
Caterina melirik ke arah Dicky dan Dicky mengangguk memberi kode pada Caterina untuk mengikuti apa kata Kiaro.
Kemudian gadis itu mengulas senyumnya.
"Baiklah, ceritanya kita perginya diam-diam begitu ya?" tanya Caterina sambil menatap satu persatu dua pemuda tampan dihadapannya
"Iya, kalau sampai ketahuan bisa fatal. Bisa-bisa kita tak diberi uang saku selama satu bulan! betul tidak Dic?" ucap Kiaro dan meminta pembenaran dari seorang Dicky
Tak berapa lama Kelly yang datang dari rumah menghampiri mereka.
"Kiaro dan Dicky, kalian sudah pulang rupanya!" seru Kelly yang sudah berada diantara mereka.
"Iya Tante, Vivian dimana Tante?" tanya Kiaro yang mengalihkan pembicaraannya.
"Vivian tidur sama bunda kamu! Bunda kamu kelihatannya sangat lelah, jangan diganggu ya!" jawab Kelly.
"Iya Tante, Kiaro cuma kangen saja sama Vivian Tante." balas Kiaro.
"Ya sudah, kalian bertiga cepat dan makan. Tante sudah siapkan semuanya di meja makan.!" seru Kelly.
"Baik Tante!" ucap Kiaro, Caty dan Dicky serempak.
"Tapi sehabis makan biasanya ya!' seru Kelly dan ketiga anak muda itu pun menjawab serempak.
"Piring langsung dicuci!"
"Bagus!" seru Kelly.
"Ha..ha...ha...!" dan semuanya tertawa seraya berjalan menuju ke rumah keluarga Kiaro.
"Baiklah Caterina, kelihatannya kamu bahagia ya di sini! Akan aku buat kamu menderita setelah ini!" gerutu dalam hati Ovinnix.
Ovinnix tetap bersembunyi di persembunyiannya sampai Maggie pulang dan kios bunga Rose tutup.
Maggie masuk ke dalam kios, sementara Kelly melangkahkan kaki menuju ke rumah mereka.
Sementara itu Kiaro, Dicky dan Caterina yang sudah janjian mau nonton bioskop, menjalankan aksi mereka.
Dengan cara mereka keluar satu persatu secara diam-diam.
"Kiaro kamu pergi terlebih dahulu, dan Caterina kemudian. Dan selanjutnya aku yang terakhir keluar rumah." usul Dicky.
"Setuju!" seru Caterina dan Kiaro bersamaan dan mulai mereka melakukan aksinya ketika semua orang bercengkrama di ruang keluarga termasuk Tony dan Maggie yang ikut bertukar berita.
Kiaro berhasil pergi secara diam-diam dan dia menuju ke kios bunga Rose dimana sepedanya masih diparkirkan disana.
__ADS_1
Cukup lama Kiaro menunggu Caterina dan Dicky, tak berapa lama ada sosok yang mirip dengan Caterina hanya saja dia lebih berani dalam berdandan dan dia yang menghampiri Kairo.
"Caterina, kenapa lama sekali?" tanya Kairo yang lupa kalau seharusnya Caterina menjadi kucing karena jam menunjukkan jam enam sore.
Kiaro memberikan helm keduanya pada sesosok gadis yang mirip dengan Caterina.
"Ma'af, ayo kita berangkat sekarang!" seru seorang gadis yang mirip dengan Caterina.
Sesosok gadis itu tiada lain adalah Ovinnix yang dengan kemampuannya merubah dirinya menjadi Caterina.
Sementara itu Caterina yang berubah menjadi Caty karena jam sudah menunjukkan jam tujuh malam,
Caty sedang menemani Vivian main boneka, akhirnya bisa melepaskan diri setelah Vivian mengantuk dan pergi ke kamarnya.
Dengan mengendap-endap Caty keluar dari rumah dan berlari menuju ke kios Bunga Rose.
Sesampainya di kios bunga Rose, Caterina sangat terkejut tatkala Kiaro yang mengendarai sepeda motor sportnya, berboncengan dengan seorang gadis dengan mesranya.
"Meow....! Kiaro, katanya kamu mau menungguku, kita akan pergi ke bioskop bersama-sama?" ucap Caty yang mulai beekaca-kaca.
Tanpa di sadari Caty, dibelakangnya ada Dicky yang juga melihat apa yang dilihat Caty.
"Kiaro ternyata sudah janjian dengan gadis lain, itu berarti Caterina bukan miliknya. Aku akan memanfaatkan hal ini!" gumam dalam hati Dicky.
"Ba..baik Kak Dicky!" ucap Caterina.
Karena Caty sangat penasaran dengan sesosok yang bersama dengan Kiaro itu, kucing tiga warna itu mau saja masuk ke dalam tas selempang tersebut.
Dicky segera naik ke sepeda motor sportnya dan tas yang berisi Caterina itu diletakkanny di depannya.
Sepeda motor sport Dicky melaju dengan kencang menyusul keberadaan Kiaro yang mendahuluinya.
Dan kebut-kebutan itu terjadi dengan cepatnya.
Tak berapa lama mereka telah sampai di gedung Bioskop yang paling elit di kota Ghuangzhou.
Kiaro yang belum menyadari, kalau yang berada di sampingnya itu bukanlah Caterina, Kiaro menggandeng dengan mesra Ovinnix yang berubah menjadi Caterina itu.
Dicky dan Caty yang baru saja tiba , melihat Kiaro yang menggandeng mesra dengan seorang gadis selain dirinya.
Ada perasaan sesak di dada Caty saat ini, dan mereka berjalan membuntuti Kiaro di belakangnya dengan jarak beberapa meter dibelakangnya.
Dan secara tak sengaja Ovinnix melihat Caty yang berada di dalam tas Dicky, sedang mengawasinya dengan tatapan kebencian.
Hal itu dimanfaatkan oleh Ovinnix dan dia semakin mesra dengan Kiaro.
__ADS_1
"Kiaro, kamu bersama siapa? apa tak ada rasa cintamu untukku?" racau dalam hati Caty yang air matanya menetes semakin lama semakin sering.
Kiaro mengantri untuk membeli tiket, demikian pula dengan Dicky, namun jarak mereka cukup jauh.
Tanpa malu-malu pada saat mengantri tiket itu, Ovinnix memeluk tubuh Kiaro dari belakang dan dia memberikan kecupan-kecupan kecil di punggung Kiaro.
"Sial! siapa perempuan itu! membuat dadaku seakan mau meledak saja!" gerutu Caty dalam hati yang terus menatap dua sejoli yang sedang mengganggu pikirannya itu.
Kiaro dan Ovinnix sudah mendapatkan tiketnya, sementara Dicky masih berada di antrian dan dia menyuruh Caterina untuk tidak menyembunyikan kepala dan tubuhnya.
Tak berapa lama Dicky yang membawa Caterina itu masuk ke bioskop.
"Baru kali ini aku kencan dengan seekor kucing, seandainya kamu berubah menjadi Caterina, alangkah bahagianya aku!" gumam dalam hati Dicky yang sambil mencari tempat duduk.
Tanpa sengaja, mereka duduk dibelakang Kiaro dan Ovinnix.
Hal itu semakin membuat Caterina terbakar api cemburu.
Sedangkan Kiaro sendiri yang belum menyadari apa yang terjadi, masih enjoy saja saat Ovinnix memeluk dan menyandarkan kepalanya dibahu Kiaro.
Ditambah suasana Bioskop yang gelap membuat Ovinnix semakin gencar melakukan aksinya.
"Caty, aku yakin pemuda ini adalah kekasih kamu. Selamat dilanda Ali cemburu ya! ha..ha..!" gumam dalam hati Ovinnix dengan diiringi senyum kemenangannya.
"Sayang, aku sangat menyayangimu!" kata-kata manis Ovinnix bisikkan di telinga Kiaro.
Seperti mendapatkan angin segar Kiaro mencium punggung tangan Ovinnix dan mengatakan kata-kata yang romantis juga dari mulut Kiaro.
"Aku juga sangat mencintaimu Caterina, kamu cantik dan malam ini kamu beda sekali? ternyata kamu agresif sekali!" bisik Kiaro di telinga Ovinnix.
Hal itu terlihat nyata di hadapan Caty. rasa amarah dan cemburu membalut kesedihannya saat ini.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1