Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Part 7 : Menghadiri Undangan


__ADS_3

Buru-buru Caterina menggenggam tangan Kiaro seraya memandang kekasihnya itu, untuk sekedar mengurangi emosi di dada Kiaro.


Sementara Aaron memeluk istrinya dari belakang, walaupun sebenarnya dia punya pikiran yang sama seperti apa yang dipikirkan Kiaro. Tapi dia juga paham dengan apa yang ada dalam pikiran isterinya.


"Sudah-sudahlah, yang terpenting semua selamat dan kita kembali berkumpul disini." ucap Aaron dan Kirana mengusap air matanya dan dia sedikit lega, karena suaminya tidak marah padanya.


"Ibu, ma'af kan Kiaro jika Kiaro sedikit lancang bicara keras sama ibu. Kiaro hanya khawatir dengan keadaan ibu!" ucap Kiaro yang menghampiri ibundanya dan duduk berlutut di samping ibundanya,


Aaron yang tadinya memeluk Kirana dari belakang, kemudian melepaskan pelukannya itu karena tahu kalau istrinya pasti akan membangunkan Kiaro dan memeluknya.


Dan apa yang dipikirkan Aaron itu benar adanya, istrinya Kirana berusaha membangunkan Kiaro dan memeluk putranya itu dengan erat.


"Iya, ibu sudah mema'afkan kamu nak, dan ibu juga minta ma'af bila pikiran ibu tak sejalan dengan pemikiran kamu nak!" ucap Kiara yang memeluk dan kemudian mengecup kening putranya itu.


Keduanya saling mengulas senyum bahagia.


Tangis haru terjadi di ruangan itu, dan beberapa saat kemudian mereka mulai tenang kembali..


"Yang mau beraktifitas silahkan beraktifitas, dan yang mau istirahat silahkan beristirahat ya!" ucap Jimmy saat suasana kembali tenang.


"Iya, aku mau buka Kios bunga Rose juga!" seru Maggie yang melangkahkan kakinya keluar dari ruang makan itu


"Aku juga mau bekerja!" ucap Tony yang mengikuti Maggie.


"Kiaro, kita kuliah ya! sebentar lagi skripsi, kita terlalu sering bolos! he..he..!' ucap Dicky sembari bangkit dari duduknya.


"Oiya kuliah! Ibu sebaiknya di rumah, jangan buka ruko dulu ya!" pinta Kiaro.


"Iya Kiaro, ibumu juga kangen sama ayah. Jadi seharian ini untuk kita berduaan! ha..ha..!" sahut Aaron yang membuat Kirana mencubit lengan Aaron.


"Auh!" suara Aaron yang pura-pura sakit.


"Rasain!" seru Kirana sambil mengulas senyumnya.


"Rasain? awas ya!" seru Aaron yang dalam posisi berhadapan dengan Kirana, dia hendak membalas Kirana dengan menggelitik Kirana.


Namun belum sempat niat Aaron terlaksana, Tony dan Jimmy berdehem.


"Hm..hm...hmmm...!"


"Kalau mau mesra-mesraan di kamar saja, jangan di ruang makan ya! kasihan yang masih muda-muda bila melihat kebucinan kalian!" seru Tony dan semuanya tertawa karenanya.


"Ha..ha..ha..!"


"Iya, apa nggak kasihan sama aku yang masih sendirian?" ucap Adelia yang tiba-tiba.

__ADS_1


"Ibu, katanya ibu punya janji sama Pangeran Wallache?" tanya Caterina yang tiba-tiba.


"Aiya, benar Tante Adelia kan ada janji waktu itu untuk bertemu dengan pangeran Wallache!" seru Dicky yang mengingatkan Adelia akan peristiwa di pantai pesisir Z.


Adelia kemudian mengingat saat berpamitan untuk kembali ke kota Ghuangzhou.


...💭💭💭💭...


"Adelia,..!" panggil Wallache pada Adelia.


Adelia yang hendak membalikkan tubuhnya, mendengar suara ada yang memanggil namanya.


"Pangeran Wallache kamu memanggilku?" tanya Adelia yang penasaran.


"Bisakah kita bertemu di teluk Athamoissa tepat bulan purnama besok?" tanya Wallache pada Adelia.


"Iya, bisa. Akan aku usahakan kita bisa bertemu nanti di bulan purnama" jawab Adelia yang memberi harapan pada Wallache.


"Baiklah, aku akan membantu ayahanda dan Ibunda untuk membenahi kerajaan Blue Minch yang telah lama di tinggalkan oleh ayah dan bunda pada saat kerajaan di kuasai oleh Creepy dan Merfolk." jelas Wallache dan Adelia mengerti maksud dari Wallache.


...💭💭💭💭...


"Oiya, ibu ingat!" ucap Adelia yang terlihat bersemangat.


"Bulan purnama tinggal masih dua Minggu lagi, Jadi apa yang akan kamu persiapkan untuk pertemuan kalian?" tanya Kirana yang mengingatkan.


"Apapun keputusan ibu, Caterina terima kok. Kalaupun ibu dan oangeran Wallache berjodoh, Caterina tidak menghalanginya. Itu kebahagiaan ibu!" ucap Caterina yang mengerti maksud ibunya.


"Putriku" panggil Adelia dan Caterina melangkahkan kakinya menghampiri ibundanya dan keduanya saling berpelukan.


Dan semuanya kemudian kembali pada rutinitas masing-masing.


...****...


Satu Minggu kemudian Kiaro dan Dicky lulus kuliah dan sudang melakukan Wisuda di kampus mereka.


Dan mereka mendapat undangan pernikahan dari desa Lawers.


"Akhirnya Ricky menikah dengan Samantha dan David menikah dengan Anita!" ucap Cateina sumringah.


"Iya, ikut senang mendengar kabar itu. Kita hadiri acara pernikahan mereka ya!" ucap Kiaro dan Caterina menyetujuinya.


...****...


Lima hari kemudian.

__ADS_1


"Ibu, Ayah... Kiaro dan Caterina mohon ijin mau menghadiri pernikahan Ricky dengan Samantha dan David dengan Anita" ucap Kiaro pada saat selesai sarapan.


"Iya, kami memberikan kalian ijin. Tapi janji kalian tetap hati-hati ya!" pesan Kirana.


iya ibunda, Kiaro ingatvakan hal itu" ucap Kiaro sembari memeluk ibunya dari belakang pada saat ibunya masih duduk di kursi meja makan.


"Hei, sudah jangan lama-lama!" seru Aaron yang membuat yang lainnya tertawa.


"Ayah! kita kan akan tidak bertemu beberapa hari. Kalian kan mau bulan madu kedua di Villa pesisir sambil mengantar Ibunda Adel untuk menemui pangeran Wallache!" seru Kiaro membela diri.


"Ya sudah lima menit saja!" seru Aaron seraya menunjukan lima jari-jari tangan kanannya.


"Ayah!' seru Kiaro yang memang sedang ingin bermanja-manja dengan ibundanya.


"Kamu sudah besar Kiaro, nggak malu apa sama Caterina? lihat Caterina cemburu tuh!" goda Kirana dan semuanya tertawa mana kala melihat wajah Kirana masam dan berubah kemerahan karena semuanya menertawakannya.


"Ha..ha..ha..!'


Kemudian semuanya melangkahkan kaki menuju ke teras rumah.


"Kalian semua hati-hati ya!" seru Maggie, Tony, Jimmy, Kelly, dan Dicky bersamaan seraya melambaikan tangan mereka.


Dan akhirnya Kiaro dan Caterina pergi ke desa Lawers untuk menghadiri undangan pernikahan hanya berdua dengan menggunakan sepeda motor sport Kiaro.


Sementara Adelia pergi ke Pantai Pesisir Z untuk menemui pangeran Wallache dengan di temani Kirana dan Aaron yang sekalian mau berlibur di Villa pesisir dengan menggunakan mobil sport Aaron


Mobil itu menyusuri jalan raya yang menuju ke arah Pantai Pesisir Z.


"Adelia, bagaimana perasaan kamu saat ini?" goda Kirana yang melihat ada raut ketegangan di wajah Adelia.


"Deg-degan kak! aku tak merasakan hal ini saat bersama ayahnya Caterina!" jawab Adelia yang jujur.


Kirana dan Aaron saling pandang dan saling mengulas senyum mereka.


...~Â¥~...


...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla...


...Aamiin Ya Robbal alaamiin ...


...Terima Kasih...

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2