Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Jacky Vs Steven


__ADS_3

Tibalah dihari penentuan dalam kompetisi itu.


Pilihan yang cukup sulit, maka diambilkan dengan sistem gugur.


Dari lima puluh orang, akhirnya semakin lama semakin kecil peserta yang ikut bertanding.


Di sela-sela kompetisi, Yang mulia Arthur rupanya juga sedang mengadakan rapat kecil untuk mencari penasehat kerajaan.


Raja dan Ratu serta Selir, hanya menginginkan Andy dan Rosa lah yang menjadi penasehat kerajaan.


Karena itulah, setelah Pernikahan Aaron dan Kirana, mereka menginginkan Andy dan Rosa kembali ke istana langit untuk mengisi kekosongan jabatan sebagai penasehat kerajaan.


Mau tak mau Rosa dan Andy menerimanya dan nantinya usaha kios dipasrahkan pada Maggie dan Kirana, sedangkan perusahaan Andy dipegang oleh Aaron dan juga Tony.


Dan kini di dalam kompetisi, tinggal dua orang yaitu Jacky putra dari dewa Es dan juga Steven putra dari dewa Bumi.



...(Jacky- putra Dewa Es)...



...(Steven- putra Dewa Bumi)...


Keduanya beradu jurus satu sama lain, dan hasilnya seri.


Jacky selalu menyerang Steven dengan serangan jurus bongkahan esnya, dengan cepat Steven menahannya dengan benteng tanah.


"Buumm... buummm..!"


"Duaaarr....!"


"Buumm... buummm..!"


"Duaaarr....!"


Dan terus berulang dan berulang adu jurus itu.


"Buumm... buummm..!"


"Duaaarr....!"


"Buumm... buummm..!"


"Duaaarr....!"


Hasilnya pun masih juga Seri, akhirnya Aaron memberhentikan kompetisinya.


"Berhenti!' seru Aaron yang sebagai salah satu juri mengetahui perkelahian tersebut.


"Kita lanjutkan besok saja, sekarang kalian berdua pulihkan energi kalian dan beristirahatlah!" seru Aaron hari beranjak malam dan ada keletihan di kedua peserta.


"Baik Panglima!" ucap Jacky dan Steven bersamaan seraya meletakkan tangan kanan di bahu kiri dan menundukkan kepalanya.


Keduanya menuju ke kamar masing-masing yang sudah di sediakan oleh pihak kerajaan.


Sementara itu Aaron menghadap Yang mulia Arthur untuk meminta saran penyelesaian dari masalah ini.


"Yang mulia, apa yang seharusnya hamba lakukan agar pertandingan bisa selesai secara adil?" tanya Aaron pada yang mulia Arthur.


"Jika mereka sama-sama seri terus dan menerus, sebaiknya beri ujian pada saat mereka beradu jurus." ucap Yang mulia Arthur setelah memikirkan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Apa maksud Yang mulia, saat mereka beradu jurus di beri hambatan dan rintangan? semisal hujan, angin dan lainnya?" tanya Aaron yang untuk lebih jelasnya.


"Benar, seperti itu! kamu bisa minta bantuan Dewi hujan , Sheila untuk hujannya. Sedangkan untuk lainnya kamu pikir saja sendiri." saran dari Yang mulia Arthur.


"Baik Yang mulia, hamba undur diri!" ucap Aaron yang kembali menundukkan kepalanya dan mundur beberapa langkah, yang akhirnya mengundurkan diri dari hadapan Raja Arthur.


Aaron kemudian mencari tahu keberadaan Sheila, si Dewi Hujan.


Kemudian Aaron melesat menuju ke pavilium Sheila yang berada di samping taman milik Ratu Flower.


"Sheila..!" panggil Aaron pada saat melihat Sheila yang sedang memandang langit malam.


"Eh, Aaron, ada apa?" balas Sheila yang sedang melihat ke arah bintang yang sedang memancarkan cahayanya.


"Apa kamu bisa bantu aku?" tanya Aaron yang sedikit penasaran dengan apa dilakukan Sheila.


"Bantu apa?" tanya Sheila yang penasaran.


"Membuat rintangan untuk kompetisi beladiri yang aku selenggarakan" jawab Aaron seraya menatap Sheila.


"Maksudnya?" tanya Sheila yang belum paham.


"Buatlah hujan pada saat mereka bertanding." jelas Aaron dan Sheila mengerti apa yang di maksud Aaron.


"Baiklah, aku mau membantumu!" ucap Sheila.


"Apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Aaron dengan hati-hati.


"Aku hanya memikirkan tentang kebersamaan kita dulu. Kamu, aku, Pangeran Leon dan juga Ekin. Dan lagi Ton juga Leonisa. Kita bermain bersama di bawah sinar bulan dan Bintang." jelas Sheila yang menitikkan air matanya.


"Siapa yang kamu rindukan sebenarnya?" tanya Aaron yang penasaran.


"Tidak ada" jawab Sheila seraya menyeka air matanya.


"Aku tak mau seperti si cebol merindukan bulan, Aku sadar aku cuma anak Dewa yang di pungut!" ucap Sheila yang sedikit di mengerti oleh Aaron.


"Apakah Ekin?" tebak Aaron dan Sheila menggelengkan kepalanya pelan.


"Lantas, ah jangan-jangan Leon?" tebak Aaron yang membuat Sheila melihat ke samping kiri dan kanan serta sekitarnya.


Setelah dirasakan tidak ada siapa pun yang akan mendengar pembicaraan mereka, Sheila pun menganggukan kepalanya.


"Bila itu yang kamu rasakan, nanti jika Ekin dan Leon kembali ke kerajaan langit, pasti aku akan membantu menyatukan kalian!" ucap Aaron yang yakin.


"Terima kasi ya Aaron. Tapi janji jangan beritahukan pada siapapun ya, tentang hal ini!" pinta Sheila dengan memohon.


"Pasti Sheila, kamu juga ya, jangan lupa besok bantu aku!" ucap Aaron dan Sheila menunjukkan jari jempolnya.


"Beres!" seru Sheila.


"Kalau begitu, aku permisi mau kembali ke tempatku!" ucap Aaron dan Sheila menganggukkan kepalanya.


Aaron melesat meninggalkan pavilium yang di tinggali Sheila, menuju ke tempat dimana dia tinggal di Istana untuk sementara waktu.


"Melihat Sheila melihat ke arah bintang, aku jadi ingat dan kangen sama Kirana, apa kabarnya dia sekarang?" gumam dalam hati Aaron saat sudah berada diatas peraduannya.


Tak lama kemudian, Aaron pun memejamkan kedua matanya.


...****...


Keesokan harinya, Aaron melangkahkan kakinya menuju ke Arena kompetisi.

__ADS_1


Dan disana sudah hadir Jacky dan Steven serta Yang Mulia Arthur, Ratu Flower, Selir Selena dan para petinggi kerajaan lainnya.


"Jacky dan Steven, pertandingan Segera dimulai!" seru Aaron.


"Baik Panglima!" jawab Jacky dan Steven bersamaan seraya menundukkan kepalanya.


Jacky selalu menyerang Steven dengan serangan jurus bongkahan esnya, dengan cepat Steven menahannya dengan benteng tanah.


"Buumm... buummm..!"


"Duaaarr....!"


"Buumm... buummm..!"


"Duaaarr....!"


Dan terus berulang dan berulang adu jurus itu.


"Buumm... buummm..!"


"Duaaarr....!"


"Buumm... buummm..!"


"Duaaarr....!"


Tiba-tiba angin menderu, dan langit menghitam. Hujan deras pun turun dan membasahi kedua peserta kompetisi itu.


"Blessh... blessshh... blessshh..!"


Dalam derasnya hujan, Steven berusaha menyerang Jacky dengan mencoba menahan Jacky dengan bongkahan tanah yang mengepung Jacky.


Namun apa yang terjadi, bongkahan tanah yang larut saat hujan deras mengenai bongkahan tanah itu.


Sedangkan Jacky memanfaatkan air hujan yang ada diatas Steven dengan mengubahnya menjadi butiran-butiran es yang langsung jatuh dan menyerang ke arah Steven.


Steven tertimpa hujan es batu di kepalanya.


"Aagh...!"


Steven mengerang kesakitan.


"Aku tak bisa berkutik jika ada hujan!" gerutu dalam hati Steven yang sedikit kesal.


Di sisi lain, Yang Mulia Arthur memanggil Aaron.


"Aaron kemarilah!" panggil Raja Arthur.


Dan Aaron segera menghampiri Yang mulia Arthur.


"Aaron menghadap yang Mulia!" ucap Aaron seraya menundukkan kepalanya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasihh...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2