Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Mimpi Kejadian Masa Lalu


__ADS_3

Di hari ke lima, kompetisi pun mulai di gelar. Banyak sambutan yang di gelar, aneka tarian istana langit dan putra-putri dewa kecil yang menggemaskan memperagakan seni bela diri.


Kompetisi diawal acara, diikuti begitu banya jawara-jawara yang kemampuan mereka tak di ragukan lagi.


Aaron terus mengawasi jalannya pertandingan,


Dari pagi sampai sore dia menjalani acara perhelatan kompetisi itu berlangsung.


Hari mulai beranjak sore dan menuju malam hari, Aaron tak juga bisa menutup kedua matanya untuk beristirahat.


Tiba-tiba saja terlintas di pikirannya bayangan saat awal pertemuannya dengan Kirana sampai saat dia terjebak di ruangan ibunya di kios bunga Rose.


...☁️☁️☁️☁️☁️...


Pada saat itu kondisi kios baru ramai-ramainya pengunjung. Kirana tak bisa menemani Aaron.


Aaron yang terjebak di ruangan itu pun merasa bosan.


Lalu dia berjalan berkeliling melihat-lihat benda-benda yang ada dalam ruangan itu.


"Disini begitu banyak bunga, mengingatkanku pada seseorang..! mungkin ada sesuatu yang bisa menguatkan dugaanku..!" kata dalam hati Aaron saat melihat begitu banyak bunga mawar di setiap sudut ruangan.


Pandangannya tertuju pada sebuah lukisan.


"Ini...lukisan yang ada di rumahku...!!" batin Aaron.


"I..ibu...!" kata Aaron lirih dan matanya mulai berkaca-kaca.


"Apakah ibu ada disini..??" tanya dalam hati Aaron.


Jam dinding sudah menunjukkan pukul empat sore.


Maggie yang sudah pulang dari mengantar pesanan pelanggan, mengajak Kelly pulang ke rumahnya.


"Beneran kamu di sini dulu..?" tanya Maggie pada Kirana.


"Iya, aku mau cari kucingku ..!" jawab Kirana bohong. Padahal dia menunggu Oyen untuk berubah jadi kucing lagi agar bisa membawanya pulang,


Setelah Maggie dan Kelly pulang, Kirana pun segera masuk ke dalam kios.


Kirana terkejut saat melihat Aaron yang masih berwujud manusia, yang terus memandangi lukisan yang menempel di dinding.


"Aaron, kamu kenapa?" tanya Kirana pada Aaron dan gadis itu pun memandang lukisan itu.


Setelah memandang lukisan itu, Kirana memandang Aaron.


"Aapakah lukisan ini ka...kamu?" tanya Kirana saat melihat lukisan itu yang berwajah sama persis dengan Aaron.


"Iya ini aku. !!" jawab Aaron yang terus memandang Lukisan tuh iasa terpajang di dinding ruangan itu.


"Kamu gagah juga ya kalau pakai baju panglimamu..!" seru Kirana yang memegang lukisan itu.


Aaron yang berambut panjang sebahu dengan memakai ikat kepala dan berbaju bak ksatria.


Gadis itu merasa ada yang melingkarkan tangannya ke perut Kirana dan Aaron pun menciumi rambut,dan turun ke leher gadis itu.


Kirana menggeliat kegelian.


"Aaron jangan begini..!" seru Kirana yang berusaha untuk melepaskan diri dari Aaron.


Bukannya lepas, Aaron mendorong pelan Kirana dinding samping lukisan dirinya itu.


"Aaron...!!" panggil Kirana pelan..


"Maafkan aku, aku belum bisa menerima laki- laki untuk berada berhatiku" kata Kirana yang membohongi kata hatinya karena di masih takut untuk terluka lagi.


"Apa karena aku seekor kucing?" tanya Aaron yang semakin mendekatkan wajahnya .


Aaron mencari kebenaran dari mata Kirana.


"Bukan, pedih bila harus untuk terluka lagi..!" kata Kirana yang berusaha mendorong Aaron karena dia semakin dekat.


"Baiklah kalau itu maumu...!" kata Aaron yang kemudian beranjak ke kamar mandi.


Dia melepaskan selimut yang menutupi dirinya.

__ADS_1


Sekarang dengan tanpa busana dia menuju kamar mandi.


"Aist...! Dasar Aaron sungguh kau menodai mataku..!"kata dalam hati yang langsung menutup matanya dengan telapak tangannya.


Setelah masuk ke kamar mandi, Aaron menyalakan shower ya dan membiarkan air membasahi seluruh tubuhnya.


"Kenapa aku ini? aku seperti tak mau hidup lagi. Rasanya ingin menjadi kucing selamanya.." kata dalam hati Aaron.


Tiba-tiba...


"Keclapp...!!"


"Jeddar....jeddaar.....jeddaar...!!"


"Wuzzzz...wuzz...wuzzz...!!"


"Auw...toloooong..!!"


Kirana ketakutan, di tutupnya kedua telinganya.


"Dresss.....dressss....dreeeeess...,..!!"


Petir menyambar-nyambar disertai angin dan m membuat Kirana ketakutan.


Arron yang mendengar jeritan suara Kirana pun segera menyelesaikan ritual mandinya.


"Nona...! kamu tak apa-apa..?!" tanya Aaron yang keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah dan hanya berbalut handuk untuk menutupi area sensitifnya.


Di lihatnya Kirana duduk di lantai dengan melipat kakinya ke depan dan menutup telinganya dengan kedua tangannya.


"Aaron...! hiks....!aku takut...!!" kata Kirana dengan suara parau.


"Tidak apa-apa nona..! itu hanya pertanda mau hujan saja....!!" seru Aaron yang mencoba menenangkan Kirana.


Kirana pun berdiri, karena dirasa sudah aman.


Namun...


"Keclap....!!


"Jeddaaar.....jeddarrr......!!


Karena kaget. Kirana reflek memeluk Aaron yang bertelanjang dada dengan rambut masih basah itu.


Tanpa sengaja Kirana mendengar detak jantung Aaron.


Kirana pun mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Aaron.


Wajah Aaron yang memerah karena malu itu, kemudian melepaskan pelukan Kirana.


"Nona...! maaf jangan membuatku tersiksa akan tingkahmu....!!" kata Aaron yang kemudian mengambil selimut untuk menggantikan posisi handuk yang membalut tubuhnya.


"Kenapa aku tak berubah jadi kucing lagi sih...!! sungguh tersiksa kalau lama-lama seperti ini..!!" gerutu dalam hati Aaron yang segera duduk bersandar di tempat tidur.


Kirana yang sedikit bersalah itu pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


"Meowww...! meooowww...!!"


Aaron berubah menjadi Oyen.



Oyen segera keluar dari balutan selimutnya.


Dia bergerak kesana-kemari, karena rasa senangnya kembali berubah menjadi kucing.


Tiba-tiba dia mendengar suara.


"Wrebekk.....wrebekk....wrebeekkk...!!"


Oyen pun mencari sumber suara.


Oyen pun mencari sumber suara. Bergegas dia keluar ruangan.


Dia melihat ke sekelilingnya. Benar saja ada satu seekor siluman katak hijau bertengger di daun bunga palm.

__ADS_1



"Meoww....!! meowww...!!"


Katak itu melompat kesana kemari. Ketika melihat seekor kucing yang melihatnya dengan sorotan mata merahnya.


Oyen pun berusaha menangkapnya, dengan ikut melompat mencoba menggapai katak itu.



Oyen pun naik ke dahan pohon untuk melihat situasi.


Ternyata begitu banyak macam siluman katak yang di belakang kios bunga Rose itu.


"Mungkin suara tadi dari katak yang besar itu..!" gumam dalam hati Oyen.


"Ghroookh...!! ghrookh..!!"


"Eh, bukan suara tadi? Tapi sepertinya yang ini siluman kodok yang paling berbahaya..!!" gumam dalam hati Oyen.


Siluman kodok itu turun ke tanah, hendak menggembungkan dirinya.


Oyen pun turun dan bersikap siaga, dia waspada akan setiap pergerakan siluman kodok itu.


Tiba-tiba siluman kodok itu mengeluarkan gas beracun dari mulutnya yang mengarah ke Oyen.


Oyen pun melompat menghindar dari gas tersebut.


"Ngeeeeeooongg....!!!!"


Oyen mengerang menunjukkan gigi-gigi taringnya dan juga kuku-kuku tajamnya.


Siluman kodok itu kemudian menyemburkan gas beracunnya lagi.


Dan lagi-lagi, Oyen melompat ke samping dan kemudian melompat kearah punggung siluman kodok itu.


Di goresnya tubuh siluman kodok itu dengan kuku-kuku tajamnya.


"Street....! street...!"


"pheeessss....!!"


Dengan tergoresnya punggung Siluman kodok itu, secara otomatis siluman kodok itu tak bisa mengeluarkan gas beracunnya lagi.


Darah pun keluar dari tiap goresan, dengan sendirinya siluman kodok itu terkulai tak sadarkan diri.


Keluarlah mutiara putih dari mulut siluman kodok itu, Oyen pun berlalu tanpa mengambil mutiara hitam itu.


Kirana yang rupanya sedari tadi melihat perkelahian Oyen dan Siluman kodok itu, bergegas mengambil mutiara itu dan segera mencari ke beradaan Oyen.


Setelah mutiara putih siluman kodok diambil oleh Kirana, siluman kodok itu berubah menjadi abu.


"Oyen....! Oyen...!"


Panggilan Kirana yang terus terngiang ditelinga Oyen.


"Kirana.!" panggil Oyen.


...☁️☁️☁️☁️☁️...


"Kirana...!" Aaron terbangun dari tidurnya.


"Oh, Kirana!" racau Aaron yang mengusap wajahnya kasar dan kemudian dia menyempatkan diri mengambil foto kekasihnya yang berada di meja samping tempat tidur.


"Kirana, aku mencintaimu dan sangat merindukanmu!" ucap Aaron yang kemudian memeluk dan kembali memejamkan kedua matanya.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasihh...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2