
Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari para prajurit kerajaan petir.
"Penyusup..! ada penyusup..!"
Dan dalam sekejap puluhan prajurit mengepung Aaron dan Tony.
Aaron dan Tony berdiri di tengah kepungan prajurit kerajaan petir dengan saling berpunggungan.
"Aaron kita hajar mereka dengan bola-bola cahaya!" seru Tony yang sudah bersiap dengan bola-bola cahaya kuningnya dan demikian pula dengan Aaron yang bersiap menyerang dengan bola-bola cahaya birunya.
"Kau benar, ayo kita habisi mereka!" sahut Aaron dengan penuh kewaspadaan.
"Serang mereka...!" seru salah satu prajurit yang kemungkinan dia yang di tunjuk sebagai pemimpin mereka.
Para prajurit itu menyerang Aaron dan Tony dengan kilatan-kilatan petirnya.
Aaron dan Tony melawannya dengan bola-bola cahaya.
"Cesshh.... boummm...!"
"Cesshh.... boummm...!"
"Cesshh.... boummm...!"
"Cesshh.... boummm...!"
Sesekali Aaron dan Tony melindungi diri mereka dengan tameng cahaya untuk menghindari serangan kilatan petir dari serangan para prajurit kerajaan langit.
Dan para prajurit itu perlahan-lahan berkurang karena terkena serangan bola-bola cahaya dari Aaron dan Tony
"Kurang ajar! apa kalian dari kerajaan langit!" terdengar suara seorang wanita yang keluar dari istana petir.
"Memang benar kami dari kerajaan Langit!" balas Aaron seraya menatap Mystyque tajam.
"Apa kabar Mystyque?" sapa Tony saat tahu siapa yang keluar dari istana petir itu.
"Siapa kalian?" tanya Mystyque tanpa menjawab sapaan dari Tony.
Tony dan Aaron pun tersenyum.
"Dari pada kamu nanti mati penasaran, baiklah perlu kamu tahu kalau aku panglima langit! dan teman eh saudara yang ada di sampingku ini adalah pewaris asli kerajaan petir!" jelas Aaron yang membuat Mystyque tersentak kaget.
"Pewaris asli? maksud kalian apa?" tanya Mystyque yang tak mendapat respon dari Tony dan Aaron.
"Aaron, wanita ini biar menjadi bagianku!" seru Tony yang berdiri tepat di hadapan Mystyque.
"Berani juga kau bocah!" seru Mystyque yang masih tak mengenali Tony.
"Tentu saja, ini demi keadilan ibuku!" seru Tony yang kembali bersiap dengan bola-bola cahayanya.
"Apa maksud kamu!" tanya Mystyque semakin penasaran.
"Kau tidak ingat ya! baiklah dengan serangan ku ini semoga kau ingat!" seru Tony yang kemudian mengeluarkan jurus petir yang diajarkan ibunya sebelum meninggal.
Dan jurus itu telah di sempurnakan oleh Tony.
Tony membuat gerakan memanggil petir dan petir itu ada di tangannya kini.
Berkali-kali dia memutarkan petir itu diatas kepalanya dan petir itu memutar bagai baling-baling.
"Jurus itu, Dewi petir .!" seru Mystyque yang terkejut tak percaya tentang yang di lihatnya.
"Benar, akulah putranya!" ucap Tony dengan tatapan tajam.
"Apa kau Tony! Ka..kau masih hidup?" tanya Mystyque yang bertambah terkejut.
__ADS_1
"Buktinya aku di sini melawan kamu!" seru Tony dengan sedikit mengulas senyumnya.
"Kurang ajar! kenapa tidak mampus sekalian kau!" seru Mystyque penuh kebencian.
"Kalau aku mati, aku tak akan bisa menghajarmu!'" Seru Tony yang kini bersiap menyerang Mystyque.
Kini mereka saling beradu jurus dengan tangan kosong.
"Bagh... bugh... bagh... bugh...!"
"Bagh... bugh... bagh... bugh...!"
"Aaargh...!"
Tony terpukul mundur beberapa meter. Dan dia kembali bersiap menyerang kembali dengan gerakan yang lebih cepat.
"Bagh... bugh... bagh... bugh...!"
"Bagh... bugh... bagh... bugh...!"
"Aarghh...!"
Kini giliran Mystyque yang terpukul mundur beberapa langkah.
"Bedebah, sialan..!" umpat Mystyque yang kemudian mengeluarkan tongkat kepala naga dan bersiap kembali melawan Tony.
Tony yang masih melihat pergerakan Mystyque kemudian mengeluarkan petir yang tadi dia simpan.
Dan kini tongkat naga dan tongkat petir saling beradu.
"Trang... Trang.... Trang... Trang...!"
"Trang... Trang.... Trang... Trang...!"
"Augh...!"
Dia mengeluarkan jurus bola-bola cahayanya dan menghantam berkali ke arah Mystiyue.
"Boumm... boumm... Boum...!"
"Argh...!" Mystyque pun mengerang kesakitan.
"Bedebah..! terpaksa aku gunakan jurus andalanku! Nafas naga..!" sebut Mystyque yang kemudian menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya pelan-pelan dan menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya ke arah Tony dan menjadi semburan api yang terus menerus mengarah ke arah Tony.
"Huuu.....jederr.. Huuu.... jedderr....!"
Semburan itu mengenai ruang hampa, dimana Tony selalu berhasil menghindarinya.
Kini giliran Tony mengeluarkan bola-bola cahaya dan tongkat petir.
Bola-bola cahaya di keluarkannya secara bertubi-tubi dan di saat Mystyque lengah, Tony gunakan tongkat petir ke arah Mystyque.
"Boumm... boumm... bugh... bugh..!"
Dan pada saat ada kesempatan, diarahkannya ujung mata tongkat petirnya ke tubuh Mystyque dengan cepat tanpa memberi kesempatan untuk Mystyque melawannya.
"Sreet .. sreet.. jlebb..!"
"Aaargh...!"
Tubuh Mystyque kini bersimbah darah yang keluar dari lengan kiri dan lengan kanannya yang terkena goresan ujung mata tongkat petir Tony.
"Ka..kau..!" racau Mystyque seraya menahan rasa sakitnya.
"Ini untuk ibuku..!" seru Tony yang mengeluarka bola cahaya yang lebih besar.
__ADS_1
"Bouimmmm...!"
"Aaargh...!"
Suara erangan Mystyque yang memilukan. Dan lagi Tony mengeluarkan bola cahaya yang lebih besar dan kuat.
"Booumm... aarrghhh..!"
Dan Mystyque menghembuskan nafas terakhirnya .
"Huhh...akhirnya aku bisa tuntaskan balas dendam ku!" seru Tony yang kemudian menyimpan tongkat petir dan kemudian mengatur nafasnya yang terdengar nafas tersengalnya.
Sementara itu Aaron yang menghadapi para prajurit kerajaan menyelesaikannya secara cepat karena dengan hanya menggunakan bola-bola cahaya, semua prajurit bisa di atasi oleh Aaron.
"Hop hiaaat..."
"Boum...boumm..!"
"Aargh...!"
Sebagian dari para prajurit dudah diatasi oleh Aaron dan mereka terkapar tak berdaya.
"Hop hiaaat..."
"Boum...boumm..!"
"Aargh...!"
Lagi-lagi Aaron menggunakan bola-bola cahaya yang diarahkan pada prajurit di bagian lain.
Dan mereka terkapar dengan luka dalam yang lumayan parah.
"Tony, apa kamu sudah selesaikan misi kamu?" tanya Aaron saat sudah di rasa tak ada satupun prajurit yang melawannya lagi.
"Beres Aaron, tapi aku belum puas! ayo kita ke kerajaan Langit!" seru Tony yang bersemangat.
"Tapi bagaimana dengan Kirana?" tanya Aaron yang khawatir.
"Kita ajak saja, Mumpung dia bisa ke kerajaan langit!" saran Tony yang membuat Aaron bersemangat.
Memang sejak dulu dia menginginkan bisa mengajak Kirana jalan-jalan ke kerajaan langit.
"Priiiiit...!" Aaron meniup awan putih kecil, dan Awan putih kecil yang bersama Kirana itu datang dan menghampiri Aaron.
"Tuan anda memanggilku?" tanya awan putih kecil.
"Iya, Kirana kamu tidak apa-apa?" tanya Aaron yang khawatir.
"Aku aman-aman saja Aaron!" jawab Kirana yang menyembul diantara putihnya awan.
"Baiklah sekarang kita ke kerajaan langit! Kamu Awan putih kecil, jaga Kirana sementara aku dan Tony akan terbang mengiringi mu awan putih kecil" ucap Aaron.
Awan putih kecil mengangguk dan kini mereka terbang kembali ke kerajaan langit dengan Awan putih kecil yang membawa Kirana di atasnya dan Aaron serta Tony di sisi kanan dan kiri Awan putih kecil.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasihh...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...