
Dan akhirnya dia sampai di landasan terakhir yaitu tanah dan setelah berhasil, Ovinnix merlari menuju pintu pagar rumah Aaron.
Setelah beberapa menit mencari pintu pagarnya, akhirnya Ovinnix menemukannya dan dia keluar di sela-sela jeruji besi pintu pagar.
"Akhirnya aku bisa keluar juga dari rumah itu. Ma'afkan aku semuanya aku harus pergi sekarang juga." gumam Ovinnix yang kemudian berlari meninggalkan rumah Aaron melewati Kios bunga Rose.
Ovinnix terus menyusuri trotoar depan kios-kios bunga dalam gelapnya malam dan sinar terang dari lampu-lampu kios dan merkury jalan raya.
Tiba-tiba saja ada suara yang sangat mengganggu telinganya.
"Meong...meong...meong....!"
Suara kucing jalanan yang sedang memperebutkan wilayah kekuasaan mereka.
"Berubah menjadi Anjing!" seru Ovinnix dan tetap saja dia tak berubah wujud seperti yang dia inginkan.
"Eh kenapa ini? kenapa aku tak bisa berubah wujud?" gumam dalam hati Ovinnix yang kalut.
"Jadi aku sudah tak punya kemampuan lagi ya?' tanya dalam hati Ovinnix yang kemudian dia terus berlari tanpa menghiraukan para kucing yang sedang tanya jawab itu.
Tanpa disadari oleh Ovinnix, gerombolan kucing liar itu ternyata melihat Ovinnix.
Kemudian mereka mengejar Ovinnix dan Ovinnix yang sudah menyadari akan hal itu, terus berlari dan terus berlari.
Kejar-kejaran gerombolan kucing dengan Ovinnix terus berlangsung dengan sengit di trotoar jalanan.
Hingga akhirnya tiba di persimpaangan lampu lalu lintas di jalan raya. Dan pada waktu itu lampu merah yang menyala.
"Ovinnix kamu harus bisa bebas dari para kucing itu!" seru dalam hati Ovinnix yang kemudian merubah tak tik menghindarinya dari serangan kucing-kucing jalanan itu.
Kucing itu masuk di sela-sela para pengendara sepeda motor dan juga pengendara mobil.
Lampu lalu lintas saat ini berubah menjadi hijau, dan Ovinnix terus berlari dan pada akhirnya dia bisa menyebrang jalan raya dan banyak kucing yang terlindas dan ada juga yang kembali ke.tempat semula.
"Fyuh, akhirnya terbebas juga dari mereka!" seru Ovinnix yang kemudian melanjutkan perjalanannya.
Kucing itu terus menyusuri trotoar dan tiba-tiba ada seekor anjing yang menyalak mengarah padanya.
"Gukk...gukk...gukk....gukk...!"
"Apa itu? hah anjing, mau apa dia? aku kan tidak mengganggunya!" tanya demi tanya dalam hati Ovinnix yang kemudian dia terus berlari dan anjing itu terus mengejarnya.
"Astaga, lepas dari kucing jalanan kini dikejar sama anjing liar! host..host..!" seru Ovinnix yang kemudian mengatur nafasnya pada saat berhenti.
Dan ketika dia melihat kebelakang, anjing itu masih mengejarnya.
__ADS_1
Ovinnix melihat sebuah mobil yang terparkir di tepi jalan.
"Aku sembunyi di bawah mobil itu!" seru Ovinnix yang kemudian dia masuk di kolong mobil dan anjing itu terus menyalak dan mengendus-endus untuk mencoba masuk ke kolong mobil.
"Gukk...gukk...gukk....gukk...!"
"Gukk...gukk...gukk....gukk...!"
Tiba-tiba ada yang melempari anjing itu dengan batu.
"Plokkk...!"
"Kaing..kaing...!"
Anjing itu kesakitan dan berlari menjauh dari mobil tersebut.
"Anjing sialan, ngapain dia mengalami mobil aku!" gerutu seseorang yang membawa botol air mineral dan satu box pozza.
Kemudian dia melangkahkan kaki menuju pintu mobil yang untuk mengemudi,laki-laki itu kemudian membuka pintu mobilnya.
"Tuan...tuan tunggu!" panggil seorang laki-laki paruh baya.
Tiba-tiba saja ada yang memanggilnya, dan laki-laki itu menghentikan kakinya yang hendak masuk ke mobil.
Ovinnix yang berada di kolong mobil, memanfaatkan kesempatan itu.
"Aku lebih baik ikut mobil ini, dari pada di jalan kejar-kejaran terus!" gumam dalam hati Ovinnix.
Sementara itu, orang yang memanggil laki-laki itu sudah berada dihadapan laki-laki itu. Dan mereka mulai berbincang-bincang membicarakan sesuatu.
"Tuan..Tuan!" panggil laki-laki paruh baya itu yang mengatur nafasnya.
"Host...host..host...!"
"Ada apa? kenapa Bapak memanggil saya?" tanya Laki-laki itu yang penasaran.
"Ini kembaliannya" jawab laki-laki paruh baya itu pada laki-laki pemilik mobil.
"Oh, buat bapak saja. Saya ikhlas kok!" ucap laki-laki pemilik mobil itu.
"Oh, terima kasih tuan-terima kasih!" ucap laki-laki paruh baya itu seraya menangkupkan telapak tangannya
"Iya, sudah-sudah. Lebih baik bapak menepi ya, saya mau melanjutkan perjalanan. Kota tempat tinggal saya lumayan jauh!" ucap laki-laki si pwmilik mobil itu yang kemudian masuk ke mobil.
Sekali lagi laki-laki paruh baya itu menangkupkan telapak tangannya dan dia berkali-kali mengucapkan terima kasih seraya menganggukkan kepalanya, yang kemudian dia melangkahkan kaki menepi ke trotoar.
__ADS_1
Laki-laki pemilik mobil itu membunyikan klakson mobilnya.
"Pim...!"
Bunyi klakson itu sebagai tanda perpisahan, dan laki-laki paruh baya tadi melambaikan tangannya seraya mengulas senyumnya.
Sementara itu Ovinnix yang berada di dalam mobil di kursi belakang, menebarkan pandangannya melihat suasana mobil yang dia tumpangi.
"Mobil ini seperti pernah aku tumpangi" ucap dalam hati Ovinnix yang terus berusaha mengingat sesuatu tentang mobil itu.
🗓️Flashback on.
Tiba-tiba bayangannya mengarah pada waktu dirinya melakukan perjalanannya, dimana dia merubah diri menjadi seorang wanita baya untuk melancarkan perjalanannya.
"Mohon ma'af Cu, bisa antarkan saya ke kota Ghuangzhou?" tanya Ovinnix yang menyamar menjadi wanita setengah baya itu.
"Oh, baik Nek. Mari saya antarkan, kebetulan saya mau ke Ghuangzhou. Menjenguk kerabat yang sedang sakit" ucap pemuda yang membawa mobil mewah warna hitam itu.
Kemudian pemuda itu keluar dari mobil dan melangkahkan kakinya untuk membukakan pintu untuk Ovinnix.
"Terima kasih Cu!" ucap Ovinnix yang kemudian masuk ke mobil dan duduk di kursi belakang mobil yang di kendarai pemuda itu.
Setelah Ovinnix masuk, pemuda itu menutup pintu mobil dan kemudian berjalan kembali menuju kursi kemudinya.
Kemudian pemuda itu menyalakan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menusuri jalan raya yang mengarah ke kota Ghuangzhou.
Nenek mau ke Ghuangzhou, ketempatnya siapa nek?" tanya pemuda itu dengan tetap mengarahkan pandangannya ke depan jalan raya.
"Saudara, sayangnya nenek lupa alamatnya. Bagaimana ya cu?" jawab sekalian tanya Ovinnix yang bingung mau jawab yang bagaimana.
Karena informasi yang diterimanya dari ibundanya Valery hanya kota Ghuanzhou tanpa memberitahu alamat lengkapnya.
Wah, bisa repot dong nek! kalau begitu kita jalan saja dulu, semoga saja nenek ingat dengan jalan yang menuju ke rumah Saudara nenek" ucap pemuda itu yang sebenarnya dia juga bingung mau menolong cara yang bagaimana kalau tak punya alamatnya.
"Ah, lebih baik aku bawa ke kantor polisi saja, bisa biar diurus sama para polisi!" gumam dalam hati pemuda itu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...