
"Mutiara siluman warna putih..? itu untuk apa..??" tanya Ekin yang ingin tahu.
"Itu untuk perubahan wujud kami, karena kami adalah kucing kutukan. Kami bisa menjadi manusia bila menelan mutiara siluman yang berwarna putih." jelas Aaron yang kemudian memberi Luna mutiara siluman warna putih.
Dan Luna segera menelannya demikian juga dengan Aaron yang menelan mutiara siluman warna putih itu.
Sementara itu Ekin pun menelan sebagian mutiara siluman warna hitam pemberian Aaron. Dan sebagian lagi dia simpan.
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka.
Ketika sampai di perbatasan, tiba-tiba ada yang menghadang mereka.
Tiga siluman yaitu siluman kera, siluman lembu dan siluman Rusa.
"Kalian mau kemana..? kalian tak boleh lewat sebelum berurusan dengan kami..!" seru siluman lembu yang menghadang langkah Aaron dan lainnya.
"Kami ingin ke istana siluman Ular..!! mohon beri kami jalan..!" ucap Aaron dengan sopan.
"Memberi kalian jalan..? yang ada kalian harus mati..!!" seru siluman kera.
"Coba saja kalau bisa..!! Hadapi aku lebih dulu.!!" seru siluman rajawali yang tak mau tinggal diam dia melangkahkan kakinya untuk maju.
"Kau...bekas raja siluman kenapa bersekutu dengan mereka..! dan mau apa ke Istana..? istana bukan lagi tempatmu...!!" ucap siluman lembu yang geram.
"Aku ke istana bukanlah jadi urusanmu..! sekarang beri kami jalan atau kau hanya tinggal mutiara saja..!!" seru siluman rajawali yang geram.
"Tamatlah riwayatmu siluman rajawali...!"seru siluman kera. yang menyerang siluman rajawali dengan ekornya yang memanjang berputar-putar mengangkat tubuhnya yang kurus ke atas dan tangan kanannya memegang tongkat yang panjangnya kurang lebih satu meter itu berkali-kali digerakkan ya untuk memukul siluman rajawali, namun siluman rajawali mampu menghindarinya.
"Rupanya kamu mau adu terbang ya..!! rasakan ini...!!" seru Siluman rajawali pun tak mau kalah, dia terbang dengan mengepakkan sayapnya ke arah siluman Kera.
Siluman kera berusaha menyerang siluman rajawali dengan tongkatnya.
Namun belum sempat tongkat itu mengenai siluman Rajawali, Siluman kera terpelanting karena terkena hembusan kepakan sayap siluman rajawali.
"Wuuzzz....wuuuzz...,!!
"Aaaaaaaaooo...!!!"
"Bruukkk ...!!"
Tubuh siluman kera yang terpelanting itu terjatuh ke atas tanah.
Dan ketika siluman kera bangkit, siluman rajawali bersiap memberinya tendangan dengan kedua kaki singanya.
"Hiaaat...!! Brukk....!!"
Kembali siluman kera jatuh terduduk kembali, di sisa tenaganya siluman kera menggunakan ekor panjangnya untuk mengikat siluman rajawali.
Dan berhasil membuat siluman rajawali tak bisa bergerak.
Siluman rajawali meronta-ronta, akhirnya dia mematuk ekor siluman kera hingga putus.
"Aaaaaghh..!!" Siluman kera kesakitan dan akhir jatuh tersungkur dan menghembuskan nafas yang terakhir.
Muncullah mutiara siluman berwarna hitam, dan siluman rajawali itu mengambil mutiara siluman dan menyimpannya.
Sementara itu Ekin yang menghadapi Siluman lembu dengan tangan kosong.
"Hiaaat...!!"
"Bagh...!!"
"Bugh....!!"
"Bagh...!!"
"Bugh...!!"
__ADS_1
"Aaaaghh...!!"
Ekin terpukul di bagian perutnya.
"Aaagh, sial..!! tenaganya luar biasa..! baiklah.. akan aku coba dengan tendangan..!" kata dalam hati Ekin yang bersiap dengan gerakan tendangannya.
"Hiaaaaatt...!!"
"Dashh...!!"
"Deshh...!!"
"Dashh...!!"
"Deshh...!!"
Di setiap tendangan Ekin, Siluman Lembu mengelak semua tendangan Ekin, dan tendangan Ekin mendarat di ruang hampa.
Dan saat ada kesempatan , siluman Lembu menangkap kaki Ekin dan siluman lembu itu melempar Ekin, dan Ekin menyeimbangkan tubuhnya dengan bersalto agar bisa mendarat sempurna.
Kembali Ekin menyerang dengan pukulan tangan kosong, dan lagi-lagi dia kalah cepat dan tenaga dengan siluman Lembu.
"Hiaaa.....!!!"
"Bagh ..!!"
"Bugh..!!"
"Brukk.,!!"
"Aaghh...!!"
Ekin kembali jatuh kali ini dia terpelanting.
"Apa boleh buat..!" gumam Ekin yang kemudian menaruh tangannya di dadanya.
"Pedang Cahaya...!!"
"Ha..ha.. kau menyerah saja, ngapain main senjata kalau hasilnya akan sama..!!" seru siluman lembu yang kemudian mencabut tanduknya yang menjadi sebuah Boomerang.
Di lemparnya Boomerang itu ke arah Ekin.
Dengan cepat Ekin menghindar dengan melompat berulang kali.
Kembali Boomerang itu menyerang Ekin dan kali ini Ekin bersalto dan melesat ke arah siluman Lembu.
"Hiiaaaaaat...!!"
"Weeett.....!!"
"Weeett.....!!"
"Jleebb..!!"
Ekin menghunuskan pedangnya ke perut siluman lembu, namun sebelumnya dia menggoreskan pedangnya di lengan kanan dan kiri siluman lembu.
"Aaaghh..!!"
Siluman lembu mengerang kesakitan dan akhirnya siluman suami siluman rusa itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Sedangkan Siluman rusa yang sebelumnya hendak menggoda Aaron, ternyata dia harus melawan Kirana dan Luna bersamaan.
Sedangkan Aaron mengawasi setiap gerakan mereka.
"Kalian serius mau melawan siluman rusa itu..?" tanya Aaron yang sedikit khawatir dengan kemampun Kirana dan Luna.
"Dia kan wanita, biar kami yang melawannya..!" ucap Luna yang sudah bersiap menyerang.
__ADS_1
"Bila kami terdesak, barulah lawan bantu kami..oke..!!" seru Kirana yang jari tangannya menunjukkan arti oke.
"Dasar gadis ingusan..! berlagak melawanku..! apa kau sudah punya riwayat bertarung..? hingga mau menantangku..!!" gerutu siluman Rusa yang kesal.
"Belum, tapi kamu akan jadi siluman pertama yang kami kalahkan..!!" seru Kirana dengan lantang.
"Cihh..pedas juga mulutmu..!" seru Siluman Rusa dengan senyum sinisnya.
"Jangan banyak omong, bersiaplah..!" seru Luna yang memulai penyerangan.
"Hopp hiaaaat...!!"
Luna menyerang dengan pedangnya dan Siluman rusa menggunakan selendang warna kuning sebagai senjatanya.
Berkali-kali Luna menyerang, namun bisa di tahan oleh siluman rusa dengan selendang kuning yang dia bentangkan.
Luna kewalahan karena kehabisan tenaga.
"Host..host...!!"
"Haa...ha..! begitu saja kau sudah kehabisan tenaga..! dasar bocah..!!"ejek siluman rusa sambil tertawa.
"Luna atur nafas kamu dulu, biar aku yang hadapi dia...!!" ucap Kirana yang sudah bersiap dengan pedang awannya.
"Ha..ha..apalagi kau, mau cari mati ya..??" ejek siluman rusa dengan tawa yang membuat sakit di perutnya.
"Kita lihat saja, siapa yang akan menang...!!" seru Kirana yang sudah bersiap dengan pedang awannya.
"Hop hiaat..!!"
Kembali berkelahian antara selendang warna kuning dan kali ini dengan pedang awan.
Pedang Awan berbeda dengan pedang yang di gunakan oleh Luna.
Hanya sedikit gerakan dari kirana, pedang Awan seolah tahu gerakan-gerakan Kirana.
"Hiaaat..!!"
Kirana mengarahkan pedang awan ke tubuh siluman rusa, dan siluman rusa menahan pedangnya dengan selendangnya.
Tiba-tiba pedang awan memotong selendang warna kuning itu menjadi dua dan pedang itu menusuk ke dada siluman rusa.
Dan tembus sampai ke belakang punggung siluman rusa itu.
"Aaaaghhh...!! pedangmu memang hebat...! Aaagh... Aagh...!!" kata terakhir yang terucap dari bibir siluman rusa.
"Brukkk...!!"
Siluman itupun ambruk dan sudah tak bernyawa lagi.
Muncullah mutiara siluman warna putih, dan kali ini Kirana mengambil mutiara tersebut.
Kirana terus memandang pedang Awan dan juga jasad siluman Rusa itu dengan perasaan tak menentu.
Aaron segera menghampiri Kirana.
"Tidak apa-apa, lama-lama kamu akan terbiasa melawan dan membunuh para siluman." kata Aaron yang telapak tangan kanannya menepuk-nepuk pundak sebelah kiri gadis pujaannya itu.
"Terima kasih ..!!" ucap Kirana yang kemudian memberikan mutiara siluman dari tubuh siluman rusa itu pada Aaron kekasihnya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...