Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Masih dengan Yang meneror Kirana


__ADS_3

"Pergi kau..!" hardik Kirana dengan mengeluarkan keberaniannya.


"Kau mengusirku?" tanya sesosok yang menyerupai Aaron itu.


"Iya, aku mengusirmu siluman!" seru Kirana dengan penuh keyakinan.


"Aku bukan siluman, aku kekasihmu?" tanya Sesosok yang menyerupai Aaron itu yang tak mau diremehkan.


"Kalau kau kekasihku, seharusnya jawaban kamu tadi itu bukan Luna!" seru Kirana yang menatap sesosok yang menyerupai Aaron itu.


"Apa maksudmu? Gadis yang mencintai ku sebelum kamu adalah Luna, karena kau telah menyebutkannya tadi!" seru sesosok Aaron itu geram.


"Kapan aku mengatakannya? setahuku aku tak akan memberi jawaban pada setiap pertanyaanku?" kata Kirana dengan senyum sinisnya karena sudah mantap kalau yang di hadapannya bukan Aaron yang asli.


"Kurang ajar, kau menjebakku!" umpat sesosok yang menyerupai Aaron itu yang kemudian sedikit demi sedikit berubah menjadi seekor ular kobra.


"Benar dugaanku, kau siluman ular kobra!" seru Kirana yang mulai membuat dirinya dalam posisi siaga.


"Haah..! rasakan ini!" seru siluman ular kobra itu yang siap mematuk Kirana.


Kirana mundur, mengelak menyamping untuk menghindari serangan siluman ular kobra itu.


Karena merasa tak bisa mengalahkan lawannya, Siluman itu kemudian dia menyemburkan bisa racun ke arah Kirana.


Tiba-tiba saja tubuh Kirana terlindung gelembung cahaya yang berwarna biru, dan pedang Awan keluar dari tubuh Kirana tanpa di panggil gadis itu.


"Sialan, pedang apa yang melindungimu itu!" seru Siluman ular kobra itu yang kini berubah wujudnya menjadi seorang gadis cantik, yang tak lain adalah Ginna putri ratu siluman ular kobra.


"Hei, kau siluman! berlagak menyerupai Aaron kekasihku, tapi tak tahu pedang yang ada di tanganku! he..he!" seru Kirana yang terkekeh.


"Kurang ajar kau..!" umpat Ginna yang kini menyerang Kirana dengan Sinar laser di matanya.


"Serrttt...!"


"Ting..!"


"Seerrrt..!"


"Ting...!"


Berkali-kali sinar merah itu menyerang Kirana, dan berkali-kali pula pedang Awan menangkis sinar merah itu.


"Sial..!" umpat Ginna yang semakin geram.


Gadis ular itu kemudian mengeluarkan tongkatnya dan menyerang Kirana dengan membabi buta, mengakibatkan hampir seluruh tanaman di kios bunga Rose itu porak poranda.

__ADS_1


Ayunan tongkat Ginna beradu dengan pedang Awan, dan menimbulkan bunyi yang nyaring.


"Ting..! Ting...! Ting ...!"


Kemudian pedang awan dengan sendirinya melawan dan melukai lengan Ginna.


"Sreet..!" lengan Ginna terluka karena tersayat pedang Awan.


"Aaaghh...! sial...! Tunggulah pembalasanku!" umpat Ginna yang kemudian putri siluman ular itu membuat dirinya menjadi asap hitam dan pada akhirnya menghilang dari pandangan Kirana.


"Hei, main kabur saja dia!" seru Kirana yang geregetan karena lawannya melarikan diri.


Pedang Awan itu kemudian masuk kembali ke tubuh kekasih Aaron.


"Astaga! Bocan bisa marah jika tahu semua tanamannya hancur begini!" seru Kirana saat melihat keadaan di sekitarnya, kemudian Kirana membenahi tanaman-tanaman yang porak poranda akibat perseteruannya dengan siluman ular kobra.


"Ya Ampun seperti kapal pecah, apa yang terjadi disini Kirana ?" tanya seseorang wanita yang baru datang.


"Eh kalian, kenapa bisa barengan datangnya?"tanya Kirana yang menoleh dan terkejut karena ke datangan Bocan, Andy, Tony ,Maggie, Kelly dan Jimmy secara bersamaan.


"Kirana, apa yang terjadi?" tanya Bocan yang penasaran.


"Siluman ular kobra tadi meneror saya Bocan." jawab Kirana yang menghentikan aksinya membereskan tanaman-tanaman yang porak poranda.


"A..apa!!":seru semuanya yang terkejut.


"Terus kamu bisa lolos bagaimana ceritanya?" tanya Maggie yang penasaran.


"Aku tes dia dengan berbagai macam pertanyaan, dan ada satu pertanyaan yang membuat aku yakin kalau itu bukan Aaron." kata Kirana dengan mengulas senyum.


"Apa pertanyaannya?" tanya Tony yang juga penasaran.


"Iya, apa pertanyaannya kirana?" tanya Andy yang ikut penasaran.


"Aku tanya pada dia, siapa gadis yang mencintai Aaron sebelum aku, terus pedang awan menyuruhku dalam hati untuk tidak menyebut Leony, namun Luna. Dan aku lakukan hal itu, ternyata siluman itu membaca pikiran ku! dan dia menyebut nama Luna. Karena itulah aku semakin yakin kalau dia bukan Aaron."jelas Kirana.


"Wah, seru sekali! terus kenapa tanaman ini bisa berantakan?" tanya Kelly yang mendengarkan cerita yang menurutnya sangat menarik itu.


"Itu karena Ginna beberapa kali menyerangku dan pedang awan menolongku, karena itulah saat ini lengan Ginna terluka." jawab Kirana.


"Lengan Ginna terluka?" tanya Jimmy yang sedari tadi diam saja.


"Iya, dan kemudian Ginna menjadi asap hitam dan menghilang." jawab Kirana yang sama persis kejadian yang baru terjadi.


"Kirana, Maggie, Kelly kalian jangan pulang ke ruko terlebih dahulu, kalian menginap di sini. Sedangkan kamu Tony, kamu antar Jimmy pulang, sekaligus kamu jaga kedua orang tua Kirana. Aku khawatir Ginna kembali meneror kita melalui siapa saja!" jelas Bocan.

__ADS_1


"Baik Bocan!" ucap Tony, kemudian dia bersama Jimmy pamit dan melangkahkan kaki mereka menuju ke mobilnya terparkir dan berjalan meninggalkan Ruko.


Sementara itu, Maggie , Kirana dan Kelly kembali membersihkan tanaman yang masih berserakan.


Sedangkan Andy dan Bocan sibuk memagari kiosnya dengan pagar gaib dari keduanya.


Tak berapa lama semuanya telah selesai dengan tugas masing-masing.


Setelah membersihkan diri mereka masing-masing, Mereka pun makan malam bersama.


Di luar Kios tiba-tiba suasana mencekam. Suara angin diikuti kilatan petir yang menyambar berulangkali menyambar-nyambat di depan kios.


"Itu suara apa Bocan?" tanya Kirana dan Maghie serta Kelly yang duduk mendekat pada Bocan.


"Sepertinya ada yang tak terima, saat pedang awan melukai Ginna!" seru Andy yang sedang waspada.


"Maksudnya ada balas dendam lagi?" tanya Maggie yang benci dengan kata balas dendam.


"Iya, nampaknya kita kedatangan tamu dari kerajaan petir!" jawab Bocan dengan wajah tegang namun tetap cantik.


"Istriku, kamu jaga mereka. Akan aku hadapi Teivel yang sedang mengamuk di luar!" kata Andy seraya menatap istrinya.


"Baik suamiku, hati-hatilah!" ucap Bocan yang sebetulnya merasa cemas.


Bocan dan Andy berdiri, sementara ketiga gadis itu sibuk merapatkan diri di belakang Bocan.


Andy melangkahkan kaki mereka menuju pintu keluar kios.


Saat berada di depan kios, benar saja Teivel berdiri di tepi jalan raya depan kios bunga Rose.


Teivel telah memporak-porandakan semua yang ada di depan Kios, karena dia tidak bisa menembus kios yang sudah di pagari oleh Bocan dan Andy tadi siang.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


"


__ADS_2