Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Kesempatan Dalam Kesempitan


__ADS_3

Setelah mengumpulkan nyawanya, Ekin beranjak ke aliran sungai kecil dalam goa , dan dia mencuci wajahnya dan sedikit minum air dari mata air pegunungan itu.


Dia kemudian berjalan keluar dari goa dan mendapati Kirana yang sedang berlatih dengan giat.


Dia memperhatikan gadis incarannya yang berlatih bela diri itu.


"Hopp hiaaat....!!"


"Weeeet......!! weeeet...!!"


"Weeeet...!! weeeet....!!"


Suara Kirana yang menggema.


Kemudian Ekin mendekat dan mengeluarkan pedang cahaya bermaksud menjajal kemampuan Kirana yang sekarang.


"Kirana...! Serang aku..!!" seru Ekin yang kini ada di hadapan Kirana.


"Baiklah, akan aku buat kau membayar perlakuanmu semalam...!!" gerutu dalam hati Kirana.


"Baik, terima ini..!!" seru Kirana yang mulai menyerang Ekin.


"Hopp...hiaat...!!"


"Traaang....!!"


"Traaaang..!!"


"Traaaang..!!"


Kedua pedang dewa itu saling beradu dengan bunyi yang menggema di tepi jurang tersebut.


Dan perkelahian terus terjadi.


"Hiaaaat...!!"


"Traang...!!"


"Traaang..!!"


"Plek...!!"


"Aaagh...!!"


Pedang awan terlepas dari Kirana dan kini ujung mata pedang cahaya berada di leher depan Kirana.


"Sial..!!" umpat Kirana geram.


"Kirana..! Aku mohon lupakan Aaron. Aku mencintaimu, sangat..sangat... mencintaimu..!" ucap Ekin dengan keseriusannya mencoba mengambil hati Kirana agar berpaling padanya.


"Sudah aku bilang, aku tidak bisa mencintaimu, hatiku sudah ada yang memiliki!!" ucap Kirana lantang, yang membuat Ekin termenung.


Kesempatan itu di gunakan Kirana dengan memutar tubuhnya dan kini dia memukul tangan Ekin yang memegang pedang cahaya dan pedang itu terlepas dari tangan Ekin.


"Plekk...!!"


"Aaagh...!!"


Ekin sedikit kesakitan dan Kirana tak menyiakan kesempatan itu.


"Dughh..!!"


Di tinjunya rahang sebelah kiri Ekin dan sedetik kemudian lutut Kirana memukul perut Ekin sebanyak dua kali.


"Bugh...!!

__ADS_1


"Bugh..!!"


"Aaagh...!! Ka..kau..!!"


"Brukk..!!"


Ekin mengerang kesakitan, perut yang lapar. Di tambah pukulan di bagian perut, membuat laki-laki itu ambruk dengan memegang perutnya.


"Aaaaghh....!! Kirana...kau curang..!!" seru Ekin yang mengerang kesakitan.


"Ha...curang bagaimana..? aku kan hanya menggunakan jurus kesempatan dalam kesempitan..??" tanya Kirana yang menganggap dirinya tak bersalah.


"Aaghh...!!"


Ekin pura-pura pingsan dan hal itu membuat Kirana penasaran dan kemudian mendekatinya.


"Ekin..kau tak apa-apa..?" tanya Kirana yang sudah berada di samping Ekin dan kini dia menggoyang-goyangkan tubuh pemuda di hadapannya itu.


"Ekin..Ekin..!" seru Kirana yang terus menggoyang-goyangkan tubuh Ekin.


Dan gadis itu dilanda rasa kekhawatirannya.


Pemuda yang pura-pura pingsan itu, lalu menarik tubuh Kirana dalam pelukannya.


"Oops....!! Ekiiinn...! lepaskan...!" seru Kirana yang wajahnya kini tenggelam dalam dada Ekin.


"Kirana...kau milikku..!!" seru Ekin.


"Dasar gilaa..!!" umpat Kirana yang terus meronta.


"Iya, aku gila karenamu..!!" balas Ekin yang terus mempererat pelukannya.


"Lepaskan....lepaskan aku..!!"


Seru Kirana sambil mencubit perut Ekin.


Ekin yang geli, akhirnya melepaskan Kirana.


Kirana segera berdiri dan menjauh dari Ekin.


"Dasar dewa tak tahu diri...!!" gerutu Kirana yang sibuk merapikan pakaian dan dandannya.


Tak berapa lama, siluman rajawali datang dengan kepakan sayapnya yang membawa angin.


"Ngaaaaaakk....ngaaaaakkk..!!"


Siluman Rajawali datang dan turun tepat di hadapan Ekin.


Ekin dan Kirana melindungi mata mereka dari debu akibat di terbangkan dari kepakan sayap siluman rajawali itu.


"Tuan, ayo kita berburu siluman lagi. Anda harus pulihkan dengan sempurna kekuatan anda, agar kita bisa melawan siluman Ular secara bersama-sama!!" ucap siluman Rajawali.


"Kau benar, sekalian kita cari sarapan. Kita lanjutkan perjalanan kemarin..!!" seru Ekin yang kemudian bangkit dari duduknya dan dia menghampiri Siluman Rajawali itu.


"Iya tuan..!!" jawab Siluman rajawali itu yang kemudian menundukkan tubuhnya.


"Kirana..! kamu ikut tidak!" seru Ekin yang sudah berada di punggung siluman rajawali itu.


"Aku ikut..!!" sahut Kirana yang dengan setengah berlari menghampiri siluman rajawali itu.


Gadis itu terus naik ke atas punggung siluman rajawali itu dan dia berada di belakang Ekin.


"Ngaaaaakkk...!! Ngaaaaakkk...!!"


Siluman Rajawali itu mengepakkan sayapnya dan mulai terbang.

__ADS_1


Kepakan sayap siluman rajawali itu pun mengantarkan mereka menuju ke pohon buah apel.


Tak butuh waktu lama, mereka telah sampai di bawah pohon buah apel itu.


"Kamu tetap di sini, biar aku yang akan mencari buahnya untuk kita" kata Ekin yang kemudian memanjat pohon apel itu.


Tak butuh waktu lama, Ekin mengambil beberapa buah apel yang matang untuk sekedar pengganjal perut mereka.


"Kirana...tangkaap...!!" seru Ekin yang melempar apel-apel itu.


"Hopp...!!"


Kirana menangkap lemparan apel dari Ekin.


Setelah di rasa cukup, Ekin segera turun dan mereka memakan apel-apel itu.


Setelah Kenyang, Kirana dan yang lainnya kembali melanjutkan perjalanan mereka.


Mereka terbang dan melewati sungai yang kemarin terdapat dua siluman buaya putih yang terkapar karena serangan seseorang.


Setelah terbang agak lama, tibalah mereka ke hutan bambu, di mana berbagai jenis tanaman bambu disana.


Di hutan ini, siluman rajawali tidak bisa terbang karena rimbunnya pohon bambu di sekitar mereka.


Setelah melangkah beberapa saat, mereka menemukan sebuah perapian.


"Singkong bakar..!!" kata Kirana yang menemukan kulit singkong yang di bakar.


"Ini jelas manusia..! ada manusia di sini...!" ucap Ekin yang terkejut akan penemuannya.


"Iya, mana mungkin siluman suka singkong bakar..!" tanya seru Kirana yang juga berpikir.


"Eh, Aaron suka singkong bakar nggak sih ya? he..he..!!" kata dalam hati Kirana sambil tersenyum.


Mereka pun berjalan menyusuri hutan bambu itu dan tak lama kemudian, sayup-sayup mereka mendengar suara perkelahian.


"Tampaknya ada perkelahian di sebelah sana!" seru siluman rajawali yang bergegas mendekati suara perkelahian.


Sesampainya di lokasi itu, ternyata perkelahian itu telah selesai.


Tiba-tiba Kirana melihat sesuatu yang membuat dadanya sesak, karena emosinya mendadak naik.


"Aaron....!!" seru Kirana yang terkejut saat melihat kekasihnya berpelukan dengan seorang gadis yang lumayan cantik.


"Kau lihat sendiri, kekasihmu sudah melupakanmu!" kompor Ekin yang tak menyia-yiakan kesempatan dalam kesempitan ini.


Kirana dan Ekin berjalan ke arah Aaron dan Luna, sedangkan siluman Rajawali dengan senang hati menghampiri jasad siluman panda yang gemuk itu.


"Siluman pemakan bambu..oh.. dagingmu sungguh lezat...!! aku beruntung bersama para pemburu-pemburu siluman itu. Tanpa susah payah mengeluarkan tenaga, makanan sudah tersaji! haa....ha...ha..!!" kata dalam hati siluman Rajawali itu.


Dan Siluman rajawali itu mampu menghabiskan daging siluman panda yang di kalahkan Aaron dengan waktu yang singkat.


Sementara itu Kirana dan Ekin yang sudah mendekati tempat dimana Aaron dan Luna berada.


"Apa yang kalian lakukan!" teriak Kirana dengan suara parau karena sesak di dada menahan tangisnya.


"Sungguh ini lebih sakit dari penghianatan Nicky dan Sharla!" Racau Kirana yang kini air matanya tak terbendung lagi.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....


...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

__ADS_1


...Terima kasih...


...Bersambung...


__ADS_2