Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Masih Cerita Sheila ll)


__ADS_3

"Seperti laba-laba Black widow? tapi ukurannya sangat besar!" gumam Charlie dalam hati dan tetap mengintip setiap pergerakan laba-laba itu, walaupun dirinya dalam ketakutan saat ini.


"Apa yang laba-laba black widow lakukan di belakang rumah itu!" gumam dalam hati Charlie yang penasaran dan terus mengikuti pergerakan laba-laba black widow raksasa itu, dengan secara mengendap-endap.


Charlie kemudian merekam semua yang dia lihat itu melalui ponselnya.


Laba-laba black widow itu meneteskan cairan ke dalam sumur warga dengan satu persatu.


Kemudian laba-laba black Widow itu berjalan cepat menuju ke kediaman rumah Huxley, dan menghilang di balik dindingnya.


"Apa laba-laba black widow itu menghilang di dinding rumah Huxley?" gumam Charlie dalam hati yang penasaran.


Charlie kemudian balik lagi ke rumahnya dimana istri dan anak-anaknya sudah lama menunggu kedatangannya.


"Suamiku, kenapa kamu pulangnya lama?" tanya Buena pada suaminya yang sedang duduk di sofa dan melihat ponselnya tanpa berkedip.


"Eh, kenapa tidak di jawab suamiku?" tanya Buena sekali lagi dan penasaran.


"Istriku, coba kamu lihat ini!" seru Charlie pada Buena.


Buena kemudian duduk di samping suaminya dan melihat apa yang suaminya lihat di ponsel itu.


"I..itu seperti laba-laba!" seru Buena yang tercengang tak percaya melihat ukuran laba-laba black widow itu.


"Iya, dia laba-laba black widow. Yang saya heran, kenapa dia memberi cairan pada setiap sumur warga?" tanya Charlie yang penasaran.


"Itu seperti semacam racun. Suamiku, apa kamu sudah meminta bantuan pada pemerintah pusat?" jawab dan tanya Buena yang mengingatkan Charlie pada sesuatu yang mengganggu pikirannya sedari tadi.


"Sudah Istriku, namun hasilnya nihil. Aku merasa desa kita ini di pagari sesuatu yang aneh." kata Charlie.


"Sesuatu yang aneh? Apa maksudmu suamiku?" tanya Buena penasaran.


"Ada dinding kaca yang mengelilingi desa kita, orang luar desa bisa masuk. Tapi kita yang di dalam tak bisa keluar lagi." jelas Charlie yang hal itu membuat Buena semakin penasaran.


"Ibu, ayah..! badan kami panas." kata Carla dan Carlos secara bersamaan, dan tiba-tiba mereka muntah-muntah.


"Carla...! Carlos..!" panggil Buena dan Charlie bersamaan.


"Kalian tadi dari mana?" tanya Buena yang khawatir.


"Da..dari sumur Bu" jawab Carlos dengan suara lirih karena menahan rasa sakitnya.


Buena kemudian menghampiri putra dan putrinya.

__ADS_1


"Panas sekali badan anak kita Suamiku!" seru Buena saat menempelkan telapak tangannya ke dahi dan leher kedua anaknya.


"Sebentar ya! bapak ke apotik beli obat untuk kalian, semoga saja masih ada persediaan obat penurun panas!" seru Charlie yang sangat khawatir dan bergegas menuju ke apotik desa.


Sesampainya di apotik, dan antrian begitu panjang yang hanya untuk membeli obat penurun panas.


Obat penurun panas kini semakin langka dan menjadi mahal. Karena pemasok bisa saja mengantarkan obat penurun panas, namun mereka tak bisa kembali lagi ke tempatnya.


Dan satu-satunya tujuan untuk pengobatan hanya di klinik Huxley.


Charlie harus membayar mahal demi kesembuhan putra-putrinya.


Karena Huxley memasang harga yang sangat tinggi.


Semua aset-asetnya habis terjual, namun putra dan putrinya tak juga kunjung sembuh.


"Istriku, ingatlah jangan sekali-kali menggunakan air sumur. Gunakanlah air sungai, karena air sungai itu mengalir, jadi tak mungkin ada racunnya" pesan Charlie yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke belakang rumah.


"iya suamiku" balas Buena yang kemudian masuk ke kamar putra dan putrinya untuk melihat keadaan mereka.


Saat hendak ke sumur tak dia sangka, Charlie melihat laba-laba black widow berukuran besar sedang meneteskan cairan di atas sumurnya.


Charlie kemudian mengambil senjata seadanya.


"Suamiku, kamu mau apa?" tanya Buena yang khawatir saat melihat suaminya membawa senjata tajam.


Setelah di rasa laba-laba black widow itu lengah, Charlie menyerang laba-laba black widow itu dengan senjatanya yaitu parangnya.


Laba-laba black widow itu menyadari adanya ancaman bahaya, dia pun menghindari serangan Charlie.


Parang Charlie itu hanya mengenai sebelah kiri kaki laba-laba black widow itu.


"Sreet...!!" darah hijau keluar dari kaki laba-laba black widow yang terputus itu terkena parang Charlie.


"Kurang ajar kau manusia! minta mampus rupanya..! rasakan lah ini!" seru laba-laba black widow itu seraya menancapkan kaki depannya yang mengandung racun itu ke kepala Charlie.


"Jlebb..!'"


"Aaaaghhh..!!"


Dan seketika wajah dan tubuh Charlie memucat dan jatuh ke tanah dengan kondisi sudah tak bernyawa.


Buena yang mendengar suara teriakan, dia segera ke pintu belakangnya.

__ADS_1


"Laba-laba black widow itu!" seru Buena yang terkejut melihat laba-laba Black Widow meninggalkan tempat itu.


Kemudian wanita itu melihat ke sekitarnya, mencari keberadaan suaminya.


Betapa terkejutnya dia, saat mendapati suaminya yang sudah menghijau dan kurus kering, seperti ada yang menyedot darahnya.


"Suamiku...!" seru Buena yang berkaca-kaca dan tak mungkin akan memeluk suaminya, karena tubuh suaminya di penuhi racun mematikan dari laba-laba black widow itu.


Karena tak ingin adanya kejadian yang menyedihkan itu lagi, Buena membawa kedua putra dan putrinya meninggalkan rumah dan menerima hidup seadanya di samping sungai sebagai sumber kehidupannya, seperti yang di sarankan oleh suaminya.


"Begitulah ceritanya" ucap Bibi Buena.


"Sungguh tragis sekali, aku yakin kalau laba-laba black widow itu adalah siluman!" ucap Aaron dan Sheila juga mengangguk tanda mengiyakan.


"Nak Aaron, kamu mau kemana?" tanya bibi Buena saat melihat Aaron bangkit dari duduknya.


"Aku ingin menyelamatkan desa ini bi agar tidak semakin fatal!" jawab Aaron yakin.


"Hati-hati nak! dia sangat berbahaya!" seru bibi Buena yang sangat khawatir.


"Jangan khawatir bi, membasmi siluman itu adalah keahlian dia!" sahut Sheila seraya memegang tangan bibi Buena.


"Sheila, jaga bibi Buena dan kedua anaknya! aku akan mencari siluman laba-laba black widow itu." ucap Aaron yang kemudian melesat ke arah pedesaan.


"Nak Sheila, bibi sangat khawatir dengan nak Aaron!" ucap bibi Buena lagi.


"Bibi, sudah saya katakan berulang kali. Jangan khawatirkan Aaron, dia bisa menjaga dirinya!" balas Sheilla sembari mengulas senyumnya.


Aaron melangkahkan kakinya melesat menuju ke pedesaan dan berhenti di sebuah klinik.


Yang tak lain adalah klinik keluarga Huxley.


Antrian begitu panjang, yang tak kalah panjangnya antrian di rumah makan dimana tadi Aaron dan Sheila membeli makanan dan bertemu bibi Buena.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2