
Entah gaya Kasti atau Softball, Kirana sekuat tenaga melempar Siluman kumbang bersayap pelangi itu.
"Tokkk...!!
Dan siluman Kumbang bersayap pelangi itu terlempar tepat membentur pohon. Dan keluarlah mutiara putih, mutiara yang bisa buat Oyen berubah. Kirana simpan saja,..!!" kata dalam hati Kirana yang kemudian menghampiri Oyen.
"Oyen, mutiara siluman tadi warnanya putih. Kirana simpan ya..!!" kata Kirana.
Kucing itu pun mengangguk, dan mulai mengusapkan tubuhnya pada kaki Kirana.
"Kamu lapar ya..?" tanya Kirana yang kemudian menggendong Oyen dan mengusapnya dengan lembut.
Oyen pun memejamkan matanya karena sentuhan lembut Kirana.
Kirana kemudian berjalan menuju ke dalam kios sambil mengotak-atik ponselnya.
"Ah pesan ini saja buat Oyen...! Udang sereal pesan yang nggak pedas, kalau jadi kucing...! he...he.." kata Kirana. !
i
Setelah itu dia memesan untuk dirinya.
"Hmmm...! apa ya enaknya..? pingin makan yang pedes nih...! Ayam balado, ayam katsu, ayam penyet...ah.. ini aja..! Ayam geprek plus nasi...! he..he..! aduh lihat gambarnya dah ngileer...!! semoga real pict..! ok.. masuk keranjang..!!" kata Kirana yang kemudian dia memilih minuman untuk mereka.
"Minumnya...eeeee.. es teh sama susu saja..! masuk keranjang..! ok.. kini siap nunggu..!" kata Kirana yang kemudian meletakkan Oyen di kursi dan dia melangkah ke depan Kios, karena ada sedang ada pembeli.
Selang lima belas menit kemudian, pesanan pun datang.
"Makasih ya Mas..!!" kata Kirana saat menerima pesanannya dari tukang ojek online.
"Saatnya makan..!!" seru Kirana yang sudah sampai di dalam kios dan sudah menyiapkan makanan itu untuk Oyen.
Oyen yang mencium bau makanan pun yang tadinya tiduran santai, langsung melihat ke arah bungkusan yang di bawa Kirana.
Bergegas dia turun dari kursi dan mendekat pada Kirana.
"Ini udang sereal buat Oyen plus susunya ya..!!" kata Kirana.
Dan di lihatnya Oyen suka sama olahan udang tersebut.
Mereka pun makan siang dengan lahapnya.
Setelah makan, Kirana melayani kurir yang akan membawa pesanan yang tertulis dalam catatan oleh BoCan.
Oyen pun melakukan perburuan silumannya lagi.
"Tumben kok nggak ada kucing liar di sekitar sini...!" batin Oyen yang kembali menyusuri tanah lapang itu.
Sambil mencari keberadaan siluman-siluman itu, Oyen iseng bermain- main menggoyangkan rumput dan dan tanaman sekitarnya yang sesekali dia mengasah cakar-cakarnya.
Sementara itu,Kelly sudah pulang dari sekolahnya.
"Siang kak Kirana..!!" sapa Kelly setelah turun dari ojek online yang mengantarnya.
__ADS_1
"Siang juga, eh sudah pulang ya..?" kata Kirana sambil menyiangi rumput di dalam pot-pot bunga.
"iya kak .!" jawab Kelly sambil melangkah masuk kedalam kios. Dia segera ke kamar mandi dan mengganti baju seragamnya.
"Kamu dah makan belum..?" tanya Kirana saat selesai mencuci tangannya.
"Belum kak .!!" jawab Kelly.
"Ini ada sisa uang yang di kasih BoCan tadi, kamu beli makan siang dulu ya..! aku sama Oyen sudah makan tadi..!!" kata Kirana saat mengelap tangannya biar cepat kering karena habis mencuci tangannya tadi.
"Iya kak..!!" jawab Kelly yang setelah menerima uang dari Kirana, bergegas pergi mencari warung sesuai seleranya untuk makan siangnya.
Kembali ke tanah lapang dimana Oyen yang masih sibuk mencari serangga atau hewan yang berbeda dari yang lainnya.
Kali ini dia menemukan seekor tawon madu yang berukuran tiga kali dari umummnya dan sendirian.
Tawon itu datang dari arah kios bunga Rose, nampaknya dia habis makan siang dengan menghisap madu dalam bunga-bunga di depan kios bunga itu.
"Meoww..!!"
Oyen menyapa tawon yang lewat di depannya.
Tawon itu terkejut, mungkin karena kekenyangan dia mengantuk.
Jadi tak merasakan keberadaan Oyen yang ada di depannya sampai Oyen menyapanya.
"Ka..kau kucing kutukan i..itu..!!" kata tawon itu yang sedikit gugup.
"Iya..! dan aku butuh mutiara kamu..!!" seru Oyen lantang.
"Terserah apa katamu..!! yang jelas aku butuh mutiara-mutiara para siluman untuk merubah wujudku..!" balas Oyen.
"Kurang ajar .!! aku akan melawanmu..!!" seru siluman tawon itu yang kemudian berposisi siap dengan mengarah sengatnya pada Oyen.
Oyen pun melompat kesana kemari, menghindari arah sengatan siluman tawon madu itu.
Dengan kekuatan dari mutiara hitam yang telah di tekannya, Oyen mengibaskan kaki depannya dan...
"Wuuuuzzzz...!!"
terciptalah angin dan tubuh Siluman tawon itu terlempar lumayan jauh.
"Wu..o..o...oooo...!!"
Siluman tawon itu terbawa angin dan mendarat diatas bunga matahari. Dia pun langsung berdiri dengan kembali bersiap untuk menyerang.
"Bedebah...! kucing sialan...!!" umpat siluman tawon itu dengan kesal.
"Hup..!!!
"Blukk...blukk...bluk...blukk..blukkk...!!"
Dengan sekuat tenaganya dia terbang dan kemudian mengarahkan sengatannya ke Oyen, tapi kali ini dia diam di tempat namun dia mengeluarkan pulukan sengatnya dan langsung mengarah ke tubuh mungil Oyen.
Setelah mengetahui kekuatannya, Oyen kembali mengibaskan kaki depannya dan..
"Wuuuuuzzzzz...!!"
__ADS_1
Angin yang di keluarkan dari kaki yang di kibaskan itu mampu membalikkan serangan lawan.
Dan salah satu sengat dari siluman tawon itu mengenai dirinya sendiri tepat di tubuhnya.
"Jlebb....!!"
"Aughh...!!"
Siluman tawon itu pun terjatuh di atas tanah.
"Aghh... Aghh ....!!"
Hembusan nafas terakhirnya yang sedetik kemudian keluarlah mutiara putih dari tubuh yang terluka itu.
"Meeeooowwwwwww....!!"
"Meeeeoooowwww.....!!"
Oyen mengeong dengan suara yang keras.
Karena suaranya itu, Kirana pun datang menghampirinya.
"Oyen..! Kamu kenapa..??" tanya Kirana.
"Meoww..!!"
Kucing itu memandang ke mutiara putih itu, seolah menunjukan arah agar Kirana mengambilnya.
"Ohw....! mutiara putih..! kamu dapat lagi..!!" seru Kirana yang kemudian mengambil mutiara itu dan menyimpannya bersama mutiara putih dari siluman kumbang pelangi tadi dalam plastik klip.
"Good job...!!" seru Kirana sambil menunjukkan dua jari jempolnya pada Oyen.
Oyen pun melompat senang mendapat pujian dari Kirana.
"Kirana ke depan ya..! nanti panggil lagi kalau dapat mutiara putih lagi..." kata Kirana yang melangkah kembali ke kios, namun sebelumnya gadis itu mengusap lembut si Oyen.
Kini Oyen bersiap kembali menyusuri tanah lapang itu.
Saat Kirana sampai di depan kios, rupanya Kelly sudah kembali dari makan siangnya.
...~¥~...
Mohon maaf bila ada typo.
...Yuk dukung Novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun vote-nya ya.....
...Dukung juga di novel saya yang lainnya.....
...*CINTA UNTUK YULIA...
...*GADIS TIGA KARAKTER...
...*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA....
...*JADIKAN AKU YANG KEDUA...
...Terima kasih....
...Bersambung...
__ADS_1