
Dia bergerak kesana-kemari, karena rasa senangnya kembali berubah menjadi kucing.
Tiba-tiba dia mendengar suara.
"Wrebekk.....wrebekk....wrebeekkk...!!"
Oyen pun mencari sumber suara. Bergegas dia keluar ruangan.
Dia melihat ke sekelilingnya. Benar saja ada satu seekor siluman katak hijau bertengger di daun bunga palm.
"Meoww....!! meowww...!!"
Katak itu melompat kesana kemari. Ketika melihat seekor kucing yang melihatnya dengan sorotan mata merahnya.
Oyen pun berusaha menangkapnya, dengan ikut melompat mencoba menggapai katak itu.
Oyen pun naik ke dahan pohon untuk melihat situasi.
Ternyata begitu banyak macam siluman katak yang di belakang kios bunga Rose itu.
"Mungkin suara tadi dari katak yang besar itu..!" gumam dalam hati Oyen.
"Ghroookh...!! ghrookh..!!"
"Eh, bukan suara tadi? Tapi sepertinya yang ini siluman kodok yang paling berbahaya..!!" gumam dalam hati Oyen.
Siluman kodok itu turun ke tanah, hendak menggembungkan dirinya.
Oyen pun turun dan bersikap siaga, dia waspada akan setiap pergerakan siluman kodok itu.
Tiba-tiba siluman kodok itu mengeluarkan gas beracun dari mulutnya yang mengarah ke Oyen.
Oyen pun melompat menghindar dari gas tersebut.
"Ngeeeeeooongg....!!!!"
Oyen mengerang menunjukkan gigi-gigi taringnya dan juga kuku-kuku tajamnya.
Siluman kodok itu kemudian menyemburkan gas beracunnya lagi.
Dan lagi-lagi, Oyen melompat ke samping dan kemudian melompat kearah punggung siluman kodok itu.
Di goresnya tubuh siluman kodok itu dengan kuku-kuku tajamnya.
"Street....! street...!"
"pheeessss....!!"
Dengan tergoresnya punggung Siluman kodok itu, secara otomatis siluman kodok itu tak bisa mengeluarkan gas beracunnya lagi.
__ADS_1
Darah pun keluar dari tiap goresan, dengan sendirinya siluman kodok itu terkulai tak sadarkan diri.
Keluarlah mutiara putih dari mulut siluman kodok itu, Oyen pun berlalu tanpa mengambil mutiara hitam itu.
Kirana yang rupanya sedari tadi melihat perkelahian Oyen dan Siluman kodok itu, bergegas mengambil mutiara itu dan segera mencari ke beradaan Oyen.
Setelah mutiara putih siluman kodok diambil oleh Kirana, siluman kodok itu berubah menjadi abu.
"Oyen....! oh, rupanya kamu ada di situ..!!" seru Kirana yang mendapati Oyen berada di sofa depan ruang kerja BoCan.
"Oyen.. ayo telan mutiaranya..!" seru Kirana.
Oyen pun menggelengkan kepalanya.
"Kenapa kamu tak mau menelan mutiara ini? apa kamu takut berubah lagi? dan membuat kita tak bisa pulang begitu?" tanya Kirana pada Oyen dan Oyen pun menganggukkan kepalanya.
"Baiklah kalau begitu, Kirana taruh di plastik klip ya, nanti di telan di rumah...!" kata Kirana yang kemudian di masukkannya plastik klip berisikan mutiara putih itu.
"Kirana mau membereskan ruangan Bocan dan menguncinya, setelah itu kita pulang. Tunggu ya..!!" ucap Kirana dan kemudian melaksanakan rencananya itu.
Oyen pun hanya melihat apa yang di kerjakan Kirana.
Setelah selesai dengan urusannya, Kirana pun menghampiri Oyen.
"Ayo kita pulang..!" ajak Kirana sambil melangkah keluar kios.
Kirana sadar Oyen tak mengikutinya, dia pun kembali masuk ke dalam dan di lihatnya Oyen yang tak bergeming.
"Eih..! kenapa sih? ngambek ya..? apa mau di gendong..?" tanya Kirana.
jawab Oyen yang entah mengapa Kirana seperti tahu maksud Oyen.
Gadis itu kemudian menggendong si kucing oranye itu dan mengusapnya dengan lembut.
"Syukurlah hujan sudah berhenti, kita bisa pulaang...!!" seru Kirana yang kemudian dia memasukkan Oyen ke keranjang depan sepedanya.
Kirana pun mengayuh sepedanya dengan santai karena sambil menikmati suasana malam yang sehabis hujan.
Saat sedang asyik mengayuh sepeda dan menghindari kubangan-kubangan air, tiba-tiba sebuah mobil sedan putih keluaran terbaru melewati kubangan air hujan itu. Dan...
"Srroooooott...!!"
"byuuurr..!!"
Air dari kubangan itu menyiram ke tubuh Kirana, Oyen dan jelas sepeda Kirana pun ikut mandi air kubangan itu.
"Wooiii....! dasar...!! mentang-mentang punya mobil..! emangnya jalan ini punya nenek moyang Lo aja..!!" teriak Kirana yang sebal.
Tak berapa lama si pemilik mobil itu berhenti, seolah tahu apa yang di teriakkan Kirana.
"Ohw.. rupanya si cupu..!! ha..ha.. memang pantas kamu mandi air comberan...!!" ucap gadis itu yang tak lain Sharla yang melihat keadaan Kirana lewat jendela mobilnya.
"Sharla..! kenapa kamu sekarang seperti ini..?" tanya Kirana yang masih mengharap Sharla seperti dulu.
__ADS_1
"Ayahmu kan dah bangkrut, buat apa jadi temanku...! oiya, makasih karena kebangkrutan ayahmu, Nicky balikan nih sama aku..! he..he..!" kata Sharla dengan senyum sinisnya.
Nafas Kirana mulai tak beraturan, dadanya begitu sesak.
"Oya sayang, kasih undangannya ke dia, bilang kalau datang suruh bawa pasangan bukan adik maupun papanya tapi kekasih, kita lihat dia mau datang apa tidak..!!!" bisik Nicky pada Sharla.
"Oke sayang..!!" balas Sharla sambil mengecup pipi Nicky.
"Cihh..!!" Kirana berdecih sebal.
"Hei..ini ada undangan Ulang tahunku, aku harap kamu datang sama pasanganmu. Eh jangan adik maupun papa ya..! tapi pasanganmu..! ingaat....pasanganmu..!!' seru Sharla.
"Oiya..kalau kamu nggak datang, berarti kamu itu gadis yang tak layak di cintai..he...he..!! iya kan sayang..!!" imbuh Sharla yang mendapat ciuman dari Nicky, seolah mereka pamer kemesraan dihadapan Kirana.
"Okey...! Siapa takut..!! aku akan datang..! aku buktikan aku punya pasangan karena aku memang pantas di cintai...!! lihat saja nanti, pasanganku akan jauuuuuuuuh....! lebih baik dari kamu...!" seru Kirana dengan nafas memburunya.
Kedua pasangan itu terkekeh, seolah menikmati rasa sakit hati Kirana.
Mereka pun melajukan mobilnya meninggalkan Kirana yang sedang terluka.
Gadis itu melemparkan sepatunya ke arah mobil putih yang telah menjauh itu.
Sepatu yang dia lempar itu masuk ke kubangan air hujan.
"Nicky...!! lihat saja akan aku bawa pacarku yang lebih segala-galanya dari kamu....!!" seru Kirana yang kemudian memarkirkan sepedanya karena hendak mengambil sepatunya yang masuk ke kubangan air hujan itu.
"Aduh Kirana, ngapain juga pakai acara lempar sepatu segala...! jadi basah dan kotor kan sepatu kamu..!!" gerutu Kirana saat sudah mendapatkan sepatunya.
Oyen yang melihat tingkah Kirana pun tertawa terpingkal-pingkal di dalam keranjang sepeda Kirana, saat melihat Kirana yang akhirnya tanpa alas kaki alias nyeker.
"Eih..malah ngetawain..! dasar..!! tidak aku gendhong nanti¡" ancam Kirana mana kala tahu Oyen mentertawakannya.
Oyen pun langsung terdiam, namun dalam hatinya dia tertawa ngakak.
...~¥~...
Maaf visual Oyen ganti-ganti kucing, karena cari ekspresi untuk karakter Oyen susah.
Maksud Author biar bisa nyampai ke hati Readers.
Mohon di maklumi ya..
...Yuk dukung Novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun vote-nya ya.....
...Dukung juga di novel saya yang lainnya.....
...*CINTA UNTUK YULIA...
...*GADIS TIGA KARAKTER...
...*HITAM BUKAN HITAM HIDUPNYA....
...*JADIKAN AKU YANG KEDUA...
__ADS_1
...Terima kasih....
...Bersambung...