Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Masih Cerita Sheila lll)


__ADS_3

Aaron melangkahkan kakinya melesat menuju ke pedesaan dan berhenti di sebuah klinik.


Yang tak lain adalah klinik keluarga Huxley.


Antrian begitu panjang, yang tak kalah panjangnya antrian di rumah makan dimana tadi Aaron dan Sheila membeli makanan dan bertemu bibi Buena.


"Keluarga Huxley adalah suami isteri yang sedang usaha? dan kata bibi Buena, suaminya mengetahui kalau laba-laba black widow hilang di tembok rumah mereka!" kata Aaron dalam hati.


"Itu artinya, aku harus mencari tahu dimana laba-laba itu terlebih dahulu." ucap dalam hati Aaron lagi.


Aaron kemudian mencari letak sumur para warga, seperti yang di ceritakan bibi Buena.


Pada awalnya tak ada yang mencurigakan. Namun ketika menemukan sumur yang ketiga, Aaron menemukan sosok laba-laba black widow yang seperti di gambarkan Bibi Buena.


"Rupanya laba-laba black widow itu memberikan racunnya pada sumur warga. Tapi tidak pada sumur keluarga Huxley. Pantas saja, warga banyak yang sakit dan berobat pada Huxley!" gumam Aaron yang berpikir untuk menghadapi siluman laba-laba Black Widow itu.


Aaron kemudian keluar dari persembunyiannya dan berseru pada siluman laba-laba Black Widow itu.


"Hentikan perbuatanmu siluman laba-laba!!"


Mendengar ada suara yang menyinggung dirinya, siluman laba-laba itu menoleh dan kemudian memposisikan dirinya berhadapan dengan Aaron.


"Mau mencegahku! apa kamu bosan hidup ha...!" gertak siluman laba-laba Black Widow itu.


"Ha..ha..kau yang akan aku buat tak bernyawa lagi!" seru Aaron yang kemudian bersiap dengan pedang cahaya-nya.


"Pedang Cahaya....!!"


Aaron telah memanggil pedang cahaya birunya.


"A..apa pedang cahaya? ka..kau dari istana Langit?" tanya Siluman laba-laba Black Widow itu.


"Iya, aku Panglima Langit!" jawab Aaron dengan tegas.


"Bohong..! panglima langit itu menggunakan pedang Awan! sedangkan kau pedang cahaya! seru Siluman laba-laba itu yang tak percaya.


"Terserah percaya atau tidak! yang jelas kejahatanmu harus berakhir sampai di sini!" seru Aaron yang siap menyerang.


Siluman laba-laba itu berubah menjadi wanita cantik berpakaian serba hitam dan siap menyerang Aaron dengan jaring laba-laba yang keluar dari tangannya.


Aaron berkali-kali menghindarinya dari melompat hingga berguling.


"Aaghh...! nampaknya aku harus menyimpan pedangku lebih dulu." ucap Aaron yang kemudian menyimpan pedang cahayanya.


"Ha..ha..! apa kau menyerah, panglima Langit gadungan?" celetuk siluman laba-laba itu.


"Kau yang seharusnya menyerah!" seru Aaron yang sudah bersiap dengan bola-bola cahayanya.


"Apa yang akan kau lakukan?!" tanya siluman laba-laba itu sedikit mundur beberapa langkah.


"Membakarmu.!" seru Aaron dengan penuh percaya diri yang kemudian dengan melempar bola-bola cahaya warna biru itu ke arah wanita berpakaian hitam itu.


"Boummm....!!"


"Boummm....!!"


"Boummm....!!"

__ADS_1


"Boummm....!!"


Wanita jelmaan siluman laba-laba black Widow itu, menangkis serangan bola-bola cahaya Aaron dengan jaring laba-labanya.


Jaring-jaring itu terbakar menjadi debu.


"Kurang ajar..!!" umpat siluman laba-laba itu dengan kesalnya.


Kemudian kedua matanya memerah dan memancarkan sinar seperti laser yang mengarah ke tubuh Aaron.


"Hop hiaaat...!"


Dengan cepat Aaron melompat, dan juga bersalto untuk menghindari serangan-serangan sinar merah di mata siluman laba-laba black Widow itu.


"Aku harus menyudahi pertempuran ini!" seru Aaron yang kemudian merapalkan mantera dan keluarlah bola cahaya warna biru yang lebih besar dari yang pertama.


"Hoopp hiaaaa...!!!"


Aaron kemudian mendorong bola cahaya biru itu ke arah wanita jelmaan siluman laba-laba black widow itu.


Siluman laba-laba itu mencoba menahan bola cahaya biru itu dengan jaring laba-labanya dan sinar merah di matanya.


"Csss....!!"


Jurus pertahanan siluman laba-laba itu tak dapat menahan serangan bola cahaya biru milik Aaron.


Akibatnya, wanita jelmaan siluman laba-laba Black Widow itu terhempas ke tanah.


"Ooghh....!!"


Wanita itu kemudian berubah kembali menjadi laba-laba black widow.


Kembali Aaron melawan siluman laba-laba itu dengan bola-bola cahayanya.


Siluman itu mampu menghindari serangan-serangan dari Aaron.


Aaron kemudian mengeluarkan kembali pedang cahayanya.


Alangkah terkejutnya Aaron , saat menyadari kaki siluman laba-laba yang ada sengat racunnya berada di atas kepalanya.


Kekasih Kirana itu segera mundur, kemudian berbalik menyerang dengan menyabetkan pedang cahaya ke kaki belakang sebelah kiri siluman laba-laba itu.


"Kresss...!!"


"Aaaghh...!!"


Darah hijau keluar dari kaki siluman laba-laba itu.


Siluman laba-laba itu sebakin garang melawan Aaron.


Kaki yang ada sengat racunnya itu selalu diarahkan ke kepala Aaron.


"Traang...!!"


"Traang..!!"


Aaron menangkis kaki yang ada sengat racunnya itu dengan pedang cahayanya.

__ADS_1


Dan di saat ada kesempatan, Aaron memotong kaki yang ada sengat racunnya itu yang sebelah kanan.


"Sreet..!"


Dan beberapa detik kemudian, Aaron memotong kaki yang ada sengatnya yang sebelah kiri.


"Sreet...!"


Keluarlah darah hijau secara bersaman.


"Aaarghh...!" siluman laba-laba itu mengerang kesakitan.


Aaron kemudian mengeluarkan bola-bola cahayanya dan menghantam tubuh siluman laba-laba itu dan muncullah api unggun dari tubuh siluman laba-laba black widow itu.


'Aagh..!!" siluman itu kembali mengerang kesakitan, dan kali ini yang terakhir kalinya.


Muncullah mutiara siluman berwarna putih yang keluar dari api unggun tubuh siluman laba-laba itu.


Aaron segera mengambilnya dan kemudian memasukkannya dalam kantong mutiara silumannya.


Setelah apinya padam, Aaron melangkahkan kakinya ke pinggir desa untuk mencari pagar kaca seperti yang di ceritakan oleh bibi Buena.


Aaron berjalan menjauh dari desa, dan terus menjauh. Dan kemudian dia kembali lagi ke desa Tse.


"Hmm...! berarti pagar itu buatan siluman laba-laba black widow." gumam Aaron dalam hati.


Kemudian Aaron melangkahkan kaki kembali ke gubuk dimana bibi Buena tinggal.


"Tokk...tokk...tokk...!!"


Aaron mengetuk pintu gubuk itu, dan pintunya di buka oleh Sheila.


"Aaron..! apa kamu sudah selesai membunuh siluman laba-laba itu?" tanya Sheila yang penasaran.


"Sudah, dan ini mutiara silumannya ada di kantong mutiara siluman ku." kata Aston seraya menunjukkan kantong yang berisi mutiara siluman itu.


"Tuh kan bi! apa yang Sheila bilang benar kan? Aaron bisa mengatasinya!" seru Sheila dengan mengulas senyum.


"Betulkah itu nak Aaron?" tanya bibi Buena itu dengan terharu.


"Benar bibi, bibi Buena jangan khawatir" kata Aaron sembari mengulas senyumnya.


" Oiya Sheila, kini giliran kamu!" seru Aaron pada Sheila.


Sheila tak mengerti apa yang di maksud Aaron.


"Giliranku? giliranku apa Aaron?" tanya Sheila dengan penuh tanda tanya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2