada saat membuka pintu dan melihat Yibo sudah keluar dari mobil dan melangkahkan kaki menghampiri pelayan kios yang saat ini yang dia temui adalah Kelly. karena Maggie sedang membuat beberapa pesanan hand buket.


🗓️Flashback off


"Oiya laki-laki ini adalah Yibo, dia sangat baik waktu aku menjadi seorang nenek!" gumam dalam hati Ovinnix yang sudah mengingat siapa laki-laki yang bersamanya saat ini.


Kemudian laki-laki itu menyalakan mobilnya dan dengan kecepatan sedang dia terus melajukan kendaraannya.


Tanpa sengaja laki-laki itu menoleh kebelakang.


"Astaga..!" seru laki-laki yang memang bernama Yibo itu, mana kala tak sengaja melihat Ovinnix yang duduk di kursi belakang mobilnya.


Dan Yibo menghentikan mobilnya secara mendadak yang mengakibatkan Ovinnix jatuh terguling ke bawah.

__ADS_1


"Meong..!" Ovinnix mengerang kesakitan.


"Aduh ma'af-ma'af kucing, kamu tak apa-apa kan?" tanya Yibo yang kemudian menepikan mobilnya agar tak mengganggu lalu lintas.


Setelah menepi, Yibo kemudian menoleh dan memposisikan dirinya yang hendak mengambil Ovinnix.


Awalnya Ovinnix tidak mau, namun akhirnya dia mau menerima diangkat oleh Yibo.


Laki-laki itu kemudian mengusap Ovinnix dengan lembut.


"Laki-laki ini tak merasa jijik padaku?" ucap dalam hati Ovinnix yang merasa heran dan kagum akan kebaikan hati laki-laki yang saat ini memangkunya.


"Apa kamu lapar?" tanya Yibo pada Ovinnix, dan Ovinnix menjawabnya dengan suara khas kucing.


"Meong..!'


"Kamu lapar ya? sama aku juga lapar!" ucap Yibo yang kemudian meletakkan Ovinnix di kursi sebelah dia duduk, kemudian mengambil dan membuka kotak pizza-nya dengan tangan kiri dan tangan kanannya mengambil pizza yang sudah dipotong-potong jadi delapan bagian itu.


Yibo memberikan satu potong pizza pada Ovinnix dan Kucing itu menerimanya dengan senang hati.


Ovinnix dan Yibo memakan pizza itu dengan lahapnya dan mereka meminum air mineral dalam botol yang tadi juga dibawa oleh Yibo tadi.


"Sudah kenyang ya!" ucap Yibo sembari mengusap-usap tubuh Ovinnix.


"Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya?" ucap Yibo yang memandang Ovinnix sembari mengernyitkan kedua alisnya.


"Apakah laki-laki ini mengingatku saat berwujud wanita tua kemarin ya?" Batin Ovinnix yang penasaran.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2