Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Siluman Lintah


__ADS_3

"Benar juga, tapi bisa saja itu tipu muslihat kalian..!!" seru salah satu anak buah Nicky yang kemudian mengepung Ekin, Kirana, dan dua Ekor kucing kecil itu.


"Kalian mau apa..?" tanya Kirana penasaran.


"Kami mau kalian, kalian akan kami jadikan persembahan untuk pesugihan kami..!!" jawab laki-laki itu.


"Kurang ajar..!" rupanya kalian cari mati ya..!!" seru Ekin yang sudah bersiap-siap dan kirana juga sudah bersiap dengan pedang Awannya.


"Hei kalian yang cari mati..!!" seru salah seorang dari mereka yang berjumlah kurang lebih dua puluhan orang itu.


"Ayo serang saja mereka..!!" seru yang lainnya,dan seperti sebuah komando perkelahian pun tak terhindarkan lagi.


"Oyen dan Luna..! kalian berdua menepilah...!!" seru Kirana yang akan menghadapi anak buah Nicky berdua saja bersama Ekin.


Oyen dan Luna menyetujuinya, dan mereka segera menepi.


Banyak dari mereka yang membawa senjata tajam.


Ekin terpaksa mengeluarkan bola-bola cahaya kuningnya untuk mengurangi jumlah penyerangnya.


"Hopp....hiiaaaaaat....!!"


"Bouuuuumm...!!"


"Bouuuuumm...!!"


"Bouuuuumm...!!"


"Bouuuuumm...!!"


"Aaaaghh...!!"


Sementara itu Kirana menyerang dengan pedang Awan, Dia meliuk-liuk menggunakan jurus yang diajarkan Ekin.


"Hiaaaat...!!"


"Traaaangg...!!"


"Traaaangg...!!"


"Traaaangg...!!"


"Aaargghh..!! kurang ajar...!! Jumlah kita berkurang banyak, mereka tak bisa dianggap remeh rupanya..!!" umpat salah satu dari anak buah Nicky itu dengan gelisah


"Ada yang mau coba lagi..!!" seru Ekin dengan gayanya.


Mereka saling berbisik, dan salah satu dari mereka masuk ke dalam rumah.


"Apa yang mereka rencanakan..??" tanya Kirana penasaran.


"Sepertinya mereka akan mencari bantuan...!" jawab Ekin yang juga penasaran.


Benar saja, tak lama kemudian datang seorang wanita berparas cantik.



"Ohw...! mereka bersekutu dengan siluman..!!" seru Ekin yang langsung tahu kalau wanita yang berparas cantik itu adalah siluman.


"Siapa yang kalian hadapi..? kenapa kalian harus meminta bantuanku..?" tanya wanita berparas cantik itu.


"Dua orang itu nyonya..!" jawab salah seorang dari mereka.


"Ohw...!! sepasang...a..apa dewa..! kenapa ada dewa di sini..!!" seru wanita itu yang sebelumnya acuh tak acuh, langsung membuka kedua matanya lebar-lebar saat mengetahui kalau ada dewa diantara kedua lawannya.


"Kami ada di sini, karena akan membasmimu..!!" balas Ekin yang geram akan kedatangan wanita paras cantik itu.


"Coba saja..!!" seru wanita itu yang tak lain siluman lintah.


Siluman Lintah adalah siluman pesugihan, ilmunya tidak begitu tinggi namun dialah penyumbang darah manusia terbesar di Dunia siluman diantara para siluman lainnya.

__ADS_1


"Kirana...lawan siluman lintah itu..! aku yakin kamu pasti bisa, aku akan menghabisi cecunguk-cecunguk itu..!!" seru Ekin yang sudah bersiap dengan bola-bola cahayanya.


"Baiklah.." ucap Kirana yang sudah bersiap dengan pedang Awannya.


Dan kembali perkelahian itu tak terelakkan lagi.


Ekin yang menyerang dengan bola-bola cahaya kuningnya, dia melempar bola-bola itu seperti olah raga bowling, yang sekali lempar dua, tiga sampai lebih orang yang tersingkirkan oleh bola-bola cahaya kuningnya itu.


"Hopp....hiiaaaaaat....!!"


"Bouuuuumm...!!"


"Bouuuuumm...!!"


"Bouuuuumm...!!"


"Bouuuuumm...!!"


Hampir semua anak buah Nicky yang tewas karena bola-bola cahaya kiniEkin.


Sementara itu Kirana yang menggunakan pedang Awan pun tak kalah serunya melawan siluman lintah itu.


Siluman lintah melawan Kirana dengan selendang putihnya mengibas ke kanan dan kekiri,


Kirana menghindarinya dengan menghela, mendongak, dan bahkan menunduk.


"Pedang Awan..! bantu aku..!!" pinta Kirana pada pedangnya.


Pedang Awan seolah mengerti apa yang di maksud tuannya, pedang itu bergerak sendiri dan memotong selendang siluman lintah menjadi beberapa bagian.


"Kurang Ajar..!!" umpat siluman lintah itu dengan geramnya.


Dan kini pertarungan berlangsung dengan tangan kosong.


"Bagh...!!"


"Bugh....!!"


"Bugh....!!"


"Aaagh....!!"


Kirana terpukul mundur, dan Oyen yang melihat itu bangkit dari duduknya dan memberi semangat Kirana.


"Meooww....meoooww...!!"


"Makasih Oyen, aku tidak apa-apa...!!" ucap Kirana yang masih memegang perutnya yang terkena pukulan dari siluman lintah itu.


Kirana kembali bersiap menyerang, kali ini dia tidak dengan tangan kosong karena siluman lintah kembali mengeluarkan selendang warna putih.


Yang entah dari mana tiba-tiba muncul kembali dan semakin panjang melilit Kirana.


"Aaghh..aaaghh...!!"


Lilitan selendang itu semakin kuat dan hampir membuat Kirana tak bisa bernafas.


"Sial..selendang ini terlalu kuat lilitannya..!" seru Kirana yang terus menggerakkan tubuhnya berharap bisa lepas dari lilitan selendang putih milik siluman lintah itu.


"Pedang Awan..!!"


Panggil Kirana, dan pedang Awan yang tidak ikut terlilit selendang putih itu bergerak sendiri dan memutus kembali selendang putih itu.


Pedang Awan itu membelah lilitan selendang putih itu, dan Kirana pun terbebas dari lilitan selendang putih itu.


Kini pedang Awan kembali berada di tangan Kirana, dan Kirana bersiap menyerang siluman lintah.


"Hop hiaaaat...!!"


"Weeet....weeet...!!"

__ADS_1


Kirana menyerang di tempat kosong, karena siluman lintah mampu menghindarinya.


Dengan gerakan sedikit mengelabui siluman Lintah, Kirana berhasi menggores lengan kanan siluman lintah.


Darah segar keluar dari bekas goresan pedang Awan.


"Sialan...beraninya kau..!!" seru siluman lintah yang terus memegangi lengannya, yang darahnya tak juga berhenti.


Ini adalah kesempatan bagi Kirana, dan dia tak menyia-nyiakan hal itu.


Kekasih Aaron itu menghujamkan pedang awan ke ulu hati siluman lintah.


"Hiaaat....!!"


"Jleebb..!!"


"Aaargh..!! Ka..kau....aaaghh..!!" kata terakhir yang keluar dari mulut siluman lintah.


Setelah pedang awan di cabut oleh Kirana, muncullah mutiara siluman warna putih yang menyembul di antara lubang dimana pedang Awan tadi menghunus ulu hati siluman lintah.


Kirana segera mengambil mutiara siluman warna putih itu, dan kemudian menyimpannya dalam saku bajunya.


Tak berapa lama, siluman lintah itu berubah menjadi abu.


Dan tak lama kemudian angin menghembus abu itu, dan membawanya entah kemana.


Kirana kemudian melangkahkan kakinya menghampiri oyen dan Luna.



Dan Oyen pun menyambut kekasihnya yang berhasil mengalahkan lawannya.


Sementara itu Ekin yang juga telah menghabisi semua anak buah Nicky itu juga menghampiri Kirana, Oyen dan Luna.


"Oyen, telanlah mutiara siluman warna putih ini..!!" ucap Kirana seraya menunjukkan mutiara siluman warna putih yang baru saja di dapatnya, tepat di hadapan Kirana.


Kucing oranye itu segera menelan mutiara siluman warna putih dari tangan Kirana.


Dan beberapa menit kemudian Oyen berubah menjadi Aaron.



Aaron langsung memeluk Kirana dengan bahagianya dan Kirana menerima pelukannya.


"Tak kusangka, kamu hebat juga Kirana..!!" ucap Aaron seraya mencium kening kekasihnya.


"Itu semuanya berkat Pedang Awan juga..!!" balas Kirana yang merendah.


"Sudah aku duga, kamu bisa mengalahkan siluman lintah itu, Kirana..!!" ucap Ekin yang sudah berada di antara mereka.


"Itu berkat Pedang awan yang selalu berada di sisi Kirana." ucap Kiran yang lagi-lagi merendah.


"Meoww...!!"


Terdengar meongan dari bawah kaki Kirana.


"Luna..! maaf ya, mutiara siluman warna putihnya untuk Aaron lebih dulu. Kami janji, nanti kalau dapat lagi mutiara siluman warna putih, akan kami berikan padamu..!!" ucap Kirana, seraya menggendong Luna.


Luna pun mengangguk mengerti.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasih...


...Bersambung...


__ADS_2