Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Pertolongan Tony dan Dicky)


__ADS_3

"Ibunda...!" seru Wallache pada saat mengetahui yang menjadikan dirinya tameng itu adalah ibundanya Ariel.


"Ibunda..!" Asia yang juga terkejut mana kala mengetahui siapa yang dipanggil ibunda oleh kakaknya Wallache itu.


Asia dan Wallache yang juga dalam keadaan terluka menghampiri ibunda mereka tanpa menghiraukan lagi prajurit kerajaan Hibrida luar itu mengepung Kirana.


Kirana dengan sekuat tenaga melawan semua prajurit Hibrida luar itu, namun apalah daya kekuatannya tak mampu mengatasinya.


Demikian pula dengan Ruby dan Adelia, tenaganya sudah tak bisa di kendalikan lagi.


Mereka berdua terdesak dan tak bisa lagi menahan suara nyanyian dari para Siren itu.


"Aaaaghh...! aku tak tahan lagi, hentikan nyanyian mereka! hentikan...!" seru Ruby yang kini telinganya mengalirkan darah.


Demikian dengan Adelia yang terus menutup telinganya dan berusaha tetap menyanyi dengan suara merdu, walaupun telinganya saat ini sedang sakit dan mengeluarkan darah.


Kini tinggal Kirana yang tidak terluka, namun tenaganya telah terkuras habis dan dia mengandalkan Pedang Awan yang bergerak sendiri dengan mengikuti hawa membunuhnya.


"Pedang Awan, bantu kami!" seru Kirana dengan sisa-sisa tenaganya.


Pedang Awan terus bergerak dan tidak bisa dihentikan. Kemudian para Siren menggunakan kekuatan untuk membelenggu pedang awan, dan Pedang Awan tak tak berkutik.


Kondisi mereka sangatlah memperhatikan pada saat ini, terpojok dengan banyak luka di tubuh mereka.


Tiba-tiba muncullah bola-bola cahaya yang sangat banyak yang menyerang para prajurit kerajaan Hibrida luar dan juga para Siren.


"Boummm...boummm...boummm...!"


"Boummm...boummm...boummm...!"


"Boummm...boummm...boummm...!"


"Aaaghhh...!" Secara bersamaan prajurit kerajaan Hibrida luar dan juga para siren berjatuhan dan sudah tak berkutik lagi.


Dan lagi serangan bola- bola cahaya itu menyerang secara berurutan.


"Boummm...boummm...boummm...!"


"Boummm...boummm...boummm...!"


"Boummm...boummm...boummm...!"


"Aaaghhh...!" Kembali secara bersamaan mereka terkapar dan tinggalah beberapa prajurit kerajaan Hibrida Luar dengan beberapa para Siren.


Sekali lagi bola-bola cahaya itu menyerang para Siren dan prajurit kerajaan Hibrida luar yang tersisa.


"Aaaghh....!' suara erangan kesakitan mereka yang terakhir kalinya, sang akhirnya mereka semua telah terkapar.

__ADS_1


Kirana, Adelia, Ruby, Asia dan Wallache sangat terkejut mana kala mendapat bantuan yang tepat pada waktunya itu.


"Jurus bola-bola cahayanya sedahsyat jurus yang ayah kuasai? siapakah orang ini?" tanya dalam hati Ruby.


"Tony, Dicky...!" panggil Kirana pada saat melihat secara langsung siapa yang datang, dua orang laki-laki anak dan ayah yang sangat dia kenal.


"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Tony yang menghampiri Kirana dan Adelia yang memang dia kenal.


"Tony, apa kamu baca pesan kami?" tanya Kirana yang penasaran.


"Iya, dan hanya kami yang bisa datang kesini, karena di Ghuangzhou juga sedang ada masalah." jelas Tony yang kemudian membopong Kirana sampai ke bibir pantai pesisir Z.


Demikian dengan Dicky yang membopong Adelia sampai ke bibir pantai juga


"Anak muda ini bukankah yang menyukai Caterina?" tanya dalam hati Adelia


Ibunda dari Caterina ini melihat ke arah Wallache yang terluka. Tiba-tiba saja dia merasakan desiran di jantungnya yang seakan dia telah menemukan sesuatu yang indah dalam hidupnya.


Demikian pula dengan Wallache yang merasakan sesuatu yang berbeda tatkala tanpa sengaja kedua matanya bertemu dengan kedua mata Adelia dan keduanya saling berbalas senyuman.


"Aneh, perasaan ini tak seperti yang aku rasakan pada Ruby atau wanita yang lainnya!" gumam dalam hati Wallache.


Setelah meletakkan Adelia disamping Kirana, Dicky kembali ke perairan untuk membopong dan memindahkan Ruby yang juga sudah tak berdaya ke tepi pantai, demikian pula dengan Tony yang membopong Wallace.


Kemudian Dicky membopong Asia dan memindahkan ke tempat yang sama dengan Kirana


Kirana , Adelia dan Ruby berubah kembali menjadi manusia seperti seharusnya.


"Kirana, Adelia dan kamu Ruby, pulihkan tenaga kalian masing-masing. Aku akan mengobati ketiga duyung ini!" seru Tony seraya melihat luka-luka semuanya dan yang paling parah adalah para duyung itu.


"Baik!" jawab Kirana, Adelia dan Ruby yang hampir bersamaan


Kirana, Adelia dan Ruby segera mengatur hawa murni mereka untuk mengembalikan tenaga mereka yang telah terkuras habis karena pertempuran tadi.


Sementara itu Tony dan Dicky menyalurkan hawa murninya ke tubuh Wallache dan Asia.


Beberapa menit kemudian Kirana, Adelia dan Ruby telah selesai dengan mengembalikan tenaganya.


Mereka menghampiri Ariel ibunda Asia dan Wallache yang terluka parah itu dan berusaha mengobati wanita duyung itu.


Kirana mengeluarkan mutiara silumannya yang berwarna hitam dan menyuapkannya pada Ariel.


"Saudari Ariel, telan saja mutiara siluman warna hitam ini. Suamiku biasanya menelannya untuk memulihkan kondisi tubuhnya jika sudah kehabisan tenaga pada saat berkelahi" ucap Kirana yang menyodorkan dua mutiara siluman warna hitam itu.


Ariel menerima mutiara siluman warna hitam itu dan melihat ke orang-orang disekitarnya, karena sedikit ragu.


Semuanya menganggukkan kepalanya, dan Ariel pun mulai yakin. Akhirnya dia menelan mutiara siluman warna hitam itu juga.

__ADS_1


Adelia kemudian mengambil kerang dan dengan kekuatannya kerang itu menjadi debu yang lembut.


"Saudari Ariel, ma'af biar saya obati luka luar anda" ucap Adelia yang saudah bersiap dengan manteranya.


"I..iya!" jawab Ariel dan Adelia segera merapalkan manteranya.


Setelah selesai, Adelia segera menaburkan bubuk kerang itu ke bagian tubuh Ariel yang terluka.


Dan dalam sekejap luka-luka Ariel lenyap tak berbekas dan Adelia melakukan hal yang sama dengan Wallache dan Asia.


"Terima kasih bibi Adelia, kami sudah sehat dan pulih seperti sedia kala!" ucap Wallache dengan mengulas senyumnya.


Demikian juga dengan Asia dan Ariel yang mengungkapkan perasaan bahagia mereka.


Wallache segera menghampiri Ruby, ingin menyapa sahabat masa kecinya itu.


"Ruby, apa kabarnya?" tanya Wallache seraya tersenyum menatap Ruby.


"Wallache, Aku baik-baik saja. Kalau saja Asia tidak menelepati, aku mungkin tak akan tahu kabar kamu yang seperti ini" ucap Ruby yang mendekati Wallache dan kemudian memberikan pelukan sebagai sahabat.


"Gadis itu bukankah putrinya Ekin?" tanya Tony yang penasaran pada Kirana.


"Benar, dia adalah putrinya Ekin dan Ayumi!" jawab Kirana sambil mengulas senyumnya.


Namun berbeda dengan Adelia, dia sedikit cemburu , namun tetap dia simpan sendiri untuk saat ini.


"Aku tadi sempat lihat, kalau gadis bernama Ruby yang merupakan putri dari paman Ekin ini sangat cerdas dan tangguh. Apakah dia dengan Wallache ada perasaan ya?" tanya dalam hati Dicky yang penasaran.


"Wallache, Ibunda dan adikmu Asia akan kembali ke kerajaan Blue Minch, Apakah kamu mau ikut bersama kami?" tanya Ariel pada putranya.


"Ibunda, Wallache masih ingat kalau ada manusia yang masih ditahan di kerajaan Para Siren. Wallache mau membebaskan mereka terlebih dahulu!" jawab Wallache.


"Kalau itu mau kamu, kamu harus hati-hati. Jangan-jangan masih ada Siren yang masih hidup" ucap Ariel yang khawatir.


"Jangan khawatir saudariku, saya akan temani Wallache membebaskan para tahanan itu!" ucap Adelia yang penuh semangat.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Tpafa saa'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasihf...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2