
Keduanya jatuh ke tanah, keluar darah segar di sudut bibir kanan Kiaro, sementara siluman kegelapan itu terus memegang dadanya yang sakit karena terkena serangan bola-bola cahaya itu.
"Kiaro..!" panggil Caterina pada saat melihat Kiaro yang terjatuh dan terluka.
"Aku tak apa-apa Caterina, jangan khawatir!" seru Kiaro yang bergegas bangkit dan dia melihat ayahnya Aaron dan si Kunti yang sudah tiba dan menghampirinya.
"Selesaikanlah dia! ayah yakin kamu bisa!" seru Aaron seraya menepuk pundak Kiaro dengan maksud menyemangati putranya.
"Baik ayah, Kiaro pasti bisa!" seru Kiaro yang bersemangat.
Kiaro kembali mengeluarkan jurus bola-bola cahayanya, dan siluman kegelapan itu telah kembali berdiri dan bersiap dengan jurusnya kembali
Siluman kegelapan itu dengan sisa-sisa kekuatannya menyerang Kiaro, dan kiaro telah siap akan serangan siluman kegelapan itu.
Kiaro mengeluarkan bola-bola cahaya yang besar dan kedua jurus itu bertabrakan dengan mengeluarkan suara dentuman yang dahsyat.
"Boummm......!'"
Dan keduanya kembali terpental, Kiaro kali ini mampu bertahan untuk tidak jatuh.
Tapi berbeda dengan siluman kegelapan, tubuhnya hati dan terbakar karena terkena jurus bola cahaya besar dari Kiaro.
"Aaaghh...!" suara erangan terakhir siluman kegelapan yang terbakar itu dan tak berapa lama keluarlah mutiara putih yang mengkilap keluar dari tubuh yang terbakar itu.
"Ambillah mutiara siluman itu Kiaro! kau akan membutuhkannya kelak!" seru Aaron pada putranya Kiaro.
"Iya ayah!" balas Kiaro yang segera melompat dan mengambil mutiara siluman warna putih itu.
Dan seketika siluman kegelapan itu berubah menjadi abu dan demikian pula abu para pengikut siluman kegelapan itu juga beterbangan tertiup angin malam.
Kiaro yang belum percaya dengan kemampuannya ini, masih berdiri terpaku karena sangat terkejut.
"Kiaro, kamu hebat putraku!" seru Aaron yang menepuk pundak Kiaro sebelah kanan seraya mengulas senyumnya.
"Kekasihku, kau luar biasa!" seru Caterina yang keluar dari pagar gaib yang dibuat kakek Bongol.
Caterina juga menepuk pundak sebelah kiri Kiaro dan mengulas senyumnya.
Dan Kiaro menengok sekaligus membalas senyum orang-orang yang dicintai dan mencintainya.
"Samantha, kemarilah aku ingin melihat bayiku" ucap Ricky yang menghampiri Samantha.
"Ini Ricky, dia cantik seperti ibunya" ucap Samantha yang memindahkan bayi yang tak lepas dari dekapannya ke gendongan Ricky.
__ADS_1
"Melina, lihatlah putri kita. Mau diberi nama apa?" tanya Ricky yang mencium kening putrinya.
"Terserah kalian saja, aku melihat putriku baik-baik saja aku sudah bahagia. Seperti nama panti asuhan ini, hi..hi..hi..!" ucap si Kunti yang membuat semuanya tertawa karenanya.
"Kok kalian, maksudnya apa Melina?" tanya Ricky yang penasaran.
"Aku mau Samantha menjadi ibu sambung putriku!" jawab Melani yang tak lagi terlihat seram .
"A..aku, jadi ibu sambung putrimu?" tanya Samantha yang sangat terkejut karenanya.
"Iya, kamu mau kan?" tanya Melina yang menatap sahabatnya Ricky.
Ricky dan Samantha saling pandang, dan mereka saling menganggukkan kepala mereka.
"Jadi kalian bersedia menikah?" tanya Si Kunti Melina itu dengan sumringah.
"Iya, aku bersedia menikah dengan Samantha demi putri kita, demi kamu dan demi persahabatan kita." ucap Ricky yang menatap Melina dengan tatapan yang sebetulnya tak rela.
"Ricky, aku tak apa-apa. Melina yang sebenarnya sudah tenang, dan Melina yang ini akan menghilang dan musnah" jelas Si Kunti Melina seraya mengulas senyumnya.
"Apa kita bisa bertemu kembali?" tanya Ricky yang berubah sedih.
Melani hanya mengulas senyumnya, dan Samantha menghampiri Melani.
"Melani sahabatku, Samantha minta ma'af bila tak bisa menolongku pada waktu itu. Tapi aku janji akan menjaga dan merawat putri kamu ini seperti putriku sendiri walaupun kelak jika aku punya anak sendiri dari Ricky. Putrimu ini tetap menjadi anak sulungku" ucap Samantha.
"Melina" jawab Ricky dan Samantha bersamaan.
"Hei kenapa pakai nama aku?" tanya Melina yang penasaran.
"Karena kami bisa selalu mengenang kamu dalam keseharian kami". jawab Samantha sembari mengulas senyumnya.
"Terima kasih, dan trima kasih untuk kalian semuanya yang telah membantu kami" ucap Si Kunti merah Melina itu seraya memandang orang-orang yang membantunya satu persatu.
"Ini sudah menjadi tugas kami Melina, dan kamu musnahlah sempurna." ucap Aaron yang mewakili Kiaro dan Caterina.
"Selamat tinggal semuanya, selamat tinggal putriku yang cantik Melina" ucap si Kunti Melina yang tak berapa lama kemudian dia menghilang dari pandangan mereka.
"Syukurlah semua sudah selesai, dan kami mau undur diri. Karena kami masih ada tugas yang lainnya" ucap Aaron yang kemudian bersalaman dengan David, Ricky dan Samantha serta kakek Bongol.
"Apa kalian tidak istirahat dulu?" tanya Ricky pada orang-orang yang telah membantunya itu.
"Terima kasih, kalian jangan lupa undangannya ya! oiya, kalian besok juga akan kami undang di pernikahan kami." ucap Kiaro sembari menjabat tangan Ricky dan yang lainnya satu persatu.
__ADS_1
Demikian pula dengan Caterina yangbikut pula menjabat tangan sebagai tanda perpisahan itu.
"Hei kapan kalian akan menikahinya?" tanya Ricky yang penasaran.
"Ah tunggu saja tanggal mainnya!' jawab Kiaro yang mengulas senyumnya dan melangkahkan kaki menuju ke samping mobil mereka, dimana Aaron sudah duduk di kursi kemudi dan Caterina sudah masuk di kursi belakang dan disusul Kiaro yang duduk di sebelahnya.
"Hei kalian, ada tugas buat kalian!' seru Aaron yang menengok dari kaca jendela mobinya.
"Tugas!' seru David dan Ricky yang bersama'an.
" Iya, kremasi dan menguburkan jasad Melani dengan layak!" jawab Aaron seraya melajukan mobilnya perlahan-lahan seraya mengulas senyumnya.
"Ha..ha..ah ..iya, aku hampir lupa!" seru Ricky yang merasa diingatkan.
Caterina dan Kiaro melampaikan tangan mereka dan dibalas oleh Ricky, Samantha, Davidvdan juga kakek Bongol.
Setelah mobil Aaron menghilang dari pandangan, mereka segera masuk ke panti asuhan Bahagia.
Dan keesokan harinya dilaksanakan upacara penguburan jenazah Melani secara layak dan sesuai adat istiadat mereka.
Sementara itu mobil Aaron melaju di gelapnya malam menyusuri jalan raya dengan kecepatan sedang.
"Kiaro, kamu istirahatlah, nanti setelah sampai di perbatasan, gantia kamu yang mengemudi" ucap Aaron dengan tetap memandang ke arah depan.
"Baik ayah!" jawab Kiaro yang kemudian memejamkan kedua matanya.
Sedangkan Caterina sudah memejamkan kedua matanya sejak keluar dari perkampungan di panti asuhan Bahagia itu.
...****...
Kembali ke cerita dimana Kirana yang ditinggal sendirian menjaga ruko yang menjadi kantor usaha Stealth Hunter Kiaro.
"Hmm... sepi juga kalau tanpa mereka" gumam dalam hati Kirana.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...