
Oyen berusaha mengejar Kirana, seolah tahu kalau Kirana tadi mendengar suaranya.
Tanpa di sadari Oyen.
"Ketangkeeepp....!"
"Meoww.....! meowww...!"
(Lepaskan aku...! Kiranaaa...!)
Oyen meronta-ronta yang saat ini dirinya dalam gendongan gadis cilik berusia lima sampai enam tahunan.
"Senja, lepaskan kucing itu, kasihan!" kata seorang gadis remaja yang merupakan kakak kandung gadis bernama Senja yang menangkap Oyen itu.
"Ah, kak Adel, kucing ini kan imut, lucu dan bersih lagi. Senja kan jadi gemeess pingin bawa pulang" kata Senja yang terus mengusap-usap Oyen dari kepala hingga punggung kucing itu pada kakaknya yang bernama Adel.
"Nanti di cari yang punya" kata Adel yang melihat kalung pemberian BoCan yang di pakai Oyen.
Kucing yang memakai kalung, biasanya sudah ada pemiliknya
"Pokoknya kucing ini milik Senja, milik Senja!" seru gadis cilik itu sambil berlari menjauh dari bibir pantai.
Adel dengan terpaksa mengejar adiknya yang manja itu.
Sementara itu Kirana dan Andy sudah berada di halaman rumah Nikholas.
"Papa...! Kirana pulang!" ucap Kirana saat sampai di teras rumah papanya Nikholas.
"Kok cepat jalan-jalannya?":tanya Nikholas yang baru saja keluar dari kamarnya dan Kirana sudah masuk ke dalam rumah.
"Kirana yang ingin pulang tuan Nikholas!" kata Andy sambil duduk di ruang tamu bersama Nikholas.
Sedangkan Kirana mencari kardus, dimana tadi dia menempatkan Oyen.
Kirana terkejut saat mendapati kardus itu sudah kosong.
"Papa ..Oyen mana pa? Oyen di mana?" tanya Kirana sambil membawa kardus kosong dengan mata berkaca-kaca.
"Oyen? O..kucing itu, papa nggak tahu. Tiba-tiba saja dia menghilang setelah papa bangun tadi." kata Nikholas yang merasa tak bersalah.
"Papa...!" keluh Kirana.
"Oyen....dimana kamu!? Oyen...Oyen...!" panggil Kirana sambil mencari Oyen di tiap ruangan dan sudut-sudut rumah Nikholas.
"Oyen...dimana kamu, maafkan Kirana. Kirana janji nggak akan ninggalin Oyen lagi! hiks...hiks..!" racau Kirana di sela-sela tangisnya
"Kirana, cuma kucing aja di jalanan juga banyak!" kata Nikholas dengan maksud menenangkan Kirana.
Bukannya tenang, Kirana malah menangis sejadi-jadinya
__ADS_1
"Huaaaaa...! tau gini tadi aku nggak ninggalin Oyen. Kirana nyesel..Kirana nyesel!" racau Kirana lagi.
"Biar nanti saya bantu carikan siapa tahu masih ada di sekitar sini!"kata Andy.
"Kita cari sekarang sebelum jauh..!" kata Kirana yang menarik lengan Andy dan Andy pun menurut saja.
"Maaf nak Andy jika putriku merepotkanmu!" kata Nikholas yang sungkan.
"Nggak apa-apa tuan, demi Kirana." kata Andy sambil tersenyum dan mereka keluar dari rumah Nikholas
"Apa mungkin Oyen bertemu siluman?" pikir Kirana dalam hati yang kemudian dia mencari Oyen di sekitar rumah.
Namun hasilnya juga nihil.
Kemudian Kirana dan Andy mencari Oyen di sekitar pantai, bertanya kesana-kemari tentang keberadaan Oyen.
Banyak yang tidak tahu, dan membuat hal itu membuat Kirana semakin cemas dan putus asa.
"Oyen..! dimana kamu? Kirana rindu sekali, apa kamu marah sama Kirana!" racau Kirana yang membuat Andy tak tega melihatnya.
"Kita cari di pet shop aja ya, mungkin saja oyen ada disana atau kita cari kucing yang mirip oyen atau lebih imut dari oyen."kata Andy yang mencoba menghibur Kirana.
"Oyen tidak seperti kucing lainya Andy. Oyen itu kucing special, dan dia punya kalung khusus seperti yang berliontin bulu" kata Kirana yang masih tersedu-sedu.
"Kalung berliontin bulu!?" tanya Andy yang seperti mengenal kalung yang di maksud.
"Nyonya/Tuan/Kakak/adik! apa lihat kucing kecil berwarna oranye, memakai kalung yang berliontin yang ada bulunya..?" tanya Kirana pada setiap orang yang ditemuinya.
"Tadi aku melihat gadis kecil yang membawa kucing warna Oranye, perginya ke arah sana!" kata seorang wanita yang sedang menunggui anaknya bermain pasir.
"Ke sana ya Bu?" tanya Kirana memastikan bahwa arah nya ke jalan menuju villa dimana Andy tadi mengajaknya ke sana.
"Villa? tadi kita kan dari sana ya Andy?" tanya Kirana pada Andy yang sedari tadi masih bersamanya.
"Kirana, bolehkah aku tahu. Kenapa kucing itu sangat berarti bagimu?" tanya Andy yang penasaran.
"Kucing itu datang disaat aku sedih meratapi nasib keluargaku, kucing itu hadir di saat aku di kecewakan oleh pacar aku, dia yang selalu membuat aku gembira dan dia yang selalu melindungiku!" kata Kirana dengan nada sendu.
"Hari sudah sore, sebaiknya kita kembali ke rumah. Papa kamu malam ini mau melaut, kamu mau pulang ke ruko atau menginap di rumah papamu?" tanya Andy.
"Oyen belum ketemu, jadi aku tetap disini. Aku akan mencarinya sampai ketemu!" kata Kirana sambil melangkah kembali ke rumah Nikholas.
"Kalau kamu di sini, sebaiknya kamu menginap di villa. Bahaya kalau kamu tidur sendirian di sini." kata Andy.
"Memangnya kenapa?" tanya Kirana penasaran.
"Kalau malam hari banyak siluman jahat di sini!" jelas Andy
"Siluman?" tanya Kirana untuk meyakinkan dirinya. Dan jika ada Siluman, berarti ada Oyen.
__ADS_1
Dan dia bertekat untuk mencari Oyen malam ini.
"Iya..!!" jawab Andy yang merasa aneh, karena dengan menyebut Siluman, seharusnya gadis seperti kirana akan takut. Apalagi kirana seperti tak mempunyai kemampuan apapun.Tapi lain halnya Kirana, dia semakin bersemangat.
"Kamu kan bisa menangkap Siluman, aku ikut ya nanti?" tanya Kirana yang membuat Andy semakin penasaran dengan gadis yang ada di hadapannya ini
Setelah sampai kembali di rumah Nikholas, Kirana meminta ijin menginap di villa Andy
Hal itu di beri ijin oleh Nikholas mengingat dia juga khawatir jika Kirana berada di rumah sendirian
"Saya titip putriku ya nak Andy, dan antarkan dia besok siang setelah saya dari pasar!" ucap Nikholas yang sepenuhnya percaya sama Andy.
"Saya janji akan jaga putri anda dengan sepenuh hati tuan Nikholas!" kata Andy sambil menjabat tangan Nikholas.
Dan kemudian Kirana dan Nikholas berjalan kembali menuju villa milik Andy.
Sementara itu Oyen yang sudah dimandikan oleh senja dan Adel, kemudian dia di dandani oleh kedua gadis itu dengan kostum yang aneh-aneh.
Sampai-sampai kedua gadis itu mewarnai bulu oyen, walaupun non permanen tetap membuat Oyen risih.
"Kirana..! Aku merindukanmu!" ucap Oyen yang hanya terdengar meongannya saja.
Karena kelelahan, kedua gadis tadi tertidur dan demikian pula Oyen.
"Meowww....!" (Kirana...)
Dalam mimpinya, dia terus menyebut nama kekasihnya.
...~¥~...
*Aduh Oyen, sempat-sempatnya tidur.
Kirana nangis-nangis nyariin kamu tuh...!!🤭
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
__ADS_1