
Aaron, Ratu Flower, Raja Arthur dan Selir Selena pergi ke ruang meditasi.
Sebuah ruangan dimana terasa nyaman dan sejuk, karena terdapat di bawah air terjun.
"Aaron kalau kamu di sana, kutukanmu tetap berlanjut, jadi sewaktu-waktu kamu bisa berubah menjadi kucing kembali kalau kamu telat menelan mutiara siluman itu." jelas Ratu Flower.
"Jadi kamu disana juga harus berburu siluman, untuk menambah kekuatan dan juga merubah tubuhmu..!" kata Selena.
"Apa..? hamba masih akan jadi kucing..?" Aaron yang terkejut.
"Benar, tapi sebaiknya kamu lebih banyak berubah jadi kucing, kalau menurutku..?" Raja Arthur yang tersenyum melihat wajah terkejut Aaron.
"Maksud paduka ..?" tanya Aaron yang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aaron, mutiara siluman ini akan menambah dan menjaga kekuatan kamu dan kamu bisa berubah menjadi kucing sesuai keinginanmu. Dan di sana, para siluman lebih kuat karena banyak yang berusia ratusan tahun" jelas Ratu Flower saat mereka berada di depan kaca benggala.
"Jadi dengan tubuh kucing, kamu akan lebih mudah dalam pencarian kamu." lanjut jelas Ratu Flower.
"Baiklah Ratu..!" kata aaron yang mulai jelas maksud ratu Flower.
"Yang aku dengar, kau Ekin ada di sana..! tolong kau bawa dia kemari ya..!" pinta selir Selena dengan penuh harap.
"Ekin..? Hukk..Hukk..Hukk..!!"
Aaron terkejut sampai terbatuk-batuk, karena Ekin sahabat sekaligus teman latihannya.
"Benar yang aku dengar juga demikian, putraku ada di sana..!" sahut raja Arthur yang menambahi.
"Hamba sangat rindu dia.." kata Aaron yang bersiap dari menelan mutiara hitam untuk menambah kekuatannya masuk ke dunia siluman.
"Aaron.. kalau sudah bertemu Kirana sebaiknya kau cari mustika siluman ular. Karena dengan mustika itu, kalian bisa pulang ke duniamu." jelas Ratu Flower dan kemudian dia menerangkan cara menggunakan mustika siluman ular itu.
"Oh, hamba mengerti Ratu. Terima kasih atas oenjelasan Ratu, Raja dan Selir....!" kata Aaron yang paham dan kini dia dia akan menyimpan mutiara-mutiara itu dengan sebaik-baiknya.
"Baiklah sebaiknya kita mulai besiap-siap mengantar Aaron ke dunia siluman." kata Raja Arthur pada kedua istrinya.
Raja Arthur dan Selir selena merapatkan telapak tangannya mereka masing-masing, kemudian merapalkan mantera dan memutar kedua telapak tangan mereka dan kemudian mendorongnya mengarah ke kaca benggala.
Sedangkan Ratu Flower yang seorang peri, dengan kekuatan tongkat peri yang diarahkan ke kaca benggala dan mereka mengeluarkan sinar putih yang menyilaukan.
Kaca itu pun ikut bercahaya, semakin lama semakin merata.
"Aaron..! mulailah kami masuk diantara cahaya di kaca benggala itu..!" seru Ratu Flower yang terus mengarahkan tongkatnya pada kaca benggala itu.
"Baiklah..!" balas Aaron.
Aaron pun masuk diantara cahaya yang menyelubungi kaca benggala itu.
Dan saat dia masuk ke kaca benggala itu, dia berada di sebuah hutan yang berkabut.
"Seperti inikah dunia siluman itu..?" kata Aaron yang melihat ke sekitarnya.
__ADS_1
Tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi Oyen.
"Meoww..!!"
"Ah aku jadi Oyen...! sebaiknya aku terus berjalan mencari Kirana..!" kata dalam hati Oyen.
Kucing itu melangkah menyusuri gelapnya hutan, dan penciumannya ternyata lebih tajam di dunia siluman ini.
Dia mencium bau siluman di mana-mana di hutan itu.
"Memang benar kata ratu Flower, aku lebih leluasa menjadi kucing. Kalau aku menjadi manusia, aku akan menarik perhatian mereka dan aku akan lebih susah mencari Kirana." batin Aaron.
"Kuk...kuk...kuk..!!
"Hai kucing...!!" tiba-tiba ada suara yang memanggil.
Oyen pun menoleh, dilihatnya seekor burung hantu yang menatanya tajam.
"Maaf, apa aku mennganggumu..?" tanya oyen yang tak mengira langsung di sapa oleh siluman.
"Sepertinya kau bukan dari bangsa kami..?" tanya burung hantu itu curiga.
"Iya, aku di kutuk dan sekarang di buang oleh sebangsaku." jawab Oyen bohong.
"Oh begitu ya..! kasihan..! selamat datang di dunia siluman..! di sini siapa yang kuat, dia yang berkuasa..! jadi jangan dia bikin gara-gara ya..!;" jelas Burung hantu itu.
Burung hantu itu kemudian terbang dari dahan ke dahan, dia sedang mencari mangsa.
Dengan langkahnya yang setengah berlari, Oyen terus menyusuri jalan diantara rimbunnya pepohonan.
...***...
Sementara itu Kirana yang di telan oleh kaca benggala di kamar Dona, dia terlempar dan terjatuh.
"Brukk...!"
"Auw...sakit..!!" keluh Kirana yang kemudian dia bangkit dan kemudian mengusap siku tangan dan lututnya.
"Manusia...ada manusia....!!" teriak para siluman di sekitar Kirana yang telah mencium keberadaan Kirana.
Macam-macam siluman berusaha mendekati Kirana.
"Ma..mau apa kalian..?" tanya Kirana yang ketakutan.
"Kami mau jiwamu..!!" ucap salah satu siluman itu.
"Ti..tidak..!! aku masih mau hidup..! aku ingin merasakan menikah dan punya anak..!!" seru Kirana yang sedikit demi sedikit melangkah kan kakinya untuk mundur.
"Menikah..? kalau begitu menikahlah denganku..! kita akan lahiran banyak anak..!!" ucap siluman kumbang si macan hitam.
"Jangan sama dia..! sudah hitam, jarang mandi pula..! lebih baik sama aku, tiap hari mandi dan badanku putih dan bersih..!!" kata siluman buaya putih yang tak mau kalah.
__ADS_1
"Biar saja badanku hitam, dari pada kamu..! bentol-bentol..!!" seru siluman kumbang yang terpancing emosinya.
"Kau...! dasar kumbang hitam..!" seru siluman buaya putih dengan geramnya.
"Dasar bentol-bentol..!!" umpat siluman kumbang hitam juga dengan geramnya.
Dan perkelahian antar siluman itu tak terelakkan.
Kesempatan ini di gunakan Kirana untuk berlari dan berlari.
"Tempat apa ini..? Apa aku berada di dunia siluman..?" tanya dalam hati Kirana dalam pelariannya.
Ternyata, semakin Kirana berlari, dia semakin di kejar oleh siluman-siluman lainnya.
"Apa itu yang mengejarku...! aaaghh..!! aku harus lari..!!' kata dalam hati Kirana.
"Aku nggak kuat..! aku harus cari tempat sembunyi..!! tapi di mana..!?" tanya dalam hati kirana yang begitu kelelahan.
"Hoossstt...hhosst...!!"
"Aaaghh....!! Brukk...!!"
Kirana jatuh terjerembab. Dan saat akan bangkit lagi, banyak siluman yang mengepungnya.
"Ha..ha..! menyerahlah..! tidak akan sakit kok..!" kata para siluman itu.
"Tidak..tidaaaak....! pergi..pergi kaliaaann....!! host..hosst.,!!" seru Kirana dengan terengah-engah.
"Ayolah, kau kan ingin punya anak..! akan aku bantu, pasti anakmu akan lucu-lucu sepertiku..!!" kata siluman kelinci.
"Ahh aku juga lucu...!" ucap siluman kura-kura yang gundul alias botak.
"Kamu lucu..? iya karena nggak berpenghuni..!! jiaha..ha..ha...!" gurau siluman kelinci sambil tertawa.
Namun hal itu malah memancing emosi siluman kura-kura.
Dan mereka saling berkelahi, Kirana kembali memanfaakannya untuk kembali berlari di saat pandangan siluman lainnya terfokus pada perkelahian kedua siluman tadi.
Tiba-tiba dia terjebak, di depannya ada jurang yang dalam telah membentang.
Sedangkan di belakangnya puluhan Siluman mengejarnya,
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1