Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Melawan Siluman Kuda


__ADS_3

Di pabrik itu rupanya masih beroperasi. Banyak orang yang bekerja disana. Mereka rata-rata berusia antara dua puluh sampai empat puluh tahun.


Aaron menuju ke tempat pos Satpam dan menyuruh semua karyawan dan karyawati pabrik itu untuk pulang karena ada Bom di dalam pabrik.


"Pak Satpam, bisa kah anda membuat semua orang disini keluar? karena di dalam pabrik ada? " tanya Aaron yang melihat pura-pura melihat jam.


Awalnya Satpam itu tak mempercayai ucapan Aaron, namun dengan gigih dapat membuat Satpam itu percaya dengan ucapan Aaron.


Kemudian Satpam itu menurutinya, dan dia pun memberi peringatan pada semua karyawan dan karyawati pabrik itu untuk segera meninggalkan pabrik sekarang juga.


"Semua karyawan dan karyawati, di mohon untuk segera meninggalkan pabrik. Dikarenakan ada bom di dalam pabrik. Mohon keluar dengan teratur dan jangan berdesak-desakan." ucap Satpam itu.


Dan berhamburanlah semua karyawati dan karyawan yang ada di dalam ruangan pabrik itu.


Melihat semua karyawan dan karyawati meninggalkan pekerjaan mereka, Kepala Pabrik dan para staffnya keluar dari tempat kerjanya dan begitu terkejut.


"Atas perintah siapa, kalian pulang hah..!!" seru seseorang dari dalam pabrik.


"Kembali bekerja! atau kalian aku pecaaaaat....!!" seru orang itu lagi yang tak lain salah satu kepala produksi di pabrik itu.


Orang itu pun keluar, karena sudah tak ada satu pun karyawan dan karyawati yang tersisa.


"Kurang ajar....! kalian memang tak butuh uang ya!" Orang itu masih saja berseru dan mengumpat penuh emosi.


"Siapa yang mengacaukan semua ini!" serunya lagi dan di dengar oleh Aaron.


"Aku yang menyuruh mereka pulang!' seru Aaron yang berjalan menghampiri kepala produksi pabrik itu dengan melipat tangannya di dadanya.


"Siapa kau..! berani-beraninya berkehendak sesuka hati! memangnya pabrik ini punya nenek moyangmu?" hardik kepala pabrik itu.


"Aku? aku Aaron. Aku bukan siapa-siapa!" jawab Aaron dengan menyunggingkan senyumnya.


"Heeehh....! Kurang ajar..!" umpat Kepala pabrik itu yang geregetan.


"Hey tenang! senbentar lagi aku akan membuat kamu semakin mengenalku!" ucap Aaron santai.


"Apa maksudmu?" tanya kepala produksi itu dengan penasaran.


"Aku akan buat api unggun di situ...di situ dan di situ!" jawab Aaron seraya menunjuk titik-titik penting pabrik yang sudah mencemari udara,tanah dan air di pegunungan Awan Putih.


"A..apa maksud mu?' tanya kepala pabrik itu penuh tanda tanya.


"Lihat ya!" jawab Aaron seraya merapalkan mantera dan menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya.


Dan muncullah cahaya sinar kebiruan yang kemudian membentuk bola cahaya berwarna biru.


Aaron melempar bola cahaya itu ke titik-titik yang telah dia tunjuk tadi.


"Boummmm....!"


"Boummmm...!"


"Boummmm...!"


Tiga tempat telah menjadi api unggun yang besar.

__ADS_1


"Apa..!!!"


Kepala pabrik tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya.


"Nah kini, apa kau sudah mengenalku? kalau tidak ingatlah aku selalu!" ucap Aaron seraya menepuk pundak kepala pabrik itu dan kedua matanya menangkap sesuatu yang bergerak diantara api yang membakar pabrik itu.


"Siluman kuda..!!" seru Aaron yang pandangannya tak lepas dari sosok kuda berkepala dan badan manusia itu.


"Siapa yang berani mengacaukan tempatku?" tanya siluman kuda itu dengan berang yang baru saja melompat dari percikan api dan menghampiri Aaron yang bersama dengan Kepala pabrik.


"Aku yang mengacaukannya! " jawab Aaron dengan lantang.


"Kau..! Kenapa seorang dewa berada di sini?" keluh siluman kuda yang menatap tajam ke arah Aaron.


Siluman kuda itu mengetahui Aaron adalah sesosok dewa dari istana langit.


"Aku hanya mau Dewi Hujan dimana kalia menyembunyikannya...!!" seru Aaron yang juga menatap tajam ke arah siluman kuda itu.


"Dia siapa kamu? hingga kamu mau menolongnya?" tanya siluman kuda itu penasaran.


"Kami sesama dewa, dan dewi hujan adalah teman ku waktu aku masih kecil..!" seru Aaron yang sudah dalam posisi siaga.


"Ho...ho....ho...! kalahkan aku dulu, maka nanti akan aku beritahukan dimana Dewi hujan sekarang di sekap!" ucap siluman kuda itu dengan membusungkan dadanya .


"Oh begitu ya! Baik, terima ini...!" seru Aaron dengan senyum simpulnya.


Perkelahian itupun tak terelakkan, siluman kuda mengeluarkan tombak dengan mata tombak yang runcing dan tajam.


Aaron kemudian mengeluarkan pedang cahaya-nya.


Sebuah pedang yang bercahaya biru muncul dari dada Aaron.


"Trang...!


"Trang...!"


"Trang...!'


"Trang...!"


"Trang...!"


"Trang...!'


Aaron sempat kerepotan melawan siluman kuda, namun dengan cepat dia membalikkan serangan.


Tombak itu bisa di ambil alih tombak dan siluman kuda itu terdorong dan terhempas jatuh kebelakang.


"Aaaaghh...!!"


"Kurang ajar! bisa juga dia mengalahkanku!" seru siluman kuda itu dengan menahan rasa sakitnya.


"Bagaimana? apa kamu mau mengatakan dimana Dewi hujan di sekap?" tanya Aaron seraya mengarahkan mata tombak ke dada siluman kuda.


"Buat apa aku beritahukan padamu? carilah sendiri! ha...ha..!" seru siluman kuda itu dengan yang menepis tombak itu.

__ADS_1


Namun dengan cepat Aaron mengembalikkan suasana, tombak itu di lempar ke dada siluman kuda itu.


"Jlebb...!!"


"Ka...kau! "


"Bagaimana? bisa kau beritahukan dimana Dewi hujan berada?" tanya Aaron yang berdiri tegak di depan siluman kuda.


"Ba...baik, aku akui kalau aku kalah! Hukk...!" kata siluman kuda itu seraya menahan sakit didadanya.


"Dewi hujan di tahan siluman kera di puncak gunung awan putih itu, siluman kera hendak menjadikannya istri. Karena dia sangat mencintai Dewi hujan, siluman kera hendak menikahi Dewi hujan di pegunungan Awan putih" jelas siluman kuda.


Tiba-tiba siluman kuda itu menusukkan lebih dalam tombaknya yang menancap di dadanya.


"Aaaghh...!!"


Siluman kuda itu menghembuskan nafas terakhirnya.


Dan muncullah mutiara siluman berwarna putih ,


Aaron tak menyia-nyiakannya, diambil nya mutiara siluman berwarna putih itu dan menelannya.


Tak berapa lama siluman kuda itu berubah menjadi abu. dan bereterbangan tertiup angin gunung awan putih.


Aaron kemudian meniup peluitnya dan muncullah awan putih kecil yang turun dari langit.


"Awan putih kecil, antar aku ke pegunungan Awan putih disana!" seru Aaron pada saat naik di atas awan putih itu.


Dan awan itu melesat menuju ke pegunungan awan putih, namun awan itu tak lagi putih melainkan menghitam.


"Wuuuz..... wuuuzzz...... wuuuzzz.....!!"


Angin gunung menerpa dengan sangat kencangnya, dan butuh tenaga ekstra.


Berkali-kali awan putih kecil yang membawa Aaron itu terpelanting, dan berkali-kali pula dia berusaha melawan angin yang berhembus itu.


Dan setelah bersusah payah, akhirnya mereka berhasil naik ke atas gunung awan putih.


Karena awan di sekitar tempat itu menghitam, maka keadaan di tempat itu gelap bagaikan malam hari.


"Awan putih kecil, pergilah..! nanti aku panggil kalau aku membutuhkanmu!" kata Aaron.


Awan putih kecil itu tahu maksud Aaron. Setelah Aaron turun dari atas tubuhnya, Awan putih kecil itu pergi menjauh dari tempat itu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2