
Mohon maaf, harap bijak dalam membaca. Ada adegan 21+ nya.
Terima kasih
...๐๐ ๐Happy Reading๐๐๐...
"Jadi kesepakatan kami kalau pernikahan kami akan dilangsungkan bulan depan dan diadakan di kerajaan Ryugu dan di Villa pesisir Z." jelas Adelia.
"Oh kalau begitu kita rundingkan bersama dengan keluarga kita di Ghuangzhou esok hari. Sekarang kita istirahat terlebih dahulu di Villa pesisir Z" saran Aaron seraya melirik ke arah Kirana.
Kirana mengulas senyumnya saat melihat wajah suaminya yang melirik ke arahnya.
"Baiklah, kita berpisah untuk bersatu kembali nanti di bulan depan ya kekasihku Adelia" ucap Wallache seraya memegang tangan Adelia dan menatap wajah kekasihnya.
"Iya, kamu hati-hati ya dalam perjalanan pulang nanti" pesan Adelia yang juga menatap wajah kekasihnya Wallache.
Kemudian Wallache mencium kening Adelia.
"Hm..hmm...hmm...!" goda Kirana dengan dehemannya.
"Kak Kirana!" seru Adelia yang nampak tersipu malu.
Wallache mengulas senyumnya dan kemudian melambaikan tangannya.
"Daa semuanya!" ucap pamit Wallache.
"Daa Wallache...!"
Balas Adelia, Aaron, dan Kirana yang juga melambaikan tangannya.
Setelah Wallache hilang dari pandangan matanya, dua wanita dan satu laki-laki itu melangkahkan kaki menuju ke mobil Aaron yang terparkir dan meninggalkan pantai pesisir Z yang sedang pasang itu.
"Adelia aku mau tanya, sejak kapan Wallache bisa punya kaki? apa dengan bantuan kamu?" tanya Kirana yang penasaran dan sudah sampai di depan mobil sport milik Aaron.
"Baru saja, tepatnya saat aku dan Wallache tiba di teluk Athemoissa" ucap Adelia yang kemudian menceritakan kejadian waktu berada di teluk Athemoissa beberapa jam yang lalu.
***
Beberapa saat kemudian Adelia telah berubah menjadi manusia kembali, dan dia segera menghubungi Kirana untuk menjemputnya di tepi pantai pesisir Z.
"Aku akan mengantarkan kamu sampai di tepi pantai pesisir Z" Ucap Wallache yang tak tega jika Adelia sendirian berjalan menuju ke tepi pantai pesisir Z.
"Tapi kamu kan putra duyung?"tanya Adelia yang penasaran.
"Tenang saja sewaktu membongkar istana Siren, aku menemukan kitab ramuan mengubah duyung menjadi manusia" jelas Wallache.
"Benarkah?" tanya Adelia yang memastikannya.
"Iya, benar!" jawab Wallache sembari mengulas senyumnya.
Wallache kemudian mengeluarkan tas berwujud kerang yang dia gunakan untuk menyimpan pil ramuan yang sudah dia buat.
Setelah mengeluarkan pil ramuannya, Wallache menelan pil ramuannya sendiri itu.
__ADS_1
Dan dalam sekejap Wallache Telang menjadi sesosok laki-laki tampan yang berdiri tepat dihadapan Adelia.
Adelia terkesima karenanya, dia tak menyangka Wallache berubah menjadi manusia lengkap dengan pakaian kerajaannya.
***
"Oh jadi begitu ceritanya" ucap Kirana sembari membuka dan kemudian masuk ke dalam mobil sport milik Aaron.
Posisi duduk mereka saat ini sama seperti pada waktu berangkat dari kota Ghuangzhou.
Mobil terus melaju menembus gelapnya malam yang hanya diterangi sinar bulan dan sorot lampu mobil.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya mereka telah sampai di halaman Villa pesisir Z.
Kemudian Aaron memarkirkan mobinya, mereka keluar dari mobil dan melangkahkan kaki menuju ke teras Villa pesisir Z.
Satpam penjaga villa menghampiri mereka.
"Malam-malam sekali tuan dan nyonya datangnya, apakah perjalanan kalian lancar?" tanya satpam itu.
"Perjalanan kami lancar, dan kami sedang kelelahan. Kami butuh istirahat dan besok kami akan kembali ke kota Ghuangzhou" jelas Aaron.
"Oh, kalau begitu mari saya bukakan pintu untuk kalian semuanya" ucap penjaga villa itu.
"Terima kasih pak!" ucap semuanya bersamaan.
"Klek...klek...ceklek...!"
Satpam itu membuka pintu villa dan mempersilahkan Aaron, Kirana dan Adelia untuk memasukinya.
Sementara itu ketiganya disambut oleh bibi penjaga villa.
"Tuan dan nyonya mau makan apa?" tanya si bibi penjaga villa menawarkan jasa memasaknya.
"Kami sudah kelelahan bi, kami mau langsung tidur saja" ucap Adelia.
"Iya bi, lagi pula sore tadi kami sudah makan" sahut Kirana.
"Ya sudah kalau begitu selamat istirahat tuan dan nyonya" ucap si bibi penjaga villa.
"Iya bi makasih, bibi juga cepat istirahat ya" ucap Aaron.
"Iya tuan dan nyonya" jawab si bibi dan semuanya melangkahkan kaki menuju ke tempat masing-masing.
"Adelia, selamat istirahat ya!" seru Kirana pada saat dia sudah berada di depan pintu kamarnya.
"Iya, selamat istirahat pula buat kalian semua" ucap balas Kirana yang bersama Aaron.
Kemudian semuanya masuk ke dalam kamar masing-masing.
Kirana dan Aaron bergantian membersihkan tubuh dan mengganti pakaian mereka menjadi pakaian tidur.
Aaron sudah siap merebahkan diri di atas tempat tidur, sementara Kirana sibuk memasang alat pengisi baterai pada ponsel dia dan ponsel suaminya.
__ADS_1
"Sayang, sini dong!" seru Aaron seraya menepuk tempat tidur tepat di depannya.
"Iya, ini juga sudah selesai" ucap Kiran yang memang sudah selesai dan dia melangkahkan kaki menghampiri suaminya.
Aaron mengulas senyumnya pada saat isterinya yang sudah naik diatas tempat tidur dan sudah dalam posisi sejajar dengannya.
"Eh, katanya sudah ngantuk? ayo kita lekas tidur" ucap Kirana yang kemudian menyelimuti dirinya denga selimut yang sudah tersedia.
"Sayang, masak kamu lupa sih?" tanya Aaroh yang kemudian mendekatkan dirinya dekat dengan posisi isterinya dan kemudian mencium kening isterinya.
Kirana mengerti maksud dari suaminya itu, dan dia memeluk suaminya dengan mesranya.
Aaron menerima pelukan istrinya, kemudian dia mencium kedua pipi dan dilanjut bibir mungil istrinya.
Kedua insan yang telah resmi itu saling bermain bibir dan merasakan setiap kenikmatan permainan itu.
Setelah puas dengan permainan bibir itu, suami Kirana meneruskan menciumi leher jenjang isterinya dan Aaron memberikan cap kepemilikan di leher isterinya.
"Aaaghhh...! suamiku"
Kirana menggumam merasakan setiap serangan suaminya.
"Isteriku, kamu masih tetap sama seperti yang dulu!" bisik suami Kirana itu.
"Apa maksud kamu itu sayang?" tanya Kirana yang juga berbisik.
"Kamu tetap dan selalu mempesona untukku disetiap melayaniku sayang" balas Aaron seraya memainkan dua gundukkan kembar milik Istrinya yang membuat isterinya menggeliat menikmatinya.
Satu persatu mereka melepaskan pakaian, dan memulai permainan yang sesungguhnya.
Kirana kadang dibawah dan beberapa menit kemudian berada di atas suaminya.
Beberapa kali mereka melakukannya, hingga keluarlah cairan kenikmatan mereka yang menandakan keduanya di titik klimak.
'Host...host...host...!''
"Makasih sayang, nanti aku minta lagi ya!" pinta suami Kirana seraya mengatur nafasnya.
"Sama-sama sayang. Boleh saja, tapi kita istirahat dulu ya" balas kiranya yang saat ini dalam pelukan suaminya.
"Iya, kita tidur sebentar ya. Setelah bangun nanti, kita lanjutkan lagi" bisik Aaron dan Kirana menganggukkan kepalanya yang kemudian memejamkan kedua matanya.
Keduanya tertidur dengan pulasnya karena telah melalui permainan yang melelahkan namun nikmat bagi suami istri itu.
...~ยฅ~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...