Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Melawan Siluman Ulat hijau dan Capung


__ADS_3

"Makasih Kak Maggie, makasih kak Kirana..!" seru Kelly yang tak henti-hentinya mengusap air matanya yang jatuh di pipinya.


"Hm.. sudah selesai adegan dramanya?" tanya seseorang yang baru datang.


"BoCan..!" panggil Maggie dan Kirana secara bersamaan.


"Maggie, kamu bawa siapa lagi?" tanya Rosa sambil memandang ketiganya.


"Oh ini adik tiriku, semalam di selamatkan adiknya Kirana dan menginap di rumah Kirana." jelas Maggie.


"Sebaiknya sekolah dulu, jangan kayak kakakmu itu. Kerja-kerja-kerja... nggak ada waktu melanjutkan kuliahnya!" kata Rosa ketus.


"Ya gimana lagi, kerja kan dapat uang kalau kuliah kan butuh uang jadi pilih yang dapat uang dong! he..he...!!" seloroh Maggie sambil tersenyum.


"Dasar kamu!" seru Rosa sambil melangkahkan kakinya. Namun kemudian dia berbalik.


"Oiya, Maggie kamu nanti yang antar bunga ke kantor Dinas Bupati. Macam-macamnya di simak baik-baik ya, jangan sampai terlupa!" ucap Bocan seraya mengajak Maggie melihat tanaman yang sudah dia pisahkan dari tanaman lainnya.


"Iya Bocan, tanamannya apa saja?" tanya Maggie saat Bocan dan dirinya sudah berada di depan beberapa pot tanaman.



"Ini dia, tanaman Aglonema yang itu dua puluh pot dan juga tanaman



Sansevieria lima puluh polybag, yang nanti di antar sama Mang Ucup ya! Tadi sudah di DP, dan ini kekurangannya." kata Rosa sambil memberikan selembar nota pada Maggie.


"Untuk Kirana, kamu buat bibit-bibit baru ya, sambil melayani pembeli, Oiya itu adiknya Maggie suruh bantu juga nggak apa-apa. nanti aku kasih Tips!" lanjut Rosa yang menatap Kelly.


"Baik!" kata Kirana dan Kelly bersamaan.


Setelah itu Rosa masuk ke dalam kios dan lanjut ke ruangannya.


Selang beberapa menit kemudian keluar dengan membawa tas dan sejumlah berkas-berkas di tangannya.


"Aku mau pergi ke perkebunan di puncak, guna memilih bunga-bunga yang mau di ekspor." kata Rosa yang kemudian membuka dompetnya dan memberi tiga lembar uang kepada Kirana, untuk makan siang karyawatinya.


"Ini uang untuk makan siang kalian, yang adil ya membaginya!" ucap Bocan saat sesudah memberikan uang tersebut kepada Kirana.


"Terima kasih BoCan, hati-hati ya!" seru Kirana.


"Ya!" jawab BoCan singkat, sambil membuka pintu mobilnya.


"Daaa BoCan..!" seru Kirana dan Kelly sambil melambaikan tangan mereka .


"Daaa semua..!!" balas BoCan dan membalas juga lambaian tangan Kirana dan Kelly.


Setelah BoCan pergi, Maggie juga pergi untuk mengantarkan pesanan tanaman bunga.


Dan kini tinggal Kirana dan Kelly yang sibuk dengan urusan melayani pembeli tanaman dan membuat bibit bunga.


Sementara itu, Oyen sudah kembali ke tanah lapang.



Kucing itu melangkahkan kaki mungilnya diatas rerumputan, dia seperti mendengar pergerakan siluman.


Si Oyen memusatkan pendengaran dan konsentrasinya mencari tahu dimana sumber suara itu.


Empat kaki mungil itu terus berjalan, dan berharap apa yang di dengarnya itu benar Siluman.

__ADS_1



Tak berapa lama akhirnya Oyen menemukan Siluman itu, seekor siluman ulat hijau.


"Meoww....!! meowww...!!"


Ulat itu pun berubah menjadi manusia berkepala ulat saat mengetahui kedatangan Oyen.


Kemudian Oyen menyerangbsiluman ulat hijau itu dengan melompat dan mencakarnya,


"Weet..!"


"Aaugh..!"


Siluman Ulat hijau itu mengaduh, merasakan cakaran dari Oyen.


Tak terima apa yang di lakukan oleh Oyen, siluman itu berkali-kali melempar kucing oranye itu ke atas rerumputan.


""Bugh...!"


"Meeoong...!"


Oyen mengerang karena sedikit kesakitan dan dia terengah-engah, kemudian berencana akan melawan kembali siluman ulat hijau itu lewat dari belakang.


Sebab dengan melawan dari belakang, oyen melompat dan segera menerkam dan menggigit tengkuk leher siluman itu.


Siluman itu mengerang kesakitan, dan sekali lagi Oyen mencakar kepala siluman itu berkali-kali secara bar-bar.


"Aghh...!!"


Siluman ulat hijau itu mengeluarkan darah berwarna hijau yang keluar dari setiap cakaran dan gigitan Oyen.


Siluman ulat hijau itu jatuh berguling-guling di atas rumput yang hijau di sekitarnya.


Berkali-kali siluman berkepala ulat hijau itu mengerang kesakitan.


Tak berapa lama siluman berkepala ulat hijau itu menghembuskan nafas terakhirnya, dan keluarlah mutiara putih keluar dari mulutnya.


Oyen pun segera melompat dan menelan mutiara siluman berwarna putih itu.


Tak berapa tubuh siluman yang telah kehilangan jiwanya itu berubah menjadi seekor ulat hijau, dan menjadi abu lalu terbawa angin.


"Meow...meoooww...!!"


Oyen meloncat kegirangan, karena sebentar lagi dia akan berubah menjadi manusia lebih lama.


Namun beberapa menit kemudian tidak dia tak merasakan sesuatu.


"Aneh...! kenapa tak berubah?" batin Oyen.


"Ah ..Sudahlah, lebih baik aku jalan-jalan lagi, siapa tahu nanti ketemu dengan Siluman lagi. Lagi pula, aku nggak bawa baju ganti!" kata Oyen dalam hati.


Dan kucing oranye itu berjalan di sekitar tanah lapang itu.


Benar saja, baru saja dia berjalan ada sepasang mata mengintainya.



Dia adalah seekor siluman capung yang kini sedang mengintainya.


"Dewa yang terkutuk..!" seru Siluman Capung itu yang keluar dari dalam pengintaiannya.

__ADS_1


"Mau apa siluman itu!" seru Oyen yang kini sudah dalam posisi siaga.


"Ha..ha..! jiwamu bisa membuatku bertahan lima ratus tahun. Lumayan juga kalau bisa mengalahkanmu, apa lagi kemampuanmu saat ini sangat terbatas. Kemungkinan aku bisa mengalahkanmu!" seru Siluman Capung itu dengan antusiasnya.


"Coba saja!" tantang Si Oyen.


"Oh, tak takut kau rupanya!" Sri siluman capung itu.


Kemudian Siluman Capung itu terbang dan mengitari lalu menyerang Oyen.


"Meooooow....!!


Oyen memberikan serangan balasan dengan kakinya. Dan terkadang dia melompat untuk menghindari serangan sinar dari mata siluman Capung itu.


Serangan demi serangan itu pun terjadi.


Di dunia nyata memang seperti seekor kucing sedang bermain dengan seekor capung.


Tapi kenyataanya mereka sedang bertarung dan Siluman capung itu mengeluarkan jurus sinar matanya yang merah.


Tiba-tiba cakar Oyen mengenai sayap siluman capung,


Siluman Capung itu terjatuh, dan kesulitan untuk terbang lagi.


Hal itu di manfaatkan oleh Oyen untuk menerkam siluman capung itu.


Akhirnya siluman capung itu tak berdaya.


"Aaarghh..!!"


Suara terakhir siluman capung itu, dan keluarlah mutiara hitam.


Oyen segera menangkap mutiara siluman berwarna hitam itu dan segera menelannya.


Siluman Capung itu pun menjadi abu dan hilang tertiup angin.


Tiba-tiba, Oyen merasakan perubahan dari dalam tubuhnya.


"Meooooowww..."


"Tidaaaak jangan sekaraaaang...!!" batin Oyen saat merasakan dirinya akan berubah menjadi manusia.


Sedangkan dirinya saat ini berada di tanah lapang di samping kios, dan dia tak membawa baju ganti.


Kebingungan melanda hati Oyen saat ini.


...~¥~...


...Yuk dukung Novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun vote-nya ya.....


...Dukung juga di novel saya yang lainnya.....


...*CINTA UNTUK YULIA...


...*GADIS TIGA KARAKTER...


...*LOVE IN UNDERGROUND...


...*JADIKAN AKU YANG KEDUA...


...Terima kasih....

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2