
Dua mobil itu berjalan dengan kecepatan sedang menuju ke arah kota GhuangZhou.
Sementara itu Ariel, Wallache dan Asia melanjtkan perjalanan mereka menuju ke kerajaan Blue Minch melalui teluk Athamoissa.
🗓️Flashback off.
"Ah, sejak saat itulah aku berpisah dengan Pangeran Wallache" ucap dalam hati Adelia.
"Apa aku salah ya menanti dia saat ini? Aku kan janda, mengharapkan seorang jejaka. Pangeran lagi!" gumam dalam hati Adelia yang perlahan-lahan menutup kedua matanya karena kelelahan menunggu hujan yang tak kunjung reda.
Beberapa saat kemudian Adelia merasakan ada yang membelai kepalanya dengan lembut.
Perlahan Adelia membuka kedua matanya, diremang-remang kelopak matanya nampak seorang laki-laki tampan yang hendak membelai kepalanya lagi.
"Pa..pangeran Wallache!" panggil Adelia pada saat melihat dan tahu siapa yang ada dihadapannya saat ini.
"Ma'af apa kamu lama menungguku?" tanya Wallache yang menatap kedua mata Adelia
"Iya, aku sedari sebelum hujan menunggu kamu" jawab Adelia.
"Aku kira kamu akan datang tepat nanti malam pas bulan purnama, padahal aku saat ini mau buat kejutan kama kamu. Eh malah kamu yang buat aku terkejut, he..he ..!" ucap Wallache seraya tersenyum.
"Aku memang lebih dulu sampainya disini, karena tergantung yang mengantarkan aku" ucap Adelia seraya menyibakkan rambutnya yang tertiup angin.
"Siapa yang mengantarkan kamu?" tanya Wallache seraya memposisikan dirinya sejajar dengan Adelia yang sudah memposisikan dirinya duduk.
"Kirana dan suaminya" jawab Adelia seraya tersenyum.
"Adelia, aku telah selesai membantu ayahanda mengembalikan kejayaan kerajaan Blue Minch, dan kerajaan Para Siren saat ini sudah menjadi bagian dari kerajaan Blue Minch, dan sekarang akulah sebagai raja di kerajaan Siren saat ini" ucap Wallache.
"Wah selamat ya, dan tentunya kamu akan sibuk nantinya!" ucap Adelia yang menatap Wallache.
"Tapi sayangnya aku belum mempunyai ratu di kerajaanku saat ini" ucap Wallache yang sekilas melirik ke arah Adelia.
"Kenapa memangnya? apa belum mendapatkannya atau tidak ada yang mau dengan kamu?" tanya Adelia yang sedikit menggoda Wallache.
"Apa'an sih kamu, kan calon ratuku sekarang ini ada disampingku" jawab Wallache sembari mengulas senyumnya pada saat melihat ke arah Adelia.
"A..aku? tapi aku tak pantas buat kamu Pangeran Wallache?" ucap Adelia yang merasa tak oantas, walaupun dalam hatinya ingin rasanya melompat setinggi-tingginya.
"Aku kan sudah pernah bilang kalau aku akan menjadikan kamu sebagai ratuku. Karena aku mencintaimu dari pandangan pertama." ucap Wallache seraya menempelkan telapak tangan sebelah kanannya ke pipi kiri Adelia.
Kedua mata mereka saling beradu, dan tanpa mereka sadari pelangi muncul di langit tepat diatas mereka.
"Kamu mau kan jadi ratu di kerajaanku nantinya? menjadi ratu di hatiku yang pastinya." ucap Wallache yang terus menatap Adelia dengan intens.
"Iya, aku mau menjadi ratumu!" balas Adelia seraya menganggukkan kepalanya.
"Terima kasih sayang!" seru Wallache yang kemudian menarik wajah Adelia ke dada bidangnya.
Adelia menurut saja dan dia mendengarkan detak jantung Wallache yang seolah mau melompat saja.
"Eh ada pelangi sayang!" seru Adelia yang tak sengaja melihat ke atas, yang awalnya melihat ke arah wajah Wallache.
"Ah, benar indah sekali pelangi ya!" seru Wallache yang juga melihat kearah pelangi yang ditunjukkan Adelia.
Wallache dan Adelia duduk bersejajar dan menikmati indahnya pemandangan, terutama pelangi yang sangat indah itu.
Karena terbawa suasana, Adelia tanpa sadar menyanyi sebuah lagu tentang Pelangi.
🎶Lagu Pelangi Usai Hujan
Baim Feat. Abbey & Zoe
Saat langitmu tak cerah
tak ada lagi bunga indah yang
bisa membuatmu bahagia
Kala mimpimu tak lagi nyata
Seakan semua pergi menjauh
__ADS_1
Menyisakan mendung di hati
Jangan pernah gentar tuk hadapi
Ingatlah selalu ada pelangi yang indah
Setelah hujan yang mereda
Tak ada yang boleh padamkan mimpimu
Dan teruslah tuk percaya
Akan ada harapan yang baru
Selama kita mau mencoba
Berikan dunia senyummu
Jangan pernah gentar tuk hadapi
Ingatlah selalu ada pelangi yang indah
Setelah hujan yang mereda
Tak ada yang boleh padamkan mimpimu
Dan teruslah tuk percaya
Selalu ada pelangi yang indah
Setelah hujan yang mereda
Tak ada yang boleh padamkan mimpimu
Dan teruslah tuk percaya
Selalu ada pelangi yang indah
Setelah hujan yang mereda
Tak ada yang boleh padamkan mimpimu
Dan teruslah tuk percaya
HIVI.
Ku ingin cinta hadir untuk s’lamanya
Bukan hanyalah untuk sementara
Menyapa dan hilang
Terbit, tenggelam bagai pelangi
Yang indahnya hanya sesaat
Tuk kulihat dia mewarnai hari
Tetaplah engkau di sini
Jangan datang lalu kau pergi
Jangan anggap hatiku
Jadi tempat persinggahanmu
Untuk cinta sesaat
Mengapa ku (mengapa ku) tak bisa jadi
Cinta yang takkan pernah terganti?
(Ku hanya mencari)
Cinta yang takkan terjadi
Lalu mengapa kau masih di sini
__ADS_1
Memperpanjang harapan?
Tetaplah engkau di sini
Jangan datang lalu kau pergi
Jangan anggap hatiku
Jadi tempat persinggahanmu
Untuk cinta sesaat
Kau bagai kapal yang terus melaju
Di luasnya ombak samudra biru
Namun sayangnya, kau tak pilih aku
Jadi pelabuhanmu
Tetaplah engkau di sini
Jangan datang lalu kau pergi
Jangan anggap hatiku
Jadi tempat persinggahanmu
Bila tak ingin di sini
Jangan berlalu lalang lagi
Biarkanlah hatiku
Mencari cinta sejati
Wahai cintaku, wahai cinta sesaat.
...***...
Wallache mendengarkan dan memandang Adelia serta menggenggam tangan Adelia dengan eratnya.
"Adelia, kita temui kedua orang tuaku ya?" pinta Wallache yang lirih namu masih bisa didengarkan oleh Adelia.
"Secepat itukah?" tanya Adelia yang paham maksud Wallache.
"Iya, aku ingin segera memilikimu. Karena aku tak ingin ada hati lain yang nanti akan memilikimu juga" ucap Wallache yang serius.
"Iya, aku mau" ucap Adelia seraya mengulas senyumnya dan dibarengi dengan anggukan kepalanya.
"Terima kasih sayang, ayo kita berangkat sekarang!" ajak Wallache dengan semangat yang kemudian memberikan Adelia mutiara air mata duyung pada kekasihnya itu.
"Terima kasih pangeran!" ucap Adelia yang kemudian menelan mutiara air mata duyung itu.
Adelia kemudian mengambil kerang yang telah dibuatnya menjadi lembut dan menaburkannya ke bagian paha sampai telapak kaki dengan dibarengi mantera.
Dan dalam sekejap kaki Adelia mempunyai sirip dan keduanya merangkak ke perairan bersamaan.
"Asia kemana pangeran?" tanya Adelia pada saat dalam perjalanan merangkak menuju ke perairan.
"Asia saat ini mendapat bimbingan khusus menjadi putri raja yang baik dan benar, oleh beberapa guru di istana Blue Minch" jelas Wallache.
"Oh begitu ya" ucap Adelia dan keduanya masuk ke perairan pada saat gelombang pantai sedang pasang.
Keduanya menyelam melewati goa-goa kau dan trumbu karang yang mengarah ke istana Blue Minch.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...