
Sementara itu, Aaron dan Luna berjalan cukup jauh dari pohon apel dimana Aaron melawan siluman babi hutan dan siluman landak.
"Sebaiknya kita istirahat di sungai itu..! semoga saja tak ada siluman di sana..!!" ucap Aaron yang menggendong si kucing imut Luna.
"Meoww .!!"
Aaron kemudian turun ke sungai yang sedang dangkal.
Terlihat sebuah batu besar di sana.
"Luna, sebaiknya kamu berubah di balik batu itu..!" kata Aaron yang kemudian meletakkan Luna di atas batu dan mengeluarkan satu mutiara siluman warna putih dari kantongnya.
Aaron kemudian menyuapkan mutiara itu pada kucing imut itu.
Kemudian Aaron meninggalkan kucing itu dengan pakaian Hanfu yang di dapatnya dari pasar siluman tadi.
Tak berapa lama, Luna berubah menjadi gadis cantik yang tanpa busana.
Gadis itu kemudian mandi di aliran sungai itu dan kemudian berganti pakaian serta berhias diri.
Sementara Aaron mencari ikan untuk makan siang mereka.
Tanpa mereka sadari, ada beberapa pasang mata mengintai mereka.
"Hai Aaron..!!" panggil Luna yang sudah berubah wujud jadi manusia.
"Oh hai Luna..!!" jawab Aaron yang melihat ke arah Luna, namun tetap cuek.
Luna kemudian menemui Aaron, dan Aaron pun memberikan pedang yang tadi di dapatnya di pasar siluman.
"Hei, apa dia tak terpesona akan kecantikanku..?" tanya dalam hati Luna yang terus memperhatikan Aaron yang memilih sibuk membuat perapian.
"Apa aku kurang cantik baginya..? aku jadi penasaran sama kekasih Aaron..!!" kata Luna masih dalam hatinya.
Akhirnya muncul asap dari batang kayu yang terus Aaron ulir. Dan muncullah api kecil yang kemudian menjadi perapian.
Aaron dengan segera memanggang ikan-ikan yang sudah dia bersihkan tadi dan membolak-balikkannya.
"Makanlah..! setelah itu kita mulai latihan..!" kata Aaron yang memberikan ikan yang sudah matang pada Luna.
"Iya, Terima kasih..!!" ucap Luna yang kemudian memakan ikan tersebut. Dan demikian juga dengan Aaron memakan ikan bakar yang telah matang itu.
Tiba-tiba sungai berombak, semakin lama semakin kencang.
"Ada siluman..!!" seru Aaron yang kemudian melemparkan batang kayu untuk menusuk ikan yang di bakarnya tadi.
"A..apa..! siluman lagi..?" tanya Luna yang kemudian mendekat pada Aaron karena takut.
"Rupanya ada tamu di wilayahku..!" suara yang muncul dari dalam sungai.
"Siluman buaya putih...!" seru Aaron yang kemudian memposisikan dirinya untuk bersiap.
"Apa siluman buaya putih..?" tanya Luna yang terkejut.
"Sebaiknya kamu tetap di belakangku..!!" ucap Aaron yang kemudian mengeluarkan pedang cahayanya.
"Pedang Cahaya...!!"
Pedang itu keluar dari dalam tubuh Aaron.
__ADS_1
"Hei kau..! serahkan gadis itu, maka kau aku biarkan pergi dari sini..!!" ucap Siluman buaya putih itu.
"Enak saja menyerahkan..!! hadapilah aku lebih dulu...!!" ucap Aaron yang siap dengan kuda-kudanya.
"Kau minta mati rupanya...!!" seru siluman buaya putih itu dengan geram.
"Apa tidak terbalik..?!" balas seru Aaron pada siluman buaya putih itu.
"Kurang ajar..!!" seru Siluman buaya putih itu kemudian menggunakan ekornya untuk menyerang Aaron.
"Lunaa..munduur...!!" seru Aaron saat tahu siluman buaya itu menggunakan ekornya untuk menyerang.
"Weeet ..!!"
"Buooommm...!!"
Bunyi ledakan sabetan ekor siluman buaya putih itu.
Aaron melompat ke atas, sedangkan Luna mundur ke belakang sejauh mungkin.
Dan sekali lagi siluman buaya putih itu melakukan aksinya.
"Weeet ..!!"
"Buooommm...!!"
Aaron melompat dan bersalto di udara dan mengarahkan pedang cahaya ke arah kepala siluman buaya putih itu dan membelah siluman buaya putih itu menjadi dua bagian.
"Sreeeeet....!!"
"Aaaaghhh....!!"
Kata terakhir siluman buaya putih itu dan tubuhnya pun terbelah menjadi dua.
Aaron pun kemudian mengambil dan menyimpan dalam kantongnya.
"Berdebah...! kau apakan suami kami..!!" seru salah satu kawanan buaya putih.
"Wah...para istrinya protes...!!" gumam Aaron yang kembali dengan posisi siaga.
Siluman buaya putih wanita itu berubah menjadi wanita cantik namun bersisik buaya.
"Rasakan ini..!!" istri siluman buaya putih itu kemudian mengeluarkan tongkatnya dan bersiap melawan Aaron.
"Hiaaaat ...!!"
"Takk.....!!"
"Takkk....!!!"
"Takk...!!"
Dan keduanya pun terpukul mundur.
"Oh..lumayan juga...!!" seru Aaron yang kembali bersiap menyerang.
"Hop hiaaaaat...!!!"
"Takk.....!!"
"Takkk....!!!"
__ADS_1
"Takk...!!"
Dan serangan demi serangan pun terjadi kembali.
Kini Aaron tak akan membuang-buang waktu lagi.
Di tangkapnya tongkat siluman buaya putih itu dan dengan sedikit berputar, Aaron menghujamkan pedangnya pada jantung siluman buaya putih wanita itu.
"Jleebb....!!"
"Aaaaghhh....!!"
Istri siluman buaya putih itu pun menghembuskan kata terakhirnya.
Dan muncullah mutiara siluman berwarna putih, lalu Aaron segera mengambilnya dan kembali memasukkannya dalam kantong mutiara silumannya.
"Apakah masih ada yang berani melawanku...!!!" tantang Aaron yang masih memegang pedang cahayanya.
Istri-istri siluman buaya putih yang lainnya pun berlari tunggang langgang menjauhi lokasi perkelahian itu.
Setelah kondisi terkendali, Aaron memasukkan kembali pedang cahayanya dalam tubuhnya.
Tak berapa lama, Luna menghampirinya.
"Aaron..! sepertinya kamu memang ada hubungannya dengan si pemburu siluman..!!" kata Luna yang sudah mendekati Aaron.
"Iya, kalau pemburu itu benar-benar Ekin sahabat aku..!!" seru Aaron yang mengajak Luna untuk meninggalkan sungai itu.
...****...
Sementara itu Ekin dan Kirana yang meninggalkan goa tempat tinggal mereka, mereka terbang melintasi pohon apel yang sebelumnya Aaron melawan siluman babi hutan dan siluman landak.
"Sepertinya ada sisa pertempuran di sana..!!" ucap Ekin yang menunjuk ke arah pohon apel itu.
Dan mereka segera turun dan memeriksanya.
"Mutiaranya sudah tidak ada..!!" seru Ekin.
"Apakah ada pemburu mutiara siluman selain anda tuan..?" tanya siluman rajawali saat memeriksa daging siluman landak.
"Mungkin saja..! dan ini pertarungannya beberapa jam yang lalu..!" ucap Ekin saat memeriksa jasad siluman-siluman itu.
"Pemburu mutiara siluman..? apakah Aaron..? dan luka-luka di sekitar tubuh siluman-siluman ini, seperti terkena jurus-jurus dari Aaron." kata dalam hati Kirana sambil menutup hidungnya karena bau anyir para siluman itu
"Sebaiknya, kita lanjutkan perjalanan lagi" ucap Ekin yang kemudian dia naik ke atas punggung siluman rajawali itu.
Dan Kirana pun menyusul naik ke atas punggung siluman Rajawali itu.
Tak berapa lama, mereka terbang dan kini menuju sungai di mana Aaron melawan para siluman buaya putih itu.
"Apa...ada lagi pertempuran dengan siluman..!!" seru Ekin dan menatap tajam ke bawah, dimana siluman- siluman Buaya putih itu yang tinggal jasadnya saja.
Dan Siluman rajawali itu menurunkan Ekin dan Kirana di sungai itu, di mana terdapat dua jasad siluman buaya putih.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...