
Di tanah lapang, Ekin mengajarkan Kirana tehnik dasar bela diri.
"Hop....hiaaat....!!"
"Haa....haa...haa....!!"
Ekin meminta Kirana untuk memperhatikannya saat memberi contoh, dan kemudian di setiap gerakannya di ikuti oleh Kirana.
"Ingaat..! dalam setiap gerakan harus bertenaga..!!" ucap Ekin yang terus memperhatikan gerakan-gerakan Kirana dengan serius.
Kemudian Ekin mulai mencoba menyerang Kirana.
"Hop...hop...hopp...hiaa...!!"
Gadis itu mampu menangkis semua serangan Ekin.
"Oh...lumayan juga buat pemula...!!" seru Ekin yang bangga karena ajarannya di terima dengan baik oleh Kirana.
"Itu kan karena kamu, Ekin..!" kata Kirana sambil mengulas senyum.
"Itu berarti dalam diri kamu ada bakat bela diri..!!" kata Ekin yang kemudian mengajarkan Kirana jurus-jurus baru.
"Nggak percuma juga aku suka nonton film action..! he..he..!" kata Kirana dengan mengulas senyumh
"Krusekkk.....kruseeekkk...!!"
Telinga Ekin mendengar sesuatu, semakin lama semakin kuat.
"Raja, jaga Kirana..! ada siluman yang mengintai kita..!!" ucap Ekin pada Siluman Rajawali.
"Baik tuan" kata Siluman Rajawali itu sambil menundukkan kepala.
Ekin kemudian berlari mencari sumber suara.
"Aku yakin kalau tadi ada siluman di sekitar sini..!!" kata dalam hati Ekin.
Laki-laki itu kemudian mencari sumber suara yang dia dengar tadi.
"Binatang apa silumankah itu..!!" seru Ekin yang melihat seekor Trenggiling yang melintasinya.
"Ha..ha..manusia, kau akan jadi santapanku...!!" ucap sesosok siluman Trenggiling itu.
"Oya..! coba saja kalau bisa...!!" seru Ekin yang mulai bersiaga.
Siluman itu kemudian merubah dirinya seperti bola, dan dia menggelinding menyerang Ekin.
Ekin melompat menghindarinya, namun siluman Trenggiling itu terus mengejarnya.
__ADS_1
Kemudian Ekin mencoba menaiki siluman Trenggiling berbentuk bola itu.
Dan selama di atas siluman Trenggiling itu, Ekin mengeluarkan pedang cahaya warna kuning.
Ekin pun menancapkan pedangnya di tengah-tengah siluman trenggiling yang berwujud bola itu.
"Aaaaghhh...!!" siluman Trenggiling itu mengerang kesakitan dan kemudian dia berubah wujud menjadi manusia berkepala Trenggiling.
"Kurang ajaaaar...!!" umpat siluman Trenggiling itu yang memegang tangannya yang terluka.
"Oh, belum mati juga kau siluman...!!" seru Ekin yang bersiaga kembali.
Siluman Trenggiling itu kemudian menunduk dan keluarlah sisik-sisiknya yang kemudian menyerang Ekin.
Ekin terus menghindarinya, dan timbul ledakan pada sisik yang menancap di batang pohon atau jatuh ke tanah.
Serangan sisik-sisik siluman Trenggiling itu seolah tak mau berhenti, hal itu membuat Ekin kewalahan.
Satu sisik mengenai lengan kiri Ekin.
"Nyeesssss....!!"
"Auuughh...!!"
"Sial..! panas sekali...! " keluh Ekin yang merasakan kepanasan karena terkena sisik siluman trenggiling itu.
"Ha..ha..menyerahlah kau..!!" seru siluman Trenggiling itu penuh kemenangan.
Kemudian dia melompat dan bersalto, lalu menancapkan mata pedang cahaya ke kepala Siluman Trenggiling itu.
"Aaaaaghhh..!!"
Siluman Trenggiling itu bersimbah darah dan muncullah mutiara siluman berwarna hitam yang berkilau.
Di dunia siluman, siluman yang tewas tidak akan berubah menjadi debu.
Tetap utuh namun berwujud binatang.
Ekin mengambil mutiara siluman itu dan menelannya, sedangkan tubuh siluman trenggiling itu dia angkat di pundaknya dan di bawanya ke tempat siluman rajawali yang sedang menunggui Kirana latihan.
"Raja...! ada sarapan buat kamu..!!" seru Ekin yang kemudian melemparkan tubuh siluman Trenggiling itu.
Siluman Rajawali begitu senang menerima daging trenggiling tersebut.
"Ekin, kita sarapannya apa..?" tanya Kirana saat melihat Ekin sudah tiba.
"Apa ya...? oh,itu disana ada pisang?" kata Ekin yang melihat dari kejauhan ada buah pisang yang sebagian telah masak.
Setelah dekat dengan pohon pisang itu, Ekin segera memotongnya dan membawanya pada Kirana.
__ADS_1
"Makanlah ...! aku mau cari air untuk minum. Kamu duduklah di dekat raja, agar lebih aman..!" kata Ekin.
"Iya, terima kasih..!" jawab Kirana. Dan kemudian dia kembali duduk di dekat siluman rajawali dan Ekin pergi mencari sesuatu untuk di minum.
Kirana memakan sebagian pisang yang telah masak, walau tak biasa hanya memakan buah di pagi hari.
Gadis itu berusaha menyesuaikan perut dan keadaannya.
"Kirana, disini tidak seperti di duniamu...! kamu tidak bisa berinteraksi selain dengan Ekin dan Rajawali. Semua yang ada di sini adalah siluman, yang sewaktu-waktu memakanmu..!" kata dalam hati Kirana.
Tak berapa lama, Ekin datang dengan membawa dua kelapa muda.
Setelah mengupas kelapa muda dan melubanginya, dia memberikanya pada Kirana.
"Terima kasih Ekin, kalau mau mandi dimana ya..?" tanya Kirana yang mulai risih dengan tubuhnya.
"Di goa bisa, atau di danau air terjun di bukit sana juga bisa." kata Ekin setelah meminum air kelapa mudanya.
"Tapi aku juga butuh baju ganti, handuk, sabun dan sikat gigi juga..!" kata Kiran yang lupa kalau sekarang ini dia di tengah hutan.
"Dasar wanita, masih saja minta sesuatu yang mungkin membahayakannya " Kata dalam hati Ekin.
"Kamu mau pakaian, kamu harus membunuh satu siluman wanita. apa, kamu sanggup?He..he..! " kata Ekin sambil tersenyum.
"Jadi harus membunuh siluman untuk sekedar ganti baju..!!" Seru Kiran yang tak percaya.
"Betul.. ! mau tak mau kamu harus membunuh siluman..!!" seru Ekin.
"Baiklah, aku mau berburu siluman,...demi ganti pakaian..!" seru Kirana dengan semangatnya,
Dan Ekin tersenyum melihat gadis di depannya yang bersemangat.
"Kirana, aku ingin kau mendampingiku selamanya.." kata dalam hati Ekin.
"Ayo kita berburu siluman .!!" Seru Kirana.
Dan mereka pun segera naik ke punggung siluman rajawali .
Mereka kemudian terbang menjauh dari tempat itu.
Tanpa mereka sadari, ada mata kucing yang mengawasi mereka.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...