
"Kepulan asap itu, bukankah itu black shadow?" tanya Aaron penasaran.
"Benar itu ayahku! sepertinya Kekasihmu itu ada di sana!" Jawab Tony yang menatap ke arah lantai atas menara itu.
"Kita naik awan putih kecil saja!" seru Aaron.
"Jangan, bunyi peluit bisa mengacaukan semuanya!" ucap Tony yakin.
"Lantas apa kita naik tangga dari bawah?" tanya Aaron yang penasaran.
"Iya, apa boleh buat! "ucap Tony yang kemudian melesat ke pintu masuk menara dan Aaron mengikutinya.
...****...
Kita kembali ke cerita waktu Kirana yang di bawa Black Shadow.
Black Shadow dengan kekuatannya mampu membawa manusia ke kerajaan petir.
Sesampainya di kerajaan petir, Kirana tidak di bawa ke dalam istana. Melainkan ke lantai atas menara, dimana itu tempat dimana black Shadow sering menghukum Tony.
Yang mengakibatkan Tony sangat membenci Black shadow sampai saat ini.
Dan kini giliran Kirana yang di kurung di menara itu.
Setelah sampai di ruang paling atas menara itu, Black Shadow menghempaskan Kirana ke atas tempat tidur dengan kasar.
"Aaagh..!!"
Kirana mengerang kesakitan.
Tiba-tiba tubuh Lucifer dan kepulan asap black Shadow memisah.
"Lucifer..! ini hadiah untukmu, aku akan menuntaskan denganku ke kerajaan langit!" suara berat yang keluar dari kepulan asap hitam itu.
"Terima kasih yang mulia Black shadow!" ucap Lucifer seraya menundukkan kepalanya.
"Bersenang-senanglah! ha..ha..ha..!" seru Black shadow yang kemudian keluar dari menara dan turun ke halaman istana.
Sementara itu Lucifer memandang Kirana seperti singa kelaparan.
"Lucifer, mau apa kau!" seru Kirana yang sudah berdiri dan bersiap menghindar dari tangkapan Lucifer.
"Sejak dulu aku menginginkanmu Kirana! sejak Alexander yang selalu mengajakku ke rumah!" ucap Lucifer dengan tatapan memburunya.
"Untuk apa menginginkanku?" tanya Kirana yang penasaran.
"Tentu saja menjadikanmu istriku, yang selalu mendampingi dan melayaniku. Kemarilah Kirana, peluklah aku!" Lucifer berusaha merayu Kirana.
"Gila kamu..!" umpat Kirana yang melempar apa saja ke arah Lucifer.
"Ha..ha..ha...! aku memang gila, gila karena mencintaimu!' racau Lucifer dengan tawa lebarnya.
Karena tak ada lagi yang bisa di lempar, Kirana berusaha memukul Lucifer dengan tangan kosong.
Dan mereka akhirnya saling beradu jurus tangan kosong.
"Hiat...!"
"Bagh... Bugh.... bagh... bugh...!"
__ADS_1
"Bagh... Bugh.... bagh... bugh...!"
"Bagh... Bugh.... bagh... bugh...!"
Dan Lucifer berhasil meraih tangan Kirana dan di hempaskannya kembali dengan kasar ke dinding.
"Bukh..! aaghh...!"
Kirana sekali lagi mengerang kesakitan dan pada akhirnya dia tak sadarkan diri dengan posisi terduduk bersandar di dinding.
Lucifer melangkahkan kaki mendekati Kirana, dan dia berjongkok seraya menyibakkan rambut Kirana yang berantakan di depan wajah manis gadis dihadapannya itu.
"Manis dan Cantik, pantas saja Alexander tergila-gila padamu!" ucap Lucifer yang mengusap lembut pipi Kekasih Aaron itu.
Kirana masih tak sadarkan diri, dia tak bergerak sama sekali saat Lucifer membopongnya ala bridal style menuju ke tempat tidur.
Di letakkanlah Kirana diatas tempat tidur tersebut.
"Cantik, aku tak sabar ingin tidur bersamamu!" gumam Lucifer yang kemudian melepaskan pakaian atasnya.
Kakak Alexander itu kemudian duduk di tepi ranjang dengan memandang Kirana dalam-dalam.
Lucifer mendekatkan wajahnya ke wajah Kirana yang masih memejamkan kedua matanya.
Dan ketika Lucifer hendak menautkan bibirnya ke bibir Kirana, tiba-tiba tubuh Kirana mengeluarkan cahaya biru yang menghantarkan hawa panas yang membuat Lucifer terpental beberapa meter dari tempat keberadaan Kirana.
"Huaaagghhh..!"
"Sial, cahaya apa itu!" umpat Lucifer yang geram.
Lucifer terus berdiri dan memandang Kirana yang masih tak sadarkan diri.
Karena rasa penasarannya, Lucifer kembali mendekati tubuh Kirana.
Lucifer memegang tangan Kirana dan mencium punggung tangan kanan Kirana, tangan nakalnya menyusuri lengan Kirana.
Dan cahaya biru semakin pekat menyelubungi Kirana, namun Lucifer masih mampu bertahan dan tangan nakal lucifer menuju kerah pakaian Kirana.
Ketika Lucifer hendak membuka kancing atas pakaian atas Kirana, tiba-tiba tubuh Kirana bergetar hebat dan membuat Lucifer terkejut sampai dia mundur beberapa langkah.
"Apa yang ada di dalam tubuh gadis itu?" tanya dalam hati Lucifer yang geram.
Sementara itu Kirana tersadar karena merasakan gerakan di tubuhnya yang terguncang tak sewajarnya.
"A..apa yang terjadi padaku?" tanya Kirana dalam hati dan berusaha mengingat apa yang terjadi sebelumnya pada dirinya.
"Bangun nona! laki-laki itu akan berbuat kurang ajar padamu!" seru dari dalam tubuh Kirana.
"Pedang Awan, apa maksud kamu si Lucifer itu?" tanya Kirana yang melihat Lucifer, yang memandangnya dengan tatapan yang aneh.
"Iya, dia hendak mendahului tuanku!" ucap pedang awan dengan nada geram.
"Kurang ajar..! kakak adik sama saja!" seru Kirana yang kemudian berdiri dan bersiap menyerang Lucifer dengan tangan kosong.
"Hiat...!"
"Bagh... Bugh.... bagh... bugh...!"
"Bagh... Bugh.... bagh... bugh...!"
__ADS_1
"Bagh... Bugh.... bagh... bugh...!"
Lucifer meladeninya, dan perkelahian dengan tangan kosong berlangsung sangatlah seru.
Karena keduanya sama-sama terluka dan hasilnya seri.
Tanpa pikir panjang lagi Kirana mengeluarkan pedang Awan dan kini dengan pedang Awan, Kirana berada diatas Lucifer.
"Weeet.... weeet.... weeet...!"
"Sreet..!"
"Aaarghh..!"
Lengan kanan Lucifer mendapat kenang-kenangan dari pedang Awan.
"Aarghh...! kurang ajar..!" umpat Lucifer yang kemudian memejamkan matanya memanggil Black shadow.
"Black shadow..! kemarilah, aku butuh bantuanmu!":ucap dalam hati Lucifer.
"Baiklah aku akan kesana!' balas Black Shadow yang sedang memimpin pertemuannya dengan para prajurit untuk menyerang kerajaan langit.
Kepulan asap hitam muncul dari arah jendela dan menghampiri Lucifer.
"Ha..ha..ha..! menghadapi gadis lemah saja kamu tak mampu!' seru Black Shadow ketika melihat lengan Lucifer terluka.
"Kau lihat dia membawa pedang!' seru Lucifer yang tak mau di remehkan Black Shadow.
"Hem....!" Black Shadow mulai memahami kekalahan Lucifer, dengan meniup kepulan asap hitam ke arah lengan Lucifer, dengan sekejap hilanglah luka sayatan yang masih baru itu.
Lucifer terkejut, dan dia begitu gembira.
"Hai gadis, kini giliranmu!" seru Black Shadow pada Kirana.
Kirana yang mendengar dan melihat apa yang diucapkan Black Shadow, berusaha untuk tetap waspada.
Black Shadow menghembuskan kepulan asap kearah wajah Kirana, dan beberapa detik kemudian rasa kantuk menghinggapi kedua matanya.
Dalam hitung detik, Kirana jatuh lunglai tak berdaya.
Dengan gerakan tangannya, Black Shadow memindahkan Kirana ke tempat tidur.
"Nah, kini giliran kamu Lucifer! aku akan kembali pada pasukanku!" seru Black Shadow.
"Terima kasih yang mulia Black shadow!" balas Lucifer seraya menundukkan kepalanya.
Dan Black shadow kembali keluar dari menara itu dan menuju ke pasukannya.
"Kirana...! kau milikku sekarang!" seru Lucifer dengan tawa sinisnya, menghampiri Kirana.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasihh...
...BERSAMBUNG...