Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Sheila yang dilamar Pangeran)


__ADS_3

Aaron masuk kedalam Pavilium Ratu Flower. Sedangkan Pangeran Leon dan Sheila masih duduk di kursi teras samping Pavilium.


"Sheila..!" panggil Pangeran Leon dengan tatapan berbinar karena sudah mengetahui perasaan Sheila yang sebenarnya, gadis yang selama ini dicintai oleh Pangeran Leon.


"Iya, saya pangeran Leon." jawab Sheila dengan menundukkan kepalanya.


"Kenapa kamu tak mengatakan yang sejujurnya saja sedari tadi?" tanya Pangeran Leon yang kemudian bangkit dari duduknya dan kemudian melangkahkan kakinya menghampiri Sheila


"Ma'afkan saya pangeran Leon, saya tak berani berharap lebih. Saya hanya gadis biasa saja pangeran" jawab Sheila yang terbata-bata.


"Kau ini ya!" ucap Pangeran Aaron yang kemudian duduk berlutut di depan Sheila yang sudah bangkit dan hendak berpindah tempat.


"Eh, apa yang sedang anda lakukan?" tanya Sheila yang sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Pangeran Leon.


"Maukah kamu menjadi istriku?" tanya Pangeran Leon yang sudah memegang tangan kanan Sheila.


"Ta-tapi a..aku...!" jawab Sheila yang terbata-bata dan belum sampai selesai, Pangeran Leon mencium punggung tangan kanan Sheila.


"Pangeran Leon!" panggil Ssheila yang tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Maukah kamu menjadi Istriku, aku akan menerima kamu dengan apa adanya. Bagiku kamu wanita sempurna, tak ada wanita lain selain kamu di hatiku!" ucap Pangeran Leon yang menegadah dengan tatapan kedua matanya ke arah Sheila.


Sheila tak bisa lagi membohongi dirinya dan juga tak bisa lagi mengelak dari kenyataan yang ada dihadapannya.


"Pangeran Leon, ma'afkan aku. hamba tak bermaksud membohongi anda Pangeran" ucap Sheilla yang kemudian ikut duduk berlutut dan saling berhadapan dengan Pangeran Leon.


Dan keduanya saling menatap intens, dengan perasaan mereka masing-masing.


"Katakan Sheilla, kamu mau kan jadi istriku?' tanya Pangeran Leon yang penuh harap.


"Iya pangeran Leon, saya mau menjadi istri pangeran Leon" u


jawab Sheila sembari menganggukkan kepalanya secara pelan-pelan.


"Terima kasih Sheila, terima kasih sayang!" seru Pangeran Leon yang kemudian memeluk Sheilla saat mereka dalam keadaan berlutut.


"Hubb...!"


Sheilla yang menerima pelukan dadakan dari Pangeran Leon dan kemudian dia menerima pelukan Pangeran Leon dengan hangatnya.

__ADS_1


"Nah akhirnya kalian bisa saling ungkapkan perasaan kalian!" seru seseorang yang keluar dari dalam pavilium yang melihat Pangeran Leon dan Sheilla yang saling berpelukan.


Seseorang itu yang tak lain adalah Aaron yang datang bersama dua orang dayang yang membawa makanan dan minuman hangat untuk mereka bertiga.


"Eh Aaron, kamu sudah lama disini?" tanya pangeran Leon yang melepaskan pelukannya pada Sheila dan kemudian dia bangkit dari duduk berlututnya dan membantu Sheilla bangkit dari duduk berlututnya dan keduanya berdiri bersejajar.


"Ayo kita makan, jarang-jarang kita makan bersama seperti ini!" seru Aaron dan kemudian mereka duduk kembali diatas kursi mereka sesuai posisi semula.


Mereka kemudian makan bersama dan saling bercerita yang ringan-ringan saja.


"Oiya Pangeran Leon sejak kapan pulang dari misi ke bumi?" tanya Sheila saat mereka telah selesai makan bersama.


"Sudah beberapa hari yang lalu. Aku kembali pulang bersama adikku Ekin dan Ayumi, teman kami dari misi yang berasal dari masa depan dan sudah menautkan hati pada adikku Ekin.":jelas Pangeran Leon.


"Dan karena itulah Pangeran Leon merasa terpojok karena belum punya jodoh sendiri! he..he..!" goda Aaron sembari terkekeh.


"Betulkah?" tanya Sheilla yang melirik ke arah pangeran Leon.


"Iya, aku kan tidak asal cari pendamping. Pendamping aku kan harus benar-benar mencintai aku dan juga aku mencintainya. Dan kita bisa bahagia secara bersamaan" jelas Pangeran Leon dengan mengulas senyumnya.


Aaron dan Sheila ikut mengulas senyum dan keduanya bersendau-gurau hingga tak terasa hujan telah berhenti.


"Hei, begitu ya setelah dapat cinta sejatinya, lupakan sahabatnya! he..he..!" gumam Aaron yang masih terdiam di tempat semula seraya menggelengkan kepalanya pelan.


Kemudian Aaron menyusul dengan mempercepat langkahnya.


Tak berapa lama Pangeran Leon, Sheila dan juga Aaron sudah sampai di depan Aula kerajaan.


Dan pada saat itu, kondisi kerajaan Langit aman aman-aman saja dan semuanya berkumpul untuk berdiskusi untuk pernikahan Ekin dan Ayumi serta pengangkatan Ekin dan Ayumi sebagai Raja dan Ratu di kerajaan petir.


"Mohon maaf ayahanda, kami menghadap" ucap Pangeran Leon yang memberi hormat pada waktu berada dihadapan yang mulia Arthur, Ratu Flower dan semuanya.


Dan diikuti oleh Sheila dan juga Aaron. Keduanya menunduk dan memberi hormat pada junjungan mereka Yang Mulia Arthur.


"Putraku Leon, apa yang hendak kami sampaikan?" tanya Yang mulia Arthur yang penasaran.


"Hamba telah menemukan tambatan hati hamba yang mulia, dia ada disamping hamba." ucap pangeran Leon dan membuat Yang mulia Arthur dan yang lainnya secara otomatis mengalihkan pandangan mereka kearah Sheila.


"Sheila?" ucap semua yang hadir.

__ADS_1


Sheila menundukkan kepala ada perasaan malu, ragu dan serta takut jika hubungan mereka di tentang oleh keluarga kerajaan.


Pangeran Leon menganggap erat tangan Sheila yang seolah mau menstranfer enegi untuk kekuatan pada gadis pujaannya itu.


"Jangan menunduk, buktikan pada semuanya kalau kamu layak jadi istri dan bahkan ratu untuk kerajaan langit!" bisik pangeran Leon yang secara otomatis seperti doktrin bagi Sheilla.


Gadis itu jauh lebih bersemangat lagi dan dia perlahan-lahan menegadahkan wajahnya dan melihat semua orang yang ada dihadapannya.


"Jadi yang jadi pilihan kamu Dewi hujan putraku?" tanya Ratu Flower yang kemudian melangkahkan kaki menghampiri putranya Leon dan juga Sheila.


"Iya bunda, Sheila yang hamba pilih menjadi pendamping hidup hamba." jawab Pangeran Leon.


"Dewi hujan, kemarilah!" seru Ratu Flower yang membuat Sheila menatap ke arah Pangeran Leon, seolah ingin tahu apa yang dikehendaki Ratu Flower.


Pangeran Leon pun menganggukkan kepalanya pelan dan secara reflek membuat Sheila perlahan melangkahkan kakinya menghampiri yang mulia Ratu Flower.


Tanpa disangka Sheila, Ratu Flower memeluk dirinya dengan erat.


Sheila yang semula takut kalau yang mulia akan marah dan bahkan tak merestui mereka, namun kenyataannya berbeda.


Ratu Flower begitu welcome padanya.


Sementara Aaron masuk ke barisan dan dia saat ini berbaur dengan Ayahnya Andy dan juga ibundanya, Rosa.


Tak berapa lama Yang Mulia Arthur menggelar pertemuan keluarga, membahas kedua putranya dan pewaris kerajaan langit dan Kerajaan Petir.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2