Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Kunti (Siluman Kegelapan yang terpojok)


__ADS_3

Kiaro bergegas berlari masuk ke dalam panti asuhan Bahagia menyusul si Kunti merah Melani, Ricky dan Aaron ayahnya.


Sementara itu di dalam panti asuhan Bahagia dimana Caterina bersama Samantha menjaga bayinya Melani di kamar Samantha.


Caterina sudah menelan mutiara siluman warna putih pemberian Kiaro.


"Caterina, apa kamu juga merasakan akan terjadi sesuatu?" tanya Samantha yang mempunyai Indra ke enam itu.


"Iya aku juga merasakannya" ucap Caterina yang menajamkan pendengarannya dan mata hatinya.


Tiba-tiba datang bayangan hitam yang mendobrak pintu kamar tersebut.


"Brakk...!"


Caterina dan Samantha terkejut karenanya.


"Dia, gawat! Samantha lindungilah bayi itu! aku akan coba lawan dia!" seru Caterina yang bangkit dari duduknya dan menghadap ke arah siluman kegelapan itu.


"Baik!" ucap Samantha yang kemudian menggendong bayi Melani dengan erat dia memeluknya.


"Berikan bayi itu!" seru siluman kegelapan itu dengan geramnya.


"Samantha, keluar lewat jendela!" bisik Caterina yang melihat jendela kamar itu yang bisa di buka dan muat untuk manusia dewasa melewatinya.


"Iya" ucap Samantha yang mengikuti saran Caterina.


Sementara itu Siluman kegelapan bersiap dengan jurus sinar hitamnya dan mernyerang Caterina.


Caterina berusaha menahan serangan itu dengan sihir yang dia mampu. Kedua tangannya mengarah ke depan dan membentuk sebuah tameng yang mampu menangkis serangan-serangan siluman kegelapan itu.


"Aaggghh..! aku merasa tak mampu lagi menahannya!" gumam dalam hati Caterina yang sudah kelelahan menahan serangan dari siluman kegelapan itu.


"Samantha! cepat pergi dari sini!" seru Caterina. yang dengan segenap kemampuannya mendorong kekuatannya untuk menyerang siluman kegelapan itu.


Siluman kegelapan itu terdorong dan terbentur dinding kamar.


"Dugh...!"


"Aarghh...!"


"Hukk..! lumayan juga jurus kamu bocah!" seru siluman kegelapan itu dengan terbatuk-batuk dan kembali di posisi bersiap.


"Kekuatanku tak berarti baginya! mau tak mau aku harus terus menghindarinya!" gumam dalam hati Caterina yang kembali menangkis serangan-serangan dari siluman kegelapan itu.


"Apa kamu akan terus dalam posisi bertahan hei bocah!" seru siluman kegelapan tersenyum sinis karena melihat Caterina dalam posisi yang terdesak Itu.


"Itu lebih baik dari pada aku menyerah kepadamu! sampai titik darah penghabisan aku tetap akan melindungi bayi itu!" seru Caterina terus membuat tameng untuk melindungi dirinya dari gempuran-gempuran siluman kegelapan itu.


"Blugh, pyarr...!" Caterina terpental menembus kaca jendela kamar itu.


"Bukk...!"


"Aaaghh..!"


Caterina terlempar dan jatuh, kemudian mengerang kesakitan karena jatuh itu.

__ADS_1


"Huh! rasakan itu bocah ha..ha..!" seru siluman kegelapan itu dengan tertawa kemenangannya.


Siluman Kegelapan itu kemudian melesat mengejar Samantha.


Tak berapa lama si Kunti datang dan mendekati Caterina.


Caterina yang sibuk membuat dirinya kembali berdiri, sangat terkejut pada saat Si Kunti Melani menghampirinya.


"Aagh! kau si Kunti, mengagetkan saja!" seru Caterina yang mengelus dadanya.


"Hi...hi..hi...! ma'af, dimana bayi aku?" tanya si Kunti Melani yang penuh kecemasannya diantara wajah pucatnya.


"Dia di gendong Samantha kesana, cepat kejar dia! karena siluman kegelapan mengejarnya"Setelah seru Caterina yang cemas.


"Apa! baiklah aku akan mengejarnya sekarang juga!" seru si Kunti itu yang kemudian melesat kearah yang ditunjukkan oleh Caterina.


Sementara Caterina memegang dadanya yang sakit karena terkena pukulan dari siluman kegelapan itu.


Tak berapa lama Aaron dan Kiaro datang dan menghampiri Caterina.


"Caterina!" panggil Kiaro pada saat melihat Caterina yang tertatih-tatih karena berusaha berjalan diantara pecahan kaca-kaca jendela yang pecah itu.


Kiaro segera menghampiri kekasihnya itu.


"Kiaro, cepat bawa Caterina keluar dan obati dia!" perintah Aaron.


"Baik ayah!" balas Kiaro yang kemudian membopong Caterina layaknya Bridal style dan melangkahkan kaki menuju ke luar dari panti.


Lalu Aaron mengejar keberadaan Si Kunti yang mengejar siluman kegelapan itu.


Sementara siluman kegelapan itu berhasil menghadang jalan kabur Samantha.


Gadis itu mundur beberapa langkah dengan wajah ketakutan karena melihat siluman kegelapan itu.


"Pergi, jangan ganggu kami!" seru Samantha yang saat ini dia terjebak di tembok pagar panti asuhan Bahagia itu.


"Serahkan bayi itu bocah!" seru siluman kegelapan itu dengan geram.


"Apa! ti..tidak akan!" seru Samantha yang terus mendekap bayi yang ada dalam pelukannya itu.


"Kurang ajar!" seru siluman kegelapan itu dengan geramnya dan dia bersiap akan menyerang Samantha dengan jurus sinar hitamnya.


"Bugh..!" tiba-tiba siluman kegelapan itu mendapat serangan dari belakang, dan dia menoleh ke arah belakangnya itu.


"Kau si Kunti! berani-beraninya menyerangku!" seru siluman kegelapan itu dengan geram karena hampir saja dirinya terjatuh.


"Tak akan aku biarkan kau menyentuh dan apalagi menyakiti anakku! hi..hi..hi...!" balas si Kunti merah Melani dengan gaya si Kuntinya.


"Rasakan ini!" seru siluman kegelapan itu yang kemudian mengarahkan serangannya pada si Kunti.


"Ricky, cepat bawa Samantha dan bayi kita menjauh!" pinta Si Kunti dan Ricky mengiyakannya.


Kemudian Ricky menghampiri Samantha dan mereka terus berlari dan akhirnya berputar kembali ke halaman rumah panti, dimana Kakek Bongol, Kiaro dan Caterina berada disamping mobil Aaron dan juga mobil Ricky.


"Itu Samantha, Ricky dan bayinya Melani!" seru Kiaro saat melihat Samantha yang berlari mendekati mereka.

__ADS_1


"Kakek Bongol, Kiaro! tolong kami" seru Samantha yang berlari menghampiri orang yang namanya dia sebutkan itu.


"Kakek, buat pagar gaib lagi. Untuk melindungi Bayi Melani, Samantha dan juga Caterina!" seru Kiaro yang sudah bersiap dengan jurus bola-bola cahayanya menghadang siluman kegelapan itu.


"Baiklah kalian kemari dan merapatlah!" seru kakek Bongol yang kemudian mengeluarkan mantera untuk membuat pagar gaib itu.


Sedangkan Kiaro berjaga-jaga di depan mereka dengan meningkatkan kewaspadaan mereka.


Sementara itu Si Kunti yang menerima serangan bertubi-tubi dari siluman kegelapan itu, walaupun bisa menghindarinya si Kunti juga sempat terkena serangan dari siluman kegelapan itu.


"Aaaghh..!" suara erangan si Kunti Melani.


Tak berapa lama Aaron muncul dan bersiap menghadapi siluman kegelapan.


Mengetahui adanya Aaron dihadapanya yang bersiap menghadapinya, Siluman kegelapan itu melesat melarikan diri dari Serangan Aaron.


"Hei kenapa kabur!" seru Aaron yang heran.


"He..he..! padahal belum aku apa-apain lho!" seru Aaron seraya terkekeh melihat kelakuan siluman kegelapan itu yang kabur begitu saja.


"Ayo kejar dia!" seru Si Kunti merah Melani yang kemudian melayang dan meninggalkan tempat itu.


Aaron kemudian mengikutinya dengan mempercepat langkah kakinya.


Siluman Kegelapan saat ini sudah berada di halaman panti asuhan Bahagia dan dia dihadang oleh Kiaro.


"Mau kemana kau siluman kegelapan!" seru Kiaro yang sudah siap menghadang siluman kegelapan itu.


"Kau bocah ingusan!" seru siluman kegelapan itu yang kemudian menyerang Kiaro dengan serangan jurus sinar hitamnya.


Dan Kiaro tak mau kalah, dia menggunakan jurus bola-bola cahayanya untuk melawan siluman kegelapan itu.


"Boummm....boummmm....!"


"Boummm....boummmm....!"


"Boummm....boummmm....!"


"Boummm....boummmm....!"


Kedua jurus itu beradu dengan dahsyatnya, dan hasilnya keduanya sama-sama terpental lumayan jauh.


"Aaaghhh...! bugh...!"


Keduanya jatuh ke tanah, keluar darah segar di sudut bibir kanan Kiaro, sementara siluman kegelapan itu terus memegang dadanya yang sakit karena terkena serangan bola-bola cahaya itu.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla...


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2