
Di ruang keluarga, Aaron dan Tony sedang bermain catur sementara Jimmy dan Dicky bermain game.
Kirana, Maggie, dan Kelly ikut mendampingi suami mereka masing- masing sedangkan Vivian sibuk bermain dengan bonekanya.
Kirana menyempatkan diri mengotak-atik laptopnya.
"Sayang, kamu sedang mengerjakan apa?" tanya Aaron yang sekali-kali melirik kearah istrinya.
"Aku mau lihat Cctv rumah yah, aku penasaran dengan teman perempuan Kiaro." jawab Kirana.
"Oiya, siapa nama temannya Kiaro tadi?" tanya Kirana yang melihat kearah Dicky.
"Caterina Bi!" jawab Dicky yang tetap berkonsentrasi dengan gamenya.
"Ayah dan kak Tony, kamu lihat ini!" seru Kirana yang serius melihat monitor laptop.
Kemudian Aaron mengentikan aktifitasnya bermain catur dan diikuti oleh Tony dan juga Maggie.
"Lihatlah, Kiaro mengantarkan gadis itu masuk ke kamar. Tapi sama sekali terlihat dia keluar lewat pintu kamar dan juga jendela!" jelas Kirana.
Dan yang lainnya pun menyimak video dan pendapat Kirana.
Jimmy, Dicky dan Kelly pun ikut melihat laptop karena penasaran.
"Kucing itu? apa mungkin gadis itu seperti kamu Yah?" tanya Kirana yang menatap Aaron.
"Apa maksud kamu kucing yang bersama Kiaro tadi adalah Caterina?" tanya Aaron yang minta kejelasannya.
"Lihat! kucing itu keluar dari dalam kamar melewati kaki Kiaro!" jelas Kirana seraya menunjukkan bagian video dimana Caty keluar dari kamar tamu melewati kaki Kiaro.
"Jangan-jangan...! ah, kita selidiki dulu siapa Caterina itu!" seru Maggie yang ikut dalam pembicaraan mereka.
"Aku tak mencium adanya bau siluman disini, kalaupun dia siluman bukankah tadi sore dia berada di kios bunga rose? seharusnya dia tidak bisa kesana!" ucap Tony yang memberi pendapat.
"Ya mungkin karena Caterina bukan siluman, tapi gadis yang di kutuk seperti Luna!" pendapat dari Kelly dan semuanya kemudian berpikir.
"Dia jahat atau baik, kita belum tahu" ucap Kirana.
"Kiaro mengenal gadis itu di kampus, waktu itu Kiaro dan aku berlomba lari adu cepat sampai ke fakultas. Tidak disangka Kiaro menabrak gadis itu dan entah kenapa yang katanya Kiaro gadis itu sombong, ternyata bisa takluk sama Kiaro!" jelas Dicky yang menatap ke arah keluarganya satu persatu.
"Aku takut terjadi sesuatu pada Kiaro yah!" ucap Kirana yang memandang Aaron dengan rasa khawatir.
"Tenang saja, tidak akan terjadi pada putra kita. Kalian disini dan perhatikan terus pintu kamar Kiaro, jika ada sesuatu yang mencurigakan, bisa hubungi kami!' usul Aaron.
"Ayah mau kemana?" tanya Kirana yang khawatir
"Aku dan Tony akan mengintai dari jendela kamar Kiaro, melewati balkon depan kamarnya." jelas Aaron yang menatap Tony dan Tony pun bersiap, dia menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah kita tetap waspada disini!" seru Kirana dan semuanya mencari posisi ternyaman mereka.
Sementara itu Aaron dan juga Tony melangkahkan kaki keluar rumah dan dengan bantuan Awan putih kecil mereka sampai di balkon kamar Kiaro.
Sementara itu di dalam kamar Kiaro, Kiaro meletakkan Caty di atas meja belajarnya.
Kemudian Kiaro membuka laci meja belajarnya itu yang terletak tepat didepannya.
Sementara Caty terus melihat apa yang dilakukan oleh pemuda yang ada dihadapannya itu.
Kiaro mengambil dompetnya yang dia simpan di laci tersebut.
Putra Aaron dan Kirana mengambil foto yang diperebutkan tadi siang bersama Caterina.
"Caterina, apa sih yang kamu cari dari foto ini?" tanya Kiaro yang tentu saja didengarkan oleh Caty.
Namun Caty tetap diam dan memperhatikannya.
"Akan aku coba bersihkan kotoran yang menempel di foto ini!" ucap Kiaro yang kemudian mengambil penghapus pensil dan berusaha sebisa mungkin menghapus kotoran-kotoran yang menempel pada foto itu.
Caty memperhatikannya dengan seksama.
Demikian pula dengan Aaron dan Tony yang mengintai di luar jendela kamar Kiaro.
Betapa terkejutnya Kiaro yang melihat foto itu dan dia sangat mengenal wajah yang ada di foto itu.
"Kakek?" Caty terperanjat dan terkejut.
"Apa hubungan Caterina dengan kakek?" tanya Kiaro lirih namun di dengar oleh Caty.
"Apa kakek punya cucu lain selain aku?' pertanyaan yang tentu saja mengusik hati Kiaro.
"Jika aku bertanya pada ayah dan bunda takutnya salah paham. Terus Caterina, sekarang dia ada dimana ya?" pertanyaan demi pertanyaan dari dalam diri Kiaro.
"Kalau yang ada di foto itu kakek Kiaro, berarti ada kemungkinan keluarga ini bisa menyelamatkan ayah dan ibuku?" kata Caty yang terus menatap Kiaro dengan mata yang berkaca-kaca.
sementara Kiaro mengusap kambutnya kasar
"Tony, sepertinya kucing itu mengerti apa yang Kiaro lakukan dan rasakan!" ucap Aaron yang masih mengawasi Kiaro dan kucing yang bersama Kiaro putranya.
"Benar, dari sikap dan matanya juga tidak seperti kucing pada umumnya." ucap Tony yang terus memperhatikan Caty.
"Apa kita coba dia supaya menelan mutiara siluman, apa dia bisa berubah menjadi manusia?" tanya Aaron yang mengingatkan dirinya yang dulu.
"Belum tahu, sebaiknya kita coba saja dulu!" ucap Aaron dan kemudian mereka turun dari balon dengan jurus meringankan tubuh mereka.
__ADS_1
Keduanya turun melandai dengan cantiknya, dan hampir tak kedengaran sama sekali.
"Ayo kita beritahu yang lainnya!" seru Tony yang bersemangat.
"Iya!" jawab Aaron dan keduanya dengan setengah berlari masuk ke rumah dan menjumpai Kirana dan yang lainnya.
"Kirana, dan yang lainnya!" panggil Aaron yang membuat yang dipanggil menoleh dengan rasa penasaran mereka.
"Ayah, bagaimana? apa kalian menemukan sesuatu?" tanya Kirana yang penasaran
"Aku dan Tony setelah melihat apa yang terjadi di dalam kamar Kiaro, beranggapan kalau kucing yang bersama Kiaro itu seperti menyimpan sesuatu." jawab Aaron.
"Tapi entah apa sesuatu itu, yang jelas itu mengusik penglihatan kami berdua. yang pasti kucing itu bukan kucing biasa!" imbuh Tony.
"Apa kita perlu mutiara siluman untuk melihat wujud asli kucing itu?" tanya Kirana yang mengingatkan waktu Aaron dulu.
"Kita coba saja!" ucap Aaron dan Kirana bergegas ke kamarnya dan mengambil satu kantung mutiara silumannya yang berwarna putih.
Mutiara siluman itu dua dapat dari usaha dia dan Aaron dalam usaha jasa memburu Siluman.
Beberapa menit kemudian Kirana telah bersama mereka kembali setelah mengambil sekantung mutiara siluman itu.
"Agar tak membuat Kiaro kaget, bagaimana kalau Kirana coba kamu suapi kucing itu dengan mutiara siluman tanpa sepengetahuan Kiaro!" usul Aaron dan Kirana menyetujuinya.
"Oke, aku akan kesana!" ucap Kirana yang dengan keberaniannya mencoba masuk ke kamar putra semata wayangnya itu.
"Tokk....! tokk....! tokk......!'
Kirana mengetuk pintu, dan belum ada reaksi di dalam kamar Kiaro.
Sementara itu di dalam kamar Kiaro, Kiaro sedikit terkejut saat mendengar pintu kamarnya di ketuk-ketuk.
Dengan cepat dia memasukkan foto kakeknya di dompetnya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasihh...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1