
Mobil yang terdiri dari empat laki-laki dan satu orang gadis itu melaju ke kota menuju kota.
Tak berapa lama, mobil itu mengarah ke sebuah area ruko.
"Apa kamu tinggal di sini..?" tanya Andy yang heran karena tempat yang di tinggali calon menantunya begitu sempit dan pengap, saat mereka berhenti di depan ruko.
"Iya, gimana lagi..!" jawab Kirana.
"Hanya inilah harta yang terakhir saya punya" kata Nikholas.
"Oh, maaf." kata Andy.
Kemudian mereka masuk ke dalam ruko. Karena Kirana membawa kunci dobelnya, jadi mereka bisa masuk dengan leluasa.
"Jimmy...Jimmy...!!" panggil Kirana yang memanggil adiknya di lantai atas.
"Biarkan aku yang membangunkannya, buatkan kami minuman atau sarapan buat Jimmy."kata Aaron yang memang mereka tadi sudah sarapan dari villa tadi.
"Ok, jangan bikin keributan ya..!" pesan Kirana.
"Ya..!' jawab Aaron yang bergegas naik ke lantai atas.
Nikholas, Andy, dan Tony duduk di kursi meja makan, sedangkan Kirana membuat minuman dan nasi goreng untuk Jimmy.
"Kenapa tadi, kok bilang jangan ada keributan..!?" tanya Nikholas yang penasaran.
"Pa..! Aaron dan Jimmy itu seperti kucing dan tikus, Tom dan Jerry gitulah..!!" jawab Kirana sambil tersenyum mengingat tingkah adik dan pacarnya itu.
"Aaron seperti itu..?" tanya Andy yang lebih penasaran karena bukan tabiat anaknya menggoda atau di goda. Karena Aaron tipikal serius dalam bertindak dalam kesehariannya.
"Jika bersama kami kalau bercanda ya bercanda biasa..!" kata Tony menimpali karena dia, Leon dan Ekin selalu bersama
"Kita lihat saja, sebentar lagi pasti akan ada kegaduhan..!" kata Kirana yang sudah bisa menebak antara Aaron dan Jimmy.
Sementara itu, Aaron yang melihat Jimmy masih berselimut di atas Sofa, timbul jahilnya.
Aaron masuk ke kamar mandi, kemudian dia mengeong membuat suara Oyen.
"Meooow....! Meoooww..!!"
Jimmy tidak membuka matanya, tapi karena telinganya seperti mendengar sesuatu, dia bergerang guna memastikan pendengarannya.
"Meoww...! meoww..!"
Aaron bersuara lagi. Kini Jimmy yakin bukan mimpi. Dia mendengar seekor kucing mengeong.
"Oyeeen..! Oyeeen dimana kamu..!!" panggil Jimmy yang kemudian dia bangkit dari tidurnya.
Dan dia melihat kesekelilingnya, nampaknya dia serius mencari Oyen kesana-kemari.
"Meoww..! Meooww..!!"
Aaron kembali bersuara.
"Oyen, apa kamu terkunci di dalam kamar mandi..?" tanya Jimmy saat mendengar suara kucing dari dalam kamar mandi.
"Oyen kau..kau terkunci dalam kamar mandi..!!" seru Jimmy yang bersiap mendobrak pintu kamar mandi.
Aaron mengetahui hal itu, dia ingat pesan Kirana. Jadi Aaron tak mau Kirana mendengar Jimmy mendobrak pintu kamar mandi.
__ADS_1
Maka dari itu, dia kemudian membuka pintu kamar mandi.
Sedangkan Jimmy sudah dalam posisi hendak mendobrak, tiba-tiba..
"Brukk...!!"
"Auw...!!"
"Eh maaf sakit ya, Oyennya nggak ada. Adanya Aaron tuh..!!" seru Aaron sambil membantu Jimmy berdiri.
"Apaan kau..!! dasar calon kakak ipar sialan...!!" umpat Jimmy kesal dan marah.
"Hei..! aku kan dah minta maaf dan menolongmu..! apa masih kurang..?" tanya Aaron yang bingung karena sudah merasa dirinya benar.
"Kurang..! rasakan pukulanku..!" seru Jimmy yang bersiap memukul Aaron.
Aaron menghindar dari pukulan Jimmy, sebetulnya dia bisa saja memukul Jimmy. Namun dia tak mau adik iparnya terluka, hal itu pasti akan membuat Kirana sedih dan juga memarahinya.
Dia terus menghindar dan akhirnya dia turun melalui tangga yang kedengaran dari dapur dan ruang makan.
"Lihat pa..! benar kan yang Kirana bilang..! mereka bak Tom dan Jerry..!" kata Kirana yang melihat Aaron di kejar Jimmy saat selesai menyiapkan minuman buat papa, calon mertua dan sahabat kekasihnya itu.
"Ini namanya Tom di kejar Jerry..!" ucap Tony yang sudah tahu kalau Aaron itu Oyen.
"Eh iya ya...!ha..ha..!!" kata Kirana saat Aaron bersembunyi di balik punggungnya.
"Kakak..! pacar kakak itu usil sekali..!! dasar kucing jadi-jadian..!" umpat Jimmy kesal.
"Apa kau bilang..!!" Aaron tak terima.
"Hei sudah, jangan di hiraukan dia..ya..!" kata Kirana menegahi dengan telapak tangannya memegang pipi kiri Aaron, hal itu membuat Aaron meleleh karena dia menyukainya.Dan Aaron tak jadi marah sama Jimmy.
"Ah, kakak..! hari ini kan sedang libur sekolah, karena hari minggu. Malas ah..!!" jawab Jimmy dengan muka masamnya.
"Ada yang ingin bertemu denganmu..!!" kata Kirana.
"Siapa..?" tanya Jimmy yang kemudian menoleh ke arah belakang Kirana, dan di lihatnya wajah yang dia kenal.
"Jimmy..!!" panggil Nikholas yang menghampiri Jimmy,
"Seperti suara papa..?" tanya Jimmy yang kemudian mencari sumber suara.
"Memang suara papamu..!" timpal Aaron. Dan Jimmy segera mengingat wajah yang ada di samping Kirana dan segera memeluknya.
"Papa...!!"
"Jimmy...!!"
Pertemuan yang sangat mengharukan terjadi. Seorang anak yang terpisah dengan ayahnya dengan waktu cukup lama.
Rasa rindu pun tercurah, dan tanpa sadar tangis pun pecah.
"Jimmy rindu papa..!" kata Jimmy dengan Isak tangis dan demikian juga Nikholas.
"Papa juga rindu Jimmy...!!" dan Nikholas mencium kening putra kesayangannya itu.
"Sudah belum yang kangen-kangenannya..?" tanya Kirana yang sudah menyediakan sepiring nasi goreng untuk Jimmy.
"Belum kak..!" jawab Jimmy yang masih memeluk Nikholas. Namun ketika mencium aroma nasi goreng buatan Kirana, mendadak dia mendekati sepiring nasi goreng itu.
__ADS_1
"Hei jangan makan dulu, sapa dulu papanya Aaron dan sahabatnya Aaron..!" kata Kirana pada Jimmy.
"Hallo kak saya Jimmy..!" kata Jimmy sambil mengulurkan tangannya pada Andy.
"Panggil om..! Beliau calon mertuaku Jim..!" kata Kirana pada Jimmy dan Jimmy terkejut, karena dia pikir kalau papanya Aaron itu seumuran dengan papanya.
"Ha..ha..! aku maklum kalau kamu terkejut, Aaron sendiri juga terkejut..!" kata Andy sambil tertawa .
"Kok bisa..?" tanya Jimmy penasaran.
"Panjang ceritanya, sekarang kenalkan ini temanku, teman belajar dan bemainku..!" ucap Aaron yang memperkenalkan Tony.
"Saya Tony...!" kata Tony memperkenalkan dirinya.
"Saya Jimmy..!" dan mereka saling menjabat tangan.
"Sahabat calon kakak ipar lebih kalem , kayaknya lebih pantas sama kak Kirana..!" gumam Jimmy yang di dengar Aaron.
"Apa kau bilang..!!??" teriak Aaron yang membuat Jimmy dan yang lainnya terkejut.
"Jimmy jangan suka membangunkan macan eh kucing yang sedang tidur ya..! sekarang cepat makan dan habis itu mandi.Kita jenguk mama habis ini..!!" kata Kirana menengahi.
"Ma..maksudnya pu..pulang ke rumah..?" tanya Jimmy sambil melambaikan tangannya pertanda tidak mau.
"Kamu kenapa Jim..?" tanya Nikholas khawatir.
"Jimmy pernah dengar suara singa di kamar mama..!!" tanya Jimmy yang ketakutan.
"Singa..?" Nikholas pun heran.
"Sudahlah papa Nikholas, nanti kita jelaskan perlahan-lahan di mobil. Karena Jimmy nanti semakin ketakutan dan tak jadi berangkat kitanya nanti karena mengurusi si tukang usil ini..!" ucap Aaron yang membuat Jimmy membelalakan matanya.
Dan Aaron pun tersenyum.
"Pa, Kirana ke atas dulu ya mau mandi dan ganti pakaian dulu..!" kata Kirana pada Nikholas.
"Aku ikut ya..!!" kata Aaron dengan nada bercanda.
"Aaron..!" seru Kirana dengan membelalakan kedua netranya.
"Iya..iya..maaf..!!" balas Aaron sambil tersenyum dan semuanya tertawa karena tingkah keduanya.
...~¥~...
*Pertemuan pertama, Nikholas dengan Jimmy.
Bonus bagi yang kangen visual Oyen..😻😻😻✌🏽
Jangan lupa pakai masker ya..🤭🤭
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1
...Bersambung...