
Pasar Siluman, umumnya beraktifitas di malam hari.
Oyen dan Luna sudah sampai di perkampungan Siluman dan mereka menuju ketengah perkampungan itu, Yang merupakan pasar Siluman .
"Oyen..! mmm, apa kita tunggu saja ya?" tanya Luna yang menoleh kesana kemari, tak ada aktifitas yang berarti di sekitar pasar siluman itu, karena memang masih dalam keadaan siang hari.
"Kita berkeliling dulu yuk!" ucap Oyen yang penasaran dengan kampung siluman itu.
"Baiklah" jawab Luna, dan mereka pun berkeliling melihat suasana perkampungan siluman itu.
Oyen melihat ada beberapa siluman yang kerkerumun seperti membicarakan sesuatu.
Kedua kucing itu melihat dan mendengarkan apa yang mereka bicarakan dengan seksama.
"Aku dengar kalau siluman laba - laba melempar manusia persembahannya ke dunia siluman ini!" kata siluman kambing.
"Aku juga mendengarnya demikian" kata siluman babi.
"Oh gadis itu ada pada si pemburu" kata siluman kuda.
"Gadis itu gadis suci, bila kita minum darahnya, kita tak perlu bertapa sampai ratusan tahun lagi untuk mencapai kesempurnaan ilmu kita." kata siluman babi.
"Hei kalian, bicara apa sih!?" tanya siluman kera yang tiba-tiba ikut nimbrung dalam kerumunan itu.
"Gadis suci persembahan siluman laba-laba ada di sini!" kata siluman babi.
"Kita cari dia, ini adalah kesempatan kita agar tidak selalu di tindas siluman lembu!" ucap siluman kera dengan nada sedikit provokasi.
"Benar, aku juga lelah jadi jongosnya. Seenaknya saja main perintah, itu karena dia itu siluman kepercayaan ratu siluman ular!" ucap siluman kambing dengan geramnya.
"Apa, Kirana dalam bahaya, bagaimana aku akan menyelamatkannya?" kata dalam hati Aaron yang terus memikirkan pujaan hatinya.
"Mereka bicara tentang apa?" tanya Luna dengan berbisik.
"Entahlah, aku juga tidak tahu!" jawab Aaron yang berbohong, karena tak mau Luna tahu masalah tentang Kirana.
"Gadis suci, persembahan. Ah, tak tahulah!" gerutu Luna kesal.
"Mungkin lebih baik kita tak tahu Luna, ayo kita jalan-jalan lagi!" ajak Oyen dan kembali mereka berjalan menyusuri perkampungan siluman itu.
Dan tak terasa hari sudah menjelang malam.
Tak berapa lama, satu persatu siluman berdatangan dan memenuhi pasar siluman itu.
__ADS_1
"Cepat sekali pasar itu ramainya!" seru Luna saat keduanya melangkahkan kaki mereka kembali ke pasar Siluman.
"Ayo kita lihat apa yang .mereka gunakan dalam bertransaksi!" seru Oyen yang setengah berlari menuju ke pasar Siluman dan di ikuti oleh Luna.
Kedua kucing kecil itu memperhatikan transaksi para simuman itu dengan seksama.
"Yang mereka lakukan adalah sistem barter, menukarkan benda dengan benda lain!" ucap Luna saat melihat beberapa orang yang sedang bertransaksi barter.
"Sedangkan kita pakai apa ya?" tanya Oyen sambil berpikir.
"Eh oyen, pakai mutiara siluman yang mau kamu berikan tadi saja, itu ada yang menukarnya dengan benda lain!" seru Luna yang menunjuk pada sebuah transaksi jual beli yang sedari tadi di perhatikannya.
"Betul, ayo kita coba!" ucap Oyen yang memang melihat kejadian itu, kemudian mereka mencari penjual pakaian wanita.
"Kebanyakan pakaiannya model Hanfu!" seru Luna saat melihat beberapa pakaian yang di gantung.
"Hantu?" tanya oyen yang pura-pura tidak paham.
"Hanfu, itu pakaian adat negara gingseng." kata Luna yang sedang memilih pakaian mana yang cocok dengan ukurannya saat menjadi manusia nanti.
"Iya, aku tahu. Kirana sering lihat film yang pakaiannya seperti itu!" kata Oyen dalam hati yang ikut melihat-lihat pakaian untuk laki-laki.
"Apakah bisa di tukar dengan mutiara siluman?" tanya Oyen saat penjual pakaian itu melipatnya.
"Boleh, asal dua mutiara siluman warna putih!" jawab penjual pakaian itu.
"Baiklah, dua mutiara siluman warna putih untuk anda." ucap Oyen yang membuka kantungnya yang berisi banyak mutiara siluman.
"Hei, kucing kecil, ternyata kau punya banyak mutiara siluman ya?" tanya siluman penjual pakaian itu saat melihat Oyen yang membuka kantong yang berisi banyak mutiara yang memang Aaron ambil waktu ada di villa Andy di pesisir pantai.
"Eh, iya!" jawab Oyen singkat dan memberikan dua mutiara warna putih pada Siluman penjual pakaian itu.
Kemudian siluman penjual pakaian itu mengemas pakaian yang di beli oyen dan Luna.
Setelah itu Oyen melihat situasi di pasar siluman itu.
Pandang Oyen tertuju pada stan penjual perhiasan dan senjata.
"Kita kesana ya" ajak Oyen pada Luna seraya menunjukkan arah yang di tujunya.
"Baik, ayo kita kesana" balas Luna yang dia memang ingin ke tempat itu.
__ADS_1
Dan kedua kucing itu kemudian melangkah ke tempat yang mereka di tunjuk tadi..
Setelah sampai di stan penjualan perhiasan dan senjata itu, Oyen tertarik pada sebuah pedang yang berkilau.
"Maaf boleh tahu berapa harga pedang itu, jika saya akan menukarnya dengan mutiara siluman?" tanya Oyen yang seraya menunjuk ke arah pedang yang dimaksud.
"Oh itu..! sepuluh butir mutiara siluman warna putih, apa kamu punya hei kucing kecil?" tanya penjual itu.
"Wah mahal juga untuk ukuran pedang biasa!" kata Oyen yang berpikir berulang-ulang untuk membeli pedang itu.
"Kalau murah, ya bukan senjata namanya. Lagi pula, pedang ini bisa membersihkan noda darah dengan sendirinya. Kamu bisa mendapatkan banyak mutiara siluman, yang tentunya lebih dari harga pedang ini." kata penjual itu.
"Baiklah, aku ambil!" kata Oyen yang kemudian mengeluarkan kantong mutiaranya.
Dan pedang itu kini berada di tangan oyen.
"Hei, bagaimana kalian bisa membawa barang-barang kalian itu? kalian akan kesusahan berjalan. Aku punya sebuah cincin. cincin ini bisa menyimpan barang barang kalian." kata penjual itu.
"Cincin?" tanya oyen yang penasaran.
"Iya, namanya Cincin Samudera, kamu bisa menyimpan semua benda atau barang-barang kamu di dalam cincin ini." kata penjual itu yang sambil menunjukan cincin yang bermata biru yang berkilau pada Oyen.
"Bagaimanakah cara penggunaanya?" tanya Luna yang sedari tadi diam dan penasaran dengan benda yang di tunjukkan siluman pedagang senjata dan perhiasan itu.
"Caranya, kalian usap tiga kali mata birunya dan kalian dekatkan benda yang akan kalian simpan itu. Cobalah!" jelas siluman penjual senjata dan perhiasan itu.
Oyen pun melakukan apa yang diajarkan siluman itu.
Di usapnya Cincin Samudera itu dan oyen mendekatkan pedang yang tadi di belinya.
Dan ajaib, pedang itu hilang dari pandangan mata Oyen dan yang lainnya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
......Bersambung......
__ADS_1