
Kirana kemudian menyimpan kembali pedang Awannya.
"Kirana, ma'afkan atas semua yang aku lakukan padamu. Kamu berhak bahagia selain denganku!" ucap Alexander seraya menatap Kirana dalam-dalam.
"Alexander, Aku sudah memaafkanmu, dan mohon ma'af sebelumnya jika aku punya salah padamu. Terus terang kamu bukan cinta pertama aku. Jika kamu menganggap persahabatan kita ini pacaran, kamu salah. Karena kita sama-sama teman yang saling membutuhkan." jelas kirana dengan hati-hati, takut melukai hati Alexander.
Dan Kirana bersedia di antarkan oleh Alexander mengingat hari sudah beranjak sore.
"Alexander, apa kebiasaan kamu itu bisa di sembuhkan..?" tanya Kirana saat mereka berada di dalam mobil.
"Entahlah, aku juga tak tahu apa yang terbaik untukku..!!" ucap Alexander yang duduk di samping sopir dan menoleh ke arah Kirana di kursi belakang.
Beberapa saat kemudian, perjalanan mereka terhenti.
"Tuan, nampaknya kita ada masalah..!!" seru sopir keluarga Peter yang melihat ke depan, di mana banyak kelelawar yang menghadang perjalanan mereka.
"Apa kelelawar...? Mau apa mereka..?" tanya Kirana penasaran.
"Pak bisa biar aku temui mereka, kemungkinan ini ada sangkut pautnya dengan Lilith, mereka tahu pimpinan mereka sudah tewas..!!" seru Alexander yang terus melihat begitu banyaknya kelelawar yang ada di jalanan di sekitar mereka.
"Baik tuan" kata sopir itu yang kemudian menepikan mobil dan akhirnya mereka berhenti.
Alexander keluar dari mobil dan dan berbincang pada salah satu dari kelelawar yang bisa berbicara dengan bahasa manusia.
"Kenapa kalian menghalangi kami..!!" seru Alexander seraya menatap satu persatu kelelawar di hadapannya.
"Kami menginginkan gadis itu..! nyawa harus di balas dengan nyawa..!!" seru kelelawar itu pada Alexander.
"Kalian tidak tahu permasalahannya, sebaiknya kalian pergi dari sini..!!" seru Alexander yang menatap para kelelawar itu dengan tajam.
"Yang kami tahu, dia lah yang membunuh ketua Lilith..!!" seru salah satu kelelawar di depan Alexander,.
"Tidak bisa karena Lillith lah yang yang menjebak Kirana..!!'' seru Alexander dengan kesalnya.
"Kami tak perduli..! suruh dia keluar...!!' seru kelelawar itu dan ada sebagian dari mereka yang menabrakkan diri mereka ke kaca depan mobil.
Tujuannya agar Kirana mau keluar dari mobilnya. Kirana dan sopir sangat ketakutan.
"Pak sopir, bagaimana ini..??" tanya Kirana yang penuh kekhawatiran.
"Aku juga tidak tahu nona..!!' jawab sopir itu yang kebingungan.
"Pergi kalian..!!" serru Alexander yang sangat marah.
Tanpa disadari Alexander, beberapa dari kelelawar itu menyerang Alexander, dan akibatnya beberapa saat kemudian banyak sobekan di mantel Alexander.
"Cssss.....!!'
Lagi-lagi tubuh Alexander mengeluarkan asap.
"Alexander ...!!" Seru Kirana yang mengkhawatirkan keadaan Alexander.
Kirana pun keluar dan kelelawar-kelelawar itu menyerbu Kirana.
Kembali sinar biru melindungi gadis itu dan banyak diantara mereka yang tewas karena terkena sinar biru yang keluar dari tubuh gadis itu.
Kelelewar-kelelawar itu mengangkat tubuh Alexander yang terkulai lemas dan melemparkan ke arah Kirana.
"Csss...!!"
"Aaaaghh....!!"
"Brugh...!!"
Tubuh Alexander yang di lemparkan ke arah Kirana, terpental beberapa meter.
"Alexander..!!" seru Kirana.
__ADS_1
"Sinar biru ini melindungiku, tapi aku tak bisa mendekati Alexander...! situasi yang pelik..!" gerutu Kirana yang benar-benar bingung dengan situasi ini.
Kini Kirana hanya bisa menghalau kelelawar di sekitar mobil.
"Ka..kalian ba..wa aku saja..! jangan bawa Kirana..!!" kata Alexander dengan terbata-bata.
Dan merekapun menyetujuinya.
"Baiklah, kami akan bawa kamu ke kastil. Percuma juga kami melawan gadis itu, yang bisa kami akan mati konyol..!!' kata kelelawar itu.
Kemudian Alexander berseru pada Kirana "Pulanglah, biar aku ikut dengan mereka. Duniaku sekarang disana. Walaupun kamu tak mencintaiku, aku akan tetap mencintaimu." ucap Alexander pada Kirana.
"Alexander, ma'afkan aku...! 'kata Kirana lirih.
Setelah di rasa aman Sopir keluarga Peter keluar dari mobil, dan menghampiri Kirana juga Alexander.
"Pak Sopir, tolong antarkan Kirana sampai ke tujuannya. Dan bilang ke papa, aku putra yang tak dianggap, sangat menyayanginya...!" ucap Alexander dengan mata yang berkaca-kaca.
"Iya tuan..!!" jawab Sopir keluarga tuan Peter.
"Daa Kirana, aku sangat mencintaimu....!!" pamit Alexander yang kemudian di rentangkan lah tangannya, dan ratusan kelelawar membawanya terbang menjauh dari Kirana dan akhirnya menghilang.
"Daaa..Alexander, semoga kamu mendapat kebahagiaan di kehidupanmu yang baru. Terima kasih atas semua kebaikanmu padaku, terima kasih karena telah mencintaiku dengan setulus hatimu. Biarlah semua akan menjadi kenangan, dan aku tak akan melupakanmu...! Aku akan merindukanmu sahabatku..!!" ucap lirih Kirana seraya menyeka air matanya.
📆Flashback Off.
"Dan Akupun diantarkan oleh sopir keluarga tuan Peter sampai di sini!" kata Kirana yang telah menyelesaikan ceritanya.
"O, jadi begitu ya! Untung saja kamu tak apa-apa sayang!" ucap Aaron seraya mengecup kening Kirana.
"iya, aku tak apa-apa Aaron. Terima kasih pedang awan telah melindungiku." ucap Kirana saat kepalanya di kecupboleh kekasihnya.
"Sekarang, giliran aku yang mau cerita saat aku berada di kerajaan langit." kata Aaron yang mengulas senyum.
"Iya kami juga ingin mendengar kisah kami di istana langit !" ucap Maggie yang menyela.
"Sudah-sudah, aku akan cerita saat aku, ibu dan Ekin sampai di depan gerbang istana langit." ucap Aaron yang kemudian dia bercerita.
📆Flashback On
"Akhirnya, kira sampai juga..! ayo percepat langkah kalian..!!" seru Bocan yang terus melangkahkan kaki menuju pintu gerbang istana langit.
Aaron dan Ekin saling pandang dan kemudian mereka mengikuti langkah Bocan.
"Berhenti..!" seru salah seorang prajurit yang memberhentikan langkah Bocan, Aaron dan Ekin.
"Prajurit, apa kamu lupa denganku..?" tanya Ekin yang melangkah ke depan.
"Ma'af pangeran Ekin, ma'afkan hamba. Hamba tidak melihat kalau itu anda. Sekali lagi hamba minta ma'af..!!" ucap prajurit itu seraya menangkupkan kedua telapak tangannya.
"Ah sudahlah..! bukakan pintu gerbangnya, kami ingin bertemu dengan Ayahanda sekarang juga..!' perintah Ekin pada kedua prajurit penjaga pintu gerbang istana Langit.
"Baik pangeran, mari silahkan masuk..!!" ucap salah satu prajurit dan kedua prajurit itu membuka pintu gerbang istana langit.
Aaron, Bocan dan Ekin melangkahkan kaki mereka ke istana dengan melewati taman dan halaman istana.
"Aaron... Saudaraku Ekin..! apa kabarnya kalian..?" sapa dan tanya seorang pemuda yang kemudian mengulurkan tangan dan memeluk Aaron dan Ekin bergantian.
"Leon, apa kabarmu..?" tanya Aaron seraya membalas pelukan Leon .
"Aku baik-baik saja..!!" jawab Leon seraya membalas pelukan Aaron.
Kedua sahabat itu saling melepas rindu.
"Sudah pelukannya, apa tidak kangen sama adikmu ini..!" seru Ekin yang juga rindu pada kakak tirinya.
"Ekin...! jelas saja kakak rindu berat..!!" ucap Leon pada adik tirinya yang kemudian melepas pelukannya pada Aaron dan memeluk Ekin.
__ADS_1
"Hm..hm... apa saya tidak kelihatan ya putra mahkota..?" tanya Bocan beberapa saat kemudian.
"Eh Bibi Rosa..!" seru Leon yang kemudian menangkupkan kedua telapak tangannya di dada seraya menunduk sebentar dan kembali tegak.
"Apakah yang mulia raja Arthur dan Ratu Flower berada di dalam istana..?" tanya Rosa yang merupakan nama asli Bocan.
"Ada bibi Rosa, kebetulan kami ada pertemuan keluarga istana." jawab Leon.
"Itu berarti semua berkumpul di Istana ya, termasuk ayahandanya Aaron..?" tanya Rosa dan dijawab anggukan dan "Ya, benar bibi..!" dari Leon.
"Tunggu apa lagi, ayo masuk..!!" seru Ekin yang kemudian berjalan menuju ke lorong istana dan diikuti Aaron, Rosa dan Leon.
Tak berapa lama, mereka telah sampai di depan tempat pertemuan.
Ada dua penjaga yang menundukkan kepalanya di saat mereka berempat hendak masuk ke ruang pertemuan.
"Beri tahu yang mulia, kalau kami ingin menghadap..!" perintah Leon pada salah satu prajurit yang berjaga di depan pintu ruang pertemuan.
"Baik putra mahkota..!" ucap prajurit itu yang menyilang kan tangannya di dada dan menundukkan kepalanya sebentar di depan Leon.
Sedetik kemudian prajurit itu masuk ke ruang pertemuan.
"Mohon ma'af yang mulia, di luar ada putra mahkota Leon, pangeran Ekin, peri Rosa, dan juga ksatria Aaron yang meminta menghadap..!!" ucap prajurit itu seraya menyilangkan tangan kanan di dadanya dan menunduk sebentar kemudian menengadah kembali.
"Oh, mereka sudah datang..! cepat suruh mereka menghadap..!!" seru Yang mulia Arthur.
"Baik yang mulia..!" balas prajurit itu seraya menundukkan kepalanya dan berjalan mundur beberapa langkah dan berbalik kemudian melangkahkan kaki menuju ke luar ruangan.
"Apa anak dan istriku datang..? aku rindu sekali dengan mereka..!" ucap dalam hati Raymond(Andy) yang begitu senangnya.
"Akhirnya putraku pulang..!" ucap Selir Selena dengan bersuka hati.
"Rosa,Ekin dan Aaron, aku sangat merindukan kalian...!!" ucap Ratu Flower yang mengulas bahagia saat nama putra tiri, sahabat dan putra sahabatnya di sebutkan oleh prajurit itu.
Beberapa saat setelah prajurit itu undur diri, dia datang kembali bersama ketiga orang yang di nantikan keluarga istana langit itu.
"Yang mulia kami menghadap..!!" seru Ekin, Aaron dan Rosa yang bersamaan sembari menyilangkan tangan kanan di dada dan menundukkan kepala mereka, memberi penghormatan kepada yang mulia raja kerajaan langit Arthur.
Raja Arthur tanpa ragu-ragu menghampiri Ekin dan memeluk putranya, demikian pula dengan Selir Selena yang tak henti-hentinya mengeluarkan air matanya dan ikut memeluk Ekin.
Sementara itu Raymond (Andy) juga menghampiri Rosa istrinya dan juga Aaron putranya.
Mereka berpelukan melepas rindu, mengobati rasa rindu yang telah lama mereka derita sejak perpisahan mereka.
Sementara itu Ratu Flower juga merasakan keharuannya, dia memeluk Leon putranya dan demikian Leon begitu erat memeluk ibundanya.
Selesai acara melepas rindu, Ratu Flower memeluk Ekin, Rosa dan Aaron secara bergantian.
Dan mereka satu persatu menceritakan pengalaman mereka terutama Ekin, sebab Aaron sudah pernah bercerita saat meminta masuk ke dunia siluman melalui kaca benggala di ruang meditasi, untuk menolong Kirana beberapa waktu yang lalu.
Sedangkan Bocan sudah bolak-balik ke istana, dan sedikit banyak telah bercerita dengan ratu Flower dan Yang mulia Raja Arthur.
Ekin pun menceritakan kisah awalnya yang terlempar ke bumi dan di tolong siluman Kura-kura dan bercerita sampai bertemu Kirana dan Aaron di dunia Siluman.
"Jadi Siluman naga laut sudah tewas..??" tanya selir Selena dengan tiba-tiba.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...