Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Saatnya Berburu Siluman


__ADS_3

Kirana dan Oyen sudah sampai di Kios Bunga Rose.


"Kenapa kita selalu yang pertama ya Oyen..! BoCan sama Maggie sekarang ini sering terlambat...!!" kata Kirana pada Oyen saat mereka memarkirkan sepedanya.


Oyen segera melompat menuju ke tanah lapang, dia berharap bertemu siluman lagi.


Sekarang beda tekadnya, kalau kemarin ingin tetap menjadi Oyen, mulai sekarang dia ingin menjadi wujud manusia.


Kirana sedang menyiram bunga-bunga dan sesekali mencabut rumput-rumput yang mengganggu.


"Kirana. !! dah lama sampainya..?" tanya Maggie yang baru datang.


"Baru saja..!!' jawab Kirana.


"Ohw...!!"


"Kelly mana?" tanya Kirana.


"Sekolah, aku suruh lanjutin sekolahnya..! dan nanti pulang sekolah bisa kesini, bantu-bantu kirim pesanan." kata Maggie.


"Begitu ya..! baguslah nanti bisa tambah ramai." kata Kirana yang menyelesaikan pekerjaannya.


"Eh BoCan datang..!!" seru Maggie saat melihat Bocan turun dari mobilnya.


"Pagi BoCan..!!' sapa Kirana dan Maggie sambil menunduk.


"Pagi juga..!! Maggie kamu nanti ikut aku..!" perintah BoCan.


"Kemana BoCan..?" tanya Maggie


"Ada customer pesan bunga untuk ulang tahun putrinya besok malam. Jadi untuk dekorasinya diserahkan pada kita. Nah kita nanti mau cek lokasi dan suasananya serta bunga apa saja yang akan digunakan." jelas BoCan.


"Jadi hari ini dan besok kita sibuk sekali. Kirana tetap disini. Kasihan pelanggan tetap kita jika kita sampai libur...! Oiya nanti adik kamu suruh bantu Kirana ya..!!" pinta BoCan.


"Siap BoCan...!!" sahut Maggie.


"Sipp..!!" kata BoCan sambil menunjukkan jari jempol kanannya.


BoCan pun segera masuk ke dalam ruangan.


Saat masuk ruangan, dia seperti merasakan sesuatu.


"Aaron..? aku seperti merasakan Aaron ada disini...!! Gadis itu..! apa Aaron ada bersamanya..!!?" gumam Bocan yang nama aslinya Rosa ibu dari Aaron yang wujud manusia Oyen.


"Ah..! perasaanku saja. Karena aku terlalu rindu pada putraku..!" gumam Bocan lagi.


Setelah menulis beberapa catatan, BoCan segera keluar menemui Kirana dan Maggie.


"Kirana, ini ada catatan nama bunga-bunga yang nanti mau diambil sama kurir-kurirnya." kata BoCan pada Kirana.


"Baik BoCan..!" jawab Kirana.


"Maggie ayo kita berangkat..!! oiya, Kirana ini uang untuk makan siang kamu ya..!" kata BoCan sambil menyerahkan satu lembar uang kertas pada Kirana.


"Terima kasih BoCan..!!" sahut Kirana.


BoCan dan Maggie segera menuju ke mobil dan berangkat ke tempat tujuannya.


Kemudian Kirana, sibuk melayani satu per satu pembeli bunga.


Sementara itu Oyen yang berlari menuju ke tanah lapang, mulai aksinya berburu siluman.



Oyen bersembunyi di balik rerumputan. Dia mengawasi suasana sekitarnya.


"Aku bisa berburu siluman siang hari dengan wujud kucing, Karena di siang hari, energi mereka melemah. Mereka tidak akan menampakkan wujud manusia kalau tidak dalam keadaan terpaksa...!" gumam dalam hati Oyen.

__ADS_1



Kucing Oyen pun melihat pergerakan seekor kupu-kupu yang lain dari yang lain. Yang tentunya menarik perhatiannya.


"Siluman kupu-kupu..!!" seru Oyen.


Oyen pun melompat, menghadang kupu-kupu itu.


Kupu-kupu itu terbang dan oyen mengejarnya.


Pada saat ada kesempatan kupu-kupu itu terbang rendah, Oyen berusaha menggapainya.


Sekali dua kali gagal.Dan akhirnya sayap siluman kupu-kupu itu robek.


Kupu-kupu itu terjatuh.Tiba-tiba kupu-kupu itu mengeluarkan sebuah gelombang energi yang membuat Oyen terpental beberapa jengkal.


"Doum...!!"


Gelombang yang dikeluarkannya tidak terlalu kuat. Kupu- kupu itu kemudian mengeluarkan sisa-sisa kekuatannya untuk menggunakan energi yang tersisa.


"Doouuuumm..!!"


Enegi yang lebih dahsyat dari tadi.


Oyen terlelanting mundur, hampir saja menabrak pohon.


Dengan cepat Oyen berlari dan menghadapi siluman kupu-kupu yang sudah kehabisan energi tersebut.


Sekali cakaran, siluman kupu-kupu itu pun terkulai tak berdaya.


Muncullah mutiara hitam yang muncul dari tubuh siluman kupu-kupu itu.


"Mutiara hitam..! ini untuk menambah tenagaku bukan merubah wujud, jadi aku bisa langsung menelannya" gumam Oyen. Dan dia pun langsung menelannya.


Setelah menelan mutiara itu, Oyen segera berlalu. Dan siluman kupu-kupu itu berubah menjadi abu dan tertiup angin.



Tiba-tiba matanya tertuju pada seekor serangga.



Serangga kepik Lady bug yang berukuran lain dari yang lainnya.


"Wah cukup lumayan besar juga ukuran serangga jenisnya...!!' gumam Oyen.


Siluman kepik Lady bug itu mengetahui keberadaan Oyen, dan dia mengepakkan sayapnya dan menyerang Oyen dengan gelombang energi dari kepakan sayapnya.


Semakin cepat kepakan sayapnya maka semakin kuat energy yang dihasilkan.


Oyen sibuk menghindari serangan-serangan gelombang itu dengan melompat ke sana kemari tuk menghindari serangan gelombang itu yang akan menyedot energinya.


Kucing Oyen itu melompat ke belakang siluman kepik Lady bug itu dan dia menangkupkan telapak kaki depannya seperti orang yang menepuk nyamuk.


Siluman kepik lady bug itu pun menjadi gepeng karena ulah Oyen tadi.


Lawan Oyen itu pun terkapar, dan muncul mutiara hitam dari tubuhnya.


"Apa..! mutiara hitam lagi..??" batin Oyen.


Namun Oyen tetap menelannya. Dan jasad siluman kepik Lady bug itu pun menjadi abu saat oyen menelan mutiara hitam itu.


Kembali Oyen berburu siluman lagi.


Lagi-lagi siluman serangga. Kali ini Siluman kumbang dengan sayap pelangi, yang sudah bertengger di daun di pohon yang dekat dengan keberadaan Oyen.


__ADS_1


"Hai kucing kutukan..!! boleh juga kemampuanmu..!! ayo lawan aku, kalau kau memang kucing pemberani..!!" seru Siluman kumbang bersayap pelangi itu.


Oyen pun mencari keberadaan suara siluman kumbang itu.


"Wuiiingg....!!"


Siluman kumbang itupun mengepakkan sayapnya dan mengeluarkan bunyi yang memekikkan gendang telinga.


Oyen pun segera menutup telinganya.


"Suara..lawan dengan suara..!!" batin Oyen.


"Ngeooooong..!!!"


"Ngeooooong..!!"


Suara ribut itu pun terjadi.


Kirana yang .mendengar suara ngeong dari Oyen pun bergegas mencari dimana keberadaan Oyen.


"Mumpung sepi, cari Oyen dulu...! sepertinya dia dalam bahaya...!!" gumam Kirana yang kemudian mencari Oyen dan tak lupa membawa tongkat dari bambu.


"Wuiiiiiiiiiing...!!"


"Ngeoooong...!!"


"Wuiiiiinng...!!"


"Ngeooooong..!!"


Perang suara pun bersautan.


Tiba-tiba siluman kumbang bersayap pelangi itu, mengeluarkan sinar pelangi yang membentuk sebuah tali.


Dan tali pelangi itu mengikat keempat kaki Oyen menjadi satu.


"Ngeeeoooooooooooonng...!!"


Oyen semakin mengeraskan suaranya.


Dan tiba-tiba....


"Tokkk...!!"


Seseorang melempar siluman kumbang bersayap pelangi itu bagaikan bola Kasti yang di pukul tongkat lalu terlempar dalam jarak cukup jauh.


Seseorang itu tak lain adalah Kirana.


"Oyen...! kamu tak apa-apa..?" tanya kirana yang kemudian membuka ikatan tali pelangi yang mengikat kaki Oyen.


"Wuiiiiiinnng..!!"


Siluman kumbang bersayap pelangi itu kembali ke arah Kirana dan Oyen.


Kirana yang mengetahui hal itu, bersiap dengan tongkat bambunya.


Entah gaya Kasti atau Softball, Kirana sekuat tenaga melempar Siluman kumbang bersayap pelangi itu. Dan.....


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2