Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Siluman Kadal Berduri


__ADS_3

Di bawah teriknya matahari yang beranjak perlahan ke ufuk barat, seekor kucing berwarna Oranye berjalan menyusuri tanah lapang dan tanpa sadar dia berada di pinggir perkampungan.



Tanpa di ketahui Oyen, ada yang mengintipnya.


"Hei mau apa kucing itu kemari? tak tahu kah ini wilayahku? mau mengantar nyawa batang kali dia!" mungkin itulah kata yang diucapkan kucing yang mengintip pergerakan Oyen sedari tadi.


Tiba-tiba pandangan Oyen tertuju pada sesuatu yang bergerak diatas kerikil dibawah semak-semak.


Sesosok hewan seperti cicak dengan mata yang di kelilingi warna oranye.


Sedangkan tubuhnya bersisik seperti duri.



"Siluman kadal berduri...!!" seru Oyen yang kemudian bersiap-siap.


"Kucing kutukan mau apa kau kemari!" seru Siluman kadal berduri itu yang menatap Oyen tajam.


"Tentu saja ingin berkenalan denganmu, hai siluman kadal berduri!" jawab Oyen sambil mendekat pada siluman kadal berdiri tersebut..


Siluman kadal itu tiba-tiba mengembangkan sisik-sisiknya dan menyerang Oyen dengan mengarahkan sisik-sisiknya itu pada Oyen.


Oyen pun mengibaskan kaki kanan depannya dan...


"Wuuuzzzzz....!!"


Angin yang di keluarkan dari kibasan tangan Oyen membalikkan serangan siluman kadal berduri,


Siluman kadal itu berhasil menghindarinya., dan kembali dia dalam posisi siaga.


"Kurang ajar! bersiaplah rasakan serangan ku selanjutnya!" seru siluman kadal berduri itu.


Keluarlah gelombang berupa lingkaran-lingkaran dari mata siluman kadal berduri itu.


Gelombang itu tidak menggores luka pada Oyen, namun bila Oyen menatap matanya maka jiwanya akan terserap.


Oyen berusaha tidak menatap mata siluman kadal itu, dia terus berlari mengelilingi siluman kadal itu.


Siluman kadal itu kebingungan, dan akibatnya cahaya yang di pancarkan dalam gelombang itu meredup.


Hal itu tak di sia-siakan Oyen, kucing itu melompat ke belakang siluman kadal berduri itu.


Dan dengan memanjangkan kukunya, dia menerkam siluman kadal berduri itu, di gigitnya leher siluman tersebut.


"Arrghh....!!"


Siluman kadal berduri itu mengerang kesakitan, namun Oyen tak melepaskan siluman kadal berdiri itu walau pun cuma sedetik.


Terkoyaklah tubuh siluman Kadal berduri, dan akhirnya mengembuska n nafas terakhirnya.


"Aarghh..!"


Dan Keluarlah mutiara berwarna putih.


"Mutiara putih, bagaimana ini? aku nggak bisa menelannya sekarang, mau memanggil Kirana sekeras-kerasnya juga pasti tak dengar?" gumam Oyen, namun pandangannya kemudian tertuju pada gelas plastik bekas air mineral yang teronggok dekat jasad siluman kadal berduri itu.

__ADS_1


Oyen pun segera meletakkan mutiara putih itu dalam wadah gelas air mineral itu.


Jasad Siluman kadal berduri itu pun menjadi abu dan berterbang di bawa angin.


Ketika akan membawa mutiara itu pada Kirana, tiba-tiba ada seekor kucing berwarna putih dan Oranye menghadangnya.



Dia kucing yang sedari tadi mengintip semua pergerakan Oyen.


Sama-sama kucing bar-bar, namun tubuh Oyen yang lebih kecil dan imut.


"Letakkan mutiara putih itu, dan cepat pergi dari sini!" seru kucing itu yang menghadang langkah Oyen.


"Mau apa kau dengan mutiara ini? tak akan ada gunanya untukmu karena kamu kucing biasa!" seru Oyen.


"Apa maksudmu!" balas kucing itu penasaran.


"Apa kau tak dengar apa yang di katakan siluman tadi, bahwa aku kucing kutukan!" seru Oyen.


"Mutiara putih itu hanya berguna buat manusia, dewa bahkan peri yang di kutuk menjadi binatang. Sedangkan kamu asli binatang. Maka tak akan berpengaruh padamu.


"Kau bohong!" seru Kucing itu.


"Kalau tak percaya ya sudah! permisi!" ucap Oyen seraya melangkahkan kakinya.


"Ngeeeooooong...! Ngeeeooong....! Ngeeeooooong...! Ngeeeooooong...!"


Kucing itu mengeong yang berniat menakuti Oyen.


Namun bukannya Oyen takut, malah datang seorang emak-emak yang menggendong bayinya yang sedang menangis.


Walaupun tidak kena, namun bisa membuat si kucing tadi lari terbirit-birit.


"Dasar kucing sialan! jangan bikin gaduh, anakku terbangun karenamu..!" teriak si emak tadi yang mulai menina bobo bayinya kembali.


Oyen pun tertawa dibuatnya.


Setelah bisa meredam tawanya, dia kemudian menerobos rumput-rumput yang tinggi dan kemudian mencari di mana keberadaan Kirana kekasihnya.


Saat sudah berada di dalam kios, Oyen melihat Kirana sedang mengobrol dengan Kelly adik Maggie.


Ketika Kelly melayani pembeli, Oyen mengusapkan tubuhnya pada Kirana yang memberitahukan bahwa dia berada di dekat Kirana. Karena mulutnya sedang menggigit gelas plastik bekas air mineral yang berisi mutiara siluman yang berwarna putih itu.


Dan berhasil, Kirana menoleh dan menyapanya.


"Ada apa?" tanya Kirana sambil menundukkan badannya.


Oyen pun memperlihatkan gelas air mineral itu pada Kirana.


"Apa ini? ohw mutiara,pintar sekali.!" seru Kirana sambil mengusap punggung Oyen dengan lembut.


Kemudian Kirana mengambil mutiara itu dan memasukkannya dalam plastik klip bersama mutiara-mutiara lainnya.


Setelah itu Kirana memasukkannya ke dalam tasnya.


Pembeli semakin banyak, Kirana kemudian melayani pembeli bunga-bunga yang baru naik daun itu.

__ADS_1


Oyen merasakan tenggorokannya kering, dia kemudian mengusapkan tubuhnya pada Kirana.Berharap Kirana menyapanya.


Karena banyaknya pembeli, Kirana tak merespon dirinya.


Dan Oyen pun kecewa, akhirnya dia masuk ke dalam kios.


"Susahnya jadi kucing, mau minum saja susah. Banyak genangan air, tapi aku kan bukan kucing biasa. Aku terlahir dari ibu seorang peri dan ayah seorang dewa! masak minum air genangan?" gumam Oyen dalam hati.


Oyen pun berjalan ke sekeliling kios, berharap ada seseuatu yang bisa dia minum saat ini.


Pandangannya mengarah pada galon air mineral yang berada di atas Dispenser.


"Bagaimana caranya agar airnya bisa keluar ya?" tanya Oyen yang berkali-kali dia mondar-mandir di depan dispenser itu.


"Kirana ngambil airnya gimana ya? apa dipencet apa digoyangkan ya kran kotak ini?" tanya Oyen yang bingung.


Maklumlah Oyen tak mengerti, karena di Istana langit nggak ada itu yang namanya barang elektronik maupun Otomotif.



Oyen pun memencet kran dispenser itu dan keluarlah air yang jatuh ke bawah.


Kucing Oranye itu melakukannya sekali lagi dan menjilatinya lagi dan lagi sampai hausnya hilang.


Setelah hausnya hilang, dia kemudian merebahkan diri di Sofa.


"Tidur sebentar ah! sepertinya sebentar lagi pulang" ucap Oyen yang kemudian merebahkan dirinya di Sofa.


Tak berapa lama, Kelly datang. Dia hendak mengambil minum.


Tiba-tiba gadis itu terpeleset.


"Wuaa...oooo..!"


"Hampir saja terjatuh, siapa sih yang buang air di sini?" gumam Kelly


"Jangan-jangan kamu ya Oyen?"


"Idih..! kucing Kirana jorok..!"


Oyen yang mendengar celoteh Kelly hanya menguap seolah tak bersalah.


" Dasar gadis bego, kalau itu air seniku ya jelas bau dong! wah, tanda-tanda mau fitnah nih!" gumam Oyen yang melihat Kelly dengan mata malas.


...~¥~...


...Yuk dukung Novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA, dengan memberi like/komen/♥️/⭐5/🎁 maupun vote-nya ya.....


...Dukung juga di novel saya yang lainnya.....


...*CINTA UNTUK YULIA...


...*GADIS TIGA KARAKTER...


...*LOVE IN UNDERGROUND...


...*JADIKAN AKU YANG KEDUA...

__ADS_1


...Terima kasih....


...Bersambung...


__ADS_2