
Kirana mengerti maksud dari ratu Flower dan menganggukkan kepalanya untuk membalas senyuman ratu Flower.
Kemudian mereka meninggalkan Yibo yang tak sadarkan diri itu, bergabung lagi dengan Tony, Kiaro, Dicky dan juga Caty.
Kiaro memberikan mutiara siluman warna putih pada Caty, dan dalam sekejap Caty berubah menjadi Caterina.
"Sebaiknya kita pergi dari sini!" seru Tony saat semua sudah berkumpul.
"Sebentar aku ada urusan sebentar dengan penanggung jawab gedung Bioskop sebentar!" ucap Ratu Flower yang menuju ke tempat satpam.
"Maaf pak satpam, bisa panggilkan penanggung jawab gedung bioskop ini?" tanya Ratu owner dengan ramah.
"Tunggu sebentar saya panggilkan manager bioskop " ucap satpam itu yang bergegas menelepon managernya.
Dan tak berapa lama manager itu telah datang dan berdiri diantara ratu Flower dan satpam yang memanggilnya.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya manager itu yang datang dengan wajah pucat seperti habis menghitung semua korban jiwa dan biaya kerusakan bioskop itu.
Ratu Flower menjentikkan jarinya dan muncullah sebuah koper di tangannya.
Koper itu di buka oleh Ratu Flower dan dihatnya tumpukan uang lembaran yang tertata rapi dan memenuhi koper itu.
"Apakah ini cukup untuk mengganti semua kerugian usaha kalian?" tanya Ratu Flower seraya memperlihatkan koper itu pada manager dan juga satpam bioskop yang ada dihadapannya.
"Ohw cukup-cukup Ratu, terima kasih banyak" ucap manager itu yang wajahnya kini berubah menjadi sumringah.
"Kami sudah tidak ada urusan lagi dengan kalian, jadi kami permisi" ucap Ratu Flower dan manager itu mengiyakan sembari menganggukkan kepalanya.
Kemudian Ratu flower melesat kembali menemui Kirana dan keluarganya.
"Sekarang kita kembali ke kios bunga rose!" seru Ratu Flower.
"Caterina sama aku saja ya?' pinta Kiaro dan Caterina menganggukkan kepalanya.
"Ratu, sebaiknya ikut sama saya, sekali-kali Ratu merasakan sensasi naik sepeda motor. He..he..he..!" ucap Dicky sambil tertawa yang membuat semua juga ikut tertawa.
"Baiklah, tapi kamu harus hati-hati ya! kapan lagi bisa boncengin seorang ibunda Ratu! he..he..!" kata Ratu flower yang ikut bercanda.
"Ha..ha..! betul juga **** , kapan lagi seorang ratu mau naik sepeda motor! biasanya juga kereta kencana atau terbang!" celetuk Tony di sela-sela tawanya.
"Sudah-audah, ayo segera berangkat! Kucing itu perlu bunga mawar putih di kamar kamu Ton!" seru Ratu Flower yang sudah duduk di belakang Dicky.
"Ok, kalian duluan!" ucap Tony yang kemudian menyalakan sepeda motor milik Jimmy itu, dan Kirana sudah duduk di belakangnya dengan masih memangku kucing buluk Ovinnix.
Dicky yang memboncengkan Ratu Flower, terlebih dulu berangkat. Kemudian Tony dan Kirana.
Sementara itu Kiaro dan Caterina ada di belakang mereka.
__ADS_1
"Caterina, maafkan Kiaro ya, aku kira tadi benar-benar kamu.!" ucap Kiaro saat melajukan sepeda motornya dan pandangannya terus ke depan.
"Apa ya? nggak dengar!" seru Caterina yang pura-pura tak mendengarkannya.
Kiaro menarik nafas dan.sedikit menoleh ke samping kanan dan kemudian mengulangi ucapannya tadi.
"Caterina, Kiaro minta maaf atas kesalahan Kairo. Tadi itu benar-benar aku kira kamu, ternyata itu bukan kamu Caterina" jelas Kiaro yang kemudian memposisikan dirinya kembali pada posisi mengendarai sepeda motor itu.
"Oh itu, Caterina juga minta ma'af karena kemarahan Caty, penyihir Kadabra bangkit dan mengacaukan semuanya." ucap Caterina.
"Iya itu bukan karena aku yang mulai, kamu nggak akan marah seperti itu." ucap Kiaro yang kemudian .enarik tangan Caterina yang memberi kode untuk mempererat pegangannya.
Caterina dan Kiaro pun tersenyum walaupun mereka belum berani menyatakan isi hati mereka.
Tak berapa lama mereka telah sampai di kios bunga Rose.
Setelah memarkirkan kendaraan masing-masing, Tony melangkahkan kakinya masuk ke kios bunga Rose.
Sedangkan yang lainnya menuju ke rumah kirana dan mereka berkumpul di ruang tamu, Jimmy dan Kelly pun ikut bergabung.
Tak berapa lama Tony datang dengan membawa beberapa pucuk bunga mawar putih yang di mantrai Rosa atau Bocan.
Ratu Flower mengobati luka-luka Ovinnix dengan memberikan mawar putih yang sudah dibukat-bulatkanya menjadi pil, kemudian menyuapkannya pada Ovinnix. dan yang lainnya memperhatikan dengan seksama.
...****...
Aaron yang kali ini mengemudikan mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki kota Ghuangzhou.
Posisi mereka yaitu Aaron yang mengemudi, Andy ada di sampingnya dan Rosa serta Adelia berada di kursi belakang bersama Kity dan Archie.
Dan tak berapa lama sudah sampai di kawasan kios Bunga Rose.
Aaron menepikan mobil dan memarkirkannya saat sudah masuk ke rumahnya.
Ke empat orang dan dua ekor kucing itu keluar dari mobil dan menyegerakan langkah kaki mereka untuk masuk ke rumah.
Adelia menebarkan pandangannya karena melihat tempat yang asing baginya.
Aaron mengetuk pintu pada saat mereka telah sampai di depan pintu rumah tersebut.
"Tok...tokk...tokk...!"
"Kirana, Jimmy, Kelly!" panggil Aaron dan sekali lagi Aaron mengetuk pintu dan berharap kali mendapat jawaban dari dalam rumah.
"Tok...tokk...tokk...!"
"Kirana, Jimmy, Kelly!" panggil Aaron sekali lagi.
__ADS_1
Dan kali ini mendapat jawaban dari dalam rumah.
"Siapa ya?" tanya suara laki-lakai dari dalam rumah.
"Saya Aaron, Jimmy kah yang di dalam?" jawab sekaligus tanya Aaron yang mengingat persis suara adik iparnya yang sering menggodanya.
"Iya, oh kak Aaron! Baiklah akan saya buka, sebentar ya!":seru Jimmy yang kemudian membuka pintu rumahnya.
"Klek...klek...Ceklek!"
Pintu terbuka dan terlihat laki-laki yang masih imut walaupun sudah punya anak satu berusia tujuh tahun itu.
"Kak Aaron..!" panggil Jimmy seraya memeluk kakak iparnya.
"Jangan berpelukan di depan pintu, kami juga ingin masuk!" seru Andy yang berada di belakang Aaron.
"Oh iya ma'af!" ucap Jimmy yang kemudian dia dan Aaron saling melepaskan pelukan mereka lalu mereka menepi.
Andy, Rosa dan Adelia serta Kity dan Archie masuk dan melangkahkan kaki mereka menuju ke ruang tamu.
Saat berada di ruang tamu, Aaron, Andy dan Rosa sangatlah terkejut, saat mereka melihat Ratu Flower diantara keluarga mereka dan sedang mengobati seekor kucing yang buluk.
Caterina berdiri saat melihat ibundanya Adelia diantara empat orang dan dua ekor kucing yang datang itu.
"Ibunda..!" panggil Caterina yang seketika itu juga melangkahkan kakinya menuju ke arah Adelia.
"Putriku Caterina!" balas Adelia yang melihat Caterina datang menghampirinya.
Keduanya saling berpelukan melepas rasa kangen mereka.
"Ibu, Caterina kangen sama ibu!" ucap Caterina dibarengi Isak tangisnya.
"Ibu juga kangen sayang!" balas Adelia yang juga kedua matanya berkaca-kaca dan mengalirlah air mata kedua anak dan ibu itu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1