Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Menghadapi Caty yang Kerasukan)


__ADS_3

Dan suasana semakin mencekam di halaman Bioskop ternama di kota Ghuangzhou itu.


Sementara itu Kirana yang setelah menerima kabar dari Kiaro, segera menemui Jimmy dan Kelly yang berada di ruang keluarga.


Dan di ruang keluarga tersebut, ternyata Tony dan Maggie masih berada disana.


"Ah, kebetulan kalian masih ada disini!" seru Kirana yang sudah berdiri diantara keluarganya itu.


"Iya, aku juga mau bicara, kalau kita harus menolong putra-putra kita!" seru Tony yang memang sudah diberitahu oleh Dicky.


"Menolong mereka? sebenarnya apa yang terjadi pada mereka?" tanya Kirana yang penasaran.


"Apa Kiaro tidak memberitahukannya padamu?" tanya Tony yang penasaran.


"Tidak, Kiaro hanya menyuruhku mengajak kak Tony ke gedung Bioskop sekarang juga." jawab Kirana yang apa adanya.


"Ketahuilah bahwa mereka Kiaro, Dicky dan Caty itu sedang menonton bioskop bersama. Dan entah apa yang terjadi si Caty berubah mengerikan dengan aura merah membara!" jelas Tony.


"Apakah ada kaitannya pada penyihir Kadabra?" tanya Kirana yang semakin penasaran.


"Sepertinya memang ada kaitannya, karena seperti cerita Caty kalau penyihir itu akan datang pada saat keturunan Baasty ada yang menikah dengan manusia!" pendapat Maggie yang sedari tadi diam dan memperhatikan pembicaraan mereka itu.


"Lalu, apa yang bisa kita lakukan?" tanya Kirana yang khawatir.


"Sebaiknya kita lihat saja dulu situasi dan kondisi disana!" seru Tony yang menatap semuanya.


"Baiklah kalau begitu kita berangkat sekarang kak Tony!" seru Kirana.


"Iya, Maggie kamu disini bersama Jimmy dan keluarganya. Kalian saling menjaga dan melindungi" pesan Tony pada istrinya.


"Iya suamiku, aku akan di sini sesuai pesan kamu!" ucap Maggie seraya menatap suaminya agar tak khawatir.


"Jimmy, jaga keluargamu dengan baik ya. Semoga kita bisa menyelesaikan masalah tentang Caterina ini." pesan Kirana pada adiknya.


"Iya kak, Jimmy ingat hal itu. Kakak dan kak Tony yang harus hati-hati ya di sana nanti!"ucap Jimmy yang meyakinkan kakaknya.


"Baiklah kita akan berangkat, ayo Kirana! kita berangkat sekarang juga!" seru Tony.


"Kak sebaiknya kalian pakai sepeda motor saja! biar lebih cepat sampai ke tujuan!" seru Jimmy yang melemparkan kunci motornya pada Tony. Dan Tony menangkapnya dengan gesit.


"Makasih Jim, ayo Kirana!" seru Tony yang kemudian melangkah meniggalkan keluarganya itu.


"Daa semuanya!'' pamit Kirana seraya melambaikan tangannya dan Maggie, Jimmy dan Kelly membalas lambaian tangan Kirana.


Tony dan Kirana melaju dengan sepeda motor milik Jimmy menyusuri jalan raya.


Benar saja dengan sepeda motor, mereka telah sampai dengan cepat di halaman gedung bioskop itu.


"A..apa itu!" seru Kirana yang melihat seekor kucing dengan tiga warna yang dikelilingi aura merah membara.


"Putra-putra kita memang dalam bahaya!" seru Tony yang telah memarkirkan sepeda motor Jimmy di tempat yang aman.


Kirana dan Tony melangkahkan kaki mereka mendekati putra-putra mereka.


Sementara itu Kiaro dan Dicky berusaha menghentikan kemarahan Caty yang membabi buta dengan serangan bola-bola cahaya yang baru-baru ini mereka pelajari.


"Sreeet....!''


"Boummm...!"

__ADS_1


"Boummm...!"


Kiaro dan Dicky menyerang Caty secara bergantian.


Bola-bola cahaya itu dapat menangkis serangan pancaran sinar merah Caty, dan kesempatan itu digunakan Dicky untuk ikut menyerang Caty.


Walau kedua pemuda itu seperti enggan melawan perwujudan gadis yang mereka sukai. Namun serangan Caty telah menghancurkan semua yang ada disekitarnya.


Caty dengan lincah menghindari semua bola-bola cahaya itu.


"Teganya kau mendustaiku! dan kini mau membuatku celaka, aku membencimu!" seru Caty dengan kemarahannya yang menyerang Kairo dengan membabi-buta.


"Sriiit...!"


"Hop hiaat..!"


"Hopp...!"


Kiaro melompat, berguling, dan melemparkan diri ke samping kanan dan kiri dari serangan Caty.


"Host...host...!"


"Caty, benar-benar dia mau membunuhku?" gumam Kiaro yang sudah terengah-engah menghindari serangan Caty.


Dicky berusaha membantu Kiaro dengan kembali menyerang dengan jurus bola-bola Cahaya.


"Boummm...! boummm...!"


Serangan Dicky mengenai ruang hampa, Caty bisa menghindarinya dan balik menyerang Dicky dengan serangan pancaran sinar merahnya.


"Sriiiiit...!"


"Aaaghh..!"


"Dicky...!" seru Kiaro saat melihat Dicky yang mengerang kesakitan itu.


"Sriiit..!"


Serangan pancaran sinar Caty mengarah pada Kiaro yang sedang lengah.


"Aaaghh..!"


Kiaro bernasib sama dengan Dicky, terdorong beberapa meter ke belakang dan keduanya mengalami luka bakar di perut mereka.


"Kiaro...!"


"Dicky...!"


Seru perempuan dan laki-laki yang tak lain adalah Kirana dan Tony.


Keduanya menghampiri putra mereka masing-masing.


"Kiaro, apa yang terjadi?" tanya Kirana yang penasaran dan merasakan rasa sakit pada putranya.


Ovinnix yang merubah dirinya menjadi Caterina, menghampiri Kiaro dan juga Kirana.


"Kiaro menceritakan apa yang terjadi pada mereka mulai dari kios bunga rose sampai apa yang terjadi saat ini pada mereka.


Kirana memandang ke arah Ovinnix yang mengangguk membenarkan apa yang terjadi.

__ADS_1


"Apa aku yang salah melihat atau memang benar adanya ya? mata itu, tidak seperti mata Caterina !" gumam dalam hati Kirana, namun masih di pendamnya.


Demikian pula dengan Tony yang bertanya dengan Dicky tentang apa yang terjadi. Dicky menceritakan apa yang telah terjadi seperti halnya Kiaro yang menceritakan apa yang terjadi pada ibunya.


Kirana bangkit dan demikian pula dengan Tony, memandang ke arah Caty dengan tatapan tajam.


"Siapa kau sebenarnya!" seru Tony dengan tegas.


Caty tak menjawabnya, namun memandang Ibunda Kiaro itu dengan tatapan yang tak terima di perlakukan Kiaro padanya .


Kirana melihat dengan sekilas kedua mata Caty dan ada mata sendu diantara mata ganasnya.


"Caty, apa benar kau Caterina?" tanya kirana dengan lembut.


"Ibunda Kirana..!" panggil Caty dengan suara lemah.


"Apa yang terjadi padamu Caty?" tanya Kirana seraya berjalan mendekat ke arah Caty dengan perlahan-lahan .


Tony memperhatikannya dengan seksama.


Dan tiba-tiba Tony berseru, memperingatkan Kirana dan mendorong Kirana pada saat Caty mengeluarkan pancaran sinar mata merahnya mengarah pada Kirana.


"Sriiit...!"


"Kirana Awaaas...!"


Seru Tony yang mendorong Kirana, dan mereka jatuh bersamaan.


"Brugh...!"


"Agh...!"


Dan kembali Caty menyerang dengan pancaran sinar mata merahnya kembali.


"Sriiit..!"


"Awaas...!" seru Kirana uang membuat dia dan Tony berguling dengan berlainan arah untuk menghindari serangan pancaran sinar merah itu.


"Ah, rasakan ini!" seru Tony yang mengeluarkan jurus bola-bola cahayanya dan serangan itu mengenai perut dan dada Caty


"Aaaghhh...!"


Caty mengerang kesakitan, dia terdorong beberapa meter ke belakang.


Kiaro, Dicky, dan Ovinnix menepi, sedangkan Kirana, Tony dan Caty sudah bangkit dan saat ini mereka saling berhadapan.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2