
Kisah ini kelanjutan Pendekar pedang Azuya, dimana Chiang Yi (Ekin) dan Hai Jun(Leon) bersama Ayumi telah kembali ke kerajaan Langit setelah meminta permohonan pada Batu impian.
Delapan belas tahun yang lalu, dimana kisah setelah pernikahan Aaron dan Kirana.
Keadaan di Kerajaan langit saat malam hari, sangatlah sunyi dan hening.
Tiba-tiba muncullah sebuah cahaya yang menyilaukan, dan dari cahaya itu muncul tiga siluet manusia.
Mereka adalah Ekin, Leon dan Ayumi yang datang dari negeri lain dalam misinya.
"Akhirnya kita bisa pulang!" seru Leon yang penuh kegembiraan.
"Ayumi, disinilah kami tinggal. Kamu mau kan menetap disini?" tanya Ekin pada Ayumi yang ada disampingnya.
"Iya, kita lihat saja apa aku betah tinggal disini!" balas Ayumi yang melihat semua keadaan di sekitarnya.
"Tentu saja betah kalau ada orang yang di cintainya , yang selalu ada menemaninya sepanjang hati!" goda Leon sambil mengulas senyum simpulnya.
"Apa sih kau Leon!" seru Ekin yang hendak menonjok Leon, namun dapat dihindari oleh Leon.
Leon terus berlari menuju pintu gerbang kerajaan langit.
"Ayo Ayumi, kita juga harus lari. Biar cepat sampai dan cepat beristirahat!" ajak Ekin yang menggandeng tangan Ayumi.
"Eh, iya!" ucap Ayumi yang sedikit kaget namun dia ikut berlari juga mengejar Leon yang sudah mendahului mereka.
"Pangeran Leon kah itu?" tanya salah satu diantara dua penjaga pintu gerbang yang terkejut akan kedatangan Leon yang secara tiba-tiba berlari ke arah mereka.
"Iya benar itu pangeran Leon dan juga pangeran Ekin yang ada di belakang pangeran Leon. Gadis itu siapa ya?" Jawab dan tanya penjaga pintu gerbang yang satunya.
"Tidak tahu, mungkin calon istri pangeran Ekin" kata penjaga itu yang mencoba menebak.
"Bisa bukakanpintu untuk kami?" tanya Leon saat sudah sampai dihadapan dua penjaga pintu gerbang itu.
"Pangeran Leon ya? siap pangeran!" jawab Panjaga itu yang kemudian membuka pintu gerbang.
Ekin dan Ayumi menyusul di belakang Leon. Dan ketiganya segera menuju tempat peristirahatan masing-masing.
...****...
Keesokan harinya, ketiganya sudah menghadap yang mulia Arthur di aula pertemuan.
Ratu Flower dan juga selir Selena memeluk putra mereka masing-masing.
"Ibunda masih belum percaya kalau masih bisa bertemu kalian!' ucap Selir Selena dengan bahagianya.
"Kami pun juga tidak menyangka demikian ibunda!" ucap Ekin yang juga bahagia karena bisa berkumpul kembali dengan keluarganya.
"Kenapa ibunda kemarin memberi gambaran kerajaan langit seperti dalam bahaya?" tanya Leon yang penasaran.
"Iya, itu karena ada penyerangan dari kerajaan petir oleh Black Shadow ke kerajaan Langit putra-putraku!" ucap Yang mulia permaisuri Ratu Flower.
"Jadi benar setelah aku, Kakak Leon dan Ibunda Ratu Flower turun ke bumi, Black shadow menyerang kerajaan langit?" tanya Ekin yang penasaran.
"Iya, memang benar. Beginilah ceritanya.." ucap Raja Arthur yang kemudian menceritakan apa yang terjadi kala itu.
🗓️Flashback on.
Sementara itu Black Shadow yang Sudah sampai di kerajaan langit, dan mereka harus berurusan dengan Andy dan para prajurit istana langit.
"Berhenti! mau apa kalian di sini" seru Andy yang dalam posisi bersiap menghadapi Black Shadow dan yang lainnya.
"Aku akan habisi panglima karatan itu ayahanda!" seru Smoug pada Black shadow.
__ADS_1
"Baiklah aku akan memporak-porandakan di dalam istana langit." ucap Black Shadow yang melesat masuk ke dalam istana melewati para prajurit.
"Kita jumpa lagi panglima karatan!" seru Smoug di antara para prajuritnya yang bertempur melawan Para prajurit istana langit.
"Seraaaang..!"
"Hiaat...Bagh..bugh..bagh..bugh..!"
"Ciaat...bagh...bugh..bagh...bugh..!"
Suara pertempuran seperti melody dalam peperangan yang saling bersautan.
"Iya kita lanjutkan kemarin yang seri karena sama-sama terluka." ucap Andy.
"Boleh juga, tapi lumayan dengan tubuh baru kamu ya!" seru Smoug yang masih mengingat Andy saat masih memakai tubuh aslinya Raymond yang tubuhnya hancur karena serangan Smoug dan Smoug sendiri juga tubuhnya remuk redam karena serangan dari Raymond saat itu.
Dan pertempuran keduanya tak terelakkan lagi.
"Hiaat...!"
"Bagh...!"
"Bughhh...!!"
"Hupp....!!"
" Desshh...!"
Andy pun memukul kepala, perut dan terakhir tendangan yang membuat Smoug terpelanting beberapa meter dari tempatnya berdiri.
Hal itu tak bisa membuat Smoug tak berdaya, Smoug bangkit dengan cepat dan memberikan serangan yang lebih cepat dari sebelumnya.
Andy kewalahan dan dia terpojok akibat serangan balik dari Smoug.
"Kurang ajaaar..!!" umpat Andy kesal.
Andy kemudian menggunakan jurus bola-bola cahaya yang bertubi-tubi.
"Aaaghhh..!"
Smoug tersudut karena serangan bertubi-tubi dari Andy.
Sekarang Smoug yang kewalahan di pegang dadanya yang kini terluka
parah.
"Aaghh., bedebah! tak kan aku biarkan kamu hidup!" ancam Smoug yang kini mengeluarkan jurus Nafas naganya.
Tiba-tiba tubuh dan wajahnya memerah itu pertanda kalau Smoug, dengan sisa-sisa kekuatannya menggunakan jurus terakhirnya, yaitu Nafas Naga.
Smoug berkali-kali menyemburkan api naganya.
"Buurr...burr..Burr....!"
Andy berkali-kali melompat kesana kemari dan sesekali berguling untuk menghindar dari serangan dari jurus nafas naga itu.
Dan kini tiba giliran Andy menyerang dengan bola-bola cahaya.
"Hop hiaaat...!
"Aaaghhh..!"
Bahu Smoug sebelah kiri Smoug terkena bola-bola cahaya Andy.
__ADS_1
"Kurang ajar!" umpat Smoug yang masih dengan nafas naganya menyerang Andy.
Dan berkali-kali Andy mampu menangkisnya.
Tak berapa lama Aaron, Tony dan awan putih kecil uang membawa Kirana tiba dan langsung mendarat dengan sempurna di tengah-tengah Andy dan Smoug.
"Apakah kami melewatkan sesuatu?" tanya Aaron saat sampai di lokasi pertempuran Ayahnya dengan Smoug.
"Iya, tapi kalian masih kebagian melawan mereka" jawab Andy yang melirik Aaron dan Ekin seraya menunjuk ke arah para Prajurit Kerajaan Petir.
Aaron dan Tony kemudian menyerang para prajurit terpilih dari kerajaan Petir.
Andy yang juga dengan sisa-sisa kekuatannya terus melawan jurus Nafas naga dari Smoug.
Keduanya mengeluarkan gelombang yang dahsyat, dan mengakibatkan orang yang di sekitarnya pun merasakannya.
Smoug yang tubuhnya kembali remuk redam, sedangkan Andy tubuh bagian kirinya gosong akibat terlambat melompat.
Sementara itu di sisi lain, masih dengan suara pertempuran yang terjadi.
Hiaat...Bagh..bugh..bagh..bugh..!"
"Ciaat...bagh...bugh..bagh...bugh..!"
"Aagh..!"
Hiaat...Bagh..bugh..bagh..bugh..!"
"Ciaat...bagh...bugh..bagh...bugh..!"
Serangan demi serangan dari para prajurit, dan kemudian mereka saling mengeluarkan senjata mereka.
"Traang.. Trang.. Trang.... Trang...!"
"Traang.. Trang.. Trang.... Trang...!"
"Aaghh..!"
"Traang.. Trang.. Trang.... Trang...!"
"Traang.. Trang.. Trang.... Trang...!"
Melihat pertempuran yang tak selesai juga diantara para prajurit, Aaron memerintahkan para prajurit istana langit untuk berkumpul.
"Prajurit istana langit! kalian mundur dan berkumpullah!" seru Aaron.
Mendengar perintah itu, mereka pun berkumpul dan mundur beberapa langkah.
"Biar aku yang menghadapi mereka!" seru Aaron yang sudah bersiap dengan bola-bola cahaya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasihh...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1