
"Hari nampaknya sudah menjelang malam, sebaiknya kita kembali ke Goa untuk istirahat..!!" usul Ekin yang melihat Kirana yang sudah kelelahan.
"Tapi sebelum kembali ke goa, sebaiknya cari makanan lebih dulu..!!" ucap Kirana yang sedang duduk di atas batu yang semula tempat di mana Luna berganti pakaian.
"Baiklah, tunggu di sini ya..! aku akan mencari makanan untuk kita makan nanti..!" kata Ekin yang kemudian melangkah menyusuri sungai.
"Asal jangan kelinci atau binatang melata ya..!" kata Kirana yang tetap duduk di atas batu sambil melihat sekitarnya.
Sedangkan Siluman rajawali sedang asyik makan daging siluman buaya putih.
Tak berapa lama, Ekin sudah datang dengan membawa beberapa ekor ikan gabus yang ada di perairan sungai itu.
"Wah..ikan gabus..!" seru Kirana dengan riangnya dan segera dia turun dari batu besar itu dan menghampiri Ekin.
"Kamu suka..?" tanya Ekin yang menunjukan beberapa ekor ikan gabus pada Kirana.
"Iya, aku suka...!!" jawab kirana sambil mengulas senyumnya.
"Raja...! apa kamu sudah selesai makannya..?" tanya Ekin pada siluman rajawali.
"Saya sudah kenyang tuan, dan saya sudah siap untuk terbang kembali..!" ucap siluman Rajawali itu sambil merendahkan tubuhnya agar Ekin dan Kirana bisa menaikinya.
Kirana dan Ekin pun naik ke punggung siluman rajawali itu, dan mereka terbang dan kembali ke goa tempat tinggal mereka.
Sesampainya di goa, Ekin segera membersihkan ikan-ikan gabus itu dan kemudian membakarnya sambil memperhatikan cara Kirana menggunakan pedangnya.
Dan sesekali Ekin memberitahu dasar-dasar penggunaan pedangnya.
"Sebaiknya kita makan dulu, perutku dari tadi minta diisi..!!" ajak Ekin dan Kiran pun menyetujuinya.
"Ekin, apa di sini tidak ada beras ya..?" tanya Kirana yang sontak membuat Ekin tertawa terpingkal-pingkal.
"Ha...ha...ha...!!"
"Eh, aku nanya serius malah di ketawaain sih..??" gerutu Kiran.
"Kau ini padahal sudah berhari-hari berada di dunia siluman, kenapa nggak paham juga ya...? ha..ha..!" kata Ekin yang masih dengan tawanya.
"Aku paham kalau aku sekarang ini di dunia siluman, tapi aku kan rindu makan nasi..? dan makanan yang berbumbu..!!" kata Kirana dengan rasa kerinduannya.
"Di sini tak ada yang namanya nasi, ataupun makanan yang di goreng...! kalau mau makan ya kalau masak ya di bakar..!" jelas Ekin yang sudah selesai makan dan di pun mengambil dua gelas yang terbuat dari batang bambu.
"Dan kalau minum pun dengan air mentah yang langsung dari sumber mata airnya." lanjut Ekin yang kemudian mengambil air dari sumber mata air yang ada di dalam goa.
Setelah mendapatkan air dari sumber mata air itu, Ekin menyerahkan satu gelas bambu yang berisikan air jernih pegunungan itu pada Kirana.
Kirana yang juga sudah selesai makan itu pun menerima air dalam gelas bambu itu, dan segera meminumnya.
Ekin memberi pengarahan penggunaan pedang.
Dan mereka latihan bersama.
__ADS_1
Di sela-sela latihan, Ekin sempat memandang dan melirik ke arah Kirana.
Pemuda itu menaruh hati pada gadis itu, pandangannya pun tak lepas ke arah gadis yang sedang berlatih pedang dengan menggunakan pedang Awan itu.
""Satu....dua....tiga.. hiaaat..!!"
"Satu,....dua...tiga ...hiaaaat...!!"
"Satu....dua....tiga.. hiaaat..!!"
"Satu,....dua...tiga ...hiaaaat...!!"
Tanpa mereka sadari, bulan sudah ada di kepala.
"Host...hossst....!!
"Latihannya kita sudahi dulu ya..! aku sudah tak kuat lagi...!!" ucap lirih Kirana. Dan Ekin pun menyetujuinya.
Mereka segera masuk ke goa dengan penerangan obor dan api unggun yang di buat Ekin.
Kirana segera merebahkan diri di atas batu tempat biasa dia tidur, sedangkan Ekin duduk di depan api Unggun.
Beberapa saat kemudian, Kirana sudah terlelap dalam tidurnya.
Namun berbeda dengan Ekin, pemuda itu tak bisa memejamkan matanya.
Berkali-kali pandangan matanya mengarah ke tubuh molek gadis yang belakangan ini bersamanya.
"Kirana..kau gadis yang pertama kali membuat jantungku serasa melompat-lompat, andai kau jadi milikku..!!" kata dalam hati Ekin yang terus memandang wajah polos Kirana.
Rasa ingin memiliki Ekin pun kini timbul semakin kuat, diusapnya kening gadis itu.
Tiba-tiba timbullah hasratnya mencium kening Kirana.
"Cupp...!"
Kirana masih tak bergeming dari tidurnya, mungkin karena terlalu lelah.
Ekin segera merebahkan dirinya mensejajarkan dirinya dengan Kirana.
Dengan tangan kiri menopang kepalanya, Ekin memperhatikan tiap inci wajah Kirana.
Hasrat untuk memiliki itu semakin kuat, mana kala matanya memandang bibir cerry kirana.
Pada saat Ekin hendak menyatukan bibirnya ke bibir cerry Kirana, tiba-tiba Kirana meracau.
"Aaron dimana kamu..kamu mencariku kan..? aku tahu kamu mencariku...! Aaron... Aaron.. Aaron...!!" racau Kirana yang membuat Ekin tersentak kaget.
"Aaron...apa...! kau milik Aaron...!" kata dalam hati Ekin.
Ekin pun turun dari batu itu, dan kembali ke perapian.
__ADS_1
Di usap kasar wajahnya, dan beberapa kali melihat ke arah Kirana.
"Aaron....Aaron...dimana kamu..?!" racau Kirana yang bagaikan petir menyambar Ekin.
"Disini tak ada Aaron Kirana..!! adanya Ekin..!!" desis Ekin yang kemudian dia kembali mendekati Kirana yang sedang tidur dan mengigau itu.
Ekin kembali mendekatkan bibirnya pada bibir Kirana. Dan pemuda itu ******* bibir cerry gadis di depannya itu.
Kirana yang masih dalam mimpi itu, merasa dirinya sedang bersama Aaron.
Namun beberapa saat kemudian, dia mulai sadar dan membuka matanya.
"Bukan Aaron, hah... Ekin...!!" kata dalam hati Kirana yang kemudian melebarkan matanya dan sedetik kemudian mendorong tubuh Ekin yang sedang menikmati lembutnya bibir gadis dihadapannya itu.
Dan tubuh Ekin pun jatuh ke tanah.
"Brukk...!!"
"Aaauuww...!!"
Ekin mengerang karena terkejut, mendapat dorongan dari Kirana.
"Apa yang kau lakukan..!! kurang ajar...! Kau ini dewa tak punya sopan santun...! cihh..!" umpat Kirana yang berkali-kali mengusap mulutnya dengan telapak tangan kanannya, seolah ingin membersihkan mulutnya dari bekas ciuman Ekin.
"Ma'afkan aku, aku. sangat menyukaimu..! aku ingin memilikimu...!!" ucap Ekin yang tanpa tedeng aling-aling lagi.
"Aku sudah punya kekasih Ekin, dia sahabatmu..!!" seru Kirana yang juga mulai berterus terang.
"Pemilik pedang Awan bukan..?" tanya Ekin yang sudah bisa menebaknya.
"Iya, dialah kekasihku..! maka jangan ganggu aku..! carilah gadis selain aku...! karena aku hanya mencintai Aaron...!!" kata Kirana yang berterus terang.
"Apakah tak ada sedikitpun rasa cintamu untukku..? aku sangat mencintaimu...!!" ucap Ekin sekali lagi dengan memohon.
"Maaf Ekin...hatiku tak mau kelain hati..!!" jawab Kirana yang kemudian dia tak lagi berani untuk tidur.
Gadis itu berusaha untuk selalu terjaga, khawatir bila Ekin khilaf kembali.
Ekin terdiam dan kembali ke perapian, sedangkan Kirana duduk bersila di atas batu dan pedang awan ada di pangkuannya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...Bersambung...
__ADS_1