Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Melatih Luna


__ADS_3

Sementara itu, Aaron dan Luna yang meninggalkan sungai dimana suami Istri siluman buaya putih yang tewas di tangan Aaron.


Mereka berjalan cukup jauh menuju ke sebuah hutan bambu, hutan yang di penuhi berbagai jenis pohon bambu dan yang pasti banyak siluman disana.


"Apa kita akan bermalam di sini..?" tanya Luna yang memperhatikan sekitarnya


"Iya, mau tak mau...!!" jawab Aaron yang kemudian dia menelan dua butir mutiara siluman warna hitam guna meningkatkan tenaga dalamnya.


Aaron kemudian merapalkan mantera yang diajarkan ibunya untuk membuat pagar gaib, guna melindungi dirinya dan Luna dari serangan para siluman selama mereka istirahat.


"Luna...! kamu jangan sampai keluar dari dinding cahaya yang aku buat ini...! Para siluman tak akan mengetahui keberadaan kita..!" jelas Aaron.


"Baguslah..! tapi aku lapar, apa ada sesuatu yang bisa kita makan..?" tanya Luna yang memang saat ini perutnya sedang bernyanyi.


"Apa ya..? di dalam pagar ini hanya ada tanaman saja..!" jawab Aaron sambil berpikir.


"Itu ada pohon singkong, kita bakar singkong saja..!!" ucap Luna yang memberi ide.


"Singkong bakar..? oke, nggak apa-apa, dari pada kita tak makan sama sekali .." ucap Aaron yang kemudian mencabut satu batang singkong.



Dan Aaron berhasil mencabut pohon singkong itu dan kemudian Aaron membuat perapian ,dan mulai membakar singkong itu.


Sedangkan Luna mencari daun pisang untuk duduk dan tidur nantinya dengan menggunakan pedang yang tadi mereka beli di pasar siluman.


"Aaron, kita minumnya bagaimana..?" tanya Luna saat melihat tak ada sumber mata air di dalam dinding cahaya.


"Kamu tetap di sini ya..! akan aku Carikan air dari mata air di sekitar sini." kata Aaron sambil berdiri.


"Baik, hati-hati ya..!!" ucap Luna yang kemudian duduk di depan perapihan.


Aaron pun menghentikan kakinya dan dia melesat membumbung ke atas. Dia keluar dari dinding cahaya dan kini mencari sumber mata air terdekat.


Setelah mencari ke sana -kemari, Aaron akhirnya berhasil menemukan sebuah telaga yang airnya sangat jernih.


Aaron kemudian menebang sebuah pohon bambu yang kemudian dia lubangi tiap ruas batang bambu itu dengan pedang cahaya dan kemudian dia membersihkannya.


Batang bambu itu kemudian di isi dengan air telaga yang jernih itu.


"Kung....kung....kung....!!"


"Ckckck....tokkek...tokkek......!!"


Terdengar bunyi siluman yang keluar malam hari, namun Aaron tak menggubrisnya.


Aaron kembali masuk ke dalam dinding cahaya namun sebelumnya mengambil sisa batang bambu yang di gunakan untuk membuat bumbung untuk mengambil air tadi.


Setelah masuk ke di dinding cahaya dan menemui Luna yang sudah memakan singkong bakarnya yang sudah masak.


"Luna, ini air nya dan apa singkong untukku sudah ada yang matang..??" tanya Aaron sambil meletakkan air dalam bumbung bambu yang di bawanya di sampingnya secara berdiri.



"Sudah, ini singkong bakar untukmu...!" kata Luna sambil menyodorkan singkong bakar yang telah matang itu.


"Terima kasih Luna..!!" kata Aaron yang memakan singkong bakarnya.


"Aaron, cara minumnya bagaimana..?" tanya Luna yang bingung.


"Pakailah bambu itu.." kata Aaron yang menunjukkan pada bambu sisa dari bumbung bambu tadi.


Beberapa menit kemudian, mereka telah selesai dengan acara makan singkong bakar dan minum dari bumbung bambu.

__ADS_1


Keduanya kelelahan dan tertidur.


Luna tidur beralaskan daun pisang, sedangkan Aaron duduk bersila dengan tetap waspada.


Pagi hari saat sang Surya mengintip dari balik gunung dan bias sinarnya menerangi permukaan bumi, Luna telah bangun dari tidurnya.


Gadis kemudian mendekati Aaron dan menatap wajah ke arah Aaron.


"Tampan sekali .! andai dia jadi kekasihku .! aku akan merasa paling bahagia di bumi ini."kata dalam hati Luna.


"Apa yang kau lakukan Luna..?" tanya Aaron saat mengetahui Luna ada di sampingnya.


Luna pun terkejut di buatnya dan sampai terduduk.


"Ka..kau.,.! sudah bangun,?” tanya Luna yang kemudian dia bangkit dari duduknya.


"Iya, kamu sedang apa..?" tanya Aaron yang kemudian bangkit dari tidurnya.


"Nggak..! nggak ngapa-ngapain kok..! he..he..!" jawab Luna yang menutupi rasa malunya.


Aaron kemudian mencuci mukanya dengan air dalam bumbung bambunya.


Dan kemudian di ikuti oleh Luna, dan gadis itu terus memperhatikan Aaron.


"Bagaimana kalau kita mulai berlatih bela dirinya sebelum kita mencari sarapan..!" ucap Aaron yang kemudian berdiri dan mencari tempat yang cocok untuk mereka latihan.


"Boleh..! " ucap Luna yang kemudian mengambil pedangnya dan menghampiri Aaron.


"Sebaiknya kita latihan di sini..! di sini tanahnya lebih datar dari pada yang lainnya...!" ucap Aaron yang kemudian melakukan pemanasan.


"Letakkan pedangmu dulu di pinggir sana, setelah itu tirukan setiap gerakan ku..!!" ucap Aaron dengan tegas.


Luna pun menurutinya dan segera dia berjalan ke pinggir untuk meletakkan pedangnya.


Dan kemudian dia kembali meng hampiri Aaron.


Aaron memulai latihannya dengan pemanasan lebih dulu, Luna mengamati dan mengikutinya dengan seksama.


"Pemanasan sudah selesai, lanjut ke latihannya...! simak dan tirukan." ucap Aaron yang kemudian mulai dengan dasar-dasar beladirinya.


"Lagi.....!!" seru Aaron dengan semangaat.


Setelah Istirahat beberapa menit, mereka kembali latihan.


"Lagi.....!!" seru Aaron dengan semangaat.


Aaron kemudian menghentikan latihannya dan berlanjut dengan dasar-dasar penggunakan pedang.


"Selanjutnya tehnik menggunakan pedang, simak baik-baik dan tirukan...!!" seru Aaron pada Luna.


"Baik..!" balas Aaron sembari menganggukkan kepalanya.


"Hop hiaat...!"


"weeet...weeet....weeet....!!"


"weeet...weeet....weeet....!!"


Kemudian Luna menirukannya.


"Hop hiaat...!"


"weeet...weeet....weeet....!!"

__ADS_1


"weeet...weeet....weeet....!!"


"Lagii....!!"Seru Aaron dan Luna pun semakin keras latihannya.


"Hop hiaat...!"


"weeet...weeet....weeet....!!"


"weeet...weeet....weeet....!!"


"Hop hiaat...!"


"weeet...weeet....weeet....!!"


"weeet...weeet....weeet....!!"


"Baiklah sekarang aku akan melawanmu, dengan tangan kosong lebih dulu...!!" ucap Aaron.


"Oh, baik..!!" ucap Luna bersemangat.


"Hop hiaaat....!!"


"Bagh...!"


"Bughh...!!"


Bagh...!"


"Bughh...!!"


Bagh...!"


"Bughh...!!"


"Oke...lumayan juga..!! sekarang memakai Pedang..!!" seru Aaron yang kemudian mengeluarkan pedang cahaya dan Luna mengambil kembali pedangnya.


"Hiaat...!!"


"Traaaang...traaaang..traaang..!!"


Traaaang...traaaang..traaang..!!"


Traaaang...traaaang..traaang..!!"


.


Traaaang...traaaang..traaang..!!"


"Oke cukup dulu latihan pagi ini, selanjutnya ayo kita berburu untuk sarapan kita..!!" ucap Aaron dan Luna menyetujuinya.


Setelah mengatur nafas, Aaron menghilangkan pagar dinding cahaya.


Dan mereka siap berburu untuk sarapan mereka


...~,¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....


...Terima kasih...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2