
"Ki..Kirana dalam bahaya .? baiklah..akan aku selesaikan kau lebih dulu hai.. siluman kupu-kupu sayap peri...!!" seru Aaron.
"Ka..kau mau apa..??" siluman kupu-kupu sayap peri sangat terkejut ketika Aaron sudah bersiap dengan pedang cahaya yang mengarah padanya.
"Maaf bukan aku tak peduli sama kaum wanita, tapi aku harus menyelesaikanmu lebih dulu agar aku bisa menolong yang lainnya...!!" seru Aaron yang memutar pedang cahaya dan mendekati ke siluman kupu-kupu sayap peri itu.
Sedangkan siluman peri dengan sisa-sisa tenaganya, menyilang kan kedua tangannya di depannya dan dia menutup mata.
Setelah membuka mata, terbentuklah cahaya merah pekat di tangannya dan kemudian dia mendorong ke arah Aaron dengan kuat.
Aaron yang belum menyadari kekuatan dari siluman kupu-kupu sayap peri itu, terbentur mundur lumayan jauh.
"Aaaghh...!!"
"Brukk..!!"
Aaron yang terpental jatuh ke tanah dan segera bangkit dan mempersiapkan serangan balik pada siluman kupu-kupu sayap peri.
Segera di rapalkannya mantera yang di ajarkan ibunya Rosa.
"Happ...!!"
Aaron menghentakkan kakinya dan melesat ke arah siluman kupu-kupu sayap peri, dengan tangan kanan memegang pedang dan tangan kiri mengeluarkan cahaya biru yang kemudian dia arahkan pada siluman kupu-kupu sayap peri, yang sudah bersiap dengan bola cahaya merahnya.
Kedua bola cahaya itupun beradu dengan kerasnya, yang menimbulkan gelombang suara yang begitu dahsyat.
"Boummmm.....!!"
"Aaaaghh....!!"
Dan keduanya terpental berjauhan.
Aaron segera menguasai dirinya dan kembali melesat dan menyerang Siluman kupu-kupu sayap peri dengan bola-bola cahaya birunya.
"Boum....boum....boummm..!!"
"Aaagh...!!"
Siluman kupu-kupu sayap peri yang sudah bangkit dan hendak menyerang Aaron, dengan mendadak menerima serangan dari Aaron.
Tubuh siluman kupu-kupu sayap peri itu pun seketika hancur dan tinggal mutiara warna hitam yang melayang.
Aaron pun segera mengambilnya dan kemudian memasukkannya dalam kantong silumannya.
Kekasih Kirana itu pun mendekati Ekin dan kemudian memberinya mutiara siluman warna hitam dari siluman kupu-kupu sayap Perri tadi pada Ekin yang sudah sadar dari pingsannya.
Setelah menyuapi Ekin, Aaron mengalirkan hawa murninya pada sahabatnya itu.
"Aaaaghh..!!"
Erangan Ekin yang merasakan aliran hawa murni Aaron masuk ke tubuhnya.
"Ekin, sebenarnya apa yang terjadi padamu..??" tanya Aaron yang merasa khawatir melihat keadaan Ekin yang pucat pasi.
"Entahlah, tiba-tiba ibu mendatangiku kemudian Kirana dan setelah itu Luna..! aku. tak mengerti, tiba-tiba tubuhku lemas begitu saja." ucap Ekin yang masih lemah.
__ADS_1
"Anda terkena ilmu halusinasi dari siluman kupu-kupu sayap peri tuan Ekin. Sebaiknya anda jangan banyak bergerak, bersemedi lah dan atur enegimu..!!" nasehat siluman Rajawali yang menghampiri Ekin dan Aaron.
"Jiwa dan tenagamu banyak terkuras, betul kata siluman rajawali, kamu harus beristirahat memulihkan stamina kamu...!!" ucap Aaron yang menepuk pundak Ekin.
Dan Ekin mengiyakan dan kemudian dia mulai duduk bersila dan memejamkan matanya.
"Tuan...! cepat tolong kedua gadis itu..!" seru siluman Rajawali yang mengingatkan Aaron pada Kirana dan Luna.
"Toloooong...toloooong...!!"
Suara igauan dari Kirana dan Luna yang menyatakan mereka dalam bahaya.
"Raja..! bagaimana aku bisa menolong mereka..?" tanya Aaron yang mendekati tubuh Kirana yang berkeringat.
"Aku juga belum tahu, karena waktu aku menjadi raja siluman, Siluman mimpi itu belum bergabung di kerajaan...!!" ucap siluman Rajawali yang juga bingung cara mengatasi siluman Mimpi.
"Aku harus masuk ke dalam mimpi Kirana dan Luna..!!" seru Aaron yang kemudian duduk bersila dan mulai memejamkan matanya , berusaha tidur dan masuk kedalam mimpi kedua gadis itu.
"Saya akan menjaga kalian di sini..!!" ucap Siluman rajawali yang tetap bersiaga di samping Aaron.
Aaron pun terlelap dalam mimpinya dan tak lama kemudian Aaron mesum ke sebuah tirai yang seperti gelembung sabun yang besar.
Saat dia masuk, Ada sebuah altar dan terdapat sebuah mustika yang memancarkan cahaya kilau kemerahan.
"Itu pasti mustika siluman mimpi..!!" kata dalam hati Aaron.
Kemudian lihatnya Kirana dan Luna yang terikat jadi satu dan mereka sedang meronta-ronta di sudut sebelah samping altar mustika siluman mimpi itu.
"Kirana..Luna...!!" panggil Aaron yang di dengar kedua gadis itu.
"Aaron...bantu kami..!!" ucap Kirana yang sedikit lega karena kehadiran Aaron.
"Huaaaaha..ha...!!"
Ternyata dia adalah siluman mimpi.
"Hai, ada yang mau mati rupanya..!!" seru siluman mimpi pada Aaron.
"Aku tidak cari mati, tapi mencari kekasihku..!!" ucap Aaron dengan lantang.
"Huaaahaa..haa..!!"
"Tahu tidak..!! yang sudah berada di sini, itu adalah milikku..!!" ucap siluman mimpi garangnya.
"Tak akan aku biarkan..!!" seru Aaron yang kemudian bersiap menyerang siluman mimpi tersebut.
"Coba saja kalau kau bisa mengalahkanmu..!!" seru siluman mimpi yang menantang Aaron dengan berkacak pinggang.
"Hop hiaaaaat..!!"
"Blushh...!!
"Blushh...!!
__ADS_1
"Blushh...!!
"Aargghh...!!"
Berkali-kali Aaron menyerang ruang hampa. Tubuh Siluman mimpi tak bisa di sentuh maupun di pukul.
Dan bahkan siluman itu bisa memukul balik Aaron.
"Apa ini..? apakah harus begini terus..??" ucap dalam hati Aaron yang cemas.
"Ha....ha..ha..!! ayo keluarkan semua jurus-jurusmu!!" seru Siluman mimpi dengan penuh kemenangan.
"Pedang cahaya...!!"
Aaron memanggil pedang kesayangannya.
"Oh...mau main senjata rupanya..!!" seru siluman Mimpi yang kemudian mengeluarkan cakar mautnya.
"Hiaaat....!!"
"Trang...! Trang...! Trang...!!"
Antara pedang cahaya dan cakar maut beradu dan menghasilkan bunyi yang sangat nyaring.
Tiba-tiba..."Sreeet..!!"
Lengan kanan Aaron tergores tiga cakar yang kemudian membuat lengan Aaron itu berdarah.
"Aaaaaghh...!!"
Aaron mengerang kesakitan.
"Aaron...!!" seru Kirana yang semakin berusaha melepaskan diri dari ikatan tali siluman mimpi itu.
Sementara Aaron dan siluman mimpi kembali bertarung, Kirana dan Luna sudah bebas dari jeratan tali siluman mimpi.
"Luna, kita harus bantu Aaron dari siluman mimpi itu..!" ucap Kirana.
"Iya, tapi bagaimana caranya..?" tanya Luna yang bingung.
"Ini ada di alam mimpi, berarti siluman mimpi penguasa tempat alam mimpi ini." kata Kirana sambil berpikir.
"Benar dan kita tak kan mampu melawannya. Di alam ini..!!" kata Luna yang ikut berpikir.
"Maka dari itu, cari tahu cara bagaimana bisa keluar dari alam mimpi ini...!" ucap kirana seraya melihat ke sekelilingnya.
Akhirnya dia menemukan cara yang diyakininya bisa keluar dari situasi ini.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...