Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Siluman Babi Hutan


__ADS_3

Sementara itu di bawah pohon apel, muncullah dua siluman yang di sebutkan oleh oyen tadi.


"Ah sial! kemana perginya kedua kucing tadi!" gerutu siluman babi hutan.


"Seharusnya dia tidak jauh perginya dari kita!" seru siluman landak sambil melihat ke sekitarnya.


"Mereka mencari kita!" bisik Oyen yang terus mengawasi gerak-gerik kedua siluman itu.


"Iya" balas Luna yang ikut memperhatikan kedua siluman itu.


"Kau di sini, aku akan hadapi mereka." ucap Oyen yang bersiap melompat.


"Hati-hati Oyen!" seru Luna.


"Ya" jawab Oyen sambil menganggukkan kepalanya dan kucing oranye itu melompat turun dari pohon apel itu.


Sedangkan Luna kemudian menyembunyikan diri di antara daun-daun pohon buah apel yang lebat itu.



"Apa kalian mencariku" seru Oyen yang sudah berada diatas rerumoutan dan di depan kedua siluman itu.


"Berani juga nyalimu hei, kucing kecil!" seru siluman landak yang sudah bersiap menyerang Oyen.


"Heh...! aku hanya cuma penasaran sama siluman yang suka menguntit, itu saja! Dan ternyata itu kalian!" celetuk Oyen yang membuat kedua siluman itu geram.


"Kau..! dasar kucing sialan!" seru siluman babi hutan yang berang.


"Katakan, apa tujuan kalian mengikutiku!" seru Oyen dengan tegas.


"Bukan urusanmu kucing!" seru siluman Landak.


"Tunggu, supaya kamu tak mati penasaran, baiklah akan kami katakan." ucap Siluman Babi hutan dan siluman Landak menatap siluman Babi hutan dengan kesal.


"Kami menginginkan mutiaramu, selain itu kami curiga kalau kau ada hubungannya dengan si pemburu siluman itu!" jelas Siluman babi hutan.


"Aku tak ada hubungannya dengan si pemburu siluman itu. Kalau kalian menginginkan mutiara silumanku, akan aku berikan setelah kalian menambah isi kantong mutiara siluman ku ini!" kata Oyen dengan menunjukan kantong mutiara silumannya.


Oyen pun mengambil dua mutiara siluman warna putih dan hitam. Kemudian dia menelannya.


"Kurang ajar...! itu berarti kau menginginkan kami mati? tak kan ku kabulkan permintaanmu itu. Matilah kau!" seru siluman babi hutan itu dengan beringas.


Siluman babi hutan itu kemudian dalam posisi siap menyerang Oyen dengan menyeruduk.


Oyen bergerak kesana kemari menghindari serudukkan siluman babi hutan itu.


"Hei, serang aku kucing sialan!" pinta siluman babi hutan itu pada oyen dengan terengah-engah.


"Kau yang meminta aku menyerangmu baiklah akan aku turuti dan aku anggap itu permintaan terakhirmu!" seru Oyen yang kemudian dirinya berubah menjadi Aaron.


Luna yang melihat perubahan wujud oyen menjadi Aaron, itu pun terkesima.


"Oyen..wujud manusiamu ternyata kau begitu tampan..!" kata dalam hati Luna yang memandang Aaron tanpa berkedip.


"Kucing..manusia..? A..apa kau kucing kutukan itu?" tanya siluman babi hutan dan siluman landak yang mundur beberapa langkah.


"Iya itu aku. Apa kau mengenalku?" tanya Aaron dengan tubuh berdiri dengan tegap.


"Kami mendengar dari omongan para siluman yang berkunjung di dunia manusia" jawab siluman Landak yang tetap dalam posisi bersiaga.

__ADS_1


"Ohh...aku seterkenal itu rupanya! he..he..!" kata Aaron dengan senyum mengembang.


"Apa pun dirimu, aku tidak takut! aku pun bisa merubah diriku menjadi manusia!" ucap siluman babi hutan itu yang kemudian berubah menjadi bentuk manusia, dengan telinga dan hidung masih seperti babi hutan.


Dan memiliki perut yang gendut itu dengan songongnya hendak melawan Aaron.


"Ayo..sini majulah!" seru Aaron dengan telapak tangan kanan yang memberi tanda agar siluman babi hutan itu untuk maju.


"Bedebah..! sombong sekali kau! apa kau sehebat omongan para siluman itu.!" seru siluman landak yang geram.


"Mereka yang bilang, jadi merekalah yang tahu kemampuanku. Hei,apa kau mau mundur?" goda Aaron sambil menaik-turunkan alisnya.


"Mundur..? kau yang harus mundur! Landak, biar aku yang menghadapi ya!" ucap siluman babi hutan itu dengan geram dan mulai menyerang Aaron dengan tangan kosong.


"Aaron pun meladeninya dengan pukulan dan tendangan tangan kosong pula.


"Hiaaat..!!"


"Bagh....!!"


"Bughh...!!"


"Bagh...!!"


"Bughh...!!"


"Huh..! Benar, kau lumayan juga kucing kutukan!" seru siluman babi hutan itu yang berhenti untuk mengumpulkan energinya kembali.


Luna yang melihat dari balik ranting pohon itu, begitu takjub akan gerakan Aaron yang melawan siluman babi hutan itu.


"Bagaimana? apa kau mau menyerah?" ucap Aaron yang menantang.


"Kucing sialaaaan..! terima ini!" seru Siluman babi hutan itu yang kemudian mengeluarkan senjata sekopnya.


"Bedebah...! jangan menertawai senjataku, senjataku ini yang akan menghabisimu!" seru siluman babi hutan itu dengan geram.


"Jangan banyak omong, hajar dia!" seru Siluman landak Yang ikut geram.


"Baiklah..! kau sudah mengeluarkan senjatamu, akan aku tunjukan juga senjataku!" ucap Aaron yang kemudian memposisikan tangannya seperti posisi memegang pedang.


"Pedang Cahaya..!!"


Seru Aaron dan muncullah pedang cahaya warna biru.


"Apa..si pemburu siluman!" seru Luna yang kemudian yang terkejut saat melihat pedang cahaya.


Demikian dengan kedua siluman itu, mereka saling pandang.


"Pemburu Siluman!" ucap mereka serentak.


"Majulah...! aku siap menghadapi kalian!" ucap Aaron dengan posisi siap melawan.


"Terimalah ini!" seru siluman babi hutan itu dengan mengayuhkan sekopnya ke arah Aaron.


Oyen yang berubah menjadi manusia itu menangkisnya dengan pedang Cahaya.


"Traaang....!!"


"Traaang...!!"

__ADS_1


"Traaaang..!!"


"Traaang...!!"


Kedua senjata itu saling beradu, dan mereka pun saling terpukul mundur bersamaan.


"Siluman ini tak bisa dianggap enteng...! aku harus mengatur strategi..!!" kata dalam hati Aaron .


Dan mereka berdua kembali beradu senjata.


"Traaang....!!"


"Traaang...!!"


"Traaaang..!!"


"Traaang...!!"


Tangan sebelah kiri Aaron menangkap sekop siluman babi hutan itu dan tangan sebelah kanannya yang memegang pedang cahaya berwarna biru itu kemudian menghujam ke perut siluman babi hutan itu.


"Aaaaghh....!!"


Kata terakhir siluman babi hutan yang akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir.


Aaron kemudian mencabut pedang cahaya, dan pedang cahaya itupun bisa membersihkan dirinya dari noda datang siluman babi hutan itu.


Muncullah mutiara siluman berwarna hitam dari perut yang berlubang karena tusukan pedang cahaya milik Aaron.


Aaron pun menangkap mutiara siluman babi hutan itu dan menaruhnya dalam kantong mutiara silumannya itu.


"Siluman landak! kini giliranmu!" seru Aaron yang kembali dengan posisi siap siaga.


"Kurang ajar .!!" umpat siluman landak yang kemudian menyerang Aaron dengan duri-duri di punggungnya yang melesat mengarah ke arah Aaron.


"Tiiiiing.....!!"


"Tiiiiing.....!!"


"Tiiiiing.....!!"


"Tiiiiing.....!!"


Aaron menangkis semua duri-duri landak itu dengan pedang cahaya.


Dan hampir saja beberapa duri-duri itu mengenai Luna.


Luna jatuh dari pohon buah apel itu namun dia masih bisa berpegangan menggunakan cakarnya dan dapat kembali duduk di atas dahan pohon Apel itu dengan sempurna.


"Hei siluman, hanya ini saja jurus kamu?" tanya Aaron dengan menggoda.


...~¥~...


*Kenapa kehaluanku tiba-tiba ke film yang soundtrack-nya lagu Rap ya..?


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2