
Aaron dan Siluman Rajawali kembali masuk ke dalam goa.
Di dalam goa, Kirana yang menunggu Aaron dengan ke khawatirannya.
"Aaron..kau tidak apa-apa?" tanya Kiran yang kemudian menghampiri Aaron yang baru masuk.
"Aku tidak apa-apa, tapi ada yang ingin aku tanyakan padamu siluman Rajawali .!!" ucap Aaron dan kini semuanya duduk di depan perapian.
"Memangnya ada apa dengan siluman Rajawali..??" tanya Ekin yang penasaran.
"Tadi Siluman Serigala menyinggung tentang siluman Rajawali dengan tahtanya. Jadi siapa kamu sebenarnya..?" tanya Aaron yang penasaran.
"Siluman Rajawali, aku kira kau siluman biasa yang perlu perlindungan..!!" ucap Ekin yang juga penasaran.
"Baiklah, akan aku ceritakan siapa aku sebenarnya...!" kata Siluman Rajawali yang menarik nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan.
"Aku sebetulnya raja para siluman sebelum siluman Ular. Waktu itu terjadi penggulingan kekuasaan di kerajaan oleh semua siluman di bawah pimpinan siluman ular. Semua pengikutku di bantai oleh mereka, tanpa terkecuali." kata siluman Rajawali.
"Jadi kau sebelumnya raja siluman..!" seru Kiran yang juga penasaran dan kini mendekat pada Aaron.
"Ya..!!" jawab siluman rajawali dengan sedikit mengangguk.
"Terus apa maksudmu bersama Ekin, dan sekarang kau meminta bersamaku..?" tanya Aaron seraya melipat kedua tangan di dadanya.
"Aku bermaksud mengajak bekerja sama Ekin atau kamu yang merupakan si pemburu siluman. Yang kemungkinan bisa mengalahkan siluman ular dan para pengikutnya. Dan aku bisa membebaskan istriku, siluman merak dan kembali menduduki istanaku." jelas Siluman rajawali yang menatap orang di hadapannya satu persatu .
"Kau sudah mempunyai istri..??" tanya Luna yang sedari tadi diam saja.
"Iya..! dia sekarang menjadi patung penghias kerajaan siluman ular."jawab siluman rajawali sedikit memperlihatkan rasa sedihnya.
"Patung..?" tanya Kirana yang terkejut.
"Iya, ada pengikut siluman ular yang bernama Dusame. Dia wanita berambut ular, bermata merah bila sedang membuat lawannya menjadi patung." jelas siluman rajawali dengan terbata-bata.
"Dusame berambut ular..?" gumam Kirana yang sambil berpikir.
"Ada apa Kirana..?" tanya Aaron yang penasaran apa yang di di pikirkan Kirana.
"Dari cerita siluman rajawali, aku jadi teringat sesuatu tapi apa..? ah entahlah...!!" jawab Kirana sambil memijit pelipis mata kanan dan kirinya.
"Sudahlah, itu kita pikirkan nanti saja, sebaiknya kita bantu raja. Dan besok pagi kita mulai dengan perjalanan menuju istana siluman ular itu." kata Ekin yang menatap semua satu persatu.
"Iya, sebaiknya kita lanjutkan istirahat kita, sebelum matahari muncul ke permukaan." ucap siluman Rajawali dan semuanya setuju.
Semua tidur dengan posisi semula, Luna yang bersandar pada Ekin dan siluman Rajawali duduk sendirian.
Sedangkan Kirana bersandar pada Aaron, namun Aaron tak juga bisa tidur.
Kirana merasa kasihan pada Aaron, kemudian memposisikan Aaron dengan posisi berbaring dan berbantal paha Kirana.
Di usapnya kepala Aaron dengan lembut, tak berapa lama Aaron pun tertidur dengan pulasnya.
...****...
Pagi Datang sisihkan malam,
Mentari pancarkan sinarnya hangatkan bumi.
Embun pagi yang mengeluarkan kilaunya di setiap tetesnya dan nyanyian burung yang dengan merdunya.
Semua kehidupan bangun dari tidurnya. Untuk semuanya memulai hari sesuai porsi masing-masing.
Pagi yang cerah begitu indahย
Bukan hanya baik untuk kesehatan, namun juga bagus untuk semua jiwa.
Pagi telah tiba Aaron, Kiran dan yang telah bangun dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan mereka
Perlahan dan pasti mereka menuruni perbukitan, dan batu-batu yang ada di perbukitan itu.
__ADS_1
Dan tibalah mereka di sebuah Padang rumput yang menghijau.
Banyak binatang herbivora datang untuk merumput.
Ada. rusa, kambing, sapi, kuda dan lainnya.
Pada saat akan melangkah, dan berburu binatang untuk menu sarapan pagi mereka, terlihat sesosok kambing yang berben
tuk setengah manusia itu.
"Grrr.......grrr....grrr.....!!"
"Siapa kalian..! mau apa datang kemari..?!" seru makhluk tinggi besar brtanduk yang menyerupai seekor kambing, yang tak lain adalah siluman kambing.
"Kami datang karena kami belum sarapan, jadi kami ingin makan salah satu dari mereka..!!" seru Ekin sambil menunjuk pada kawanan rusa.
"Itu adalah kepunyaan kami, jadi kalian di larang untuk mengambil atau memburunya...!" seru siluman kambing itu..
"Kalau, kami nggak mau bagaimana..??" tanya Ekin yang nampak mulai geram.
"Hadapilah aku..!!" ucap siluman kambing itu yang sudah dalam posisi bersiap siaga.
"Aaron ini bagianku..!!" seru Ekin yang kini ingin menjajal kemampuannya setelah sembuh dari sakitnya.
"Baik aku percaya padamu....pastikan dia tak akan menggalahkanmu..!" seru Aaron yang sebetulnya masih merasa ragu, karena sakit yang di derita Ekin.
"Aku tak kalah maupun mengalah...! percaya itu..." balas Ekin yang kemudian maju di hadapan siluman kambing dan perkelahian tak terelakkan.
"Hoopp Hiaaat...!!"
"Bagh....!!"
"Bugh...!!"
"Bagh...!!"
"Bugh...!!"
"Aaagh...!!"
"Keterlaluan..tak bisa aku anggap enteng .Salah bila aku menilai Dewa bintang ini tak sehebat ibunya..!"gumam siluman kambing itu.
Kemudian siluman kambing itu mengeluarkan senjatanya, yang berupa rantai yang panjangnya mencapai dua meter.
Dan Ekin pun tak mau ketinggalan, dia mengeluarkan senjatanya.
"Pedang cahaya..!!"
Keluarlah pedang bercahaya kuning yang kemudian mereka saling serang.
"Bouuumm....!!"
"Bouuumm....!!"
"Bouuumm....!!"
Siluman kambing melempar rantainya dan mengeluarkan ledakan yang cukup hebat.
Ekin menghindar dengan melompat kesana kemari,dan dia menunggu kesempatan untuk bisa menyerang balik Siluman kambing itu.
Ketika siluman kambing itu menyerang secara bertubi-tubi,
"Bouuumm...!!!"
"Bouuumm....!!"
"Bouuumm....!!"
__ADS_1
Ledakan demi ledakan terjadi.
"Hopp hiaaa...!!"
Ekin melompat ke belakang siluman kambing dan kemudian menghunuskan pedangnya ke punggung siluman kambing itu.
"Jlebb....!!"
"Aaagh...!!"
Siluman kambing itu mengerang kesakitan dan kemudian membalikkan badannya setelah Ekin mencabut pedangnya.
Dengan sisa-sisa tenaganya siluman kambing itu menyerang kembali Ekin dengan melempar kembali rantainya.
"Bouuumm...!!!"
"Bouuumm....!!"
"Bouuumm....!!"
Ekin kemudian menangkap rantai itu dengan tangan kiri dan menariknya. Kemudian menggulungnya dan ketika sudah mendekat ke tubuh siluman kambing itu.
"Hiaaat....! jlebb...!!"
Ekin menghunuskan pedangnya ke perut siluman kambing.
"Aaaghh.,!!"
Siluman kambing itu kembali mengerang kesakitan, Siluman kambing itu menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Dan kini tubuh siluman kambing itu ambruk.
Muncullah mutiara siluman berwarna hitam. Dan Ekin pun segera mengambil dan menelannya.
Aaron,Kirana, Luna dan Siluman rajawali yang menyaksikan pertarungan Ekin dan Siluman kambing, melihat secara langsung Ekin yang menelan mutiara siluman berwarna hitam itu.
Ada pertanyaan di benak hati mereka, terutama dengan Aaron.
"Apakah Ekin terkena kutukan seperti aku..? tapi aku belum pernah dia berubah..?" tanya dalam hati Aaron yang penasaran.
Siluman rajawali kemudian menyantap daging siluman kambing itu dengan lahapnya.
Luna mendekati Ekin dan bertanya.
"Ekin, kamu menelan mutiara siluman, Apa kamu juga terkena kutukan seperti aku dan Aaron..?" tanya Luna yang memandang Ekin dengan rasa penasaran.
Namun Ekin hanya tersenyum saja.Dan hal itu tambah membuat penasaran semuanya.
Kini giliran Aaron yang menangkap seekor rusa, yang kemudian dia sembelih dan bersihkan di sungai.
Setelah itu, Aaron membawanya kembali ke rombongannya, di mana Ekin dan yang lainnya sudah menyiapkan perapian.
Menu sarapan mereka kali ini daging rusa panggang.
...~ยฅ~...
*Mohon maaf jika Upnya telat, cuaca sedang ekstrim.
Ada sedikit musibah, Alhamdulillah sudah teratasi.
(Rumah orang tua Author kebanjiran..)
...๐๐ผ๐๐ผ๐๐ผ...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...