
"Akulah kucing itu..!" kata Aaron dengan tegas.
"Ja..jadi kau kucing i..tu..!!" seru Siluman Rajawali itu yang tak percaya.
"Ya, akulah kucing itu!" jawab Aaron sambil tersenyum.
Kemudian Aaron mengarahkan pandangannya pada Luna.
"Luna, kau harus menelan lagi mutiara siluman, kalau tidak kau akan jadi kucing kembali..!" ucap Aaron yang kemudian mengambil kantung mutiara siluman uang selalu dia bawa dan memberikan dua butir mutiara siluman warna putih pada Luna.
"Iya, terima kasih Aaron." kata Luna saat menerima dua mutiara siluman itu.
Luna pun menelannya dan demikian Aaron yang juga menelan dua butir mutiara siluman warna putih itu.
"Apa itu semua mutiara siluman..?" tanya siluman Rajawali penasaran pada kantung yang di bawa Aaron.
"Iya, kantung ini berisi puluhan mutiara siluman." kata Aaron sambil menunjukan kantong kain yang berisi mutiara siluman itu.
"Jadi kaulah pemburu siluman yang sebenarnya! Ampun tuan, hamba akan mengabdi padamu!" ucap siluman rajawali itu sambil menunduk.
"Jangan mengabdi padaku, karena suatu saat aku bisa membunuhmu!" ucap Aaron dengan ketus, karena dia tak suka penjilat.
"Kau..!" siluman Rajawali pun terkejut karenanya.
"Aku butuh informasi darimu, apa kau tahu di mana istana siluman ular?" tanya Aaron yang membuat Siluman Rajawali semakin terkejut.
"Apa kau mau kesana?" tanya siluman rajawali yang tak henti-hentinya terkejut.
"Iya, karena itu tujuanku setelah menemukan Kirana." jawab Aaron dengan yakin.
"Nanti akan aku beritahu, sebaiknya pulihkan tenaga tuan Ekin lebih dahulu." ucap siluman Rajawali sambil memandang Ekin yang masih lemas tak berdaya.
"Aku pegang janjimu, Masalah Ekin itu gampang, aku juga punya masalah sendiri..!" ucap Aaron yang kemudian melihat ke arah Kirana yang duduk di samping Ekin.
"Aaron, apa kau masih berharap pada gadis itu?" tanya Luna yang sebetulnya tak menyukai bila Aaron kembali pada Kirana.
"Tentu saja..!!" jawab Aaron yang kemudian duduk jongkok dengan lutut kiri menempel tanah dan tangan kanan berada di lutut kanannya, tepat di hadapan Kirana dan Ekin di antaranya.
"A..Aron..!!" panggil Kirana yang beradu pandang dengan Aaron.
Ekin yang melihat situasi seperti itu, sangatlah tidak suka, dia mengalihkan pandangannya.
Karena tubuhnya yang sangat lemah saat ini, Ekin tak bisa berbuat apa-apa.
"Kirana, aku ingin membenarkan kesalah pahaman antara kita. Aku dan Luna tak ada hubungan spesial. Luna adalah gadis yang juga di kutuk oleh Archie si kucing hitam. Aku tak pernah mengkhianatimu..percayalah akan cintaku!" kata Aaron yang berusaha meyakinkan kekasihnya.
__ADS_1
"Gadis yang di kutuk!" seru Kirana yang melihat ke arah Luna.
"Iya, lalu kenapa kamu bisa bersama Ekin?" tanya Aaron yang memandang ke arah Ekin dengan rasa ingin tahunya.
"Dia menyelamatkanku dari serbuan para siluman, Aku berhutang budi padanya." kata Kirana yang memandang Ekin yang saat ini tak berdaya.
"Apa karena hutang Budi, kau tak lagi mempercayaiku? dan lebih percaya pada Ekin?" tanya Aaron yang langsung membuat Kirana terdiam terpaku.
Aaron kemudian bangkit dari duduk jongkoknya, dan melangkah meninggalkan Kiran dan Ekin.
"Aaron...!!" panggil Kirana yang kemudian berdiri.
"Kirana, tetaplah di sini..!!" ucap Ekin yang memegang tangan sebelah kiri Kirana.
"Lepas..! aku mau Aaron ku..!!" ucap Kirana sambil menghempaskan tangan Ekin yang memegang tangannya itu.
Setelah terlepas dari tangan Ekin, Kirana berlari mengejar Aaron.
"Aaron..!! jangan pergi..!!" teriak Kirana yang kemudian memeluk Aaron dari belakang.
Hal itu di saksikan oleh Ekin dan Luna dengan geram.
Aaron pun menikmati pelukan Kirana dan membiarkan Kirana memeluknya dan sedang meracau.
"Aaron, jangan pergi. Kirana percaya sama kamu.Kamu janjikan tidak meninggalkan kirana? Ki...kirana tak bisa hidup tanpamu!" racau Kirana yang membuat Aaron tersenyum karenanya.
"Tidak pergi? lantas..mau ke..kemana?" tanya Kirana yang sekarang posisinya berhadapan dengan Aaron.
"Aku mau cari makanan buat kita semua!" jawab Aaron.
"Sekarang sudah waktunya makan siang. Kamu pasti lapar bukan..?" tanya Aaron sambil memegang pipi Kirana.
Kirana mengangguk dengan wajah yang memerah seperti kepiting rebus, dan hal itu membuat Aaron menyukainya.
Perlahan Aaron mendekatkan wajahnya dan seketika...
"Cup..!!"
Aaron mencium pipi kanan Kirana yang memerah itu dan semakin memerah.
"Aaron..!!" panggil Kirana lirih.
"Aku tinggal sebentar, hati-hati ya!" ucap Aaron yang sebenarnya sangat mengkhawatirkan Kirana.
"Iya..!" jawab Kirana.
__ADS_1
"Luna..! sebaiknya kau mendekat pada Ekin, aku akan membuat dinding cahaya yang akan memagari kalian..!;" seru Aaron pada Luna.
"Baik Aaron!" balas Luna yang sudah tahu maksud Aaron dan gadis itu menghampiri Ekin.
"Sebaiknya kamu juga mendekat dengan Luna, akan aku buat dinding cahaya buat kalian. Ingat jangan sampai kamu keluar dari dinding cahaya yang aku buat ya..!" pesan Aaron.
"Iya..!!" jawab Kirana yang kemudian menghampiri Luna dan Ekin.
Aaron kemudian menangkupkan telapak tangannya dan kemudian merapalkan mantera dan kemudian mendorong kedua telapak tangannya ke depan dan muncullah cahaya kebiruan yang menyilaukan mata.
Dan cahaya itu membentuk pagar pembatas melingkar seperti mengurung ketiga orang tersebut.
"Anda mau ke mana tuan!" seru siluman rajawali, yang sedari tadi memperhatikan Aaron.
"Aku akan mencari makanan untuk kita, jadi tolong jaga Kirana" kata aaron pada siluman rajawali.
"Baik tuan" kata siluman rajawali itu sambil menundukkan kepalanya.
"Bagus!" ucap Aaron yang kemudian melangkah agak menjauh dari mereka.
Sementara itu Kirana dan Luna saling pandang dengan menyimpan pemikiran masing-masing.
"Oh ..kamu ya yang namanya Kirana..? kenalkan saya Luna." kata Luna ketus, sambil mengulurkan tangannya.
Kirana pun menyambut uluran tangan Luna.
"Iya saya Kirana!" balas Kirana sambil tersenyum.
"Kirana..! kenapa kamu balik lagi sama Aaron? aaaghh, aku lebih mencintaimu dari pada Aaron." seru Ekin yang masih berusaha untuk mendapatkan Kirana.
"Aku lebih dulu mengenal Aaron dari pada kamu jadi mohon maaf bila hatiku sudah terpaut pada Aaron." kata Kirana yang kemudian duduk agak menjauh dari Ekin.
"Tuan Ekin..! aku kira anda adalah pemburu siluman tanpa tanding, teenyata anda masih bisa di kalahkan." seru Siluman rajawali yang ikut menyela dalam percakapan ketiga orang itu.
"Lantas mau kamu apa?" tanya Ekin yang kini sudah dalam posisi duduk bersandar di batu di samping dia duduk.
"Aku akan pindah majikan!" ucap siluman Rajawali dan Ekin pun tak percaya akan jalan pikiran siluman rajawali itu.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...