
Mohon maaf, harap bijak dalam membaca. Ada adegan 21+ nya.
Terima kasih
...๐๐ ๐Happy Reading๐๐๐...
"Iya, kita tidur sebentar ya. Setelah bangun nanti, kita lanjutkan lagi" bisik Aaron dan Kirana menganggukkan kepalanya yang kemudian memejamkan kedua matanya.
Keduanya tertidur dengan pulasnya karena telah melalui permainan yang melelahkan namun nikmat bagi suami istri itu.
Pagi harinya sinar matahari telah masuk melewati jendela dan juga sela-sela kordennya.
"Huahaaheem..." Kirana menguap dan mulai membuka kedua matanya.
Dia melihat suaminya masih tertidur, kemudian Kirana bangun dan mencari baju yang dia kenakan semalam yang berserakan di atas tempat tidur.
Namun ketika hendak mengambil bajunya, Aaron melingkarkan tangannya di perut Kirana.
"Eh sayang, kamu sudah bangun?" tanya Kirana yang melihat suaminya yang masih enggan untuk bangun dari tidurnya.
"Iya, aku mau minta lagi boleh?" tanya Aaron yang masih memejamkan kedua matanya.
"Tapi aku mau pipis dulu ya" ucap Kirana, kemudian Aaron mengendurkan kaitan tangannya.
"Habis itu cepat kemari ya!" seru Aaron yang lagi-lagi tanpa membuka kedua matanya.
"Iya-iya sayang" jawab Kirana yang kemudian mengecup kening suaminya dan mengulas senyumnya.
Setelah memakai pakaiannya, Kirana melangkahkan kakinya mengambil pakaian santainya dan kemudian masuk ke ke kamar mandi.
Kirana tidak hanya mau buang air kecil saja, namun dia sekalian mau mandi.
Sementara itu Aaron yang merasa istrinya terlalu lama di kamar mandi, dia segera membuka kedua matanya dan kemudian memakai celananya.
Laki-laki itu pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.
"Tokk...tokk...tokk...!"
Aaron mengetuk pintu kamar mandi.
"Sayang apakah itu kamu yang mengetuk pintu?" tanya Kirana dari dalam kamar mandi.
"Iya, cepat buka!" seru Aaron yang sedikit kesal.
"klek..klek..ceklek..!" Kirana membuka pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya seraya mengulas senyumnya.
"Hei, tadi katanya cuma buang air kecil, kenapa lama sih?" tanya Aaron sedikit menggerutu.
"He..he..! ma'af ya sayang, aku sekalian mandi. Habisnya badanku dah bau" jawab Kirana.
__ADS_1
"Kalau begitu, kita mandi bareng saja sekalian!" seru Aaron yang bersemangat mendorong pintu kamar mandi tersebut.
"Eh, jangan! nanti bisa kelamaan mandinya!" seru Kirana yang berusaha menutup pintu kamar mandinya.
Namun apalah daya tenaga dia kalah dengan tenaga Aaron.
Dengan sigap Aaron bisa masuk dan kemudian menutup serta mengunci pintu kamar mandi tersebut.
"Aduh sayang, kenapa kamu nekat sih?" tanya Kirana yang saat ini dalam keadaan tanpa busana dan juga basah.
Hal itu membuat darah kelakuan Aaron memuncak, didorongnya pelan istrinya menempel ke dinding.
"Sudah aku bilang, aku mau nambah lagi. Kenapa juga kamu mau mandi terlebih dahulu sebelum memenuhi permintaanku!" ucap Aaron seraya mendekatkan wajahnya dengan wajah Kirana.
Dan kedua bibir itu beradu dan membuat Kirana terkejut, dan mau tak mau dia melayani keinginan suaminya.
Satu jam lamanya mereka bermain di kamar mandi, dan sekalian mereka mandi bersama.
Kirana keluar terlebih dahulu karena sudah membawa pakaian ganti, setelah Kirana keluar dia mengambilkan baju ganti untuk suaminya.
Kirana kemudian merias tipis wajahnya sedangkan Aaron telah keluar dari kamar mandi dan melangkahkan kaki ke meja rias dan dia menyisir rambutnya yang basah itu di depan cermin meja rias dimana Kirana telah selesai merias dirinya dan mulai berkemas-kemas semua barang-barangnya, karena setelah sarapan, mereka akan kembali ke kota Ghuangzhou.
"Tokk...tokk...tokk....!"
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarnya dari luar kamar.
"Siapa?" tanya Kirana yang memandang suaminya dan demikian pula dengan Aaron yang memandan Kirana dengan penasaran.
"Oh, Adelia!" ucap Aaron dengan mengulas senyum nya.
"Iya, aku yang buka pintu!" ucap Kirana yang melangkahkan kakinya menuju ke pintu dan membuka pintu kamar tersebut.
"Eh, Adelia! ada apa ya?" tanya Kirana yang memastikan.
"Ayo sarapan kak, bibi sudah memasak sarapan buat kita!" seru Adelia yang seraya mengulas senyumnya.
"Iya, kami juga sudah selesai. Kamu duluan saja, nanti kami akan turun dan menyusul ke ruang makan" ucap Kirana.
"Baiklah kak!" balas Adelia yang kemudian melangkahkan kakinya menuruni tangga dan menuju ke ruang makan.
Sementara Kirana melanjutkan berkemas-kemasnya dan kemudian dia dan Aaron keluar dari kamar tidur dan melangkahkan kaki menuruni tangga dan menuju ke ruang kamar makan.
Di ruang makan nampak Adelia sudah siap menyantap hidangan sarapan yang sudah disiapkan oleh bibi penjaga villa.
Dan mereka kemudian menyantap sarapan yang sudah disiapkan bibi di diatas meja makan itu dengan lahapnya dan saling bercerita hal yang ringan.
Setelah selesai, Adelia mengumpulkan para pembantu dan juga para satpam.
"Aku mau minta bantuan kalian semuanya, bulan depan akan ada pernikahan disini. Jadi tolong dipersiapkan semuanya ya'' ucap Adelia seraya menatap wajah satu persatu para pembantu dan satpam Villa.
__ADS_1
"Baik nyonya!" ucap para pembantu dan satpam itu bersamaan.
"Kalau ada yang perlu ditanyakan bisa hubungi kami" ucap Adelia.
"Siap nyonya!" balas para pembantu dan satpam penjaga villa.
"Baguslah, kalau begitu kami akan kembali ke kota Ghuangzhou sekarang juga" ucap Kirana.
Dan para pembantu dan satpam itu mengangguk, Kirana dan Adelia mengambil tas dan barang-barang lain milik mereka.
Setelah itu mereka melangkahkan kaki menuju ke mobil dimana Aaron sudah berada di dalamnya.
Kirana dan Adelia meletakkan tas dan barang-barangnya di bagasi belakang mobil, kemudian mereka masuk ke dalam mobil sesuai posisi sebelumnya.
"Daa semua..!" pamit Adelia dan Kirana seraya melambaikan tangan kanan mereka kearah para pembantu dan satpam yang masih berdiri berjajar rapi mengantar kepergian tuan-tuannya.
Aaron melajukan mobilnya keluar dari villa pesisir Z dengan perlahan dan akhirnya menyusuri jalan raya di pesisir Z tersebut.
"Suamiku, apa sebaiknya pernikahan Kiaro dan Caterina dibarengkan dengan Adelia dan Wallache" usul Kirana seraya menatap wajah suaminya.
"Menurutku sih boleh juga, bagaimana dengan Adelia?" tanya Aaron pada Adelia dengan tetap mengemudi.
"Boleh juga sih, seru sepertinya! sehabis menikah aku memberi restu putriku untuk menikah!" ucap Adelia seraya menopang dagunya.
"Ha .ha..ha..! benar juga tuh!" ucap Kirana seraya tertawa dan Aaron juga ikut tertawa.
"Sekalian Dicky dan Ruby juga, biar triple pernikahannya! he .he..!" usul Aaron yang seraya terkekeh.
"Nah, bisa juga tuh! sekalian tempatnya di Villa pesisir Z!" ucap Adelia dengan semangat.
"Nanti kita rundingkan sama Tony dan dan yang lainnya." ucap Aaron.
"Benar!" ucap Kirana dan Adelia secara bersamaan.
Dan mereka berunding tentang pakaian dan makanan-makanan yang akan disajikan untuk pernikahan kelak .
Mobil terus menyusuri jalan raya yang menuju ke kota Ghuangzhou.
...~ยฅ~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...