Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Membebaskan Wallache)


__ADS_3

Setelah selesai, Asia bergegas mendatangi sel tahanan ayahandanya.


"Ayah...! ayahanda...!" panggil Asia yang bersemangat.


"Asia..Asia...! kau kah itu?" tanya suara laki-laki dengan suara berat dari dalam tahanan.


"Ayahanda!" seru Asia yang kemudian menghampiri suara yang sangat dikenalnya.


"Asia, benar kamu Asia?" tanya suara laki-laki paruh baya itu walaupun lemah namun sangat didengar oleh Asia dan Adelia.


"Benar, ini Asia ayahanda!" ucap Asia yang kemudian menghampiri lelaki setengah baya yang saat ini bertubuh sangat kurus dan lemah itu.


"Putriku!" seru Federin yang kemudian menerima pelukan dari putrinya.


"Sebaiknya kita bawa keluar sekarang juga Asia!" seru Adelia yang mengingatkan asia untuk keluar dari ruang tahanan itu.


"Ibunda kamu, dimana Ibunda kamu?" tanya Federin yang terdengar oleh Asia dan juga Adelia.


"Oiya ibunda, kita akan mencari Ibunda ayah." ucap Asia yang kemudian menyerahkan ayahnya pada prajurit kerajaannya yang masih setia.


Asia dan Adelia mencari keberadaan dimana Ibunda Asia di tahan.


Mereka memasuki tiap-tiap tahanan dan tak menemukannya, dan pada saat mereka hampir putus asa karena tak juga menemukan dimana Ariel Ibunda Asia dan Wallache.


Tiba satu ruang tahanan yang tersisa dan mereka kemudian mendekatinya.


Adelia merusak gembok dengan kekuatannya seperti sebelumnya.


"Blakk!" pintu tahanan itu terbuka dan terlihat seorang duyung wanita dan terlihat sangat pucat dan kurus.


"Ibunda!" seru Asia yang kemudian memeluk duyung wanita.


"Apakah kamu putriku?" tanya Ibunda Asia yang bernama Ariel itu.


"Iya ini saya Asia bunda!" jawab Asia yang kemudian memeluk Ariel dengan erat.


"Dan ini siapa?"tanya Ariel yang penasaran.


"Oiya, dia teman Asia dari dunia manusia bunda" jawab Asia.


"Saya Adelia yang mulia Ratu" jawab Adelia dengan sopan.


"Adelia, terima kasih ya!": seru Ariel.


"Tidak apa-apa Bu, ini juga sudah menjadi kewajiban kami." ucap Adelia dengan mengulas senyumnya.


"Ayo Bu, kira bergabung dengan ayahanda dan yang lainnya" ajak

__ADS_1


Setelah lepas kangen itu,ketiganya keluar dari tahanan dan bergabung dengan yang lainnya.


"Istriku!" panggil Federin dan keduanya langsung berpelukkan untuk melepas kangen keduanya.


"Ibunda dan ayahanda, kami akan ke kerajaan para Siren untuk membebaskan kakak Wallache" ucap Asia seraya menatap kedua orang tuanya.


"Bawalah sebagian pengawal putriku!" saran Fedderin yang khawatir akan putrinya.


"Maaf ayahanda, bukannya kami menolaknya kami sudah berempat dan kami mau menyelinap. Jadi tak perlu banyak duyung dalam isi kami ini.


"Kalau begitu, terserah kamu sajalah, ayahanda dan Ibunda menyarankan agar kamu berhati-hati!" ucap Ariel yang khawatir.


"Iya ibunda, jangan khawatir kan itu, kami akan selalu ingat itu!" ucap Asia seraya memeluk kedua orang tuanya satu persatu dan setelah itu mereka berpamitan.


Tak berapa lama Kirana dan Ruby yang telah menyelesaikan pasukan Hibrida luar, bergabung dengan mereka yang kemudian mereka pergi meninggalkan kerajaan Blue Minch.


Kemudian mereka berempat berjalan menuju ke kerajaan Siren.


Kerajaan Siren berada di karang-karang di dasar tepian pantai sebelah selatan dari kerajaan Blue Minch


"Itu, di balik karang itu adalah kerajaan Siren!" seru Asia sembari menunjuk ke arah batu karang yang membentuk goa di sekitar tempat itu


"Kita kesananya pelan-pelan saja, dan jangan sampai kita tertangkap!" seru Adelia.


Dan mereka kemudian dengan mengendap-endap masuk ke kerajaan Siren itu.


Di istana Para Siren pada saat ini sedang dalam keadaan sepi karena sebagian dari mereka sedang melakukan penyisiran di pantai-pantai guna mencari korban.


"Itu kak Wallache!' seru Asia seraya menunjuk ke arah duyung laki-laki yang terikat itu.


"Wallache!" panggil Ruby yang nampak sangat rindu yang menggebu itu.


Ketika mereka hendak menghampiri Wallache, datang empat prajurit kerajaan Siren yang menghadang mereka.


"Siapa kalian!" seru prajurit itu.


Ke empat prajurit itu sempat membuat Asia, Kirana,Adelia dan Ruby mundur beberapa langkah.


"Bagaimana ini? kalau kita selamatkan Wallache, apa aku mampu berjalan diatas tanah dengan kondisi tubuh setengah ikan itu." ucap Ruby yang cemas.


"Tenang saja Ruby, sihir aku Pitak berpengaruh di daratan. Artinya kamu kamu bisa berjalan ke daratan, karena ketika berada di daratan seketika akan menjadi manusia kembali dan jika menyentuh air kamu akan menjadi duyung kembali."Jelas Adelia.


"Kalau begitu Ruby kamulah yang akan membebaskan Wallache dan kita bertiga akan menghadang prajurit Siren yang mulai berdatangan." ucap Kirana yang mulai bersiap-siap untuk meladeni para Prajurit para Siren itu


"Baiklah, aku akan membebaskan Wallache!" seru Ruby yang kemudian naik ke permukaan dan tubuhnya menjadi manusia kembali.


__ADS_1


Ruby mendekati sesosok laki-laku duyung yang kedua tangannya di ikat menempel pada akar pohon besar itu.


Gadis putri Raja Ekin dan Ayumi itu melangkahkan kaki menghampiri Wallache yang tampak sangat lemah tak berdaya itu menempel di dinding akar itu.


"Wa..Wallache!" seru Ruby yang sudah berada di depan Laki-laki duyung itu.


Laki-laki duyung itu yang semula kedua matanya terpejam dengan perlahan membuka ke dia matanya dan nampak wajah gadis yang sangat dia rindukan berdiri dihadapannya.


Seolah mimpi wallache kembali memejamkan matanya.


"Wallache ini aku Ruby!" seru Ruby sekali lagi yang kali ini sedikit mengguncang tubuh Wallache.


"Ru..Ruby?" tanya Wallache sekali lagi yang juga membuka kedua matanya kembali.


"I..iya ini Ruby!" seru Ruby yang kemudian melepaskan satu persatu ikatan yang mengikat Wallache.


Pada saat semua ikatan terlepas, Wallache jatuh dengan lemas dan lunglai di atas tanah.


"Wallache..!" panggil Ruby yang kemudian duduk berlutut dan memeluk Wallache dan dia menangis sejadi-jadinya.


"Ru..Ruby ka..kau ke sini bersama siapa?" tanya Wallache dengan suara lemah.


"Aku bersama adik kamu Asia dan juga keluarga jauhku!" jawab Ruby yang melepaskan pelukannya dan menangkup kedua pipi Wallache dengan lembut.


"Ka..kamu bersama Asia?" tanya Wallache yang penasaran.


"Iya, lihat dia ada disana!" seru Ruby seraya menunjuk tangannya ke arah Asia dan yang lainnya.


Wallache melihat adiknya yang sedang bertarung itu dengan rasa yang cemas.


"Ruby, bawa aku ke perairan. Aku butuh air sekarang ini!" ucap Walache dengan suara lemah.


"Baiklah akan aku coba sekuat dan semampu Ruby" ucap Ruby yang berusaha menyeret Wallache menuju ke arah perairan.


Walau merasakan perih dan sakit, Wallache berusaha tetap menahannya agar tak terlihat oleh Ruby.


Dengan susah payah, akhirnya mereka sampai di perairan.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasihf...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2