Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Tragedi di Pernikahan Tony dan Maggie


__ADS_3

Teivel pun meninggalkan Ginna sendirian yang sedang mengobati luka-lukanya.


Dia kembali ke kerajaan petir, guna memulihkan kekuatan dan juga meminta bantuan dari raja Black shadow.


Sementara itu di kios bunga Rose sedang di sibukkan dengan persiapan pernikahan Tony dan Maggie.


"Jadi kamu benar setelah menikah kalian mau pindah ke villa pesisir?" tanya Kirana yang tak percaya akan berpisah dengan sahabatnya Maggie.


"Iya, tak mungkin kan aku tidur bersama kalian lagi? aku dan Tony akan memulai hidup baru" jelas Maggie.


"Iya sih, aku kalau menikah sama Aaron nantinya juga begitu" kata Kirana.


"Kami dapat hadiah dari calon mertua kamu sebuah villanya di pesisir. Kalau pun kembali ke kerajaan langit, aku tak punya keluarga lagi di sana. Kecuali di kerajaan petir." ucap Tony


"Kalian akan usaha apa nanti di sana?" tanya Kirana yang khawatir.


"Disana kami akan mengurus villa-villa tuan Andy yang terbelengkalai dan Maggie akan membantuku." ucap Tony seraya memandang Maggie.


"Ok, aku akan selalu merindukan kalian nantinya!" ucap Kirana seraya merangkai beberapa buket bunga pesanan.


"Pernikahan kalian besok akan diadakan di kediaman Nikholas. Kita tak usah undang banyak tamu, cukup tetanggak dan keluarga kita." kata Andy yang baru saja datang dari tanah lapang bersama Bocan.


"Yang jelas aku juga akan kehilangan karyawatiku yang paling ulet." ucap Bocan.


"Ah Bocan bisa saja!" balas Maggie seraya tersenyum.


"Hm..aku bukan karyawati yang ulet ya Bocan?" tanya Kirana yang mengulas senyumnya.


"Kamu bukan karyawati, tapi calon menantuku!" ucap Bocan yang juga mengulas senyumnya.


...****...


Beberapa hari kemudian, tibalah hari yang dinantikan.


Dimana Tony dan Maggie mengikat janji untuk membina rumah tangga dan saling menyayangi sehidup dan semati.


Acara di gelar sederhana untuk kalangan terbatas , namun tak mengurangi nilai sakral dan rasa bahagia.


Semua itu terjadi sebelum kedatangan Ginna.


Ginna yang telah sembuh dari luka-lukanya, kembali ke kios bunga rose untuk menuntut balas.


Walaupun tanpa bantuan Teivel, karena tekatnya sudah bulat untuk menghabisi orang yang membunuh kedua orang tuanya.


"Apa-apaan ini, kios ini kosong. Kemana mereka!" gerutu Ginna yang merasa ketinggalan informasi.


Tak berapa lama ada sepeda motor yang menepi, turunlah Kelly dari sepeda motor yang di kemudikan oleh Jimmy.


"Kenapa sih buket pengantin yang sangat penting bisa ketinggalan!?" keluh Kelly.

__ADS_1


"Sudahlah cepat ambil saja sana, keburu selesai acaranya!" seru Jimmy yang masih berada diatas sepeda motor sportnya.


Kelly kemudian masuk ke dalam kios dengan langkah tergesa-gesa.


"Bukankah itu salah satu dari yang menjual bunga di sini? pasti ada hubungannya dengan Kirana dan yang lainnya.!' gumam Ginna dalam hati.


Ginna mengubah dirinya menjadi asap dan beberapa menit kemudian Kelly keluar dengan membawa buket bunganya.


Kelly naik di belakang Jimmy dan jimmyi menyalakan sepeda motornya dan melaju ke arah kediaman keluarga Nikholas.


Tanpa mereka sadari asap perubahan wujud dari Ginna mengikuti sepasang kekasih itu.


Sepeda motor itu melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya.


Karena Jimmy memanglah seorang pembalap handal, jadi adik Kirana itu bisa menguasai medan jalan raya.


Dalam hitungan menit, mereka telah sampai di rumah kediaman keluarga Nikholas.


Jimmy dan Kelly setelah turun dari sepeda motor, mereka setengah berlari menuju ke acara pernikahan.


"Sedangkan asap hitam itu melesat menuju ke belakang acara pernikahan.


"Oh, rupanya acara pernikahan. Baiklah kalian berpesta, aku juga akan berpesta! he..he..!" gumam dalam hati Ginna yang tersenyum sinis.


Putri Siluman ular kobra itu berubah menjadi pelayan Catering yang mengurusi konsumsi pernikahan Tony dan Maggie.


Diam-diam dia memberi racun di setiap masakan yang akan di hidangkan.


Nampak Aaron bersama Kirana, Jimmy bersama Kelly, Bocan bersama Andi dan Nikholas bersama Dona.


Ekin yang sendirian merasa kesepian, dan dia duduk di bangku yang paling sudut.


"Ah, andai Luna masih hidup, pastinya aku saat ini sudah menikah dengannya!" gumam dalam hati Ekin.


Acara selanjutnya adalah makan bersama, namun sebagian masih sibuk berfoto untuk membuat kenangan di hari yang bahagia ini.


"Tony dan Maggie, saya harap kalian tidak kecewa jika keluarga kerajaan tidak ada yang bisa datang, itu karena situasi kerajaan langit yang saat ini tak bisa di tinggalkan." kata Bocan yang mewakili ratu Flower


"Iya, saya mengerti Bi. Lagi pula Ekin sudah hadir di sini." ucap Tony sembari tersenyum.


Mereka pun melanjutkan acara pemotretan dengan penuh keceriaan.


"Augh...!!'


Tiba-tiba terdengar suara seorang eh bukan beberapa orang yang merasakan kesakitan di leher mereka dan pada akhirnya para tamu itu bergelimpangan jatuh lunglai di lantai.


"Apa yang terjadi?" tanya Bocan saat melihat situasi yang terjadi.


Kebahagiaan dan keceriaan mereka tiba-tiba berubah menjadi duka.

__ADS_1


Bocan, Andy, Aaron dan Ekin melihat keadaan yang terjadi.


"Ada racun di makanannya!" seru Aaron yang segera menyadari apa penyebab para tamu berjatuhan.


"Racun ular kobra! Ginna..!" seru Ekin yang langsung mendeteksi jenis racun itu.


"Semuanya..! jangan ada yang makan!ada racun di makanannya!" seru Andy dan semua tamu yang awalnya hendak makan, segera mereka lepaskan dan akibatnya timbullah bunyi suara "Prang..!"


Piring-piring berjatuhan diatas lantai.


Aaron dan Ekin dengan cepat mencari tahu penanggung jawab Catering, sedangkan Bocan dan Andy berusaha membantu para pelayan membuang makanan yang sudah terkontiminasi oleh bisa racun ular kobra.


"Siapa yang bertanggung jawab atas makanan di pesta ini!" seru Ekin dengan geramnya.


"Sa..saya tuan!" jawab seorang yang keluar dari barisan pelayan Catering, dan maju seraya menundukkan kepalanya.


"Kenapa bisa terjadi seperti ini?" tanya Ekin pada pemilik katering itu.


"Ma'af tuan, kami memasaknya dengan hati-hati. Tak mungkin kami memberikan racun pada makanan itu, itu sama saja kami bunuh diri!" pemilik katering itu membela diri.


Aaron melihat pancaran mata yang aneh di salah satu pelayan katering.


"Siapa kau!" seru Aaron yang berjalan menghampiri gadis pelayan katering itu.


Tiba-tiba ada kepulan asap hitam secara cepat kilat menghajar Aaron yang belum menyadari kedatangan kepulan asap hitam itu.


"Bagh...! bugh...! bagh...!"


Tiga pukulan itu menghantam tubuh Aaron. Yang mengakibatkan kekasih Kirana itu jatuh terduduk dengan kerasnya.


Aaron terdorong hingga beberapa meter jauhnya.


"Aaron..!!" panggil semuanya yang melihat kejadian itu dan terkejut, terutama dengan Kirana.


"Aaugh...aku tak apa-apa!" ucap Aaron yang berusaha bangkit, dan melihat kepulan asap hitam itu membentuk dua siluet tubuh manusia.


"Di.....a!" seru semua anggota kerajaan langit yang tak menyangka akan kehadiran sesosok dari kepulan asap hitam itu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2