
Aaron kemudian mencari tahu keberadaan Sheila, si Dewi Hujan.
Kemudian Aaron melesat menuju ke pavilium Sheila yang berada di samping taman milik Ratu Flower.
"Sheila..!" panggil Aaron pada saat melihat Sheila yang sedang memandang langit malam.
"Eh, Aaron, ada apa?" balas Sheila yang sedang melihat ke arah bintang yang sedang memancarkan cahayanya.
"Apa kamu bisa bantu aku?" tanya Aaron yang sedikit penasaran dengan apa dilakukan Sheila.
"Bantu apa?" tanya Sheila yang penasaran.
"Membuat rintangan untuk kompetisi beladiri yang aku selenggarakan" jawab Aaron seraya menatap Sheila.
"Maksudnya?" tanya Sheila yang belum paham.
"Buatlah hujan pada saat mereka bertanding." jelas Aaron dan Sheila mengerti apa yang di maksud Aaron.
"Baiklah, aku mau membantumu!" ucap Sheila.
"Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Aaron dengan hati-hati.
"Aku hanya memikirkan tentang kebersamaan kita dulu. Kamu, aku, Pangeran Leon dan juga Ekin. Dan lagi Ton juga Leonisa. Kita bermain bersama di bawah sinar bulan dan Bintang." jelas Sheila yang menitikkan air matanya.
"Siapa yang kamu rindukan sebenarnya?" tanya Aaron yang penasaran.
"Tidak ada" jawab Sheila seraya menyeka air matanya.
"Ohw, ya sudah saya minta maaf karena ini adalah privasi kamu" ucap Aaron yang menghela nafas panjang.
"Aku tak mau seperti si cebol merindukan bulan, Aku sadar aku cuma anak Dewa yang di pungut!" ucap Sheila yang sedikit di mengerti oleh Aaron.
"Apakah Ekin?" tebak Aaron dan Sheila menggelengkan kepalanya pelan.
"Lantas, ah jangan-jangan Leon?" tebak Aaron yang membuat Sheila melihat ke samping kiri dan kanan serta sekitarnya.
Setelah dirasakan tidak ada siapa pun yang akan mendengar pembicaraan mereka, Sheila pun menganggukan kepalanya.
"Bila itu yang kamu rasakan, nanti jika Ekin dan Leon kembali ke kerajaan langit, pasti aku akan membantu menyatukan kalian!" ucap Aaron yang yakin.
"Terima kasi ya Aaron. Tapi janji jangan beritahukan pada siapapun ya, tentang hal ini!" pinta Sheila dengan memohon.
"Pasti Sheila, kamu juga ya, jangan lupa besok bantu aku!" ucap Aaron dan Sheila menunjukkan jari jempolnya.
"Beres!" seru Sheila.
"Kalau begitu, aku permisi mau kembali ke tempatku!" ucap Aaron dan Sheila menganggukkan kepalanya.
Aaron melesat meninggalkan pavilium yang di tinggali Sheila, menuju ke tempat dimana dia tinggal di Istana untuk sementara waktu.
🗓️Flashback off.
"Aku harus tahu isi hati Leon terlebih dulu" kata dalam hati Aaron.
Kemudian Aaron menghampiri Leon yang sedang bermain dengan Archie dan juga Kity.
"Pangeran Leon!" panggil Aaron dan mendengar namanya dipanggil seseorang, Leon menghentikan aksinya.
__ADS_1
"Hai Aaron, ada apa?" tanya Leon yang kemudian menghampiri Aaron.
"Kita jalan yuk! sudah lama kita tidak jalan-jalan bersama."ajak Aaron.
"Boleh, ayo kita berkeliling di sekitar Istana!" Leon yang menanggapi dan mereka meminta ijin kepada Raja Arthur dan lainnya.
"Yang mulia Arthur, mohon ma'af, kami mohon ijin untuk berjalan-jalan di sekitar Istana" ucap Aaron saat menghadap yang mulia Arthur.
"Baiklah, kalian kan lama tidak melakukannya" kata Raja Arthur.
Kemudian Aaron dan Leon undur diri dan melangkahkan kaki mereka untuk mengelilingi istana langit.
"Bagaimana kalau kita saling main lempar bola seperti waktu kita lakukan saat bersama Leonisa waktu dulu?" ajak Leon saat langkah mereka beriringan.
"Boleh juga, ayo!" ucap Aaron dan mereka melangkahkan kaki ke halaman samping istana yang terdapat lapangan kecil dimana dulu mereka sering berkumpul berolahraga dan berlatih bersama.
Disaat keduanya sedang asyik bermain bola, Ekin dan Ayumi datang untuk melihat mereka bermain.
"Hei, ikutan boleh?" tanya Ekin yang masuk ke lapangan dan meninggalkan Ayumi ssendirian di tepi lapangan dan melihat aksi tiga pemuda tampan dan energik itu.
Dua jam lebih mereka saling berebut bola, dan ketiganya sama-sama kelelahan.
Ayumi memberi mereka air minum dan kemudian menghampiri Ekin.
Gadis itu mengusap keringat Ekin dengan handuk kecil yang dia bawa.
Hal itu disaksikan oleh Aaron dan Leon.
"Sial, ngapain sih mereka bermesraan di hadapan kita?" tanya Leon yang merasa risih.
"ini kesempatanku untuk mengorek isi hati Leon" gumam dalam hati Aaron.
Kedua pemuda itubsedang merenggangkan kedua kaki di atas rumput menghijau dengan kedua tangan mereka sebagai tumpuan badan mereka.
"Kepingin sih!" jawab Leon seraya menghela nafasnya panjang.
"Terus kenapa kamu tidak mencoba punya kekasih atau sekedar teman sama gadis?' tanya Aaron uang berusaha memancing isi hati sahabatnya itu.
"Aku takut, takut kalau dia menolakku!" ucap Leon yang sesekali melihat ke arah Aaron.
"Ah, kamu menyerah sebelum perang itu namanya!" seru Aaron sedikit kesal dengan sikap sahabatnya itu.
"Karena yang aku tahu dia menyukai orang lain" balas Leon menatap Aaron dengan mengernyitkan kedua alisnya.
"Memangnya siapa gadis itu, sampai kamu tak berani mendekatinya? Seharusnya kan kamu berani ungapkan perasaan kamu, secara kamu itu pangeran kerajaan langit!" tanya Aaron yang penasaran.
"Yang aku tahu dia menyukaimu Aaron " jawab Leon sembari mengulas senyum kecut.
"Menyukaiku? jangan-jangan kamu menyukai istriku?" tanya Aaron dengan semakin penasaran.
"Memangnya kamu menikah dengan siapa?" tanya Leon sedikit menggoda.
"Pacarku, Kirana!" jawab Aaron pasti.
"Syukurlah, berarti dia bukan jodoh kamu!" gumam Leon yang masih bisa di dengarkan oleh Aaron.
"Katakan saja, siapa yang kamu taksir Pangeran Leon. Siapa tahu sahabatmu ini bisa membantu kamu!" ucap Aaron yang ingin Leon berterus terang.
__ADS_1
"Janji mau bantu aku?" tanya Leon yang tak ingin bertele-tele lagi
"Iya, janji. Memangnya siapa gadis yang beruntung kamu cintai itu?" tanya Aaron yang berhasil membuat hati Leon terbuka.
"Teman sepermainan kita, teman perempuan kita selain Leonisa!" jawab Leon pelan namun terdengar jelas oleh Aaron.
"Sheila, si Dewi hujan?" tanya Aaron memastikan pendengarannya.
"Iya, Sheila adalah gadis yang aku sukai" ucap Leon yang setelah menunduk dia melihat kearah Aaron.
Aaron yang mendengar jawaban dari Leon serasa tak percaya.
"Jadi mereka sebenarnya saling menyukai, tapi mereka tak berani mengungkapkannya!' batin Aaron yang kemudian dia berpikir dengan keras.
Setelah berpikir panjang, Aaron kemudian bertelepati pada Ibunya, Rosa.
^^^☁️"Ibu..Ibunda"^^^
☁️"Ada apa putraku?"
^^^☁️"Apa Ibunda bisa bantu Aaron?"^^^
☁️"Bantu apa?"
^^^☁️"Ibu bisa kasih tahu, Sheila ada dimana sekarang?"^^^
☁️"Aaron, kamu jangan main-main ya! istri kamu sedang mengandung!'
^^^☁️"Apa si Bu? aku tak mungkin menduakan Kirana!"^^^
☁️"Lantas kenapa mencari Sheila?"
^^^☁️"Karena Leon Bu"^^^
☁️"Ohw, jadi bukan kamu ya? he..he.., ma'af ibu asal nuduh tadi!'
^^^☁️"Iya tidak apa-apa Bu, sekarang Sheila ada dimana?"^^^
☁️"Dia ada ditaman bunga di pavilium Ratu Flower"
^^^☁️"Terima kasih Bu, aku akan kesana bersama Leon sekarang juga!'^^^
☁️"Semoga sukses ya nak!'
^^^☁️"Amin"^^^
Dan Aaron mengakhiri telepatinya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasihh...
...BERSAMBUNG...