
"Ba..baik tuan!" ucap Ricky yang kemudian mencuci tangan dan membasuh wajahnya dengan aliran sungai yang bening dan yang belum terkontiminasi polusi itu.
Dan mereka kembali melangkahkan kaki menuju ke tempat mobil mereka terparkir.
Aaron dan Ricky kembali masuk ke mobil yang kemudian melaju, masuk ke hutan Karet yang kebetulan tidak ada penduduk yang menyadap karet pagi itu.
Mobil sedan mewah milik orang tua Ricky itu melaju, perlahan-lahan memasuki hutan karet itu dan tak berapa lama mereka telah sampai pada rumah yang besar di depan sebuah bangunan lainnya.
Ricky kemudian memberhentikan mobilnya dan kemudian keduanya keluar dari mobil itu
Aaron menebarkan pandangannya ke sekitar tempat itu, hawa siluman sangat terasa sekali,
Sedangkan Ricky merasa bulu kuduknya berdiri.
"Ayo kita masuk di rumah itu!"' seru Aaron seraya menunjuk ke arah rumah besar yang ada dihadapannya.
"Iya tuan":ucap Ricky dan mereka melangkahkan kaki untuk masuk ke halaman dan mereka telah sampai di teras rumah besar itu.
"Apa kamu ingat apa yang dikatakan Melani tadi malam?" tanya Aaron seraya menebarkan pandangannya ke setiap sudut teras rumah itu.
"Iya tuan, kalau jasad Melani ada di sebuah gudang dan di sekitar tempat ini dijaga makhluk yang berbahaya!" jawab Ricky yang berusaha mengingatnya.
Aaron mengetahui banyak siluman di sekitar tempat mereka berdiri, namun dia hanya diam tanpa respon. Karena tak mau membuat Ricky ketakutan.
"Selama kalian tak mengganggu, maka aku tak akan mengusik kalian!" ucap lirih Aaron yang bertenaga yang hanya didengarkan oleh para siluman itu.
"Melani dan Samantha diantarkan mengunjungi hutan karet dan ternyata mereka dibawa ke arah dua bangunan tua yang tampak sangat mengerikan ini. Satu bangunan terlihat seperti rumah dan satu lainnya terlihat seperti penginapan. Dan mereka mampir untuk tidur di bangunan yang mereka lihat seperti rumah itu. Disana ada dua pria yang menjaga tempat itu.seperti itu cerita Si Kunti merah Melani itu yang aku ingat." lanjut jelas Ricky.
"Bagus berarti benar dua bangun ini, dan Melani menunjukkan pada bangunan rumah besar ini" ucap Aaron.
"Iya dan mereka dipisahkan, dan Melani tak tahu dimana Samantha pada waktu itu. Dia dikurung pada sebuah gudang, dan melani yang sedang hamil tua, dipaksa melayani dua orang yang menjaga rumah itu, dengan kejamnya!" jelas Ricky yang ikut mengamati sekitar rumah itu.
"Gudang ya? Ayo kita masuk!" seru Aaron yang kemudian melangkahkan kakinya sampai di depan pintu rumah itu.
Pada saat membuka pintu rumah itu, yang ternyata tidak dikunci. Aaron dan Ricky melangkahkan kaki perlahan masuk ke rumah yang saat ini mereka berada di ruang tamu.
Tiba-tiba keluarlah sesosok makhluk yang sangat menyeramkan yang berwujud manusia setengah serigala.
Ricky yang melihat sesosok makhluk itu, langsung menyembunyikan dirinya di belakang Aaron.
"Siluman Serigala!" seru Aaron yang mulai bersiaga.
"Ggrrr.....! mau apa kalian kesini!" seru siluman Serigala itu yang sudah berada tepat di hadapan Aaron dengan jarak beberapa meter itu.
"Kami mau mencari jasad saudara kami. Jika kamu mengetahuinya, beritahukanlah pada kami!" balas seru Aaron yang tanpa takut sama sekali.
__ADS_1
"Jasad? Oh, jasad itu akan jadi persembahan ku pada penguasa kegelapan! Dan penguasa kami menginginkannya bersama anaknya yang telah dibawa kabur oleh teman dari mayat itu!" jelas siluman serigala itu yang menatap Aaron dengan tajam.
"Apa persembahan? tak akan aku biarkan itu terjadi!" seru Aaron yang sudah mengeluarkan jurus bola-bola cahayanya.
"Hei manusia! ternyata kau berilmu juga!" seru siluman serigala itu dengan geram.
"Ggrrr...!" dari mulut dan mata Siluman serigala itu mengeluarkan sinar kemerahan yang diarahkan ke tubuh Aaron.
Sedangkan Aaron tangan kirinya mengeluarkan perisai cahaya dan tangan kanannya mengeluarkan bola-bola cahaya.
"Taar...tarrr.....tarrr....!"
Aaron menangkis serangan sinar merah itu dari siluman serigala dengan perisai cahaya sebagai tameng, Dan kemudian dengan cepat menyerang balikkan serangan siluman serigala dan menyerang siluman serigala itu dengan bola-bola cahayanya.
"Boumm....boummm...boumm...!"
Bola-bola cahaya itu menyerang ke arah siluman serigala dengan bertubi-tubi.
Sekali dua kali siluman itu mampu mengelak serangan dari Ayah Kiaro itu. Namun di serangan yang berikutnya, bola-bola cahaya itu mengenai dada siluman serigala itu.
"Boumm...boumm....!"
"Aaaghh ...!"
Aaron tetap diposisinya dan dengan sikap siaganya.
Sementara siluman serigala itu bangkit dan kembali menyerang Aaron dengan membabi buta.
Suami Kirana tetap dengan menggunakan perisai cahaya sebagai tameng dan juga bola-bola cahaya untuk menyerang siluman serigala itu.
"Sreeet...!"
"Boum...!"
"Duar....! duar...!"
"Ugh...!" Aaron terkena serangan siluman serigala itu tepat di dada Aaron.
"Tuan Aaron!" seru Ricky dan Aaron memberi tanda kalau dia tidak apa-apa.
"Aku tidak apa-apa, tetap di tempatmu!" seru Aaron yang mulai mengatur pernafasannya dan dia kembali dalam posisi bersiap siaga.
"Grrr...! rupanya kau tangguh juga ya!" seru siluman serigala itu dengan sinisnya.
"Aku tak akan menyerah sebelum kamu mati!" seru Aaron dengan geramnya.
__ADS_1
Dan perseteruan itu kembali terjadi, kali ini Aaron mengeluarkan pedang cahayanya.
"Pedang cahaya!" seruvaaron yang tiba-tiba saja sebuah pedang bercahaya biru sudah berada di tangannya.
"A..apa, pedang cahaya!" seru siluman serigala yang terkejut.
"Kau tahu pedang ku?" tanya Aaron dengan mengulas senyumnya.
"Jadi kau anggota dari kerajaan langit ya!" ucap Siluman serigala itu yang sedikit berhati-hati.
Kemudian Siluman serigala itu kembali menyerang Aaron dan Aaron menghindarinya dengan mengelak dan menghentakkan kaki ke bumi untuk melompat keatas lalu bersalto ke melewati atas tubuh siluman serigala itu.
"Sreet ..!"
Dengan cepat Aaron membuat kepala dan tubuh siluman serigala itu yang kemudian berputar dan yang terakhir Aarin menghunuskan pedang ke perut siluman serigala itu.
"Jlebb..!" pedang cahaya menembus perut siluman serigala itu dan darah hitam keluar dari perut yang terhunus oedan dan juga leher yang terpisah dari tubuh siluman serigala itu.
"Agghhh..!"suara serangan dari siluman serigala itu yang merupakan suaranya yang terakhir.
Tubuh siluman Serigala itupun ambruk seketika itu juga.
"Brukk..!"
dan keluarlah mutiara siluman yang berwarna hitam dari tubuh siluman Seigala itu.
Aaro segera menangkapnya dan menyimpannya dalam saku celananya.
Ricky yang melihat itu hanya bisa tercengang dan takjub, karena baru sekali ini dia melihat secara langsung siluman yang tewas secara mengenaskan di tangan Aaron.
"Ricky!" panggil Aaron, namu Ricky yang belum sadar dari rasa tercengangnya tetap diam dan memandang tubuh siluman serigala yang berubah menjadi abu itu.
"Ricky!" panggil Aaron sekali lagi dan kali ini dia seraya menepuk pundak Ricky sebanyak tiga kali.
"Hah...iya! A..ada apa tuan Aaron?" ucap dan tanya Ricky yang terkejut.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...