
Mobil sedan yang mana ada Kirana, Kelly, Jimmy dan kemudikan oleh Tony melaju dengan perlahan meninggalkan tempat parkir Rumah sakit dimana sebelumnya Jimmy di rawat.
Tanpa mereka ketahui saat mereka keluar dari pintu pagar rumah sakit, mobil yang mereka tumpangi berpapasan dengan mobil Alexander yang mau masuk ke tempat parkir rumah sakit itu.
Setelah mobilnya terparkir, Alexander dan sopirnya bergegas masuk melewati lorong-lorong rumah sakit menuju ke ruangan di mana Jimmy di rawat.
"Sus...kemana pasien yang ada di sini..?" tanya Alexander pada suster yang membereskan ruangan dimana tadi Jimmy di rawat.
"Mohon ma'af tuan, baru saja dia pulang. Itu pun secara paksa dari pihak keluarganya." jelas suster itu.
"Aaghh sial..! mana aku tak tahu lagi, rumah Kirana yang sekarang..!!" gerutu Alexander kesal.
"Kita tanya di bagian administrasi tuan..!" usul sopir itu pada Alexander.
"Kau benar..! ayo ke ruang administrasi sekarang juga..!!" seru Alexander yang melangkahkan kakinya menuju ruang administrasi yang kebetulan sedang sepi.
"Selamat malam ada yang bisa kami bantu..?" tanya petugas administrasi itu saat Alexander dan sopirnya tiba dan memaksa masuk ke ruangan itu.
"Aku hanya ingin tahu, alamat rumah pasien yang bernama Jimmy..!!" seru Alexander pada petugas administrasi itu.
"Ma'af tuan..! saya tidak bisa berikan informasinya, karena ini rahasia.." ucap petugas itu dengan sopan.
Tapi tidak buat Alexander yang mulai tak bisa mengendalikan emosinya.
"Beritahu alamatnya sekarang juga..!!" seru Alexander dengan geram dan menarik kerah depan gadis petugas administrasi itu.
"Ta..tapi tuan..aaaghh...!!" belum sempat petugas itu selesai bicara, Alexander menggigit dan menghisapp darah di leher petugas itu.
Sopir yang melihatnya tak ada respon, karena dia sudah biasa melihat Alexander menggigit dan menghisapp darah baik itu hewan maupun manusia.
Petugas itu pun terkulai tak berdaya.
Dan Alexander menyeka darah yang ada di sudut bibirnya.
Setelah itu, Alexander mencari data pasien rumah sakit, dan dia pun menemukan data alamat rumah Jimmy yang beralamatkan di kediaman Dona.
"Aku sudah dapat alamatnya, hubungi anggota geng kita..! aku butuh tiga puluh orang untuk mengepung rumah itu sekarang juga..!!" perintah Alexander pada sopirnya.
"Baik ketua..!!" balas sopir itu yang kemudian mereka melangkahkan kaki menuju tempat parkir mobil mereka.
Keduanya pun masuk kedalam mobil dan melaju ke kediaman Dona.
Selama dalam perjalanan, Alexander dan Sopirnya menghubungi anggota geng motor Elang hitam.
Tak berapa lama, mereka sudah berkumpul di samping rumah Dona.
__ADS_1
Dan mereka mengatur tugas masing-masing untuk masuk ke dalam rumah Dona dan Nikholas.
Sementara itu, di rumah Nikholas hanya ada penjagaan dua orang satpam, dua pembantu rumah tangga yang sudah tidur di kamar masing-masing.
Sedangkan Nikholas dan Dona ada di kamar mereka di lantai atas.
"Dimana Kirana..!!" seru Alexander pada kedua satpam dan pembantu rumah tangga Dona.
"A..ampun, nona Kirana tidak ada..! no..nona ada di rumah sakit sekarang. Sedang menunggui a... adiknya yang sakit..!!" jawab salam satu satpam penjaga rumah Dona.
"Bohong ya kalian..!! kami baru saja dari rumah sakit, dan katanya Jimmy sudah pulang secara paksa dari pihak keluarganya..! kemana lagi kalau tidak pulang ke sini..hah..!!" seru Alexander seraya menarik rambut satpam itu ke belakang.
"Ka..kami ti..tidak tahu tu..tuan...!!" jawab satpam itu.
"Sialaaan...!! plaaakkk..!! plaaakkk...!!"
Alexander menampar kedua satpam itu dengan keras.
Dan tanda merah menghiasi pipi kedua satpam itu.
Nikholas terbangun saat mendengar keributan di lantai bawah.
"Suara apa itu..!!" seru Nikholas yang kemudian mengumpulkan nyawanya dan masih mendengat suara keributan di lantai bawah.
"Ma...bangun..!!!" seru Nikholas seraya menggoyangkan badan istrinya.
"A..ada apa pa..??" tanya Dona yang sedang mengumpulkan nyawanya.
"Di bawah ramai sekali..! ayo kita lihat ada apa di bawah..!!" ajak Nikholas.
"Iya pa..! apa Jimmy dibawa pulang kesini? tidak jadi ke kios.?" tanya Dona yang kemudian dia bangkit dari tidurnya dan mengikat rambutnya.
Keduanya berjalan keluar kamar dan menuruni tangga.
Betapa terkejutnya mereka saat tahu dua satpam dan dua pembantu mereka di yang duduk dan terikat, di kepung banyak laki-laki yang memakai jaket jeans bergambar elang hitam.
"Apa yang kalian lakukan..??" tanya Nikholas yang tak percaya.
"Aku menginginkan Kirana tuan Nikholas..! dimana Kirana sekarang..!!" bentak Alexander yang penuh emosi.
"Ka..kau Alexander..!!" tebak Nikholas yang tak percaya.
"Iya, saya Alexander..! serahkan putri anda sekarang juga tuan Nokholas...!!" seru Alexander yang maju dua langkah dari tempatnya berdiri.
"Kirana tak ada di sini, dan kami sedang mencarinya..!!"jawab Nikholas lantang dan Dona berdiri di belakang suaminya.
__ADS_1
"Bohong....! kalian pasti menyembunyikannya..!!" seru Nikholas dengan geram.
"Nak Alexander, kamu kan tahu aku nggak pernah berbohong...!!" seru Nikholas dengan nada tinggi.
"Baik aku percaya anda tidak bohong, tapi aku ingin anda sebagai jaminannya..! Bawa tuan Nikholas, aku tahu Kirana sangat menyayangi tuan Nikholas..!" seru alexander dengan senyum sinisnya.
"Apa...! jadi kau akan menahanku..!" seru Nikholas yang melawan ketika dua orang anggota geng motor Elang Hitam itu hendak menyentuhnya.
"Baghh.....!!"
"Bugh....!!"
"Aaaghh..!!"
Nikholas akhirnya dapat di lumpuhkan oleh kedua anggota geng itu dengan kedua tangan di ikat ke belakang.
"Pa..paaa..!!" seru Dona saat melihat suaminya Nikholas yang tertangkap oleh geng motor Elang Hitam.
"Nyonya Dona..! anda akan saya beri tugas, sampaikan pada putri Anda untuk datang ke markas kami kalau mau nyawa papanya selamat...! dia harus datang sendirian..!" seru Alexander pada Dona dengan wajah garangnya.
"Hah....! tak mungkin...!" seru Dona yang tak percaya apa yang terjadi, dia dalam keputusan yang sulit.
Yang jadi umpan Alexander itu suaminya dan yang di targetkan oleh Alexander itu adalah putrinya.
Sungguh di situasi yang sangat dilematis.
Dona terduduk lemas saat semua geng motor Elang hitam itu berjalan menjauh dari kediamannya dengan membawa Nikholas.
"Apa yang harus aku lakukan..??" racau Dona, dan dua pembantu dan dua satpam telah lepaskan dari ikatan mereka.
"Nyonya, kami turut perihatin..! alangkah baiknya Anda bicarakan dengan nona Kirana dan tuan Toni. Barang kali mereka punya solusinya nyonya..!" ucap salah satu dari pembantu Dona.
"Benar nyonya, sebaiknya anda beritahu mereka...!!" seru pembantu lainnya.
Dona pun kembali ke kamarnya dan mengambil ponselnya untuk menghubungi Tony.
...~¥~...
...Terima kasih untuk Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...